Proposal Rino

download Proposal Rino

of 21

  • date post

    17-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    248
  • download

    9

Embed Size (px)

description

dd

Transcript of Proposal Rino

PROPOSAL

PROPOSAL

TUGAS AKHIR

Oleh

Rizal Agianno W071.03.132

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN

FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGIUNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA

2007STUDI IDENTIFIKASI PERGERAKAN HIDROKARBON DAN TIPENYA DARI LOG RESISTIVITASI. Latar Belakang Masalah dan Teori DasarSalah satu cara untuk mengevaluasi suatu formasi adalah dengan melakukan logging. Logging merupakan suatu pekerjaan merekam sifat-sifat fisik batuan (porositas, resistivitas batuan, dll.) dengan cara memasukkan suatu alat ke lubang bor dengan menggunakan wireline. Hasil rekaman logging diinterpretasikan secara kualitatif dan secara kuantitatif yang dapat memberikan informasi mengenai kedalaman lapisan yang mengandung hidrokarbon serta dapat menghitung harga saturasi air formasi (Sw) dengan menggunakan beberapa metode. Harga Sw tersebut dapat digunakan untuk menghitung cadangan hidrokarbon yang biasanya digunakan persamaan volumetric. Logging dapat dilakukan dengan open hole yaitu ketika sumur belum dipasang casing dan dengan cara cased hole yaitu pada waktu sumur sudah dipasang casing. Pada sumursumur tua, logging yang dilakukan biasanya adalah secara open hole, hal ini berkaitan dengan teknologi logging pada waktu itu yang belum bisa melakukan logging secara cased hole.

Salah satu fungsi penting dari reservoir engineer adalah kalkulasi periodic mengenai volume minyak dan gas di tempat dan recovery nya berdasarkan kondisi dan mekanisme reservoir. Recovery minyak adalah refleksi dari mobilitas hidrokarbonmelewati media porous. Mobilitas ini dikontrol oleh batuan reservoir dan property fluida, dan tekana gradient. Minyak di tempat dihitung baik dengan metode volumetric maupun dengan persamaan material balance. Recovery factor ditentukan daristudi efisiensi displacement atau dari korelasi berdasarkan studi statistic dari berbagai macam tipe mekanisme reservoir. Makalah ini mempresentasikan konsep baru dalam penentuan recovery factor dari resistivity log. Recovery factor yang dihitung dari data resistivitas dapat digunakan untuk memperkirakan recovery factor final setelah menggabungkan semua data petrofisik, fluida reservoir, dan data geologi.Ide utama dari teknik menghitung recovery factor hidrokarbon ini adalah berdassarkan konsep daripada kelakuan fluida untuk bergerak menjauh dikarenakan invasi Lumpur. Profil atau bentuk invasi dikontrol oleh 2 faktor 1) kondisi fluida pengeboran dan 2) Properti fluida dan batuan. Efek daripada fluida pengeboran menjadi lebih atau kurang efektif tergantung pada tipe fluida pengeboran dan tekanan Lumpur. Viskositas fluida, permeabilitas batruan, dan porositas efektif formasi merupakan faktor- factor penting dalam mempengaruhi property fluida dan batuan.Profil invasi normal terdiri atas flushed zone, dimana fluida utama yang tersaturasi adalah filtrate Lumpur dan virgin zone, dimana fluida utama yang tersaturasi adalah fluida pengisi pori batuan : minyak, air, dan gas.Pada clean formation selalu ada minyak tersisa sebagai tambahan dari air bebas di flushed zone pada clean formation. Pada shally formation terdapat efek bound water. Volume daripada bound water ini tergantung dari komposisi kimia air formasi, tipe mineral clay dan volume shale. Untuk clean formation nilai Sw dan Sxo dapat ditentukan dari rumus Archie

III. Maksud dan Tujuan

Maksud dari kajian ini adalah meneliti pergerakan Hidrokarbon berdasarkan data resisitivitas yang berasal dari log dimana dari data ini akan didapat harga recovery factor. Selain itu juga sebagai implementasi pembelajaran dari teori-teori yang telah diberikan di kampus,sehinggga diharapkan dengan melakukan kajian ini akan lebih memahami dan menguasai materi-materi yang telah diberikan.

Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui Recovery Factor dari log resistivitas dimana hal ini dapat dicocokkan nilai RF yang didapat dari rumus rumus sebelumnya agar nilai RF yang didapat lebih akurat.IV. Metode Yang Digunakan

Metode analisa data resistivitas yang digunakan dalam kajian ini yaitu metode Hidrocarbon Moveability. Dengan metode ini dapat diketahui pergerakan fluida hidrokarbon seta tipenya.selain itu juga dapat diketahui nilai recovery factor dari metode ini. Dalam, kajian ini metode perhitungan saturasi fluida yang digunakan adalah metode Archie. V. Rencana Pelaksanaan Tugas Akhir

Penelitian ini direncanakan akan berlangsung selama 2 bulan ( 8 minggu). Dan selama waktu tersebut diharapkan kajian ini dapat selesai tepat waktu. Untuk itu, saya mengajukan rencana pelaksanaan penelitian dibawah ini.

1. Minggu Pertama

Pengenalan Lapangan

Penentuan sumur yang akan dijadikan bahan kajian

Identifikasi topik/masalah yang akan dikaji

Diskusi

2. Minggu kedua

Pengumpulan data

- Data geologi

- Data Core

- Data analisa Air Formasi dari Lab.

- Data log open hole dan cased hole dari sumur yang

dikaji

- Sejarah produksi sumur

Diskusi

Studi pustaka

Laporan mingguan3. Minggu ketiga

Analisa data log cased hole secara kualitatif

Penentuan lapisan permeable

Penentuan kedalaman lapisan prospek

Penentuan GOC, WOC atau GWC

Studi pustaka

Diskusi

Laporan mingguan

4. Minggu keempat

Analisa data log cased hole secara kuantitatif

Penentuan cased hole formation resistivity (CHFR)

Penentuan porositas batuan

Penentuan water saturation (Sw)

Diskusi

Laporan mingguan

5. Minggu kelima

Penentuan nilai RF dari metode Hidrocarbon Moveability Diskusi

Studi Pustaka

Laporan mingguan6. Minggu keenam

Analisa perbandingan RF hasil metode Hidrocarbon Moveability dengan nilai RF yang didapat dari rumus rumus lain ( ARPS, NPMAX / N) Diskusi

Laporan mingguan

7. Minggu ketujuh

Analisa hasil Diskusi

Studi Pustaka

Laporan mingguan

8. Minggu kedelapan

Evaluasi hasil penelitian

Diskusi

Studi Pustaka

Laporan akhir penelitian VI. Perkiraan Hasil Kajian

Parameter yang diukur pada logging formasi antara lain resistivitas batuan, kepermeabelan batuan, porositas batuan, lithologi batuan. Dari hasil kajian metode Hidrocarbon moveabiity ini akan didapat nilai RF Yang akan dibandingkan dengan nilai RF dari rumus lain. VII. Manfaat Kajian

Manfaat yang dapat diambil dari kajian ini adalah dapat memperkirakan nilai RF dari metode HCM dan membandinghkannya dengan nilai RF dari metode lain agar didapat nilai RF yang akurat. Selain itu juga dapat diketahui jenis atau tipe hidrokarbon yang berada pada lapisan tersebut yang mana hal ini bermanfaat bagi kita dalam pemilihan tipe komplesi lapisan tersebut.OUTLINE

TUGAS AKHIR

Oleh

Rizal Agianno W071.03.132

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN

FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGIUNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA

2007RINGKASAN

Data Resitivitas biasanya digunakan untuk mengevaluasi saturasi air dengan menggunakan nilai porositas dari porosity log ( neutron dan density ). Penentuan volume minyak ( gas ) awal di tempat adalah berdasarkan saturasi hidrokarbon, porositas dan ketebalan yang diperoleh dari data openhole logging untuk area pengurasan tertentu. Sanagt penting untuk tidak hanya menentukan volume hidrokarbon awal di tempat, tapi juga untuk memperkirakan pergerakan hidrokarbon, yang mengindikasi hidrokarbon yang dapat terambil dan tipenya.

Makalah ini mempresentasikan pendekatan baru dalam factor pergerakan hiro karbon atau hydrocarbon moveability factor (HCM). Faktor factor ini didapat dari data resitivitas dangkal dan dalam. Hubungan F = a / m adalh benar untuk zona yang tersaturasi dengan air (water saturated zone), pada zona tersaturasi sebagian ( partially saturated zone ) hubungan ini menjadi tidak valid dan akan memberikan factor resistivity formasi yang jelas (Fa). Berdasarkan ide ini hydrocarbon moveability factor (HCM) bias didapat. Dengan skala 0,0 samapai dengan 1,0. Telah ditemukan bahwa untuk HCM kurang dari 0,75 maka hidrokarbon tersebut termasuk jenis hidrokarbon moveable dan untuk HCM lebih besar dari 0,75 hidrokarbon tersebut termasuk jenis hidrokarbon immoveable. Bila HCM kurang dari 0,25 , hidrokarbon moveable tersebut adalah gas dan untuk HCM lebih besar daripadaa 0,25 dan kurang dari 0,75 , hidrokarbon moveable tersebut adalah minyak. OUTLINE

RINGKASANKATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR TABEL

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN

BAB II

TINJAUAN UMUM LAPANGAN

2.1 Sejarah dan Perkembangan Lapangan

2.2 Sejarah Produksi Lapangan

BAB IIITEORI DASAR

3.1 Sifat Petrofisik Batuan3.1.1 Porositas

3.1.2 Permeabilitas

3.1.3 Saturasi Air Formasi3.1.4 Sifat Kelistrikan

3.2 Metode Perhitungan Sw

3.2.1 Persamaan Archie

OUTLINE

( LANJUTAN )3.3 Alat Logging Open Hole

3.3.1 Log Radioaktif

3.3.1.1 Gamma Ray Log

3.3.1.2 Neutron Log

3.3.1.3 Density Log

3.3.2 Acoustic Log

3.3.3 Spontaneous Potential Log

3.3.4 Resistivity Log

3.3.4.1 Induction Log

3.3.4.2 Microsherically Log

3.3.4.3 Dual Laterolog

3.3.5 Asumsi dan Limitasi Metode HCM

BAB IVInterpertasi pergerakan Hidrokarbon dan Tipe nya4.1. Preparasi data4.1.1. Data Kepala Log

4.1.2. Data Core

4.1.3. Data Analisa Air Formasi

OUTLINE

( LANJUTAN )4.2 Data Hasil Analisa Formasi

4.2.1 Analisa Kualitatif

4.2.1.1 Penentuan Lithologi

4.2.1.2 Penentuan Lapisan Perme