lapsus DHF

Click here to load reader

  • date post

    10-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    19
  • download

    3

Embed Size (px)

description

interna, dengue hemorragic fever, laporan kasus

Transcript of lapsus DHF

PENDAHULUAN

Demam dengue/DF dan demam berdarah dengue/DBD (dengue haemorrhagic fever/DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik. Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai oleh hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau penumpukan cairan di rongga tubuh. Sindrom renjatan dengue (dengue shock syndrome) adalah demam berdarah dengue yang disertai oleh renjatan/syok. 1Dari 2,5 miliar orang di seluruh dunia hidup di negara-negara endemik dengue dan beresiko tertular DF / DHF, 1,3 miliar hidup di 10 negara-negara WHO Asia Tenggara (SEA) Daerah yang adalah daerah endemis DBD. Sampai tahun 2003, hanya delapan negara di wilayah telah melaporkan kasus DBD. Pada tahun 2009, Korea melaporkan wabah demam berdarah. Timor-Leste melaporkan wabah pada tahun 2004 untuk pertama kalinya. Bhutan juga melaporkan Wabah demam berdarah pertama di 2.004. Demikian pula, Nepal juga melaporkan kasus dengue pada bulan November 2004.2Di Indonesia DBD telah menjadi masalah kesehatan masyarakat selama 41 tahun terakhir. Sejak tahun 1968 telah terjadi peningkatan persebaran jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang endemis DBD, dari 2 provinsi dan 2 kota, menjadi 32 (97%) dan 382 (77%) kabupaten/kota pada tahun 2009. Provinsi Maluku, dari tahun 2002 sampai tahun 2009 tidak ada laporan kasus DBD. Selain itu terjadi juga peningkatan jumlah kasus DBD, pada tahun 1968 hanya 58 kasus menjadi 158.912 kasus pada tahun 2009.3 Di Sulawesi, khususnya sulawesi selatan, insidensi demam berdarah sebesar 44,71 % dan jumlah penderita sebanyak 3411 jiwa.4

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIENNama: Tn. SJenis Kelamin: Laki-lakiUmur: 45 tahunAgama: IslamPekerjaan: Buruh Alamat: Jln. Haji KallaTgl. MRS: 10 Februari 2014 (pukul 21.00)Dokter jaga: dr. KRNama RS : RS. Ibnu Sina

ANAMNESIS (Heteroanamnesis)KU: DemamAT : Dialami sejak 4 hari yang lalu sebelum masuk RS, demam bersifat terus-menerus, menggigil tidak ada, mimisan tidak ada, perdarahan gusi tidak ada, sakit kepala ada, pusing ada, nyeri menelan tidak ada, batuk tidak ada, sesak tidak ada, nyeri dada tidak ada, mual ada, muntah tidak ada, nyeri ulu hati ada, dialami sejak 5 hari yang lalu, nyeri menjalar sampai kebelakang, nyeri perut tidak ada, bintik-bintik merah di kulit tidak ada, nyeri sendi ada, sejak 2 hari yang lalu, nyeri terasa di seluruh sendi.BAK : biasa, warna kuningBAB : normal, warna kuningRiwayat Penyakit dengan Keluhan Sama : Tidak adaRiwayat Penyakit Sebelumnya : Tidak adaRiwayat Penyakit Keluarga : Tidak adaRiwayat Pengobatan : Tidak adaRiwayat Kebiasaan : Merokok (+), minum alkohol (-)Riwayat yang menderita penyakit yang sama di sekitar rumah : Tidak adaRiwayat Pekerjaan : BuruhPEMERIKSAAN FISISStatus Generalisata: Sakit Sedang, Gizi Cukup, Compos mentis BB= 60 Kg TB= 175 cm IMT = 19,59 kg/m2 (normal)Status Vitalis: T = 100/70 mmHg N = 90x/menit, a. Radialis, kuat angkat P = 20x/menit, tipe thoraco abdominal S = 38,50C, axillaKepala: Bentuk : mesocephal Ukuran : normocephal Rambut : warna hitam, sukar dicabutMata: Konjunctiva anemis (-)/(-) Sklera Ikterus (-)/(-) Edema palpebra (-)/(-)Hidung : Sekret (-)/(-) Deviasi septum (-) Epistaksis (-)/(-)Bibir : Sianosis (-) Stomatitis (-)Mulut: Gigi: Caries (-) Tonsil : T1 T1 , Hiperemis (-) Pharynx : Hiperemis (-) Leher : Massa tumor (-)Nyeri tekan (-) Pembesaran KGB (-) Pembesaran kelenjar tiroid (-) Deviasi trakea (-) DVS = R-2cm H2O posisi 200

Thorax : I = Bentuk : normalPengembangan dada : simetris kiri=kanan, Pelebaran pembuluh darah (-) P = Massa tumor (-) Nyeri tekan (-) Fremitus raba kiri=kanan P = Sonor kiri=kanan, Batas paru-hepar : ICS V dextraBatas paru belakang kiri: setinggi corpus Vertebra thoracal XBatas paru belakang kanan: setinggi corpus Vertebra thoracal XI A = BP : vesikular BT Rh - - Wh : - - - - - - - - Jantung: I = ictus cordis tidak tampakP = ictus cordis teraba, thrill (-)P = Pekak Batas kanan: linea parasternalis dextra Batas kiri: linea parasternalis sinistra Batas atas: ICS II A = Bunyi jantung I/II murni reguler, bunyi tambahan (-)Abdomen : I = datar, ikut gerak nafas, pelebaran pembuluh darah (-) P = peristaltik (+), kesan normal P = Massa tumor (-) Nyeri tekan (+) regio epigastrium, Hepar ttb, Lien ttb A = Tympani (+), Ascites (-)Ekstremitas : Edema -/-, Deformitas -/-, Fraktur -/- Lain-lain : anus dan genitalia dbn, tes Rumple leede (+)RESUMESeorang laki-laki, 45 tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan febris continous sejak 4 hari yang lalu, cephalgia (+), vertigo (+), nausea (+), dyspepsia (+) sejak 5 hari yang lalu, arthralgia (+) sejak 2 hari yang lalu terasa di seluruh sendi.Pada pemeriksaan fisis didapatkan status generalis : sakit sedang, gizi cukup, dan compos mentis. Status vitalis didapatkan TD: 100/70 mmHg, N: 90x/menit, P: 20 x/menit tipe abdominal-thoracal, suhu axilla 38,5oC. Pada pemeriksaan fisis Kepala : dalam batas normal, Leher : dalam batas normal, Thorax Bunyi pernafasan bronkial, bunyi tambahan tidak ada, Jantung dalam batas normal, Abdomen terdapat nyeri tekan regio epigastrium, tes Rumple leede (+)DIAGNOSIS Dengue Hemorrhagic Fever grade 1 Epigastric Pain SyndromeDIAGNOSIS BANDING Tonsilopharyngitis Malaria Demam TifoidHASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUMDarah rutin : RBC : 3,61 x 106 , interpretasi = normal (4,4-5,9 (x106/l)) WBC : 9 x 103, interpretasi = normal (4,8-10,8 (x103 l)) PLT : 71.000, interpretasi = trombositopenia (150-450 (x103/l)) HB : 11,1 gr/dl, interpretasi = normal, (11-17 gr/dl) HCT : 35,1 %, interpretasi = normal, (35-55 %)PEMERIKSAAN ANJURAN/PEMERIKSAAN TAMBAHAN IgM & IgG Anti-Dengue NS-1 Antigen Tes Widal DDR

RENCANA TERAPI/PENATALAKSANAAN Bed Rest IVFD RL 22 tpm -> 48 jam Antipiretik : Paracetamol IV -> 1 botol/8jam H2RA : Ranitidine IV -> 1 ampul/12 jamPROGNOSISQuad ad vitam : dubia et bonamQuad ad sanationem : dubia et bonam

TINJAUAN PUSTAKA

I. Definisi Demam dengue (DD) adalah suatu penyakit infeksi akut, yang disebabkan oleh virus Dengue yang mempunyai 4 macam serotipe (DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4). Dengan ciri-ciri demam yang bersifat bifasik, mialgia, sakit kepala, nyeri di beberapa bagian tubuh, rash, limfadenopati, dan leukopenia. Dalam kebanyakan kasus, DD bersifat self-limited, akan tetapi ada resiko perkembangan progresif menjadi demam berdarah dengue (DBD) atau sindrom syok dengue (SSD). 5DBD adalah suatu penyakit demam yang berat dengan ciri-ciri hemostasis yang abnormal, dan meningkatnya permeabilitas vaskuler serta perkembangan progresif dapat menjadi SSD. SSD adalah suatu kondisi syok hipovolemik yang secara klinis dikaitkan dengan hemokonsentrasi dan dapat menyebabkan kematian bila penanganan yang adekuat tidak diberikan. 5

II. EpidemiologiAwal mula penyakit demam berdarah berasal dari Mesir yang kemudian menyebar keseluruh dunia. Nyamuk hidup dengan subur di belahan dunia yang mempunyai iklim tropis dan subtropik seperti Asia, Afrika, Australia dan Amerika. Di Indonesia kasus demam berdarah pertama kali dilaporkan di Jakarta dan Surabaya pada tahun 1968. Tahun-tahun selanjutnya kasus demam berdarah berfluktuasi dan jumlahnya setiap tahun dan cenderung meningkat.5Di Indonesia DBD telah menjadi masalah kesehatan masyarakat selama 41 tahun terakhir. Sejak tahun 1968 telah terjadi peningkatan persebaran jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang endemis DBD, dari 2 provinsi dan 2 kota, menjadi 32 (97%) dan 382 (77%) kabupaten/kota pada tahun 2009. Provinsi Maluku, dari tahun 2002 sampai tahun 2009 tidak ada laporan kasus DBD. Selain itu terjadi juga peningkatan jumlah kasus DBD, pada tahun 1968 hanya 58 kasus menjadi 158.912 kasus pada tahun 2009.3 Di Sulawesi, khususnya sulawesi selatan, insidensi demam berdarah sebesar 44,71 % dan jumlah penderita sebanyak 3411 jiwa.4Saat ini diperkirakan sekitar 50-100 juta kasus DD pertahun di seluruh dunia, 500.000 di antaranya dalam bentuk penyakit yang berat, yaitu DBD dan SSD. Suvei serologi yang telah dilakukan di Indonesia menunjukkan bahwa DEN-1 dan DEN-2 merupakan serotipe virus yang paling dominan, namun epidemi baru-baru ini telah terjadi pergeseran, yaitu virus DEN-3 yang dominan.5

III. Etiologi1. VirusVirus Dengue terdiri atas untaian tunggal RNA termasuk dalam keluarga Flaviviridae. Virus dengue mempunyai diameter envelope 40-60 nm. Ditemukan pertama kali oleh Albert Sabin tahun 1944, ada 4 macam serotipe yang diklasifikasikan menurut kriteria biologis dan imunologis. Panjang genom virus sekitar 11kb. Virion dewasa terdiri atas 3 struktural (inti, premembran, dan envelop) dan 7 protein non-struktural, yaitu NS1, NS2a, NS2b, NS3, NS4a, NS4b, dan NS5. Protein envelop diperlukan untuk berbagai fungsi biologis utama bagi virus, yaitu berikatan dengan reseptor di permukaan sel inang, sehingga memungkinkan virus masuk sel target. 5

2. Vektor Aedes aegypti dan nyamuk lainnya memiliki siklus hidup yang kompleks dengan perubahan dramatis dalam bentuk, fungsi , dan habitat . Nyamuk betina bertelur di dalam, dinding basah wadah dengan air. Larva menetas saat air menggenangi telur sebagai