Makalah ikk

download Makalah ikk

of 27

  • date post

    13-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    63
  • download

    0

Embed Size (px)

description

makalah ilmu kesehatan komunitas

Transcript of Makalah ikk

Masalah Program KB dan KIA Grace Praing 102009215 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Arjuna Utara No.6, Jakarta Barat 11510 gpraynk@yahoo.co.id

BAB IPENDAHULUANSecara teori, sebuah negara dibentuk oleh masyarakat di suatu wilayah yang tidak lain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama setiap anggotanya dalam koridor kebersamaan. Dalam angan setiap anggota masyarakat, negara yang dibentuk oleh mereka ini akan melaksanakan fungsinya menyediakan kebutuhan hidup anggota berkaitan dengan konstelasi hidup berdampingan dengan orang lain di sekelilingnya. Di kehidupan sehari-hari, kebutuhan bersama itu sering kita artikan sebagai kebutuhan publik. Salah satu contoh kebutuhan publik yang mendasar adalah kesehatan.Kesehatan adalah pelayanan publik yang bersifat mutlak dan erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. Untuk semua pelayanan yang bersifat mutlak, negara dan aparaturnya berkewajiban untuk menyediakan layanan yang bermutu dan mudah didapatkan setiap saat. Salah satu wujud nyata penyediaan layanan publik di bidang kesehatan adalah adanya Puskesmas. Tujuan utama dari adanya Puskesmas adalah menyediakan layanan kesehatan yang bermutu namun dengan biaya yanng relatif terjangkau untuk masyarakat, terutama masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah. Antara lain yang akan dibahas dalam makalah ini adalah mengenai Angka Kematian Ibu dan Bayi,Program Keluarga Berencana dan Program Kesehatan Ibu dan Anak.

BAB IIPEMBAHASANA. Penyebab dan Penanggulangan Angka Kematian Ibu dan Bayi Jumlah kematian ibu (hamil, melahirkan maupun nifas) adalah poin yang menunjukan keberhasilan atau kegagalan suatu Negara atau daerah dalam bidang kesehatan.Melalui data data tersebut, dapat dilihat maju mundurnya program KIA disuatu negara atau daerah tersebut.Dalam scenario menggambarkan betapa buruknya kondisi daerah tersebut. Tingginya jumlah kematian ibu (hamil, melahirkan dan nifas) yang mencapai rata rata 375/100.000 adalah bukti yang cukup kuat untuk menggambarkan situasi didaerah tersebut. Bandingkan dengan standar nasional yaitu 288/100.000.Faktor tidak langsung penyebab kematian ibu karena masih banyaknya kasus3 Terlambatdan4 Terlalu, yang terkait dengan faktor akses, sosial budaya, pendidikan, dan ekonomi. Kasus 3 Terlambat meliputi: Terlambat mengenali tanda bahaya persalinan dan mengambil keputusan Terlambat dirujuk Terlambat ditangani oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan

Berdasarkan Riskesdas 2010, masih cukup banyak ibu hamil dengan faktor risiko 4 Terlalu, yaitu: Terlalu tua hamil (hamil di atas usia 35 tahun) sebanyak 27% Terlalu muda untuk hamil (hamil di bawah usia 20 tahun) sebanyak 2,6% Terlalu banyak (jumlah anak lebih dari 4) sebanyak 11,8% Terlalu dekat (jarak antar kelahiran kurang dari 2 tahun)Penyebab tidak langsung lainnya risiko kematian ibu dapat diperparah oleh adanya anemia dan penyakit menular seperti malaria, tuberkulosis (TB), hepatitis, dan HIV/AIDS. Pada 1995, misalnya, prevalensi anemia pada ibu hamil masih sangat tinggi, yaitu 51 persen, dan pada ibu nifas 45 persen. Anemia pada ibu hamil mempuyai dampak kesehatan terhadap ibu dan anak dalam kandungan, meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, bayi dengan berat lahir rendah, serta sering menyebabkan kematian ibu dan bayi baru lahir. Faktor lain yang berkontribusi adalah kekurangan energi kronik (KEK). Beberapa factor penyebab AKI:a. UsiaPenyebab kematian pada ibu yang pertama dapat dilihat dari usianya. Dalam sistem reproduksi sehat diketahui bahwa usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun. Kematian maternal pada wanita hamil dan melahirkan pada usia di bawah 20 tahun ternyata 2-5 kali lebih tinggi daripada kematian maternal yang terjadi pada usia 20-29 tahun. Kematian maternal meningkat kembali sesudah usia 30-35 tahun.Usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun merupakan usia berisiko untuk hamil dan melahirkan. Komplikasi yang sering timbul pada kehamilan di usia muda adalah anemia, partus prematur, partus macet. Sedangkan kehamilan di atas usia 35 tahun menyebabkan ibu terkena risiko terjadinya hipertensi kehamilan, diabetes, penyakit kardiovaskuler, penyakit ginjal dan gangguan fungsi paru. Dengan resiko-resiko tersebut sangat besar kemungkinan untuk menyebabkan kematian pada ibu. Sehingga usia kehamilan yang paling aman adalah usia 20 35 tahun.Ibu-ibu yang terlalu muda seringkali secara emosional dan fisik belum matang, selain pendidikan pada umumnya rendah, ibu yang masih muda cenderung tergantung pada orang lain.2b. Kebiasaan HidupPengaruh lain yang berkaitan dengan kematian ibu (hamil, melahirkan dan nifas) adalah factor kebiasaan hidup.Banyak kebiasaan hidup yang tidak sehat dan berpengaruh pada kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya. Kebiasaan tersebut antara lain merokok dan juga mengkonsumsi minuman beralkohol.Banyak studi yang telah dilakukan untuk mencari tahu tentang bahaya merokok bagi kesehatan, khususnya bagi wanita yang sedang mengandung.Bagi wanita yang sedang hamil atau mengandung, merokok sama halnya dengan membunuh janin, karena karbon monoksida dan nikotin akan ikut kedalam aliran darah ke peredaran darah janin yang dikandungnya. Hal ini akan mengakibatkan ketersediaan oksigen bagi janin akan berkurang, termasuk mempercepat denyut jantung janin. Resiko kelahiran premature juga akan menjadi lebih besar. Nikotin yang terserap kedalam darah pada wanita yang merokok juga dapat dikeluarkan melalui air susu ibu (ASI), sehingga bayi yang menghisap ASI akan ikut tercemar nikotin.Kebiasaan merokok pada wanita dapat ditemukan pada wanita perkotaan yang terjebak dalam arus trend an gaya hidup, sedangkan pada wanita yang hidup di pedesaan, kebiasaan merokok cenderung terjadi pada mereka yang masih menggunakan rokok sebagai bagian dari ritual adat dan kebudayaan.3Selain merokok, ada juga kebiasaan hidup lain yang berpengaruh pada kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya, yaitu mengkonsumsi minuman beralkohol. Alcohol yang masuk kedalam tubuh ibu yang sedang mengandung akan dengan mudah menembus kedalam plasenta. Hal ini akan memberikan dampak yang serius bagi janin. Ibu yang sering mengkonsumsi alcohol akan memungkinkan terjadinya pembentukan janin yang tidak sempurna seperti bibir terbelah, lumpuh, keabnormalan funsi jantung, dan visceral. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengkonsumsi minuman beralkohil akan memiliki berat badan yang rendah serta mengalami perkembangan yang lambat. Hal ini dikenal dengan sebutanThe Fetal Alcohol Syndrome.Selain akibat yang timbul pada bayi yang dikandungnya, alcohol juga dapat berpengaruh pada proses kelahiran bayi yang dikandung oleh sang ibu. Sang ibu akan kesulitan dalam proses melahirkan dan dapat meninggal akibat kegagalan jantung yang berdenyut cepat akibat pengaruh alcohol yang terkandung dalam darahnya.c. PengetahuanPengetahuan yang baik akan menghasilkan kualitas hidup yang baik pula. Pengetahuan bisa didapatkan dari berbagai sumber dan bersifat aktif dan pasif. Aktif jika subjek atau host itu sendiri yang berusaha mencari tahu berbagai informasi pengetahuan untuk kesejahteraan hidupnya. Sedangkan dikatakan pasif jika subjek atau host tersebut menerima informasi pengetahuan tersebut dari orang lain melalui berbagi media penyampaian, baik itu melalui penyyuluhan atau seminar atau pendekatan terpadu lainnya.Dari pengetahuan yang didapat, subyek atau host tersebut akan menerapkan pengetahuan atau informasi tersebut kedalam kehidupannya.dalam kasus ini, akan dibahas pengetahuan tentang gizi yang cukup selama masa kehamilan.Berbicara tentang masalah kesehatan, tidak dapat dilepaskan dari pembahasan tentang gizi, mengingat gizi merupakan salah satu factor penting dalam menentukan kualitas hidup. Oleh karena itu, untuk menjaga agar seseorang tetap sehat, harus diperhatikan kecukupan dan keseimbangan gizi yang ada didalam makanannya setiap hari.Kecukupan gizi yang dibutuhkan oleh setiap orang tidaklah sama, tergantung pada usia, kondisi kesehatan, kemampuan reproduksi, dan aktivitas atau kegiatan yang dilakukan. Perhitungan angka kecukupan gizi dapat mengacu pada aturan FAO, WHO, atau Karya Nasional Pangan dan Gizi (WKNPG) yang lebih disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia.5Dalam kaitannya dengan ibu (hamil, melahirkan dan nifas), perubahan hormonalan fisik perempuan yang terjadi selama hamil akan mempengaruhi pola konsumsi makanannya. Pada kehamilan awal pada umumnya seorang perempuan (karena perubahan hormonnya) akan mengalami mual dan muntah sehingga perempuan tersebut akan enggan untuk mengkonsumsi makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Perubahan pola makan ini akan berpengaruh pada keadaan gizi dan kesehatan yang dapat dicerminkan dengan pertambahan berat badan selama kehamilan. Secara umum angka kecukupan zat gizi untuk perempuan hamil dan menyusui jauh lebih tinggi dari keadaan normal.Ibu-ibu yang kekurangan gizi cenderung melahirkan bayi dengan berat badan rendah karena kekurangan gizi pada saat berada dalam kandungan dan mungkin akan tetap seperti itu pada awal awal tahun yang penting dalam kehidupannya.6Oleh sebab itu, konsumsi makanan yang cukup bagi ibu yang sedang hamil, menentukan kesehatan janin sampai kelak dilahirkan. Jika terjadi kekurangan gizi, pertumbuhan janin akan terhambat, bayi lahir lebih awal (premature), bayi cacat, berat badan bayi rendah (BBLR), dan dapat menyebabkan kematian ibu maupun bayi yang dilahirkan.7d. Jumlah AnakTerakhir adalah faktor jumlah anak yang dilahirkan oleh ibu. Jumlah kelahiran yang paling aman adalah 2-3 anak. Untuk ibu yang akan melahirkan untuk pertama kali mempunyai resiko untuk mengalami kematian maternal dikarenakan sang ibu belum siap secara mental dan secara fisik untuk melakukan kelahiran. Sedangkan ibu yang akan melahirkan lebih dari 4 kali juga beresiko untuk mengalami kematian maternal karena secara fisik sang ibu sudah mengalami kemunduran untuk menjalani proses kehamilan.Jarak kehamilan yang terlalu dekat, yaitu kurang