Masalah Pernafasan Pada Bayi Baru Lahir

download Masalah Pernafasan Pada Bayi Baru Lahir

of 33

  • date post

    02-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    236
  • download

    11

Embed Size (px)

description

refresing padatri hasanah

Transcript of Masalah Pernafasan Pada Bayi Baru Lahir

Masalah Pernafasan pada Bayi Baru Lahir

Masalah Pernafasan pada Bayi Baru LahirPembimbing : dr. Desiana, Sp.AHasanah 20107301391Tanda Bahaya Gawat NafasTakipnue (frekuensi nafas lebih dari 60 kali/menit)Retraksi ruang interkostal, daerah sternal, dan subkostalDengkur ekspirasi (expiratory grunting)SianosisEvaluasi Gawat nafas dengan Menggunakan Skor Down012Frekuensi nafas< 60 kali/menit60-80 kali/menit> 80 kali/menitRetraksiTidak ada retraksiRetraksi ringanRetraksi beratSianosisTidak sianosisSianosis hilang dengan O2Sianosis menetap walaupun diberi O2Air entryUdara masuk bilateral baikPenurunan ringan udara masukTidak ada udara masukGaspingTidak gaspingDapat didengar dengan stetoskopDapat didenger tanpa alat bantuEvaluasi Gawat nafas dengan menggunakan Skor DownSkor < 4Gawat nafas ringanSkor 4-7Gawat nafas sedangSkor > 7Gawat nafas berat (Pemeriksaan gas darah harus dilakukan)Laju NafasLaju nafas < 30 kali/menit- Sulit bernafas : tanda kelelahanNilai beratnya apneu dan kualitas udara masuk Gasping merupakan tanda ancaman henti jantungLaju nafas > 60 kali/menitNilai ventilasi dan oksigenisasi Kerja otot jantung Analisis Gas DarahLaju nafas > 60 kali/menit dan pCO2 rendah(penyebab bukan paru)Penyakit jantung bawaanAsidosis metabolik dan syok- Gangguan otak : perdarahan, meningitis, edemaLaju nafas > 60 kali/menit dan pCO2 tinggi(penyebab paru)Sindrom gawat nafas (RDS)Pneumonia Obstruksi jalan nafas Lain-lain : massa rongga dada, hernia diafragmatika, pneumotoraksPenilaian Gawat Nafas Skor DownGawat Nafas RinganO2 nasal (0,5-2 l) headbox (3-5 l)Tergantung gambaran klinik dan target saturasi oksigen 88-92%Gawat Nafas SedangPada umumnya memerlukan CPAP, sambil mempersiapkan CPAP dapat diberikan headbox O2 5 l/menit + oksigen nasal sampai 2 l/menitGawat Nafas BeratPengobatan gagal nafas, segera berikan ventilator

Perubahan Saturasi Setelah LahirJanin dalam kandungan hidup dengan tingkat saturasi O2 60%. Sedangkan BBL bugar memerlukan waktu mencapai saturasi O2 90%.Beberapa penelitian, resusitasi neonatus dengan udara dibandingkan O2 100% tidak terbukti membahayakan.Sedangkan bayi prematur mempunyai sistem antioksidan imatur kenaikan saturasi oksigen mendadak saat lahir menimbulkan stress oksidatif. Oksigen 100% memperlambat mulainya usaha bernafas spontan dan menyebabkan kerusakan oksidatif pada paru-paru, otak, mata dan perubahan aliran darah otak.Rekomendasi WHOVentilasi harus dimulai dengan udara dan O2 dipersiapkan untuk bayi dengan kondisi tidak membaik.Penyebab Umum Gawat NafasTransient tachypnea of the newborn (TTN)Hyaline Membrane Disease (HMD)Sindrom Aspirasi Mekonium (SAM)PneumoniaSepsisTransient Tachypnea of the Newborn (TTN)DefinisiSuatu penyakit ringan pada neonatus yang mendekati cukup bulan atau neonatus cukup bulan yang mengalami gawat nafas segera setelah lahir dan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3-5 hari.Faktor RisikoBedah sesar sebelum ada kontraksiMakrosomiaPartus lamaSedasi ibu berlebihanSkor Apgar rendah ( 1 menit : < 7)Tanda KlinisNeonatus biasanya hampir cukup bulan atau cukup bulan dan segera setelah kelahiran mengalami takipnea ( > 80 pernafasan/menit)Neonatus mungkin juga merintih, nafas cuping hidung, mengalami retraksi dada dan mengalami sianosis.Keadaan ini biasanya tidak berlangsung lebih dari 72 jam.

Rontgen dadaGaris pada perihilar, kardiomegali ringan, peningkatan volume paru, cairan pada fisura minor dan umumnya ditemukan cairan pada rongga pluera.

Tatalaksana umum TTN- Pemberian oksigen- Pembatasan cairan- Pembatasan asupan setelah takipnea membaikKonfirmasi diagnosis dengan menyisihkan penyebab-penyebab takipnea lain seperti pneumonia, penyakit jantung kongenital dan hiperventilasi serebral.

Hasil Akhir dan Prognosis TTNPenyakit ini bersifat sembuh sendiri dan tidak ada risiko kekambuhan atau disfungsi paru lebih lanjut. Gejala respirasi membaik sejalan dengan mobilisasi cairan dan ini biasanya dikaitkan dengan diuresis.Hyaline Membrane Disease (HMD)DefinisiHyaline membrane disease juga dikenal sebagai sindrom gawat nafas (respiratory distress syndrome, RDS), kondisi ini biasanya terjadi pada bayi prematur.Kelainan bernafas yang terlihat mencakup :Takipnea yang meningkat ( > 60 kali/menit)Retraksi dadaSianosis pada udara kamar yang menetap atau progresif, lebih dari 24-48 jam pertama kehidupanFoto rontgen yang khas menunjukkan adanya pola retikulogranular seragam dan bronkogram udara.Menurunnya udara yang masukGruntingInsidensHMD terjadi pada sekitar 25% neonatus yang lahir pada usia kehamilan 32 minggu. Insidens meningkat dengan semakin prematurnya neonatus.Faktor RisikoRisiko meningkat apabila ada :PrematuritasJenis kelamin laki-lakiNeonatus dari ibu dengan diabetesRisiko berkurang apabila ada :Stres intrauterin kronis- KPD dalam waktu lama- Hipertensi ibu- Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT) atau kecil untuk masa kehamilan (KMK)Kortikosteroid-PrenatalPemeriksaanPemeriksaan LaboratoriumGas darah : mengungkapkan adanya hipoksia, hiperkarbia, asidosisGambaran darah lengkap dan biakan darah diperlukan untuk menyisihkan kemungkinan infeksiKadar glukosa darah biasanya rendahPemeriksaan rontgen dada : Adanya penampilan seperti ground glass appearance, infiltrat halus dengan bronkogram udara.TerapiPerawatan di unit perawatan intensif neonatusPo2 darah arteri yang < 40 mmHg merupakan indikasi perlunya terapi oksigen. Oksigen yang berlebihan dapat merusak epitel paru dan retina sehingga oksigen yang diberikan adalah kadar terendah yang masih dapat mengatasi hipoksia dan asidosis.Penggunaan CPAP : CPAP mencegah kolaps alveolus yang tak stabil dan menyebabkan penurunan bermakna angka kematian.Surfaktan : pemberian surfaktan bentuk aerosol terbukti banyak mengurangi insidensi penyakit membran hialin.

Sindrom Aspirasi MekoniumDefinisiGawat nafas yang bersifat sekunder akibat aspirasi mekonium oleh fetus dalam uterus atau neonatus selama proses persalinan atau kelahiran.Faktor RisikoKehamilan lebih bulanHipertensi maternalDenyut jantung janin abnormalProfil biosis 6Pre-eklamsiaIbu penderita diabetesKecil Masa KehamilanKorioamnionitisPresentasi KlinisAir ketuban bercampur mekonium sebelum kelahiranPerwarnaan kuning/hijau oleh mekonium pada neonatus setelah lahir.Gagal pernafasan yang mengarah pada peningkatan diameter anteroposterior dadaPersistent pulmonary hypertension of the newborn (PPHN)PemeriksaanPemeriksaan laboratorium- Analisis gas darah- Kultur darah dan pemeriksaan darah lengkapPemeriksaan radiologiRontgen dada : bercak infiltrat, garis kasar pada kedua bidang paru, hiperinflasi anteroposterior, dan diafragma lebih datar.TatalaksanaTatalaksana prenatal- Identifikasi kehamilan berisiko tinggi- Memantau denyut jantung janin selama persalinanTatalaksana di ruang bersalin (jika ketuban bercampur mekonium) : visualisasi pita suara dan pengisapan trakea apabila bayi tidak bernafas.Tatalaksana umum neonatus dengan SAMMengosongkan isi lambung untuk menghindari aspirasi lebih lanjut.Koreksi abnormalitas metabolik, misalnya hipoksia, asidosis, hipoglikemia, hipokalsemia dan hiponatremiaPemantauan untuk melihat kerusakan pada organ lain (otak, ginjal, jantung dan hati).

Tatalaksana pernafasanPengisapan dan vibrasi dengan frekuensi yang seringPulmonary toilet untuk menghilangkan mekonium residual jika diintubasiCakupan antibiotik (ampicillin dan gentamicin)Gunakan CPAPHasil Akhir dan PrognosisAngka kematian bisa mencapai 50%Bayi yang bertahan hidup mungkin akan menderita displasia bronkopulmonal dan sekuele neurologisPneumonia IntrauteriDenifisiBayi lahir dengan konsolidasi paru akibat aspirasi materi dari cairan amnion. Pneeumonia kongenital ini dihubungkan denagan pecahnya ketuban yang berlangsung lama, amnionitis dan asfiksia janin.Jika terdapat kuman, yang biasa dijumpai adalah E.colli, Staphilococcus aureus, Staphilococcus epidermidid dan streptocossus beta hemoliticus golongan B.Foto rontgen dada menunjukkan adanya bayangan yang tidak merata (patchy shadowing).Definisi : Sepsis neonatal merupakan sindrom klinis penyakit sistemik akibat infeksi yang terjadi dalam satu bulan pertama kehidupan.Penyebab : bakteri,virus,jamur, dan protozoa.Epidemiologi : Insidensnya 1-8 di antara 1000 kelahiran hidup dan meningkat menjadi 13-27 per 1000 kelahiran hidup pada bayi dengan berat 3hari pertama, lebih sering diatas 1 minggu. Awitan lambat, biasanaya terdapat fokus infeksi dan sering disertai meningitis.Sepsis nosokomial, pada bayi dengan risiko tinggi yang dirawat.

Klasifikasi Kategori AKategori BKesulitan bernafas ( misal; apne,nafas > 60x/menit, retraksi dinding dada, grunting pada waktu ekspirasi, sianosis sentral).Kejang Tidak sadarSuhu tubuh tidak normal ( sejak lahir dan tidak memberi respons terhadap terapi) atau suhu tidak stabil sesudah pengukuran suhu normalselama tiga kali atau lebihPersalinan dilingkungan yang kurang higienis (menyokong ke arah sepsis)Kondisi memburuk secara cepat dan dramatis

-tremor -lethargi atau lunglai-mengantuk atau aktifitas berkurang-Iritabel atau rewel, muntah,perut kembung-tanda-tanda mulai muncul sesudah hari keempat -air ketuban bercampur mekonium -malas minum, sebelumnya minum dengan baikTabel 1. kelompok temuan yang berhubungan dengan sepsisBayi umur sampai dengan 3 hariRiwayat ibu dengan infeksi rahim, demam dengan kecurigaan infeksi berat, atau ketuban pecah dini.Bayi memiliki 2 atau lebih gejala yang tergolong dalam kategori A, atau tiga atau lebih gejala pada ketegori B (lihat tabel 1)Bayi usia >3 hari- Bayi mempunyai dua atau lebih temuan kategori A atau tiga atau lebih temuan kategori BKecurigaan besar sepsisReferensiBenson, Ralph C. 2008. Buku Saku Obstetri dan Ginekologi, Ed.9. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.Berhman, Kliegman & Arvin. 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson, Vol.1, Ed.15. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.Leveno, Kenneth J. et al. 2004 Obstetri Williams : Panduan Ringkas, Ed.21. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.