Makalah bimbingan konseling

download Makalah bimbingan konseling

of 26

  • date post

    21-May-2015
  • Category

    Education

  • view

    4.722
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Makalah bimbingan konseling

  • 1. 1BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional bertujuanmencerdaskankehidupanbangsadanmengembangkan manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan,kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Tujuan pendidikan ini dapat terwujud jika peserta didik atau murid mengembangkan bakat atau potensi dalam dirinya secara utuh. Namun, tidak semua peserta didik memahami tentang dirinya sendiri, tentang potensi yang ia miliki ataupun kelemahan yang ia miliki. Pada umumnya dalam jenjang pendidikan peserta didik hanya diberikan materi-mataeri pelajaran secara umum. Hendaknya Sekolah tidak hanya berfungsi memberikan pengetahuan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, tetapi juga dapat mengembangkan keseluruan kepribadian anak. Karena itu, peserta didik tidak hanya memerlukan materi materi pelajaran sekolah, materi bimbingan konseling pun perlu, Bimbingan Konseling yang dilaksanakan atau dipraktekan sebagai upaya untuk membantu individu-individu yang memerlukan bantuan diperlukan adanya berbagai persiapan-persiapan agar pelayanan yang diberikan optimal. Persiapan yang dimaksud adalah meliputi perencanaan yang merupakan fungsi dasar atau fundamental. Setelah dilaksanakan perencanaan diperlukan pengorganisasian yang merupakan fungsi organik kedua. Kemudian pengarahan atau penggerak yang merupakan fungsi fundamental sebagai tindak lanjut fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Terakhir adalah pengawasan yang harus

2. 2dilaksanakan oleh seorang manajer dan merupakan fungsi yang terakhir. Dan kesemuanya tersebut terangkum dalam manajemen bimbingan konseling. Pada dasarnya setiap kehidupan pasti ada masalah. Memang sebagian orang biasa mengatasi masalahnya sendiri, tetapi tidak sedikit juga orang yang memerlukan bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalah masalah tersebut. Jadi apabila peserta didik tetap dibiarkan memiliki masalah tanpa dibantu, bagaimana mungkin peserta didikbisa berkonsentrasi untuk memahami atau berfikir mengenaipelajarannya. Kalau ia masih punya beban fikiran yang lain. Maka dari itu bimbingan dan konseling disekolah sangatlah diperlukan. Apa pengertian serta bagaimana Bimbingan Konseling yang terdapat di lembaga pendidikan. Atas dasar inilah maka Makalah ini dibuat. 1.2. Rumusan Masalah. Berdasarkan apa yang telah disampaikan pada latar belakang masalah, maka yang menjadi rumusan masalah di sini adalah : 1. Apa pengertian bimbingan Konseling? 2. Bagaiman Peranan Bimbingan konseling dalam Pendidikan Sekolah? 3. Apa Tujuan konseling? 4. Bagaimana Peranan Bimbingan Konseling dalam pembelajaran Siswa? 1.3. Tujuan. Sesuai dengan apa yang telah dijelaskan dalam latar belakang masalah dan rumusan masalah, maka tujuan penulisan makalah ini adalah : 1. Memenuhi tugas mata kuliah Profesi Pendidikan. 2. Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana Bimbingan konseling. 3. Mengetahui Peranan Bimbingan konseling dalam Pendidikan Sekolah 3. 34. Mengetahui Peranan Bimbingan Konseling dalam pembelajaran Siswa 5. Mengetahui tujuan dan fungsi dari bimbingan konseling dalam kehidupan sehari-hari. 1.4. Manfaat Berdasarkan hal-hal yang terdapat dalam latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan, manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan laporan wawancara ini adalah : 1. Pembaca atau pendengar dapat memperoleh informasi mengenai Bimbingan konseling. 2. Pembaca dan pendengar mengetahui pengertian dari bimbingan, pengertian konseling, pengertian Bimbingan dan konseling serta tujuan dan manfaatnya 1.5 Metode Dalam pembuatan makalah bimbingan konseling ini penulis menggunakan metode studi kepustakaan, yakni teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporanlaporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan 4. 4BAB II KAJIAN TEORIBimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari istilah guidance dan counseling dalam bahasa inggris. Secara harfiah istilah guidance berasal dari akar kata guide yang berarti :Mengarahkan (to direct), Memandu (to pilot), mengelola (to manage. Pengertian Bimbingan dan Konseling 2.1 Sejarah Bimbingan Konseling di Indonesia Sejarah lahirnya Bimbingan dan Konseling di Indonesia diawali dari dimasukkannya Bimbingan dan Konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan) pada setting sekolah. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Hal ini merupakan salah satu hasil Konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP, yang kemudian menjadi IKIP) di Malang tanggal 20 24 Agustus 1960. Perkembangan berikutnya tahun 1964 IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Tahun 1971 beridiri Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada delapan IKIP yaitu IKIP Padang, IKIP Jakarta, IKIP Bandung, IKIP Yogyakarta, IKIP Semarang, IKIP Surabaya, IKIP Malang, dan IKIP Menado. Melalui proyek ini Bimbingan dan Penyuluhan dikembangkan, juga berhasil disusun Pola Dasar Rencana dan Pengembangan Bimbingan dan Penyuluhan pada PPSP. Lahirnya Kurikulum 1975untukSekolahMenengahBimbingan dan Penyuluhan.Atasdidalamnyamemuat Pedoman 5. 5Tahun 1978 diselenggarakan program PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP (setingkat D2 atau D3) untuk mengisi jabatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah yang sampai saat itu belum ada jatah pengangkatan guru BP dari tamatan S1 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Pengangkatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah mulai diadakan sejak adanya PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan. Keberadaan Bimbingan dan Penyuluhan secara legal formal diakui tahun 1989 dengan lahirnya SK Menpan No 026/Menp an/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Di dalam Kepmen tersebut ditetapkan secara resmi adanya kegiatan pelayanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah. Akan tetapi pelaksanaan di sekolah masih belum jelas seperti pemikiran awal untuk mendukung misi sekolah dan membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan mereka. Sampai tahun 1993 pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas, parahnya lagi pengguna terutama orang tua murid berpandangan kurang bersahabat dengan BP. Muncul anggapan bahwa anak yang ke BP identik dengan anak yang bermasalah, kalau orang tua murid diundang ke sekolah oleh guru BP dibenak orang tua terpikir bahwa anaknya di sekolah mesti bermasalah atau ada masalah. Hingga lahirnya SK Menpan No. 83/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang di dalamnya termuat aturan tentang Bimbingan dan Konseling di sekolah. Ketentuan pokok dalam SK Menpan itu dijabarkan lebih lanjut melalui SK Mendikbud No 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Di Dalam SK Mendikbud ini istilah Bimbingan dan Penyuluhan diganti menjadi Bimbingan dan Konseling di sekolah dan dilaksanakan oleh Guru Pembimbing. Di sinilah pola pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah mulai jelas. 6. 62.2 Pengertian Bimbingan Terdapat beragam pengertian bimbingan yang dikemukakan para ahli. Diantaranya adalah pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh Crow & Crow yang menyatakan bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, laki-laki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untukmembantunyamengaturkegiatanhidupnyasendiri,mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri. Selanjutnya pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh Bimo Walgito, bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam kehidupannya, agar individu atau sekumpulan individu ini dapat mencapai kesejahteraan hidup. Menurut Prayitno dan Erman Amti yang mendefinisikan Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangan berdasarkan normanorma yang berlaku. Selanjutnya Pendapat Abu Ahmadi Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Menurut Moegiadi bimbingan berarti suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal: memahami diri sendiri; menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan; 7. 7memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya sendiri dan tuntutan dari lingkungan. Chiskolm dan McDaniel Bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri. Menurut Frank Parson, Bimbingan sebagai bantuanyangdiberikankepadaindividuuntukdapatmemilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya.2.3 Pengertian Konseling C. Patterson mengemukakan bahwa konseling adalah proses yang melibatkan hubungan antar pribadi antara seorang terapis dengan satu atau lebih konseli dimana terapis menggunakan metode-metode psikologis atas dasar pengetahuan sistematik tentang kepribadian manusia dalam upaya meningkatkan kesehatan tentang kepribadian manusia dalam upaya meningkatkan kesehatan mental konseli. Bila definisi ini dikaji lebih jauh, maka beberapa ciri-cirinya yang menonjol akan terlihat : (1) merupakan suatu proses, (2) bisa dilakukan dengan satu atau lebih konseli, (3) konselor harus dipersiapkan secara professional, dan (4) hubungan