Modul Bimbingan Konseling Badar

download Modul Bimbingan Konseling Badar

of 66

  • date post

    01-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    306
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Modul Bimbingan Konseling Badar

  • 8/9/2019 Modul Bimbingan Konseling Badar

    1/166

    Bimbingan dan Konseling SD  | 1Badarudin, S.Pd.

    BAB I

    KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING

    A. Latar Belakang

    Bimbingan dan konseling sudah cukup lama dipahami sebagai bagian integral dari

     pendidikan modern. Walaupun sebagai suatu konsep bimbingan dan konseling baru dikenal

     pada tahun 60-an, namun sebagai suatu fungsi atau kegiatan pendidikan, bimbingan sudah

    dilaksanakan dalam praktik pendidikan sehari-hari sejak munculnya gerakan pendidikan

    nasional yang dipelopori Ki Hajar Dewantara.

    Latar belakang perlunya bimbingan dan konseling di sekolah karena adanya: kesadaran

    akan perlunya sistem pengajaran dan pelayanan kependidikan yang berpusat pada kebutuhan

    dan karakteristik anak, kesadaran akan perlunya penerapan konsep demokrasi dalam

     pendidikan, kesadaran akan permasalahan individu dalam kehidupan masyarakat yang selalu

     berubah dan berkembang, kesadaran akan persoalan yang akan dihadapi dalam kehidupan

    mereka.

    Bimbingan dan konseling perlu diberikan kepada siswa Sekolah Dasar karena sebagai

    individu yang telah berkembang, siswa tidak bisa luput dari tekanan dari dalam diri dan

    tuntutan dari lingkungannya. Dalam upaya mencapai tugas-tugas perkembanganya, siswa

    tidak cukup diberi pengajaran saja, tetapi juga perlu mendapat bantuan yang bersifat

    individual untuk dapat mengambangkan seluruh potensi yang dimiliki secara optimal.

    B. Tujuan Perkukiahan

    Setelah selesai perkuliahan ini, diharapkan mahasiswa dapat :

    a. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling

     b. Menjelaskan hubungan antara bimbingan dan konseling

    c. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling

    d. Menjelaskan fungsi bimbingan dan konseling yang disertai dengan contoh-contoh

    e. Menjelaskan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling yang disertai dengan cotntoh-

    contoh

    f. Menjelaskan asas-asas bimbingan dan konseling yang disertai dengan contoh-contoh

     penerapannya dalam pelaksanaan pendidikan sehari-hari di sekolah

    g. Menjelaskan kedudukan bimbingan dan konseling dalam keseluruhan upaya pendidikan

    di sekolah

  • 8/9/2019 Modul Bimbingan Konseling Badar

    2/166

    Bimbingan dan Konseling SD  | 2Badarudin, S.Pd.

    C. Pengertian Bimbingan dan Konseling

    Bimbingan merupakan terjemahan dari “Guidance” dan Konseling merupakan serapan

    kata dari “counseling ”.  Guidance  berasal dari akar kata “ guide” yang secara luas bermakna :

    mengarahkan (to direct ), memandu (to pilot ), mengelola (to manage), menyampaikan (to

    descript ), mendorong (to motivate), membantu mewujudkan (helping to create), memberi (to

     giving ), bersungguh-sungguh (to commit ), pemberi pertimbangan dan bersikap demokratis

    (democratic performance). Sehingga bila dirangkai dalam sebuah kalimat Konsep Bimbingan

    adalah   Usaha   secara demokratis dan sungguh-sungguh untuk memberikan bantuan dengan

    menyampaikan arahan ,   panduan ,   dorongan dan pertimbangan , agar yang   diberi bantuan

    mampu mengelola , mewujudkan apa yang  menjadi harapannya

    Sedangkan Counseling  maknanya melingkupi proses ( process), hubungan (interaction),

    menekankan pada permasalahan yang dihadapi klien ( performance, relationship),

     professional, nasehat (advice, advise, advisable). Sehingga   clue   yang bisa di ambil dari

    definisi tersebut adalah proses interaksi pihak   yang professional   dengan pihak   yang 

     bermasalah yang  lebih menekankan pada pemberian  advice yang advisable.

    Jadi apabila digabungkan Bimbingan dan Konseling adalah   Usaha  secara demokratis

    dan atas dasar komitmen antara   counselor   dengan  counselee   dalam   memberikan bantuan

    dalam bentuk arahan ,   panduaan ,   dorongan dan pertimbangan   yang   bersifat   advisable   agar 

    counselee mampu mengelola dan mewujudkan harapannya sendiri.

    Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dari seorang yang ahli,

    namun tidak sesederhana itu untuk memahami pengertian dari bimbingan. Pengertian tetang

     bimbingan formal telah diusahakan orang setidaknya sejak awal abad ke-20, yang diprakarsai

    oleh Frank Parson pada tahun 1908 mendefinisikan bimbingan sebagai bantuan yang

    diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri, dan memangku suatu

     jabatan serta mendapat dalam jabatan yang dipilihnya itu. Dan konseling diartikan

    sebagaikegiatan mengungkpkan fakta atau data tentang siswa, serta pengarahan kepada siswa

    untuk dapat mengatasi sendiri masalah-masalah yang dihadapinya.

    Pada bagian yang lain, Shetzer dan Ston (1980), misalnya menggunakan kata hubungan

     pemberian bantuan untuk suatu proses konseling yang berarti interaksi antara konselor 

    dengan klien dalam upaya memberikan kemudahan terhadap cara-cara pengembangan diri

    yang positif. Dalam konteks ini,sejalan dengan peraturan pemerintah No. 28/1990 tentang

    Pendidikan Dasar, pasal 25 ayat 1, dikatakan bahwa “Bimbingan merupakan bantuan yang

    diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan

    merencanakan masa depan”.

  • 8/9/2019 Modul Bimbingan Konseling Badar

    3/166

    Bimbingan dan Konseling SD  | 3Badarudin, S.Pd.

    Menurut Chiskolm (1959) bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali

     berbagai informasi tentang dirinya sendiri. Pengertian bimbingan yang dikemukan oleh

    Chiskolm bahwa bimbingan membantu individu memahami dirinya sendiri, pengertian

    menitik beratkan pada pemahaman terhadap potensi diri yang dimiliki.

    Menurut Bernard & Fullmer (1969) Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan

    meningkatkan realisasi pribadi setiap individu. Pengertian yang dikemukakan oleh Bernard

    dan Fullmer bahwa bimbingan dilakukan untuk meningkatakan pewujudan diri individu.

    Dapat dipahami bahwa bimbingan membantu individu untuk mengaktualisasikan diri dengan

    lingkungannya.

    Menurut Mathewson (1969) Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang

    menekankan proses belajar yang sistematik. Mathewson mengemukakan bimbingan sebagai

     pendidikan dan pengembangan yang menekankan pada proses belajar. Pengertian ini

    menekankan bimbingan sebagai bentuk pendidikan dan pengembangan diri, tujuan yang

    diinginkan diperoleh melalui proses belajar.

    Dari beberapa pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli maka dapat

    diambil kesimpulan tentang pengertian bimbingan yang lebih luas, bahwa bimbingan adalah

    suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang

    dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu, dimaksudkan agar 

    individu dapat memahami dirinya, lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan

    menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara

    optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat.

    Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi, mengandung makna bahwa guru kelas

    dalam kaitannya dengan pelaksanaan bimbingan diharapkan mampu memberikan bantuan

    kepada siswa dan pihak-pihak yang dekat dengan siswa, seperti orang tua atau wali, agar 

    dengan keinginan dan kemampuannya dapat mengenal kekuatan dan kelemahan yang dimiliki

    siswa serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih

    lanjut. Proses pengenalan harus ditidaklanjuti dengan proses penerimaan. Tanpa diimbangi

    dengan suatu bentuk penerimaan,siswa dan pihak-pihak yang dekat dengannya, akan

    mengalami kesulitan untuk mengembangan kekuatan dan kelemahannya tersebut secara baik.

    Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan, mengandung makna bahwa guru

    seyogyanya mampu memberikan kemudahan (bantuan) kepada siswa dan pihak-pihak yang

    dekat dengannya, untuk mengenal lingkungannya dengan baik, termasuk lingkungan yang ada

    diluar sekolah. Siwa hendaknya mampu mengenal secara lebih baik fungsi dari semua fasilitas

  • 8/9/2019 Modul Bimbingan Konseling Badar

    4/166

    Bimbingan dan Konseling SD  | 4Badarudin, S.Pd.

    yang ada di sekolahnya, yang pada gilirannya akan mampu mengoptimalkan siswa yang

     bersangkutan dalam menggunakan fasilitas yang ada tersebut dengan baik.

    Bimbingan agar siswa mampu merencanakan masa depannya, mengandung makna guru

    diharapkan mampu membantu siswa mengenal berbagai jenis pekerjaan dan pendidikan yang

    ada dilingkungan sekitarnya, serta mengembangkan cita-cita siswa sesuai dengan pengenalan

    siswa akan berbagai jenis pekerjaan dan pendidikannya tersebut.Bimbingan yang ditunjukan

    agar siswa mampu merencanakan masa depannya,tidak terlepas dari penggenalan dan

     penerimaan siswa akan diri dan lingkungannya, seperti yang diuaikan diatas.

    Bimbingan dan penyuluhan sebagai ilmu pengetahuan yang sekarang ini dikembangkan

    di Indonesia berasal dari negara lain yaitu Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, untuk 

    maksud yang sama, digunakan istilah “guidana and counseling”. Masing-masing istilah

    tersebut diartikan seperti di bawah ini.

    1. Bimbingan

    Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang baik pria maupun wanita,

    yang telah terlatih dengan baik dan memiliki kepribadian dan pendidikan