PRESENTASI KASUS TB Dengan Hemoptisis Fix

download PRESENTASI KASUS TB Dengan Hemoptisis Fix

of 23

  • date post

    19-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    77
  • download

    1

Embed Size (px)

description

PRESENTASI KASUS TB Dengan Hemoptisis Fix

Transcript of PRESENTASI KASUS TB Dengan Hemoptisis Fix

PRESENTASI KASUSTB PARU DENGAN HEMOPTISIS

Oleh:Fernaldi Anggadha 109103000020Iin Citra Liana 109103000011Syukran 109103000044

Pembimbing:dr. Alvin Kosasih, Sp.P.

STASEPULMONOLOGIRUMAH SAKIT PARU DR. M. GOENAWANPROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTERFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA2013

KATA PENGANTARAssalamualaikum warahmatullah wabarakatuhPuji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah presentasi kasus yang berjudul TB paru dengan hemoptisis. Shalawat serta salam tak henti-hentinya mengalir kepada uswatun hasanah, Nabi Muhammad saw., bereserta keluarga, sahabat,dan semoga kepada kita semua selaku umatnya hingga akhir zaman, amin.Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, maka dari itu kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu.Kami merasa masih banyak kekurangan, karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini akan kami terima dengan hati terbuka.Akhir kata, kami berharap makalah ini dapat bermanfaat, bagi pembaca umumnya dan bagi kami khususnya.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Jakarta, 15 Juli 2013

Penulis

DAFTAR ISIKata pengantar2Daftar Isi3BAB I STATUS PASIEN4BAB II TINJAUAN PUSTAKA122.1 Tuberkulosis12.2 Hemoptisis29DAFTAR PUSTAKA33

BAB ISTATUS PASIENI. IDENTITAS PASIENNama: Tn. D RJenis Kelamin: Laki - laki Usia: 18 tahun Agama: IslamAlamat: Bogor Pendidikan terkahir: SMAPekerjaan: Tidak bekerjaStatus Pernikahan: Belum menikahPembiayaan: JamkesdaII. ANAMNESISAnamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 13 Juli 2013a. Keluhan UtamaPasien mengeluh batuk darah sejak 1 hari SMRS

b. Riwayat Penyakit SekarangPasien mengeluh batuk darah sejak 1 hari SMRS. Batuk darah 11 kali total darah yang keluar 500 cc. Darah yang keluar berwarna merah segar dan bercampur dengan dahak. Batuk tidak keluar dari hidung, tidak keluar bersama bersin, tidak keluar bersama makanan dan tidak keluar dari anus. Sebelum batuk darah tidak terdapat mual atau rasa penuh pada perut. 1 hari SMRS pasien sudah berobat ke puskesmas dan di rujuk ke RSPG Cisarua.Pasien juga mengeluh sesak napas, sesak tidak dipengaruhi posisi. Sesak semakin berat saat berktifitas dan agak membaik dengan beristirahat. Pasien menyangkal mual dan muntah, nyeri ulu hati (+), BAK normal tidak nyeri dan berdarah. BAB normal 1x per hari, warna kuning, tidak encer dan tidak ada darah.Sejak 1 bulan SMRS pasien juga mengeluhkan batuk. Batuk berdahak dengan dahak berwarna putih kadng berwarna kuning. Pasien juga merasa berat badan semakin turun, pasien tidak ingat berapa kilo berat badannya turun, namun pasien merasa baju menjadi longgar. Pasien juga mengeluh nafsu makan turun, demam tidak terlalu tinggi dan sering berkeringat malam. Beberapa jam sebelum ke RS, pasien masih batuk darah sehingga pasien dibawa ke IGD RSP Goenawan. Pasien menyangkal lemas, mual, muntah, BAB berdarah. Saat di IGD pasien mendapat perawatan medis infus dan oral, pemantauan tanda vital dan cek darah lengkap sebelum dibawa ke ruang rawat inap. Saat ini pasien masih batuk darah, lemas, keringat malam, mual.

c. Riwayat Penyakit DahuluPasien tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Riwayat minum obat TB disangkal. Riwayat sakit gula (-), darah tinggi (-), asma (-), alergi (-), sakit kronis lainnya (-)d. Riwayat Penyakit KeluargaDi keluarga tidak ada yang sakit batuk darah seperti pasien. Riwayat TB ada pada kaka yang tinggal satu rumah, sakit gula (-), darah tinggi (-), asma (-), alergi (-).

e. Riwayat Sosial dan KebiasaanSejak selesai sekolah pasien bekerja dan sering dapat shift malam. Sejak itu pasien jadi lebih sering merokok. Pasien merokok 10 tahun, bisa habis 1/2 bungkus perhari. Riwayat mengkonsumsi alkohol, narkoba dan promiskuistas di sangkal.

III. PEMERIKSAAN FISIKPemeriksaan fisik di ruangan tanggal 13 Juli 2013.Keadaan umum: Tampak sakit sedang Kesadaran : Kompos mentisTanda vital Tekanan Darah: 100/65 mmHg Nadi: 84 x/menit Pernapasan: 19 x/menit Suhu: 36,7c Tinggi badan : 165 cmBerat badan: 53 kgBMI: 19.48

Kepala: Normosefal, rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut.

Mata: Konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-), pupil bulat isokor +/+, refleks cahaya langsung +/+, refleks cahaya tak langsung +/+

Telinga: Normotia +/+, nyeri tekan tragus -/- , serumen -/-

Hidung: Deviasi septum -/-, sekret +/+, konka hiperemis -/-

Gigi dan Mulut: Karies gigi (+), lidah tidak kotor.

Tenggorok: Faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1

Leher : Trakea lurus ditengah, tidak teraba pembesaran tiroid, JVP 5-2 cmH2O, KGB tidak teraba membesar

Thoraks Depan :ParuInspeksi: Bentuk dada normal, bekas luka (-), venektasi (-), spider nevi (-), benjolan (-), perubahan warna (-), pergerakan dada simetris saat statis dan dinamis, pelebaran sela iga (-), penggunaan otot bantu pernapasan (-)

Palpasi: Vokal fremitus simetris kanan dan kiri, tidak terdapat nyeri tekan, krepitasi (-)Perkusi: Sonor di kedua lapang paru kanan dan kiri, nyeri ketok (-). Batas paru hepar ICS VII, batas paru jantung kanan linea sternalis dekstra, batas paru jantung kiri 2 jari medial linea midclavicula sinistra.Auskultasi: Suara napas vesikuler +/+, wheezing -/-, rhonki /-, JantungInspeksiPalpasi

Perkusi

Auskultasi

:Pulsasi ictus cordis tidak terihat:Pulsasi ictus cordis teraba 2 jari medial dari linea midklavikulasinistra: Batas jantung kanan : ICS IV linea sternalis dextra Batas jantung kiri : ICS V 2 jari medial linea midklavikula sinistraPinggang jantung : ICS II linea parasternalis sinistra: BJ I, II normal, murmur (-), gallop(-)

Thoraks Belakang :ParuInspeksi: Bentuk dada normal, bekas luka (-), venektasi (-), spider nevi (-), benjolan (-), perubahan warna (-), pergerakan dada simetris saat statis dan dinamis, pelebaran sela iga (-), penggunaan otot bantu pernapasan (-)Palpasi: Vokal fremitus simetris kanan dan kiri, tidak terdapat nyeri tekan, krepitasi (-)Perkusi: Sonor di kedua lapang paru kanan dan kiri, nyeri ketok (-)Auskultasi: Suara napas vesikuler +/+, wheezing -/-, rhonki /-,AbdomenInspeksiPalpasiPerkusiAuskultasi

EkstremitasKulit: Datar, lemas, dinding perut sejajar dinding dada.: Supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba.: Timpani, shifting dulness (-): Bising usus (+) normal.

: Akral hangat, edema -/-/-/-: Warna sawo matang, kelembaban baik.

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANGA. LaboratoriumPemeriksaan7 Juli 2013Nilai Normal

HEMATOLOGIHemoglobinHematokritLeukositTrombosit LED13,6 g/dL41,7%14.400/ul411.000/u-13,2-17,3 g/dl33-45%5.000-10.000/ul150-450 rb/ul2-30

FUNGSI HATI SGOTSGPT

17150-34/l0-40/ul

FUNGSI GINJALUreum darahKreatinin darah--20-40 mg/dl0,6-1,5 mg/dl

DIABETESGDS

13170-140 g/dl

Pemeriksaan BTA8- 12 Juli 20139 Juli 201312 Juli 2013

BTA Langsung BTA Langsung I (sewaktu) BTA Langsung II (pagi) BTA Langsung III (sewaktu)

3+ (Dahak)

1+ (Dahak)

2+ (Darah)

Pemeriksaan7 Juli 2013Nilai Normal

HEMATOLOGIHemoglobinHematokritLeukositTrombosit LEDMCVMCHMCHC10,8 g/dL33 %7.200/ul366.000/u-84293313,2-17,3 g/dl33-45%5.000-10.000/ul150-450 rb/ul2-3080 10026 3432 - 36

FUNGSI HATI SGOTSGPT

17150-34/l0-40/ul

FUNGSI GINJALUreum darahKreatinin darah--20-40 mg/dl0,6-1,5 mg/dl

DIABETESGDS13170-140 g/dl

B. Pemeriksaan rontgen thoraksBelum dilakukanV. RESUMELaki-laki 18 tahun batuk darah sejak 1 hari SMRS. Batuk darah masif. Darah merah segar dan bercampur dengan dahak. Sesak napas (+), tidak dipengaruhi posisi, semakin berat saat beraktifitas, agak membaik dengan beristirahat. nyeri ulu hati (+). Sejak 1 bulan SMRS batuk berdahak warna putih-kekuningan. Berat badan dan nafsu makan turun, demam tidak terlalu tinggi dan sering berkeringat malam. Pemeriksaan fisik : KU TSS, kesadaran CM, Tekanan Darah 100/65 mmHg, Nadi 84 x/menit, Pernapasan 19 x/menit, Suhu 36,7C, Tinggi badan 165 cm, Berat badan 53 kg, BMI 19.48. Konjungtiva anemis.Pemeriksaan laboratorium : anemia,, leukositosis. Sputum BTA SPS : 3+ (dahak), 1+ (dahak), 2+ (darah).

VI. DIAGNOSIS TB paru BTA + susp. Lesi luas kasus baru dengan hemoptisis Pneumonia DispepsiaVII. RENCANA TATA LAKSANAPemeriksaan Anjuran : Pemeriksaan Foto Toraks PA Bronkoskopi Pemeriksaan gram

Rencana terapi : Non-medikamentosa Bed rest, jangan gelisah Tidak menahan batuk darah Ajarkan batuk efektive Edukasi mengenai penyakit dan pengobatan Periksakan keluarga pasien Diet TKTP Medikamentosa NaCl 0.9%/8 jam Rifampisin 1x450 mg INH 1x 300 mg Pirazinamide 1x 1000 mg Ethambutol 1x 1000 mg Vit K (iv) 3 x 1 amp Vit C (iv) 3 x 1 amp Ceftriaxon (iv) 1 x 1 gram Ranitidin 3 x 1 amp

VII. PROGNOSISAd vitam: dubia ad bonamAd fungsionam: dubia ad bonamAd sanationam: dubia ad bonam

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 HEMOPTISIS2.1.1 DefenisiBatuk darah atau hemoptisis adalah ekspektorasi darah akibat perdarahan pada saluran napas di bawah laring, atau perdarahan yang keluar melalui saluran napas bawah laring. Batuk darah lebih sering merupakan tanda atau gejala dari penyakit dasar sehingga etiologi harus dicari melalui pemeriksaan yang lebih teliti. Batuk darah masif dapat diklasifikasikan berdasarkan volume darah yang dikeluarkan pada periode tertentu. Batuk darah masif memerlukan penanganan segera karena dapat mengganggu pertukaran gas di paru dan dapat mengganggun kestabilan hemodinamik penderita sehingga bila tidak ditangani dengan baik dapat mengancam jiwa. 2.1.2 EtiologiSumber perdarahan hemoptisis dapat berasal dari sirkulasi pulmoner atau sirkulasi bronkial. Hempotisis masif sumber perdarahan umumnya berasa