Bayi Baru Lahir Kotor

download Bayi Baru Lahir Kotor

of 33

  • date post

    05-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    67
  • download

    10

Embed Size (px)

Transcript of Bayi Baru Lahir Kotor

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR KOTOR

Oleh : NAMA NIM TINGKAT : EKA WAHYU LESTARI : 06242012 : II A

POLITEKNIK KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN TANJUNG KARANG PROGRAM STUDI KEBIDANAN METRO TAHUN 2007

"LANDASAN TEORI BAYI BARU LAHIR KOTOR" 1. Pendahuluan Asuhan tidak hanya diberikan kepada ibu, tapi juga sangat diperlukan oleh Bayi baru Lahir (BBL). Walaupun sebagian besar proses persalinan terfokus pada ibu, tetapi karena proses tersebut merupakan pengeluaran hasil kehamilan (Bayi) maka penatalaksanaan persalinan baru dapat dikatakan berhasil apabila selain ibunya, bayi yang dilahirkan juga berada dalam kondisi yang optimal. Memberikan asuhan segera, aman, dan bersih untuk BBL merupakan bagian esensial asuhan BBL (Buku panduan praktis Pel Kes Maternal Neonatal) 2. Pengertian Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir,berusia 0 28 hari. BBL digolongkan menjadi 2 yaitu : 1. Bayi Baru Lahir (BBL) normal Yaitu BBL dengan berat badan lahir antara 2500 4000 gram dengan usia kehamilan ibu 37 40 minggu 2. BBL resiko tinggi yaitu : a. BBL dari kehamilan risiko tinggi b. BBL dengan BB < 2500 gram dan atau > 4000 gram c. BBL dengan usia kehamilan < 37 minggu dan atau > 42 minggu d. BBL yang BB lahir kurang dari BB menurut usia kehamilan (IDER) e. Nilai APGAR < 7 f. BBL dengan infeksi intrapartum, trauma lahir, atau kelainan kongenital g. BBL dari keluarga problem sosial BBL memerlukan penyesuaian fisiologis berupa maturasi, adaptasi dan toleransi bagi BBL (nenatus) untuk dapat hidup dengan baik. Perawatan Neonatus Essensial

Secara umum WHO menyimpulkan bahwa kesehatan BBL sangat ditentukan pelayanan kesehatan yang didasari oleh beberapa prinsip perawatan, baik yang dilakukan dirumah maupun di fasilitas kesehatan neonatal yaitu : 1. Persalinan yang bersih dan aman Bersih artinya proses persalinannya yang berlansung denga prinsip 3 bersih yaitu bersih alat, bersih tempat, dan bersih tenaga kesehatan. Aman artinya persalinan dapat dilakukan oleh petugas kesehatan atau dukun bayi sesuai dengan resiko bayi dan kewenangan yang dimiliki oleh dukun atau petugas kesehatan. 2. Dimulainya pernapasan spontan BBL harus mampu bernafas spontan. Pemberian oksigen melalui plasenta sudah tidak ada lagi, agar bayi tidak mengalami asfiksia pada waktu lahir dapat dicegah dengan cara membersihkan jalan nafas, bila perlu dengan memberikan dukungan ventilasi pernapasan buatan (mulut ke mulut, instubasi, endotrakheal) 3. Mempertahankan suhu tubuh dan mencegah hipotermi (APN,revisi 2007) Didalam rahim janin mendapatkan suhu yang optimal (suhu lingkungan yang optimal) maka segera setelah lahir harus tetap dalam lingkungan yang optimal, agar tidak terjadi hipotermi yang dapat menimbulkan berbagai gangguan bahkan kematian. Hipotermi dapat dicegah dengan menempatkan BBL didekapan ibunya, menunda memandikan bayi sampai suhu stabil 4. Menyusui segera setelah lahir (APN,revisi 2007) Dengan memberikan ASI segera setelah lahir akan memberikan kehangatan pada bayi dan dampak positif dari proses laktasi itu sendiri 5. Pencegahan dari keadaan sakit dan penyakit Untuk mencegah agar bayi tidak sakit atau kena penyakit / infeksi, maka setelah persalinan yang bersih harus dilanjutkan dengan perawatan bayi yang bersih dan menjaga lingkungan yang dengan perawatan bayi yang bersih dan

menjaga lingkungan yang bersih. Pencegahan penyakit dimasa mendatang dapat dilakukan dengan memberikan imunisasi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Dep.Kes RI maupun imunisasi anjuran. Dengan perawatan neonatal esensial diatas, diharapkan bayi akan selamat dan berhasil melalui proses adaptasi pada awal kehidupannya. Pada dasarnya, BBL dalam keadaan kotor baik oleh karena cairan ketuban, lendir, darah, atau bahkan lemak. Tetapi untuk mencegah hypotermi sebaiknya bidan tidak langsung memandikan bayi dalam jam-jam pertama. Bayi dimandikan setidaknya 6 jam setelah lahir supaya tidak terjadi Hypotermi yang sangat membahayakan kesehatan bayi baru lahir.(APN,revisi 2007) 3. Gambaran Klinis Bayi Baru Lahir (BBL) mengalami perubahan fisiologis antara lain 1. Pernapasan Pernafasan BBL pertama kali terjadi setiap 30 detik sesuai kelahirannya, pernapasan ini terjadi sebagai akibat normal dari SSP perifer yang dibantu beberapa rangsangan lain seperti hypoxia, sentuhan dan perbedaan suhu dari dalam rahim dan diluar rahim hingga menyebabkan perangsangan pernapasan ditolak yang diteruskan untuk mengarahkan diafragma serta alat pernapasan. 2. Faeces Faeces akan mulai keluar dalam waktu 24 jam. Faeces pada BBL disebut melanikum yang akan terus keluar sampai hari ke 2 atau ke 3. Bila mendapat ASI, feses akan berwarna kuning dan setengah padat. 3. Kulit Kulit BBL diliputi vernik caseosa. BBL cukup bulan kulitnya akan halus dan lembut serta padat dengan sedikit desuamasi pada talapak tangan, kaki, dan selangkangan. Warna kulit BBL aterm yaitu jernih.

4. Tali pusat Tali pusat terdiri dari 2 arteri 1 vena, bila tidak ada dicurigai kelainan kongenital lainnya. 5. Berat Badan Pada hari ke 2 dan ke 3 akan mengalami penurunan berat badan + 7 % tidak boleh lebih dari 10 % karena pemasukan dan pengeluaran belum seimbang pada hari ke 10 berat badan akan mencapai berat badan lahir. 6. Panas Tubuh Pusat pengatur panas mulai berkembang pada bulan terahir dalam masa featus. Ketika lahir pusat pengaturan ini belum stabil hingga belum dapat mempertahankan keseimbangan produksi panas dan pengeluaran panas dari tubuh. 7. Refleks Refleks primitive dari BBL : 7.1 Moro Refleks Bila bayi dikagetkan tiba-tiba akan terjadi refleks abduksi dan ekstensi lengan dan tangan terbuka diakhiri aduksi lengan. 7.2 Garis Refleks Dapat timbul bila tangan dirangsang akan menggenggam 7.3 Walking Refleks Dapat timbul bila telapak kaki diletakkan ditempat yang datar maka bayi bergerak seperti berjalan 7.4 Crossod extension Refleks Bila satu tingkai dipegang pada posisi ekstensi pada lutut dan telapak kaki sisi yang sama digores dengan kuku pada tungkai yang lain akan berada pada posisi fleksi, eduksi, dan ekstensi

7.5 Rooting Refleks Rangsangan pada ujungn mulut yang mengakibatkan kepala menoleh kearah sisi rangsangan bibir bawah merendah menuju rangsangan dan lidah bergerak menuju rangsangan. 4. Pengkajian Kesehatan Pada BBL 4.1 Pengukuran nilai APGAR a. nilai 7 10 b. nilai 4 6 c. nilai 0 3 normal asfiksia ringan sedang asfiksia berat

APGAR score dinilai saat menit pertama lahir dan menit kelima untuk menilai hasil tindakan yang telah diberikan kepada bayi. TABEL NILAI APGAR Skor A (Appearance color / warna kulit) P (Puls heart rate / frekuensi jantung) G (Grimace/ reaksi terhadap jantung ) A (Activity / tonus otot) 0 Pucat Tidak ada Tidak ada Lumpuh 1 Badan merah, extermitas biru < 100 x/menit Sedikit gerakan mimik Extermitas dalam fleksi sedikit Lemah, tidak teratur 2 Seluruh tubuh kemerahan > 100 x/ Menit Menangis batuk/bersin Gerakan aktif Menangis kuat

R (Respiration / pernapasan) Tidak ada

4.2 Pengukuran BB, PB, lingkar dada, lingkar kepala, lingkar lengan atas. 4.3 Pemeriksaan fisik 4.3.1 4.3.2 BB, PB Kepala a. Lingkar kepala 31 -35 cm b. Perdarahan kulit kepala c. Caput succadenium / cephal hematoma d. Hydrocephalus / anencephalus

4.3.3

Mata a. Strabismus b. Glenorhoe c. Perdarahan konjungtiva

4.3.4

Hidung a. Sabiopalato schizis b. Refleks menghisap c. Memalingkan kepala kearah buah dada bila pipi disentuhkan

4.3.5 4.3.6

Leher a. Pembengkakan atau tumor Dada a. Bentuk dada b. Pernapasan c. Jantung (bunyi jantung)

4.3.7

Perut a. Penonjolan sekitar tali pusat saat menangis b. Bentuk c. Perdarahan tali pusat

4.3.8

Alat kelamin a. Testis berada dalam scrotum b. Penis berlubang c. Vagina berlubang d. Uretra berlubang e. Labia minora dan labia mayora

4.3.9

Ekstermitas a. Gerakan normal b. Jumlah jari

4.3.10 Punggung a. Pembengkakan atau cekungan

4.3.11 Kulit a. Verniks b. Warna c. Pembengkakan atau bercak hitam d. Tanda lahir 4.4 Tindakan yang diberikan pada BBL kotor (Buku panduan praktis pel. Kes maternal dari neonatal) a. Membersihkan jalan nafas 1) Letakkan bayi di posisi telentang ditempat keras/kasur dan hangat 2) Atur posisi kepala sedikit ekstensi 3) Bersihkan rongga hidung, rongga mulut dan tenggorokan bayi menggunakan pengisap lendir De Lee b. Mempertahankan suhu tubuh 1) Pastikan bayi tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu 2) Gunakan handuk atau bedong dengan selimut, pastikan kepala terlindung baik dan mencegah keluarnya panas tubuh 3) Memeriksa suhu bayi c. Memotong dan merawat tali pusat 1) Klem tali pusat dengan jarak + 5 cm dari perut bayi 2) Gunting setelah denyutan terakhir, diikat dengan benang tali pusat 3) Dibalut denga kasa steril agar cepat putus dan mencegah komplikasi lain saat perawatan d. Identifikasi 1) Alat yang digunakan hendaknya kebal air, tapi halus,tidak melukai, tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas 2) Pada alat tercantum a) Nama (bayi, ibunya) b) Tanggal lahir

c) Nomor bayi d) Jenis kelamin e) Unit f) Ditempat tidur diberi tanda dengan mencantumkan nama-tanggal lahir- nomor identifikasi g) Sidik telapak kaki bayi dan sidik jari ibu dicetak dicatatan yang tidak mudah hilang, ukur BB, PB, Lingkar kepala, lingkar perut dicatat dalam catatan medik e. Pencegahan Infeksi 1) Obat mata eritromicin 0,5 atau tetrasiklin 1 % untuk pencegahan penyakit mata klomida (pris) 2) Vitamin K I mg/ hari, oral 3 hari.Untuk bayi normal cukup bulan 0,5 1 mg/hari bayi risiko tinggi f. Personal Hygiene 1) Melakukan mandi lap pada bayi sebelum 6 jam setelah lahir 2) Setelah 6 jam kelahiran, bayi dimandirendamkan dengan air hangat 3) Untuk bagian-bagian tubuh yang terdapat sisa-sisa lemak yang susah hilang dengan mandi rendam maka tubuh bayi disiram dengan minyak steril kemudian diseka dengan kasa

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR PADA By. Ny.