Bimbingan Konseling Keluarga

download Bimbingan Konseling Keluarga

of 26

  • date post

    24-Apr-2015
  • Category

    Documents

  • view

    555
  • download

    3

Embed Size (px)

description

BK Keluarga

Transcript of Bimbingan Konseling Keluarga

BIMBINGAN KONSELING KELUARGA DEGRADASI NILAI, KONDISI KELUARGA MODERN KRISIS KELUARGA, MENANGANI KRISIS KELUARGA Tugas Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan Konseling Keluarga

Dosen Pengampu : Dra. Ni Made Setuti, M.Erg., Kons.

Disusun Oleh : Febrianti Hidayah Ramdayani Nyoman Gede Hadi Purnama Ni Wayan Winarni Tirta Dewi Ni Komang Yeni Rusita Dewi I Made Sumadiyasa ( 1111011001 ) ( 1111011002 ) ( 1111011004 ) ( 1111011005 ) ( 1011011103 )

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2013

KATA PENGANTAR Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat beliaulah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses penyusunan dan pembuatan makalah ini. Rasa terima kasih kami sampaikan kepada Ibu dosen pembimbing Dra. Ni Made Setuti, M.Erg., Kons. yang telah bersedia menuntun dan membantu kami dalam pembuatan makalah ini serta narasumber dan pihak-pihak lainnya yang turut serta membantu demi terselesaikannya makalah ini sesuai dengan apa yang telah diharapkan sebelumnya. Kami sebagai manusia yang banyak memiliki kekurangan menyadari bahwa apa yang kami sampaikan dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dalam proses penyampaiannya maupun isi atau hal-hal yang terkandung di dalamnya. Maka dari itu kami selaku penulis dan penyusun makalah ini sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang kami banggakan yang bersifat membangun sehingga dapat membantu kami untuk dapat lebih menyempurnakan lagi makalah yang kami buat ini. Kami sangat berharap apa yang kami sajikan dan apa yang kami sajikan dalam makalah ini dapat memberikan manfaat-manfaat yang sedianya dapat berguna pagi pembaca pada umumnya dan para calon konselor pada khususnya sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan di Indonesia serta tujuan Bangsa Indonesia dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan.

Singaraja, 24 Februari 2013

Kelompok 1,

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.............................................................................. DAFTAR ISI............................................................................................ BAB I PENDAHULUAN........................................................................ 1.1. Latar Belakang Masalah......................................................... 1.2. Rumusan Masalah................................................................... 1.3. Tujuan..................................................................................... 1.4. Manfaat.................................................................................. BAB II PEMBAHASAN......................................................................... 2.1. Degradasi Nilai-Nilai............................................................. 2.2. Kondisi Keluarga Modern..................................................... 2.3. Krisis Keluarga...................................................................... 2.4. Upaya Mengatasi Krisis Keluarga......................................... BAB III PENUTUP.................................................................................. 3.1. Kesimpulan............................................................................. 3.2. Saran....................................................................................... DAFTAR PUSTAKA............................................................................... ii iii 1 1 2 3 3 4 4 10 12 18 22 22 22 23

iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang UU Nomor 10 Tahun 1992, mendefinisikan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri, atau suami istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya. Menurut Melson (1980), keluarga adalah kelompok dari individu-individu yang mencari pemaksimalan sumberdaya materi dan fisik agar mencapai tujuan personal dan kelompok. Saxton (1990) mengartikan keluarga sebagai hubungan antara dua atau lebih orang melalui kelahiran, adopsi, atau perkawinan dan hidup dalam satu rumah tangga. Keluarga masa kini berbeda dengan keluarga zaman dulu. Dalam ikatan keluarga, orang-orang mengalami pergolakan dan perubahan yang hebat khususnya meraka yang hidup di kota. Apabila ditinjau keluargakeluarga di daerah yang belum mengalami maupun menikmati hasil kemajuan teknologi, kemajuan dalam dunia industri dan sebagainya, maka gambaran mengenai ikatan dan fungsi keluarga adalah jauh berbeda jika dibandingkan dengan keluarga yang berada di tengah segala kemewahan materi. Sebenarnya keluarga mempunyai fungsi yang tidak hanya terbatas selaku penerus keturunan saja. Dalam bidang pendidikan, keluarga merupakan sumber pendidikan utama, karena segala pengetahuan dan kecerdasan intelektual manusia diperoleh pertama-tama dari orang tua dan anggota keluarganya sendiri. Keluarga merupakan produsen dan konsumen sekaligus, dan harus mempersiapkan dan menyediakan segala kebutuhan sehari-hari seperti sandang dan pangan. Setiap anggota keluarga dibutuhkan dan saling membutuhkan satu sama lain, supaya mereka dapat hidup lebih senang dan tenang. Hasil kerja mereka harus dinikmati bersama. Jelaslah bahwa keluarga zaman silam, yang belum terkena pengaruh penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin, atau sudah terpengaruh arus

1

globalisasi merupakan keluarga yang banyak fungsinya dan kuat ikatan keluarganya. Masing-masing anggota keluarga mempunyai peranan yang penting dalam roda kehidupan serta dibutuhkan oleh anggota lainnya. Sebaliknya keluarga masa kini sudah banyak kehilangan fungsi dan artinya. Fungsi pendidikan sudah diserahkan pada lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah-sekolah, sehingga tugas orang tua dalam hal memperkembangkan segi intelektual anak menjadi lebih ringan. Fungsi rekreasi juga telah berpindah dari pusatnya dalam keluarga ke tempattempat hiburan di luar rumah, baik bagi anak-anak maupun orang tua. Anakanak tidak senang bermai di rumah dan berkumpul dengan keluarga, hal ni disebabkan orang tua yang hanya sibuk memenuhi kebutuhan materil dan mengabiakan aspek keakraban dalam keluarga. Dengan pergesaran fungsi keluarga yang terjadi saat ini, fungsi keluarga menjadi sangat berkurang dan arti keluarga dan ikatanyya seolah-olah mengalami guncangan. Degradasi nilai agama, adat istiadat dan nilai sosial yang marak di mayarakat merasuk ke dalam keluarga. Maka tak heran banyak masalah-masalah timbul di keluarga pada masa kini, dan menjadi cikal bakal permasalahanpermasalahan sosial yang terjadi di masyarakat pada umumnya. Dengan banyaknya timbul permasalahan-permasalahan yang terjadi pada keluarga di masa kini, pelayanan konseling khususunya konseling keluarga (family counseling) sangat diharapkan eksistensinya sebagai sebagai salah satu cara dalam mengatasai permasalahan-permasalahan yang terjadi pada suatu keluarga.

1.2. Rumusan Masalah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apa saja degradasi nilai-nilai yang terjadi pada masyarakat yang sangat mempengaruhi kehidupan keluarga ? 2. Bagaimana kondisi keluarga modern saat ini ?

2

3. Menjelaskan mengenai krisis keluarga ? 4. Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis keluarga yang terjadi ?

1.3. Tujuan Penulisan. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu: 1. Mendeskripsikan degradasi nilai-nilai yang terjadi pada masyarakat yang sangat berpengaruh pada kehidupan keluarga. 2. Mendeskripsikan keluarga modern saat ini. 3. Menjelaskan mengenai krisis keluarga. 4. Mendeskripsikan upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi krisis keluarga. 5. Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah BK Keluarga.

1.4. Manfaat Penulisan. 1. Bagi pembaca Pembaca dapat mengetahui dan memahami materi yang disampaikan dalam makalah ini terkait dalam mata kuliah yang dibahas. 2. Bagi Penulis Penulis dapat mengetahui dan memahami kajian awal dalam paparan materi mata kuliah Bimbingan Konseling Keluarga, khususnya materi tentang Latar Belakang Kehidupan Keluarga. Dan

terselesaikannya tugas mata kuliah BK Keluarga.

3

BAB II PEMBAHASAN 2.1. Degradasi Nilai-nilai. Kehidupan masyarakat khususnya keluarga tidak terlepas dari sistem nilai yang ada di masyarakat tersebut. Sistem nilai menentukan perilaku anggota masyarakat. Berbagai sistem nilai ada di masyarakat yaitu agama, adat istiadat, nilai-nilai sosial, dan nilai kesakralan. Degradasi Nilai-nilai Agama Degradasi nilai-nilai agama akhir-akhir ini sangat terasa dan kentara. Semua agama merasakan bahwa di era kebanyakan umatnya kurang setia terhadap agama yang dianutnya. Dengan kata lain, banyak umat saat ini kurang taat beribadah sebagaiman diperintahkan oleh agamanya. Hal ini juga terasa pada kehidupan keluarga. Keluarga memerankan peranan penting dalam pendidikan agama. Namun sebagian besar keadaan keluarga sangat rapuh sehingga tidak memenuhi syarat-syarat pendidikan, seperti tidak memiliki/menguasai pengertian, keyakinan dan ketrampilan agama, di samping tidak mempunyai cukup waktu dan energi untuk mendidik, serta pendidikannya masih rendah untuk menghadapi persoalan anak didiknya. Tak hanya itu, situasi dan kondisi keluarga tidak menunjang pendidikan agama, di samping masuknya pengaruh negatif yang datang melalui media komunikasi yang ada. Belum lagi keadaan perumahan dan ruang tinggal yang sangat tidak menunjang dalam pelaksanaan pendidikan agama. Di keluarga demikian pula, jarang anak-anak yang menjadikan ibadah sebagai suatu prioritas utama. Mereka lebih senang menonton TV atau asyik bermain game atau hal-hal lain yang lebih menarik untuk mereka lakukan. Orang tua pun tidak memberikan teladan dan contoh untuk anak-anak mereka. Di samping itu ada pula suatu

4

keluarga di