TULISAN BG 2011 (126-150)

download TULISAN BG 2011 (126-150)

of 58

  • date post

    10-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    241
  • download

    9

Embed Size (px)

description

Kumpulan tulisan BG 2011 (126-150)

Transcript of TULISAN BG 2011 (126-150)

  • DAFTAR ISI 2011 (126-150)2011_126 FOTO TAHUN 1970 DARI PAK AGUS

    2011_127 PAK EKA SUSANTO 40 TAHUN LALU

    2011_128 KETEMU KEMBALI SETELAH 41 TAHUN

    2011_129 I WAJAN BEDJI AMBARA ORANG SESAT

    2011_130 FOTO HASIL KARYA SENDIRI 1970

    2011_131 BERKAT TJIN PO BAWA LAPTOP

    2011_132 SIAPA YANG SUDAH PUNYA CUCU

    2011_133 URIPTO WIDJAJA DI GALERI FOTO JURNALISTIK ANTARA

    2011_134 PRODIA AMBIL DARAH GWYNETH

    2011_135 TAHUKAH ANDA LAMBANG GARUDA

    2011_136 SETAHUN DUA KALI TERIMA SISWA BARU

    2011_137 BPK PENABUR BELAJAR DARI ORA ET LABORA

    2011_138 KOTAK SURAT DI RUMAH IBU NANING PRANOTO

    2011_139 HASIL PELATIHAN THINKQUEST ORACLE

    2011_140 OMA NITA PULANG PERGI GOWES KE SENAYAN

    2011_141 DAPAT MANGSA KAKEK 73 TAHUN

    2011_142 TERIMA KASIH UNTUK SIKAP POSITIF DI BUSWAY

    2011_143 CD KE TIGA B. KUSUMA

    2011_144 FINAL QUIZ BAHASA

    2011_145 LAPORAN THERESIA THE DARI CHINA

    2011_146 LMCR 2011 DI ORA ET LABORA

    2011_147 SEPEDA DI INDOCOMTECH 2011

    2011_148 SOLUSI OS MATI

    2011_149 BACKUP PERLU DAN PENTING

    2011_150 URIPTO WIDJAJA DI SEMINAR WAWASAN KEBANGSAAN

  • 2011_126 FOTO TAHUN 1970 DARI PAK AGUS

    Senang sekali dapat foto di atas dari Pak Pak Khouw Hong Hie / Agustinus Indrajaya, guru Olah Raga tahun 1970 di SMPK V, Jalan Pembangunan III/1A, Jakarta Pusat.

    Pak Agus memang janji mau datang membawakan foto-foto lama. Rencana semula adalah hari Sabtu, 17 September 2011. Kemudian batal karena mobil dipakai anaknya, begitu alasannya.

    Hari Sabtu, 24 September 2011, sejak pagi tidak ada kabar atau sms dari Pak Agus. Setelah makan siang, anak saya ngajak ke Mall Emporium Pluit. Karena belum pernah maka ikut, sekalian jadi MC (Momong Cucu).

    Kira-kira Pk. 14 dapat telepon dari Pak Agus yang melaporkan sudah di depan rumah saya di Roxy. Kaget dan bingung karena di rumah saya kosong, tidak ada siapa-siapa. Segera diusulkan agar foto dilembar saja ke teras rumah saya.

    Pulang dari Pluit, benar ada satu album foto tergeletak di lantai teras rumah. LUAR BIASA, isinya adalah kumpulan foto-foto lama koleksi Pak Agus.

    Terima kasih kepada Pak Agus yang mau datang dari rumahnya di Kelapa Gading ke rumah saya di Roxy khusus hanya membawakan foto-foto lama. Buat saya foto di atas tidak ternilai harganya karena itu adalah foto tahun pertama ketika saya menjadi guru Ilmu Ukur di SMPK V.

    Semoga Tuhan selalu memberkati segala usaha dan kegiatan Pak Agus.

    Bambang Gunawan, 25 September 2011

  • 2011_127 PAK EKA SUSANTO 40 TAHUN LALU

    Kalau lihat foto di atas, tentu tidak perlu diperdebatkan, walaupun dalam bentuk karikatur, pasti itu adalah Pak Eka atau Pak Theng.

    Tetapi foto di bawah ini menjadi perdebatan dengan Pak Eka sendiri.

    Yang duduk nomor 2 dari kiri, setelah Pak Haryadi, siapa? Kesan saya adalah Pak Siem, juga anak saya ketika diperlihatkan foto ini. Tetapi ketika Pak Theng lihat, bilang: ITU GUA karena Pak Siem duduknya selalu sopan.

    Siapa setuju foto itu adalah Pak Siem, angkat tangan!

    Siapa setuju foto itu adalah Pak Theng, angkat tangan!

    Memang Pak Theng adalah manusia yang tidak sopan. Tjin Po cerita pernah konflik. Suatu hari semua anak diketok kepalanya dengan penggaris. Tjin Po

  • marah, dengan berani menegor Pak Theng, kenapa saya tidak punya salah dipukul. Akibatnya kena tampar.

    Pengalaman seperti ini kalau ditulis bisa jadi buku. Siapa punya pengalaman lain?

    Pengalaman lain dari Tjin Po adalah ketika dipanggil Pak Theng ke kelas tiga sedang waktu itu Tjin Po masih kelas satu. Kaget dan was-was tentunya, punya salah apa?

    Ketika masuk ke kelas tiga langsung disuruh mengerjakan soal yang ada di papan tulis. Tjin Po coba dan berhasil. Maka seluruh siswa kelas tiga kena marah karena kalah dengan siswa kelas satu.

    Buat Tjin Po yang kini telah berusia 55 tahun, pengalaman itu adalah pengalaman yang tidak terlupakan seumur hidup. Siapa punya pengalaman lain?

    Begitulah caranya Pak Eka atau Pak Theng memotivasi murid-muridnya. Tidak heran walaupun kini usianya sudah 67 tahun tetapi masih tetap dibutuhkan. Tentu masih banyak cerita lain tentang Pak Eka ini, lain kali ditampilkan lagi.

    Yang penting kini ada tugas tambahan untuk Pak Eka ialah memotivasi perutnya agar tidak gendut. Begitu selesai foto ini dibuat pada hari Senin, 26 September 2011, langsung Pak Supana komentar tentang perut Pak Eka.

    Setelah masuk ke Facebook juga ada komentar yang sama.

    Tentu saja motifnya adalah karena begitu besar cintanya pada Pak Eka dan ingin Pak Eka selalu sehat.

    Bambang Gunawan, 29 September 2011

  • 2011_128 KETEMU KEMBALI SETELAH 41 TAHUN

    Mengikuti reuni SMPK V pada hari Sabtu, tanggal 1 Oktober 2011, adalah seperti pelajaran Ilmu Ukur yang saya ajarkan pada tahun 1970 kepada murid-murid yaitu apakah sama dan sebangun antara tahun 1970 dengan tahun 2011?

    Silakan bandingkan foto guru-guru tahun 1970 dengan foto guru-guru tahun 2011. Ada empat guru yang sama tetapi sayang sudah tidak sebangun lagi ya. Siapakah empat guru tersebut?

    Tidak adil kalau hanya membandingkan guru-guru saja, berikut ini salah seorang murid yang berhasil ketangkap untuk dinilai apakah masih sama dan sebangun?

  • Sengaja untuk acara reuni ini saya minta disediakan proyektor dengan layar besar karena akan menarik sekali melihat wajah-wajah sekitar 40 tahun yang lalu. Ternyata waktu yang paling banyak dihabiskan ialah nonton wajah-wajah yang masih remaja tersebut.

    Walaupun belum semua foto kelas berhasil dikumpulkan tetapi foto-foto yang telah ditayangkan banyak menarik perhatian.

    Terima kasih kepada Suwito Santoso, Greisna Effendie, James Nicholas Lay, Lily Tan serta yang lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu karena cukup banyak sehingga memungkinkan bisa ketemu kembali setelah 40 atau 41 tahun.

    Bambang Gunawan, 2 Oktober 2011

  • 2011_129 I WAJAN BEDJI AMBARA ORANG SESATSiapa yang bilang demikian? Pak Wajan sendiri.

    Kapan? Pada hari Sabtu, 1 Oktober 2011, ketika ada Reuni SMPK V 1970-1972 di Restoran Central Petojo.

    Tidak percaya? Silakan lihat videonya yang sudah diupload ke YOUTUBE pada alamat: http://www.youtube.com/watch?v=S-vHWmmVZ9U

    Bagaimana komentar terhadap video ini? Pangling, apa ini Pak Wajan mantan guru agama saya? Tapi setelah dengar suara beliau, gak salah lagi ini memang Pak Wajan!! God bless you, Pak Wajan! And thanks to Pak Bambang for sharing this video. Awesome! dari Lena Santosa.

    Prestasi Pak Wajan di BPK PENABUR memang luar biasa sehingga sulit ada saingannya, inilah datanya yang berhasil diperoleh: 1967-1972: Guru SMPK 2 & 51973-1974: Guru SMPK 11975-1990: Kasek STMK1988-1990: Kasek SMEAK1990-2001: Kasek SMAK 11978-1979: Kasek SMAK 1, 2, 3 kelas 1

    Rasanya di BPK PENABUR hanya Pak Wajan sendiri yang punya pengalaman jadi Kepala Sekolah sekaligus tiga sekolah dan semua kelas satu sebanyak 23 kelas dan sambil merangkap jadi Kepala STMK. Apakah tidak HEBAT?

    Logislah, Pak Uripto Widjaja kaget ketika tahu Pak Wajan sudah tidak berkarya di BPK PENABUR seusai usia pensiun. Pak Uripto sampai berkata: Kalau di perusahaan saya tetap saya pertahankan orang baik seperti Pak Wajan ini.

    Usia Pak Wajan pada tahun 2011 ini telah mencapai 72 tahun. Tetapi melihat penampilannya yang masih energik dengan bentuk tubuh ideal menunjukkan masih dalam kondisi sehat yang optimal.

    Alangkah indahnya kalau Pak Wajan mau menuliskan memoar perjalanan hidupnya, pasti banyak cerita menarik. Ditunggu ya.

    Bambang Gunawan, 3 Oktober 2011

  • 2011_130 FOTO HASIL KARYA SENDIRI 1970

    Melihat foto di atas sempat timbul pertanyaan, siapa yang motret? Tanya Pak Eka Susanto, dapat jawaban bukan dia karena tahun segitu belum punya camera. Tanya Pak Agus, dapat jawaban: Siapa lagi kalau bukan kamu. Kemudian diperkuat lagi oleh dua orang murid. Tjin Po mengingatkan bahwa saya sering bawa camera ketika ngajar di SMPK V. Kemudian, Lena Santosa juga bertanya: Yang bikin foto itu Pak Bambang ya?.

    Memang saya senang bikin foto long shot agar suasananya terekam. Tentu kelemahannya adalah wajah-wajah menjadi tidak jelas karena kecil-kecil bentuknya. Tetapi foto tersebut langsung bisa bercerita sendiri. Tempatnya pasti di Aula dan waktu kebaktian hari Senin karena kumpul banyak guru dan hadir semua murid.

    Bahkan siswa laki-laki harus berdiri karena tidak ada tempat duduk lagi. Bangku anak perempuan juga menjadi tempat duduk di kelasnya masing-masing karena setelah kebaktian selesai, ruang Aula akan berubah fungsi menjadi empat kelas satu dan tiap kelas jumlahnya sampai 50 anak.

    Saya ingat sekali bahwa pekerjaan yang paling tidak enak jadi guru ialah harus koreksi hasil ulangan, minimal tiga kali tiap catur wulan. Bosan sekali karena rasanya tidak selesai-selesai apalagi satu kelas muridnya begitu banyak.

  • Foto kedua di bawah ini juga di Aula SMPK V, Jalan Pembangunan III No. 1A, Jakarta Pusat, pada tahun 1970.

    Terima kasih banyak kepada Pak Agus yang masih simpan kedua foto di atas dalam album yang tersusun dengan rapih.

    Foto kedua ini sengaja ditayangkan pada hari Sabtu, 1 Oktober 2011, di Restoran Central Petojo, untuk memperlihatkan Ibu Milly yang sudah tidak sama dan sebangun lagi setelah 40 tahun.

    Semua ini menjadi kenangan manis diusia yang sudah mulai senja. Sampai jumpa pada reuni berikutnya.

    Bambang Gunawan, 3 Oktober 2011

  • 2011_131 BERKAT TJIN PO BAWA LAPTOP

    Acara paling menarik waktu reuni adalah melihat foto lama, apalagi kalau fotonya sudah puluhan tahun yang lalu. Foto di atas, Tjin Po sedang memperlihatkan foto lama di laptopnya.

    Memang untuk acara reuni SMPK V tahun 1970-1972 pada hari Sabtu, 1 Oktober 2011, telah disediakan proyektor oleh Restoran C