Pengkajian Bayi Baru Lahir

of 36

  • date post

    30-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    404
  • download

    0

Embed Size (px)

description

keperawatan

Transcript of Pengkajian Bayi Baru Lahir

PENGKAJIAN BAYI BARU LAHIR (BBL)BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangBayi baru lahir normal adalah bayi yang baru lahir dengan kehamilan atau masa gestasinya dinyatakan cukup bulan (aterm) yaitu 36 40 minggu. Bayi baru lahir normal harus menjalani proses adaptasi dari kehidupan di dalam rahim (intrauterine) ke kehidupan di luar rahim (ekstrauterin). Pemahaman terhadap adaptasi dan fisiologi bayi baru lahir sangat penting sebagai dasar dalam memberikan asuhan. Perubahan lingkungan dari dalam uterus ke ekstrauterin dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kimiawi, mekanik, dan termik yang menimbulkan perubahan metabolik, pernapasan dan sirkulasi pada bayi baru lahir normal. Penatalaksanaan dan mengenali kondisi kesehatan bayi baru lahir resiko tinggi yang mana memerlukan pelayanan rujukan/ tindakan lanjut.Salah satu masalah yang sering ditemukan pada bayi yaitu bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi berat badan lahir rendah ( BBLR ) maupun bayi kurang bulan (BKB ) merupakan masalah utama di negara berkembang termasuk Indonesia.BBLR sampai saat ini masih merupakan masalah di Indonesia, karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa neonatal. Menurut SKRT 2001, 29 % kematian neonatal karena BBLR.Secara umum bayi BBLR ini berhubungan dengan usia kehamilan yang belum cukup bulan (prematur) disamping itu juga disebabkan dismaturitas. Artinya bayi lahir cukup bulan (usia kehamilan 38 minggu), tapi berat badan (BB) lahirnya lebih kecil ketimbang masa kehamilannya, yaitu tidak mencapai 2.500 gram. Biasanya hal ini terjadi karena adanya gangguan pertumbuhan bayi sewaktu dalam kandungan yang disebabkan oleh penyakit ibu seperti adanya kelainan plasenta, infeksi, hipertensi dan keadaan-keadaan lain yang menyebabkan suplai makanan ke bayi jadi berkurang.Masalah yang sering timbul sebagai penyulit BBLR adalah hipotermi, hiperbilirubinemia, hipoglikemi, infeksi / sepsis dan ganguan minum. Dengan banyaknya penyulit pada BBLR, kita harus dapat mencegahnya mulai dari meningkatkan pengetahuan ibu tentang BBLR dan langkah langkah untuk mencegah hal tersebut.Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0 28 hari. Kehidupan pada masa neonatus ini sangat rawan, karena memerlukan penyesuaian fisiologik agar bayi di luar kenadungan dapat hidup sebaik baiknya. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian neonatus. Diperkirakan 2/3 kematian bayi di bawah umur satu tahun terjadi pada masa neonatus. Peralihan dari kehidupan intrauterine ke ekstrauterin memerlukan berbagai perubahan biokimia dan fungsi.B. Tujuan1. Tujuan UmumUntuk mengetahui gambaran secara umum tentang asuhan keperawatan pada bayi baru lahir serta pada bayi dengan berat badan lahir rendah.2. Tujuan Khususa. Mampu memahami tentang bayi baru lahir serta gangguan yang mungkin terjadi pada bayi baru lahir.b. Mampu mengidentifikasi penilaian awal dan langkah esensial bayi baru lahir.c. Mampu melaksanakan pengkajian terkait dengan bayi baru lahir.

BAB IIISIA. Tinjauan Teoritis1. Defenisi bayi baru lahir normalBayi baru lahir normal (BBLN) adalah bayi yang baru lahir dengan usia kehamilan atau masa gestasinya dinyatakan cukup bulan (aterm) yaitu 36 40 minggu. Bayi baru lahir normal harus menjalani proses adaptasi dari kehidupan di dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. Pemahaman terhadap adaptasi dan fisiologi bayi baru lahir sangat penting sebagai dasar dalam memberikan asuhan. Perubahan lingkungan dari dalam uterus ke luar rahim dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kimiawi, mekanik, dan termik yang menimbulkan perubahan metabolik, pernapasan dan sirkulasi pada bayi baru lahir.2. Penilaian awal dan langkah esensial bayi baru lahira. Penilaian awal bayi baru lahirPenilaian awal dilakukan pada bayi baru lahir untuk menilai kondisi bayi apakah :- Bayi dinyatakan cukup bulan jika usia gestasinya lebih kurang 36 40 minggu.Maturitas bayi mempengaruhi kemampuannya untuk beradaptasi di luar rahim (uterus)- Air ketuban jernih, tidak bercampur mekonium.Tinja bayi pada 24 jam pertama kelahiran hingga 2 atau 3 hari berbentuk mekonium yang berwarna hijau tua yang berada di dalam usus bayi sejak dalam kandungan ibu. Mekonium mengandung sejumlah cairan amnion, verniks, sekresi saluran pencernaan, empedu, lanugo dan zat sisa dari jaringan tubuh.- Bayi menangis atau bernapas.Sebagian besar bayi bernapas spontan. Perhatikan dalamnya pernapasan, frekuensi pernapasan, apnea, napas cuping hidung, retraksi otot dada. Dapat dikatakan normal bila frekuensi pernapasan bayi jam pertama berkisar 80 kali permenit dan bayi segera menangis kuat pada saat lahir.- Tonus otot bayi baik atau bayi bergerak aktif.Pada saat lahir otot bayi lembut dan lentur. Otot otot tersebut memiliki tonus, kemampuan untuk berkontraksi ketika ada rangsangan, tetapi bayi kurang mempunyai kemampuan untuk mengontrolnya. Sistem neurologis bayi secara anatomi dan fisiologis belum berkembang sempurna, sehingga bayi menunjukkan gerakan gerakan tidak terkoordinasi, control otot yang buruk, mudah terkejut, dan tremor pada ekstremitas.- Warna kulit bayi normal.Perhatikan warna kulit bayi apakah warna merah muda, pucat, kebiruan, atau kuning, timbul perdarahan dikulit atau adanya edema. Warna kulit bayi yang normal, bayi tampak kemerah merahan. Kulit bayi terlihat sangat halus dan tipis, lapisan lemak subkutan belum melapisi kapiler. Kemerahan ini tetap terlihat pada kulit dengan pigmen yang banyak sekalipun dan bahkan menjadi lebih kemerahan ketika bayi menangis.b. Diagnosis bayi baru lahirDiagnosis bayi baru lahir pada dasarnya berguna untuk mencari atau mendeteksi sedini mungkin adanya kelainan pada janin. Kegagalan untuk mendeteksi kelainan janin dapatt menimbulkan masalah pada jam jam pertama kehidupan bayi diluar rahim. Dengan mengetahui kelainan pada janin dapat membantu untuk mengambil tindakan serta memberikan asuhkan keperawatan yang tepat sehingga dapat membantu bayi baru lahir sehat untuk tetap sehat sejak awal kehidupannya.Penilaian bayi pada kelahiran adalah untuk mengetahui derajat vitalitas fungsi tubuh. Derajat vitalitas adalah kemampuan sejumlah fungsi tubuh yang bersifat essensial dan kompleks untuk kelangsungan hidup bayi seperti pernapasan, denyut jantung, sirkulasi darah dan refleks refleks primitive seperti menghisap dan mencari putting susu. Bila tidak ditangani secara tepat, cepat dan benar keadaan umum bayi akan menurun dengan cepat dan bahkan mungkin meninggal. Pada beberapa bayi mungkin dapat pulih kembali dengan spontan dalam 10 30 menit sesudah lahir namun bayi tetap mempunyai resiko tinggi untuk cacat.Umumnya penilaian pada bayi baru lahir dipakai nilai APGAR (APGAR Score). Pertemuan SAREC tahun 1985 menganjurkan penggunaan parameter penilaian bayi baru lahir dengan cara sederhana yang disebut SIGTUNA (SIGTUNA Score) sesuai dengan nama tempat terjadinya konsensus. Penilaian cara ini terutama untuk tingkat pelayanan kesehatan dasar karena hanya menilai dua parameter yang essensial.Penilaian derajat vitalitas bayi baru lahir dapat juga digunakan penilaian secara APGAR. Pelaksanaannya cukup kompleks karena pada saat bersamaan penolong persalinan harus menilai lima parameter yaitu denyut jantung, usaha napas, tonus otot, gerakan dan warna kulit. Dari hasil penelitian di Amerika Serikat nilai APGAR sangat bermanfaat untuk mengenal bayi resiko tinggi yang potensial untuk kematian dan kecacatan neurologis jangka panjang. Dari lima variable nilai APGAR hanya pernapasan dan denyut jantung yang berkaitan erat dengan terjadinya hipoksia dan anoksia. Ketiga variabel lain lebih merupakan indicator maturitas tumbuh kembang bayi.Penilaian APGAR skor ditemukan oleh Dr. Virginia Apgar (1950). Penilaian APGAR skor ini dilakukan pada menit pertama kelahiran untuk member kesempatan kepada bayi memulai perubahan kemudian menit ke-5 serta pada menit ke-10. Penilaian dapat dilakukan lebih sering jika ada nilai yang rendah dan perlu tindakan resusitasi. Penilaian menit ke-10 memberikan indikasi morbiditas pada masa mendatang, nilai yang rendah berhubungan dengan kondisi neurologis.

SKOR APGAR

TANDA 0 1 2Appearance Biru,pucat Badan pucat,tungkai biru Semuanya merah mudaPulse Tidak teraba < 100 > 100Grimace Tidak ada Lambat Menangis kuatActivity Lemas/lumpuh Gerakan sedikit/fleksi tungkai Aktif/fleksi tungkai baik/reaksi melawanRespiratory Tidak ada Lambat, tidak teratur Baik, menangis kuat

Prosedur penilaian APGAR Pastikan pencahayaan baik Catat waktu kelahiran, nilai APGAR pada 1 menit pertama dg cepat & simultan. Jumlahkan hasilnya Lakukan tindakan dg cepat & tepat sesuai dg hasilnya Ulangi pada menit kelima Ulangi pada menit kesepuluh Dokumentasikan hasil & lakukan tindakan yg sesuaiPenilaiano Setiap variabel dinilai : 0, 1 dan 2o Nilai tertinggi adalah 10 Nilai 7-10 menunjukkan bahwa by dlm keadaan baik Nilai 4 - 6 menunjukkan bayi mengalami depresi sedang & membutuhkan tindakan resusitasi Nilai 0 3 menunjukkan bayi mengalami depresi serius & membutuhkan resusitasi segera sampai ventilasi

c. Melakukan pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir normalDalam waktu 24 jam setelah bayi lahir lakukan pemeriksaan fisik pada bayi. Ketika melakukan pemeriksaan fisik pada bayi lahir normal hal- hal yang harus diperhatikan oleh petugas adalah informasikan prosedur terlebih dahulu pada orang tua, gunakan tempat yang hangat dan bersih untuk pemeriksaan, cuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan, gunakan sarung tangan dan bertindak lembut pada saat menangani bayi, lepaskan pakaian hanya pada area yang diperiksa, untuk mencegah kehilangan panas, lakukan prosedur yang mengganggu seperti menguji refleks pada tahap akhir, lakukan secara cepat untuk menghindari stress pada bayi. Petugas dapat melihat, mendengarkan dan merasakan tiap tiap daerah yang akan diperiksa yang dimulai dari kepala dan berlanjut secara sistematik menuju kaki. Jika ditemukan faktor resiko atau masalah, petugas dapat meminta bantuan yang memang diperlu