Presentasi Kasus Tb Kel8

Click here to load reader

  • date post

    15-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    20
  • download

    1

Embed Size (px)

description

TB

Transcript of Presentasi Kasus Tb Kel8

PRESENTASI KASUSTuberkulosis Paru

Disusun oleh :

Larasjati Tartiko1410221030Hasyati Dwi Kinasih1410221013Desi Megafini1410221055Annisaa Islam1410221062

Pembimbing :dr. Indah Rahmawati, Sp.P

SMF ILMU PENYAKIT DALAMRSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARDJOFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTAPURWOKERTO

2015

LEMBAR PENGESAHAN

Telah dipresentasikan dan disetujui presentasi kasus dengan judul :

Tuberkulosis Paru

Pada tanggal,

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti program profesi dokter di Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto

Disusun oleh :

Larasjati Tartiko1410221030Hasyati Dwi Kinasih1410221013Desi Megafini1410221055Annisaa Islam1410221062

Mengetahui, Pembimbing

dr. Indah Rahmawati, Sp.P

BAB IPENDAHULUAN

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis complex. TB merupakan masalah utama kesehatan global. Setiap tahun, ada sekitar 9 juta kasus baru tuberkulosis, dan 2 juta orang meninggal karena penyakit tersebut dan diperkirakan 1/3 penduduk dunia telah terinfeksi oleh kuman Mycobacterium tuberculosis dan 75% pasien TB adalah mereka yang masih berusia produktif secara ekonomis (15-50 tahun). Kasus terbanyak terjadi di Afrika (30%) dan Asia (55%), dengan India dan Cina sendiri 35% dari semua kasus. Ada 22 yang disebut negara beban tinggi (HBCs) yang mencapai sekitar 80% kasus TB di dunia, dan yang telah diberikan perhatian khusus dalam penanggulangan TB sejak sekitar tahun 2000.Indonesia masih menempati urutan ke 3 di dunia untuk jumlah kasus TB setelah India dan Cina. Setiap tahun terdapat 250.000 kasus baru TB dan sekitar 140.000 kematian akibat TB. Di Indonesia tuberkulosis adalah pembunuh nomor satu diantara penyakit menular dan merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan akut pada seluruh kalangan usia.

BAB IILAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PENDERITANama: Tn. GAUsia: 26 tahunJenis kelamin : Laki-lakiStatus : Belum menikahAgama : IslamPekerjaan : Penjaga warnetAlamat : Sumpiuh RT/RW 2/1, Kecamatan SumpiuhTanggal masuk : 17 Januari 2015Tanggal periksa : 20 Januari 2015No. CM : 925751

II. SUBJEKTIF1. Keluhan Utama: Sesak nafas2. Keluhan Tambahan: Batuk dahak, lemas, berat badan menurun, mual3. Riwayat Penyakit SekarangPasien datang ke IGD RSMS dengan keluhan sesak nafas. Keluhan tersebut pasien rasakan 5 hari sebelum masuk RSMS. Sesak nafas muncul dirasakan memberat 2 hari SMRS hingga mengganggu aktivitas pasien saat bekerja. Sesak dirasakan terus menerus dan dirasa memburuk jika pasien berjalan maupun beraktivitas. Keluhan sesak tanpa disertai keluhan nyeri dada, nyeri perut, dan pasien tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. Keluhan dirasa membaik jika pasien beristirahat dan menggunakan oksigen.Pasien juga mengeluhkan batuk berdahak yang tidak sembuh-sembuh. Batuk berdahak berwarna putih kental, sudah sejak satu bulan terakhir. Sebelumnya pasien pernah mengeluhkan batuk berdahak yang tidak sembuh-sembuh pada tahun 2007, 2010, 2011, dan 2014. Selain itu pasien juga mengaku lemas sejak satu minggu terakhir. Pasien juga mengeluhkan penurunan berat badan sebanyak 10 kilogram dalam waktu dua bulan serta rasa mual yang muncul setelah meminum obat dari puskesmas.Pasien mengaku pernah menderita TBC dan diperiksa dahaknya sebanyak 3 kali dan positif TBC dengan gejala serupa seperti keluhan pasien saat ini pada tahun 2007, berobat di puskesmas II Sumpiuh dan mendapat pengobatan TB kategori I selama 6 bulan dan pengobatan tuntas. Dua tahun kemudian yakni pada tahun 2010, pasien mengalami gejala serupa dan kembali berobat di RS Pius dan dari pemeriksaan dahak serta rontgen dikatakan kambuh lalu mendapat pengobatan TB kategori II dengan obat suntik dan 3 jenis obat lainnya, namun hanya berobat selama 1 bulan dan tidak melanjutkan pengobatan karena merasa tidak cocok. Tahun 2011 pasien kembali berobat karena TBC kembali dan ada keluhan batuk darah. Pasien berobat ke Puskesmas II Sumpiuh dan diperiksa dahak ternyata positif sehingga pasien kembali mendapat pengobatan TB kategori II selama 8 bulan, tetapi saat 2 bulan pertama pasien mendapat obat suntik pasien telat berobat selama satu minggu dan kembali tidak melanjutkan pengobatan. Selanjutnya pada bulan April tahun 2014 pasien berobat ke BP4 dan mendapat obat TBC kategori II dan melanjutkan pengobatan ke Puskesmas II sumpiuh pada bulan Juni 2014 untuk pemeriksaan dahak dan rontgen, namun pasien telat berobat dan baru datang ke Puskemas pada Tanggal 12 Agustus 2014 dan mendapat obat TB kategori II selama 8 bulan dan saat ini sedang pengobatan TB paru bulan ke-enam. Pasien mengaku memiliki kebiasaan merokok, tidak memiliki riwayat alergi, dan belum pernah dirawat di RSMS dengan keluhan yang sama. 4. Riwayat Penyakit Dahulua. Riwayat keluhan serupa: diakui pada tahun 2007, 2010, 2011, dan 2014b. Riwayat mondok: disangkalc. Riwayat jantung: disangkald. Riwayat hipertensi: disangkale. Riwayat kencing manis: disangkalf. Riwayat asma: disangkalg. Riwayat alergi: disangkalh. Riwayat obat-obatan: diakui minum OAT kategori II 4 jenis obat minum dan satu jenis obat suntik yakni streptomisin dan disuntik 60 kali, saat ini sudah pengobatan bulan ke-enam5. Riwayat Penyakit Keluargaa. Riwayat keluhan serupa: diakui (ibu kandung)b. Riwayat mondok: disangkalc. Riwayat jantung: disangkald. Riwayat hipertensi: disangkale. Riwayat kencing manis: disangkalf. Riwayat asma: disangkalg. Riwayat alergi: disangkal6. Riwayat Sosial Ekonomia. CommunityPasien tinggal di pedesaan jauh dari pusat kota. Rumahnya berdekatan dengan rumah tetangga sekitar. Pasien memiliki 1 orang adik dan tinggal dirumah seorang diri karena kedua orangtua pasien sudah meninggal dan adik pasien pisah rumah. Ibu pasien meninggal karena TBC. Hubungan pasien dengan tetangga di sekitar rumahnya baik.b. HomePasien tinggal seorang diri dirumahnya. Pasien belum menikah. Rumah pasien tidak cukup luas. Hanya terdapat 2 buah jendela dan beberapa ventilasi yang ukurannya sangat kecil dan jarang dibuka lantai rumahnya terbuat dari semen. Bangunan dirumah pasien terdiri dari 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Sumber air berasal dari sumur. Pasien mengatakan rumahnya jarang dibersihkan.c. Occupational Pasien adalah seorang penjaga warung internet dan sering bekerja malam hari.d. Personal habitPasien mengaku jarang melakukan olah raga dan beraktivitas diluar rumah pada siang hari. Pasien lebih sering beraktivitas di dalam ruangan dan pada saat malam hari. Pasien mengaku perokok dan sudah merokok selama 14 tahun sebanyak 2 bungkus sehari dan sudah berhenti merokok sejak 6 bulan yang lalu.

OBJEKTIF1. Keadaan Umum : tampak sakit sedang2. Kesadaran : compos mentis, GCS = 15 E4M6V53. Vital signa. Tekanan Darah : 110/60mmHg b. Nadi : 80x/menitc. RR : 24x/menitd. Suhu : 36oC4. Status Generalisa. Kepala1) Bentuk : normochepal, simetris2) Rambut : warna hitam, tidak mudah dicabut, distribusi merata, tidak rontokb. Mata 1) Palpebra : edema (-/-) ptosis (-/-)2) Konjungtiva : anemis (-/-)3) Sclera : ikterik (-/-)4) Pupil : reflek cahaya (+/+), isokor5) Eksofthalmus : (-/-)6) Lapang pandang : tidak dilakukan pemeriksaan7) Lensa : keruh (-/-)8) Gerak mata : normal9) Tekanan bola mata : tidak dilakukan pemeriksaan 10) Nistagmus : (-/-)c. Telinga1) otore (-/-)2) deformitas (-/-)3) nyeri tekan (-/-)d. Hidung1) nafas cuping hidung (-/-)2) deformitas (-/-)3) discharge (-/-)e. Mulut 1) bibir sianosis (-)2) bibir kering (-)3) lidah kotor (-)f. Leher 1) Trakhea : deviasi trakhea (-)2) Kelenjar lymphoid: tidak membesar, nyeri (-)3) Kelenjar thyroid : tidak membesar4) JVP : Tidak meningkat (5+2 cmH2O)g. Dada1) Parua) Inspeksi : bentuk dada simetris, ketinggalan gerak (-),retraksi (-), jejas (-)b) Palpasi : vocal fremitus kanan=kiriketinggalan gerak (-)c) Perkusi : sonor pada kedua lapang paru d) Auskultasi: Suara dasar vesikuler(+/+)Wheezing(-), ronkhi basah halus(+) di basal kedua lapang paru, ronkhi basah kasar (-)2) Jantung a) Inspeksi : ictus cordis nampak pada SIC V LMC sinistrab) Palpasi : ictus cordis teraba di SIC V LMC sinistra,kuat angkatc) Perkusi : Batas jantung kanan atas : SIC II LPSDBatas jantung kiri atas : SIC II LPSSBatas jantung kanan bawah : SIC IV LPSDBatas jantung kiri bawah : SIC V LMCSd) Auskultasi : S1>S2, reguler, murmur (-), gallop (-)h. Abdomen1) Inspeksi : datar2) Auskultasi : bising usus (+) normal3) Perkusi : timpani, pekak sisi (-), pekak beralih (-)4) Palpasi : supel, hepar tidak teraba besar, dan lien tidak teraba besar, nyeri tekan (-)i. EkstremitasTabel 1. Pemeriksaan ekstremitasPemeriksaanEkstremitas superiorEkstremitas inferior

DextraSinistraDextraSinistra

Edema----

Sianosis----

Ikterik----

Akral dingin

----

Reflek fisiologisBicep/tricepPatela++++++++

Reflek patologis----

SensorisD=SD=SD=SD=S

Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan darah lengkap(dilakukan di RSMS Purwokerto) 17 Januari 2015Darah lengkapHemoglobin: 15,2 g/dl Leukosit: 6030 uLHematokrit: 42% Eritrosit: 5,3 x 10^6/uLTrombosit: 267.000/uLMCV: 79,1 fLMCH: 28,6 pgMCHC: 36,1 %RDW: 15,1 %MPV: 8,7 Hitung JenisBasofil: 1,0 % Eosinofil: 6,1 % Batang: 0,3 % Segmen: 67,9 %Limfosit: 13,8 % Monosit: 10,9 %

Kimia Klinik SGOT: 19SGPT: 6 Ureum: 19,1Kreatinin: 0,55GDS: 80Natrium: 137Kalium: 4,6Klorida : 98MikrobiologiPewarnaan ZN 1XBTA I: NegatifEpitel: PositifLeukosit: PositifPewarnaan ZN 2XBTA II: Scanty (1-9 BTA)Epitel: PositifLeukosit: Positif

Rontgen Thorax

Kesan:- Cor tidak membesar- Gambaran TB paru- Penebalan pleura pada apeks hemithoraks kanan kiri

PROGNOSISAd vitam : dubia ad bonamAd fungsionam: dubia ad malamAd sanationam: dubia ad bonam

BAB IIITINJAUAN PUSTAKA