Makalah KBA

download Makalah KBA

of 22

  • date post

    02-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.036
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Makalah KBA

EKSTRAKSI ANTOSIANIN DARI KELOPAK BUNGA DAN BATANG ROSELLA (Hibiscus abdariffa L.) SEBAGAI PEWARNA MERAH ALAMI

Natalia Debora Panggabean Risna Sari Dewi Indah Marnatal Simanullang Khaisma Rahmat

PROGRAM KEAHLIAN ANALISIS KIMIA DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2010

1

PRAKATAPuji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini berjudul Ekstraksi Antosianin dari Kelopak Bunga dan Batang Rosella (Hibiscus abdariffa L.) sebagai Pewarna Merah Alami. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas praktikum Kimia Bahan Alam (KBA). Makalah ini membahas mengenai antosianin, proses ekstraksinya dari kelopak dan batang Rosella (Hibiscus sp.), serta kegunaan-kegunaan antosianin salah satunya yaitu sebagai zat warna merah alami. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada Salina Febrianti, S.Si selaku PJP serta Rhomadoni Anto, A.Md dan Dwi Artha Solovski, A.Md selaku asisten dosen pada praktikum KBA, atas bimbingan, saran dan pembelajaran mengenai topik yang penulis bahas sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Saran dan kritik dari semua pihak yang bersifat membangun selalu diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi pembaca di masa yang akan datang. Bogor, 28 Desember 2010

Tim Penulis

2

DAFTAR ISIhalaman PRAKATA................................................................................................................i DAFTAR ISI...........................................................................................................ii DAFTAR GAMBAR..............................................................................................iii PENDAHULUAN...................................................................................................1 Latar belakang.....................................................................................................1 Tujuan ...............................................................................................................2 TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................................3 Antosianin...........................................................................................................3 Rosella Merah (Hibiscus abdariffa L.)................................................................5 Deskripsi Tanaman Rosella Merah..............................................................5 Morfologi Tanaman.....................................................................................6 Kandungan dan Kegunaan...........................................................................6 Stabilitas Antosianin...........................................................................................7 Metode Ekstraksi.................................................................................................8 METODOLOGI.....................................................................................................11 Alat dan Bahan..................................................................................................11 Metode Penelitian..............................................................................................11 HASIL DAN PEMBAHASAN..............................................................................12 PENUTUP..............................................................................................................17 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................18 DAFTAR PUSTAKA

3

DAFTAR GAMBARhalaman 1 Struktur (a) Sianin; (b) Sianidin Klorida..............................................................4 2 Struktur Senyawa Flavon......................................................................................4 3 Kelopak bunga rosella dan batang rosella;.........................................................12 4 Hasil ekstrak kelopak bunga dengan asam malat................................................12 5 Hasil ekstraksi dengan berbagai jenis asam pada suhu 60C dan suhu kamar...13 6 Kurva kadar antosianin pada berbagai jenis asam..............................................13 7 Kurva Kadar pH Batang Rosella Segar pada berbagai jenis asam.....................14 8 Kurva kadar air batang Rosella kering pada berbagai jenis asam......................14 9 Kurva kadar pH batang Rosella kering pada berbagai jenis asam......................14 10 Kurva kadar Antosianin dengan berbagai persentase Asam malat...................15 11 Kurva kadar pH kelopak bunga segar pada berbagai persentase Asam Malat. 16 Gambar 11 Kurva kadar pH kelopak bunga segar pada berbagai persentase Asam Malat

1

PENDAHULUANLatar belakang Rosella merah (Hibiscus sabdariffa) adalah tanaman asli dari daerah yang terbentang dari India hingga Malaysia yang kini telah menyebar luas di semua negara tropis dan sub tropis, termasuk Indonesia. Rosella mulai dilirik oleh masyarakat karena banyak manfaat yang diperoleh masyarakat setelah mengkonsumsi produk-produk yang terbuat dari kelopak bunga rosella salah satunya untuk zat warna merah alami misalnya pada industri makanan maupun kosmetik (Erianto 2009). Kelopak bunga rosela adalah bagian tanaman yang bisa diproses menjadi produk pangan. Kelopak bunga tanaman ini berwarna merah tua, tebal, dan berair. Kelopak bunga rosela merah yang rasanya sangat masam ini biasanya diproses menjadi jeli, saus, teh, sirup, selai, puding, dan manisan. Bahan penting yang terkandung dalam kelopak bunga rosella adalah gosipetin, antosianin, dan glusida hibiskin. Selain itu kelopak bunga rosella juga mengandung asam organik, polisakarida, dan flavonoid yang bermanfaat mencegah penyakit kanker, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah, dan melancarkan buang air besar (Erianto 2009). Antosianin telah banyak digunakan sebagai pewarna, khususnya minuman, karena banyak pewarna sintetis diketahui bersifat toksik dan karsinogenik. JEFCA (Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives ) telah menyatakan bahwa ekstrak yang mengandung antosianin efek toksisitasnya rendah. Selain berperan sebagai pewarna makanan, antosianin juga dipercaya berperan dalam sistem biologis, termasuk kemampuan sebagai pengikat radikal bebas (free radical scavenging), cardio protective capacity dan kemampuan untuk mengambat tahap inisiasi reaksi kimiawi yang menyebabkan karsinogenesis. Antosianin dipercaya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Antosianin ini diketahui dapat diabsorbsi dalam bentuk molekul utuh dalam lambung, meskipun absorbsinya jauh dibawah 1%, antosianin setelah ditranspor ke tempat yang memiliki aktivitas metabolik tinggi memperlihatkan aktivitas sistemik seperti antineoplastik, antikarsinogenik, antiatherogenik, antiviral, dan efek anti-inflammatory, menurunkan permeabilitas dan fragilitas kapiler dan

2

penghambatan agregasi platelet serta immunitas, semua aktivitas ini didasarkan pada peranannya sebagai antioksidan. Antosianin yang tidak terabsorbsi memberikan perlindungan terhadap kanker kolon. Antosianin merupakan senyawa flavonoid yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Umumnya senyawa flavonoid berfungsi sebagai antioksidan primer, chelator dan scavenger terhadap superoksida anion. Antosianin dalam bentuk aglikon lebih aktif daripada bentuk glikosidanya (Santoso, 2006). Kemampuan antioksidatif antosianin timbul dari reaktifitasnya yang tinggi sebagai pendonor hidrogen atau elektron dan kemampuan radikal turunan polifenol untuk menstabilkan dan mendelokalisasi elektron tidak berpasangan, serta kemampuannya mengelat ion logam (terminasi reaksi Fenton). Aktivitas antioksidan antosianin dipengaruhi oleh sistem yang digunakan sebagai substrat dan kondisi yang dipergunakan untuk mengkatalisis reaksi oksidasi. Antosianin banyak ditemukan pada pangan nabati yang berwarna merah, ungu, merah gelap seperti pada beberapa buah, sayur, maupun umbi. Beberapa sumber antosianin telah dilaporkan seperti buah mulberry, bluberry, cherry, rosella, kulit dan sari buah anggur, strawberry, lobak merah dan java plum, namun masih sangat sedikit penelitian tentang sumber antosianin dari bahan local (Ariviani S. 2010). Tujuan Tujuan umum penelitian ini adalah menentukan kemampuan suatu tumbuhan untuk digunakan sebagai sumber pewarna alami untuk diaplikasikan pada produk pangan. Tujuan khususnya adalah mencari jenis pelarut yang paling baik menghasilkan rendemen antosianin tertinggi, mencari jenis asam dan konsentrasi yang cocok untuk ektraksi antosianin bunga Rosella dan mencari kondisi suhu ekstraksi.

2

TINJAUAN PUSTAKAAntosianin Antosianin merupakan pewarna yang paling penting dan paling tersebar luas dalam tumbuhan. Antosianin merupakan turunan suatu struktur aromatik tunggal, yaitu sianidin dan semuanya terbentuk dari pigmen sianidin ini dengan penambahan atau pengurangan gugus hidroksil atau dengan metilasi. Antosianin tidak mantap dalam larutan netral atau basa, karena itu antosianin harus diekstraksi dari tumbuhan dengan pelarut yang mengandung asam asetat atau asam hidroklorida (misalnya metanol yang mengandung HCl pekat 1%) dan larutannya harus disimpan ditempat gelap serta sebaiknya didinginkan. Antosianidin ialah aglikon antosianin yang terbentuk bila antosianin dihidrolisis dengan asam. Antosianidin terdapat enam jenis secara umum, yaitu sianidin, pelargonidin, peonidin, petunidin, malvidin dan delfinidin. Antosianidin adalah senyawa flavonoid secara struktur termasuk sebagai kelompok antosianin. flavon. Senyawa Glikosida ini antosianidin dikenal dan tergolong pigmen

pembentuk war