Presus IKK

Click here to load reader

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    32
  • download

    0

Embed Size (px)

description

presentasi kasus IKK

Transcript of Presus IKK

BAB IPRESENTASI KASUSA. ANAMNESIS1. IDENTITAS PASIENNama: Ny. SuratinahUmur: 67 tahunJenis Kelamin: PerempuanPekerjaan: Kader puskesmasAgama: KatholikSuku bangsa: Jawa/IndonesiaAlamat: Karangwaru Lor TR 2/ 104 RT 01 RW 01No. Rekam medis: 02.3427Tanggal kunjungan ke Puskesmas terakhir : 10 Desember 2014Tanggal Home visit I: 12 Desember 2014 Tanggal Home visit II: 15 Desember 2014

2. ANAMNESIS HOLISTIKa. Aspek klinis Keluhan utama : kedua lutut terasa nyeri terutama untuk berdiri dan berjalan, pasien juga kontrol rutin hipertensi. Riwayat penyakit sekarangPasien datang ke Puskesmas Tegalrejo dengan keluhan nyeri pada kedua lututnya sejak 3 hari yang lalu. Untuk berjalan dirasa sangat nyeri. Lutut terasa kaku, jika sehabis duduk sulit untuk berdiri, jika tidak minum obat nyeri dirasakan terus menerus, dan jika terlalu lama berdiri kaki gemetaran. Nyeri sudah dirasakan sejak 2 tahun yang lalu. Pasien rajin kontrol ke puskesmas setiap 1 minggu sekali karena penyakit hipertensinya. Pasien mengaku penyakit hipertensi baru dialami selama 6 bulan. Riwayat penyakit dahulu : a. Pasien belum pernah di opname karena penyakitnya maupun penyakit lain. Riwayat tensi tertinggi 145/100 mmHg 4 bulan yang lalu. Riwayat DM (-), Asma (-), TBC (-), Jantung (-).

b. Aspek Resiko Internal Riwayat penyakit keluarga : riwayat hipertensi dalam keluarga disangkal. Ayah pasien memiliki penyakit asma dan meninggal karena penyakit tersebut.c. Aspek Resiko Eksternal Riwayat KebiasaanDulu sebelum didiagnosis dengan osteoartritis dan hipertensi pasien sering tidak nafsu makan dan hanya mau makan semangka. Pasien memiliki hobi memakan camilan berupa roti dan intip. Riwayat Sosial EkonomiPasien tinggal hanya berdua bersama suaminya. Pasien memiliki 4 orang anak dan semuanya sudah tidak tinggal 1 rumah dengan pasien. Hubungan pasien dengan anggota keluarganya baik. Hubungan pasien dengan masyarakat dan lingkungan sekitar harmonis. Pasien aktif sebagai kader Puskesmas Tegalrejo. Keadaan ekonomi keluarga pasien menengah ke bawah. Sumber pendapatan pasien diperoleh dari anak-anak pasien yang rutin mengirimkan uang. Uang tersebut dirasakan pasien sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.d. Aspek Personal Alasan kedatanganPasien memeriksakan diri ke Puskesmas Tegalrejo karena kedua lututnya terasa sakit dan kontrol rutin penyakit hipertensinya. Persepsi pasien tentang penyakitnyaMenurut pasien penyakitnya ini dikarenakan faktor umur dan kebiasaan pola makan pasien yang tidak baik bukan karena faktor keturunan. Harapan pasienPasien berharap dapat memiliki umur yang panjang.e. Anamnesis Sistem Penglihatan: gangguan penglihatan (-) Pendengaran: telinga berdenging (-), sekret berbau (-) Pencernaan: mual (-), muntah (-), nyeri perut (-) Pernafasan: sesak napas (-), batuk (-) Cardiovaskuler: palpitasi (-), nyeri dada (-) Perkemihan: nyeri saat BAK (-), nyeri pinggang (-) Reproduksi: kelainan di organ genital (-) Muskuloskeletal: bahu sering terasa sakit

B. PEMERIKSAAN1. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum: baik, tidak terlihat kesakitan, kesan gizi berlebih Kesadaran: compos mentis Tanda vital:Tekanan darah: 130/90 mmHgNadi: 72 kali/menitRespirasi: 20 kali/menitSuhu: 36,8 C Status GiziBerat badan: 64 KgTinggi badan: 151 cmBMI = BB (Kg)/ TB (m)2 = 28,06BMI < 18,5: UnderweightBMI 18,5-24,9: Normal weightBMI 25-29,9: OverweightBMI 30: Obesity Status generalisA. Pemeriksaan kepala Mata: sklera ikterik (-/-) Hidung: deformitas (-), massa (-), discharge (-/-) Telinga: deformitas (-), tanda inflamasi (-), discharge (-/-) Mulut: bibir kering (-), lidah kotor (-)B. Pemeriksaan leherLimfonodi tidak membesar, JVP tidak meningkat.C. Pemeriksaan thorax Cor: ictus cordis teraba di SIC V linea mid clavicula sinistra, tidak ada pergesaran dari batas-batas jantung, bunyi jantung S1 dan S2 reguler, bising (-), gallop (-). Pulmo:Inspeksi: dinding dada simetris, retraksi (-), ketinggalan gerak (-).Palpasi: vocal fremitus normalPerkusi: sonor Auskultasi: suara dasar vesikular, wheezing (-/-), ronkhi (-/-)D. Pemeriksaan AbdomenInspeksi: sedikit cembung, benjolan (-), venektasi (-), spidernevi (-)Auskultasi: peristaltik (+) normalPerkusi: timpani, pekak beralih (-), undulasi (-)Palpasi: supel, nyeri tekan (-)E. Pemeriksaan ekstremitasAkral hangat, edema (-/-), turgor baik, CRT < 2 detikF. Pemeriksaan penunjang :Trigliserid: 115Cholestrol total: 166Asam urat: 4,6

C. DIAGNOSIS SEMENTARAHipertensi grade 2 terkontrol dengan osteoartritisD. TERAPIAmlodipine: 1 x 5 mg (pagi)Kalium diklofenak : 2 x 25 mgVit B complex: 1 x 1 tabE. FAMILY ASSESSMENT TOOLS1. Genogram keluargaKeluarga Bapak Kasono (nuclear family)

Keterangan :

Laki-laki PerempuanTinggal 1 rumahPasien 2. Family Map

3. Family Life LineTahunKejadian dalam hidupSeverity of illness

1971Menikah

1973Anak pertama lahir

1975Anak kedua lahir

1979Anak ketiga lahir

1981Anak keempat lahir

1985Ayah meninggal++++

2005Ibu meninggal+++

4. Nilai APGAR keluargakomponenindikatorHampir tidak pernah (0)Kadang kadang (1)Hampir selalu (2)

AdaptationSaya puas dengan anggota keluarga saya karena masing-masing anggota keluarga sudah menjalankan kewajiban sesuai dengan seharusnyaV

Partnership Saya puas dengan keluarga saya karena dapat membantu memberikan solusi terhadap permasalahan yang saya hadapiV

GrowthSaya puas dengan kebebasan yang diberikan keluarga saya untuk mengembangkan kemampuan yang saya milikiV

AffectionSaya puas dengan kehangatan/ kasih sayang yang diberikan keluarga sayaV

Resolve Saya puas dengan waktu yang disediakan keluarga untuk menjalin kebersamaanV

Skor total10

Klasifikasi : 8-10 : fungsi keluarga sehat4-7 : fungsi keluarga kurang sehat0-3 : fungsi keluarga sakit5. Family SCREEMAspekSumber dayaPatologis

SosialHubungan pasien dengan keluarga harmonis, pasien merupakan kader puskesmas.

CulturalPasien meyakini bahwa penyakitnya bukan karena hal gaib

ReligiusPasien beragama kristen dan rajin ke gereja

EkonomiPasien merasa uang yang diberikan anak-anak cukup untuk kehidupan sehari-hari

EdukasiPemahaman pasien tentang penyakitnya sudah baik

MedicalPasien memili Jamkesda karena sebagai kader puskesmas

6. PHBSNoIndikator PHBSYaTidak

1.Persalinan ditolong tenaga kesehatanV

2.Pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 2-6 bulanV

3.Menimbang berat badan balita tiap bulanV

4.Menggunakan air bersih yang memenuhi syarat kesehatanV

5.Menggunakan jamban sehatV

6.Mencuci tangan dengan air bersih dan sabunV

7.Melakukan pmberantasan sarang nyamuk di rumah dan lingkunganV

8.Mengkonsumsi sayuran dan buah setiap hariV

9.Melakukan aktivitas fisik/olahragaV

10.Tidak merokokV

F. DIAGNOSA HOLISTIKHipertensi grade II terkontrol dan osteoartritis pada perempuan overweight paruh baya usia 67 tahun tanpa kekhawatiran dan fungsi keluarga sehat dengan PHBS baik.

G. MANAJEMEN KOMPREHENSIF1. PromotifEdukasi kepada pasien dan anggota keluarga (melibatkan minimal 1 anggota keluarga) tentang : Penyakitnya meliputi penyebab, gejala, komplikasi, dan pengelolaannya Pentingnya modifikasi gaya hidup dalam mengelola penyakitnya Monitoring tekanan darah secara rutin ke Puskesmas dan minum obat rutin sesuai dengan obat yang diresepkan dokter Perlunya support keluarga pada pasien dalam menghadapi penyakitnya dan mendukung pengobatan yang dijalani pasien.2. Preventif Pengaturan pola makan yaitu dengan menghindari makanan yang mengandung garam tinggi, berlemak, dan bersantan Melakukan aktivitas fisik/olahraga teratur yaitu aerobik/ berjalan (minimal 30 menit per hari dan 4-5 kali seminggu) Istirahat yang cukup yaitu 6-8 jam sehari Mengontrol rutin tekanan darah setiap 2 minggu sekali di pelayanan kesehatan Screening anggota keluarga untuk penyakit hipertensi3. Kuratif Pada pasien ini diberikan amlodipine untuk hipertensi dan kalium diklofenak untuk osteo artritis4. RehabilitatifPasien perlu dikonsulkan ke fisioterapi terkait penyakit osteoartritis

BAB IITINJAUAN PUSTAKAPenyakit HipertensiA. DEFINISI HIPERTENSIHipertensi adalah keadaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg (Wilson LM, 1995). Tekanan darah diukur dengan spygmomanometer yang telah dikalibrasi dengan tepat (80% dari ukuran manset menutupi lengan) setelah pasien beristirahat nyaman, posisi duduk punggung tegak atau telentang paling sedikit selama lima menit sampai tiga puluh menit setelah merokok atau minum kopi. Hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya didefinisikan sebagai hipertensi esensial. Beberapa penulis lebih memilih istilah hipertensi primer untuk membedakannya dengan hipertensi lain yang sekunder karena sebab-sebab yang diketahui. Menurut The Seventh Report of The Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC VII) klasifikasi tekanan darah pada orang dewasa terbagi menjadi kelompok normal, prahipertensi, hipertensi derajat 1 dan derajat 2 (Yogiantoro M, 2006).B. EPIDEMIOLOGIPenyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang berlanjut untuk suatu target organ, seperti stroke untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah jantung dan untuk otot jantung. Penyakit ini telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia. Semakin meningkatnya populasi usia lanjut maka jumlah pasien dengan hipertensi kemungkinan besar juga akan bertambah. Diperkirakan sekitar 80 % kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, di perkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan pada angka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk saat ini (Armilawati et al, 2007). Angka