(1984) TULISAN BG 1984

download (1984) TULISAN BG 1984

of 34

  • date post

    15-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    260
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Kumpulan tulisan Bambang Gunawan yang dibuat pada tahun 1984, khususnya laporan ke Eropa.

Transcript of (1984) TULISAN BG 1984

MELIHAT FOTOKINA, MANFAATNYA?

Lokasi tempat pameran Fotokina sangat luas. Mobil tidak dapat di parkir di dekat tempat pameran. Tetapi disediakan bus khusus beberapa kilometer dari lokasi. Dari tempat parkir ke ruang pameran disediakan bus-bus seperti tampak pada foto. Bahkan dari Hall 1 (ruang pameran Fotografi) ke Hall 13 (Ruang pameran Audio Visual) juga harus naik bus. Tetapi semua disediakan tanpa bayar alias gratis.

Bagi mereka yang belum pernah melihat sendiri fotokina memang wajar bila timbul pertanyaan di atas. Hal inipun terjadi pada diri saya ketika awal September 1984 ditanyakan oleh Ketua KPS Jakarta: "Apakah manfaatnya untuk BPK Penabur Jakarta?". Saya tidak dapat menjawab, ya, karena waktu itu saya belum pernah ke Fotokina. Begitulah sampai dengan tgl. 5 Oktober 1984, saya tidak pernah bercita-cita atau mengharapkan dapat melihat sendiri fotokina. Bahkan sampai detik terakhir (apalagi pada 4 Oktober 1984 beberapa tempat di Jakarta ada bom meledak), rasanya saya lebih mengharapkan ada telepon yang mengatakan: "Bambang Gunawan tidak jadi berangkat". Tetapi rupanya Tuhan berkehendak lain. Saya terpaksa berangkat dengan beban, "Bambang Gunawan dikirim bukan untuk jalan-jalan, tetapi diharapkan dapat memetik sesuatu untuk kemajuan BPK Penabur Jakarta". Demikianlah pesan sponsor. Apakah ada manfaatnya untuk BPK Penabur Jakarta? Untuk menjawab pertanyaan ini, rupanya tidak semudah mengeluarkan pertanyaannya. Ukuran apa yang harus digunakan, ukuran berat, ukuran panjang, ukuran suhu, memang sangat sulit menentukannya. Bagaimana kalau pertanyaannya dibalik? "Apakah tidak ada manfaatnya untuk BPK Penabur Jakarta?". Pertanyaan ini lebih mudah dijawab, karena tidak mungkin tidak ada manfaatnya sama sekali. Mau bukti? Terakhir ini ada tiga program "slide" suara yang baru selesai diproduksi oleh subid AVA P4 KPS Jakarta, yang secara langsung memanfaatkan "oleh-oleh" dari Fotokina. Program slide suara tersebut adalah (1). Singapura, negara tetangga terdekat., (2). Fotografi I (Pengantar) dan (3). Bumi Kita I. Bila tidak percaya, silahkan melihat sendiri program "slide" suara tersebut. Jadi, bermanfaat atau tidaknya untuk BPK Penabur Jakarta membutuhkan waktu. Semua ini berbentuk suatu proses yang tidak dapat diukur secara eksakta, tetapi hanya dapat dirasakan (kalau mau merasakannya). Marilah kita kembali ke Fotokina tersebut. Ternyata melihat Fotokina tidak cukup satu minggu, bayangkan ada 1.200 eksibitor. Terpaksa harus diadakan pendekatan yang terarah. Maka ditetapkan Hall Audio Visual yang akan lebih diutamakan. Melihat pameran ini terpaksa lebih banyak menelan air liur. Bayangkan tiap hari di Jakarta kalau pasang frame untuk slide, saya harus melakukannya satu demi satu. Tetapi kini di depan mata saya ada alat untuk pasang frame secara otomatis lengkap dengan alat cetak untuk menuliskan keterangan yang berhubungan dengan slide tersebut. Apa tidak "ngiler"? Masih banyak lagi peralatan Audio Visual yang dipamerkan. Semua hanya dapat dilihat dan dipelajari. Mau beli, tidak ada dana untuk ini semua. Salah satu barang aneh yang memaksa saya untuk memotretnya adalah alat untuk shooting video. Bila kamera video diletakkan di pundak, maka resiko getaran, gerakan tubuh dan tidak fleksibel, merupakan hambatan. Tetapi dengan alat ini sasaran berada di manapun selalu dapat diikuti. Bahkan di bagian sebelah bawah dilengkapi dengan TV monitor kecil. Sekali lagi terpaksa menelan air liur. Setelah melihat Fotokina maka saya tidak heran kalau pada tahun 1982, mantan pengurus BPK Penabur Jakarta, Bapak I.K. Adinata, setelah kembali dari fotokina 1982 berkata pada saya: "Tahun 1984, kamu harus pergi dan melihat sendiri Fotokina". Apakah masih banyak manfaatnya melihat Fotokina untuk BPK Penabur Jakarta? Moga-moga sajalah. Saya tidak berani janji, karena belum ada bukti. Berhubung masih banyak punya "hutang" inilah, terpaksa tawaran Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Dr. Willi Toisuta pada tanggal 17 Februari 1985 kepada saya untuk jadi direktur Pusat Pengembangan Sistem Pengajaran (PPSP) di UKSW Salatiga ditolak. Bukannya tidak mau membantu UKSW, tetapi semata-mata karena masih banyak "hutang" di BPK Penabur Jakarta. Semoga sambil "hutang" dilunasi juga dapat turut membantu UKSW dari Jakarta saja. Tgl. 1 April 1985, Bambang GunawanFOTO GALERI DI KOLN

Koln juga terkenal dengan gerejanya yang bernama DOM. Sebenarnya kata DOM adalah singkatan dari bahasa latin yaitu domus yang berarti rumah. Disinilah rumah dan gereja keuskupan dalam sejarah jaman pertengahan. Kini yang ada hanya gereja DOM di Koln yang sangat besar. Dari jauh gereja ini sudah tampak membanggakan kemegahannya. Maka tidak lengkap kalau tidak diabadikan. Tapi ada yang terjadi? Saya menggunakan lensa 28 mm dan telah mentok tembok - hasilnya, puncak gereja masih juga terpotong, Jadi, lain kali kalau ke Koln, jangan lupa bahwa lensa Fish-eye.

Kalau Fotokina sedang berlangsung, jangan harap dapat hotel di Koln. Kalau juga ada, harganyapun selangit. Kali ini, kami terpaksa menginap di AACHEN, Hotel Buschhausen (AACHEN adalah kota tempat menteri Habibie sekolah membuat kapal terbang). Jarak Koln danAachen kira-kira seperti jarak Jakarta & Sukabumi. Tetapi karena kecepatan mobil dapat mencapai 140 km/jam, maka tidak sampai 1 jam sudah sampai di Fotokina.

Mobil disewa dari Hamburg, merk OPEL no. polisi: HL-WC 30. Sayang, mobil ini ketika di Roma, Italia, bagasinya dibongkar orang.

Di tengah kota Koln terdapat sungai Rhein. Sama seperti Jakarta yang memiliki sungai Ciliwung, hanya sungai Rhein jauh lebih lebar dan besar, manfaatnya untuk transportasi. Sungai Rhein paling panjang di Eropah Barat (1.326 km), luas daerah alirannya 224.000 km2. Berhulu di Swiss di pegunungan Alpen dan mengalir melalui Jerman dan negeri Belanda. Bagaimana kalau rekreasi guru-guru BPK Penabur Jakarta yang akan datang ke sungai Rhein ini? Semoga bukan suatu khayalan dan mustahil. Sebelumnya, saya sendiri tidak terbayangkan dapat berdiri di tepi sungai Rhein seperti Anda lihat. Tetapi kalau Tuhan berkenan, apapun dapat terjadi.

Tgl. 1 April 1985, Bambang Gunawan

SIAPAKAHMARTIN LUTHER?

Sampai Oktober 1984 yang lalu, pengetahuan saya tentang Martin Luther ialah hanya tahu bahwa dia adalah tokoh atau bapak agama Kristen Protestan, selebihnya adalah nol besar. Walaupun demikian ketika melihat ada patung Martin Luther di suatu gereja di Hamburg, Jerman Barat, kesempatan tersebut tidak disia-siakan untuk diabadikan.

Sejak berfoto bersama patung Martin Luther di bulan Oktober 1984 tersebut, timbullah minat untuk mengetahui lebih lanjut latar belakang kehidupan dan ajaran dari Martin Luther. Hal ini baru berhasil setelah mengetahui bahwa BPK Gunung Mulia telah menerbitkan buku yang berjudul "MARTIN LUTHER".

Untuk mengenal Martin Luther secara cepat dan singkat, marilah kita baca tulisan Fanatona Zai dalam ruang Timbangan Buku, Sinar Harapan 28-12-1984.

Martin Luther adalah pemimpin gerakan reformasi pada 31 Oktober 1517. Ia lahir pada 10 Nopember 1483 di Langestrasse, Eisleben, Jerman. Ayahnya, Hans Luther, seorang pekerja tambang tembaga dan ibunya Margarethe Lindemann.

Pada umur 7 tahun, Martin Luther masuk sekolah di Mansfeld. Ia senang menyanyi dalam bentuk paduan suara gereja. Umur 14 tahun ia dipindahkan ke Sekolah Latin (semacam sekolah lanjutan yang mempergunakan bahasa Latin di Magdeburg. Setahun kemudian, dipindahkan ke Eisennach sampai tamat. Pada tahun 1501, Martin Luther melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Erfurt. Dan pada tahun 1505 menempuh ujian magister (Inggeris = master) dan lulus nomor dua dari tujuh belas calon. Berdasarkan gelar yang ia peroleh, Martin Luther diangkat menjadi dosen.

Tanggal 16 Juni 1505, Martin Luther masuk biara Ordo Augustinus di Erfurt yang sekarang termasuk wilayah Republik Demokrasi Jerman. Ayah dan teman-temannya tidak menyetujui tindakannya, namun Martin Luther tetap pada pendiriannya.

Pada tahun 1507, ia ditahbiskan menjadi imam. Dalam waktu relatif singkat, ia menjadi terkenal dalam ordonya. Tahun 1510, ia diutus ke Roma mengurus suatu perkara bagi Ordo Augustinus. Bulan Oktober 1512, ia mendapat gelar doktor theologis dan diangkat menjadi guru besar pada Universitas Wittenburg. Jabatan ini dia pegang sampai akhir hayatnya.

TAFSIR

Martin Luther sebagai theolog, banyak menafsirkan Alkitab. Secara berturut-turut Mazmur, Roma, Galatia dan Ibrani.

Roma I: 16-17 berbunyi: "Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis, orang benar akan hidup oleh iman".

Menurut Martin Luther di dalam nats ini ada yang tidak cocok. Sebab ia selalu mendengar bahwa "kebenaran Allah" adalah "keadilan Allah" yang sama seperti seorang hakim duniawi, membebaskan, "membenarkan" orang-orang yang baik dan menghukum orang-orang yang jahat.

Dia memahami bahwa dirinya adalah seorang yang berdosa, sehingga dalam "kebenaran Allah" mau tidak mau menghukum dia. Ayat ini digumuli dan dihayati dari hari ke hari dan akhirnya ia sadar bahwa kebenaran Allah itu tidak lain dari belas kasihan Allah, yang menerima orang-orang berdosa serta putus asa terhadap dirinya sendiri, tetapi yang menolak orang-orang yang menganggap dirinya baik.

Kesadaran ini timbul sekitar tahun 1514. Ia berkata: "Seakan-akan saya lahir kembali dan masuk ke dalam firdaus, bebas dari segala ketakutan".

Di tengah-tengah pergumulan ini, ia telah bertemu dengan Allah. Tetapi Allah yang ditemukannya dalam Alkitab itu, lain sifatnya dari Allah yang dikenalnya dalam ajaran Gereja.

Pengetahuan, penghayatan dan keyakinan yang ia peroleh melalui Alkitab, merupakan dasar yang kuat untuk mengadakan pembaruan, khususnya dalam lingkungan ke gerejaan. Adanya pembaruan tersebut, perbeda