Tonsilitis Akut

of 42/42
Oleh : Helvi Fridayani Dalimunthe Preseptor : Dr. Lindawati
  • date post

    08-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    51
  • download

    6

Embed Size (px)

description

vhffgugi

Transcript of Tonsilitis Akut

  • Oleh : Helvi Fridayani DalimunthePreseptor :Dr. Lindawati

  • Tonsilitis peradangan tonsil palatina yang merupakan bagian dari cincin Waldeyer.Cincin Waldeyer terdiri atas susunan kelenjer limfa yang terdapat di dalam rongga mulut, yaitu : Tonsil faringeal (adenoid)Tonsil palatinaTonsil lingual Tonsil tuba eustachius

  • I. Tonsilitis ViralEtiologia. Virus Epstein Barrb. Hemophilus Influenza tonsilitis akut supuratif. c. Virus Coxschakie

  • Manifestasi KlinisGejala tonsillitis viral menyerupai common cold yang disertai rasa nyeri tenggorok.

    PenatalaksanaanPengobatan bersifat simptomatis, yaitu istirahat, minum yang cukup, analgetik, antivirus diberikan jika gejala berat.

  • II. Tonsilitis BakteriEtiologia. Streptokokkus beta hemolitikus group Ab. Pneumokokkusc. Streptokokkus viridiand. Streptokokkus piogenes.

  • Manifestasi klinisNyeri tenggorok Nyeri sewaktu menelanNafas bau, suara serakDemam dengan suhu tubuh yang tinggiRasa lesu, nyeri di persendian Tidak nafsu makanNyeri telinga

  • DiagnosisTonsil membengkak dan hiperemisDeritus berbentuk folikel, lakuna atau tertutup oleh membran semuPembiakan apus tenggorokan bakteri penyebabnya.

  • EtiologiCorynebacterium diphteriaeTonsilitis difteri anak usia < 10 tahun

  • Anti Difteri Serum (ADS) : 20.000-100.000 U tergantung umur dan beratnya penyakit.Antibiotik penisilin atau eritromisin 25-50 mg/kgBB dibagi dalam 3 dosis selama 14 hari.Kortikosteroid :1,2 mg/kgBB/hari.Antipiretik simtomatis.Pasien diisolasi penyakit menular, istirahat di tempat tidur selama 2-3 minggu.

  • EtiologiStreptokokus hemolitiku yang terdapat dalam susu sapi.Di Indonesia susu sapi dimasak dulu dengan cara pasteurisasi jarang ditemukan.

  • Tampak tonsil membesar hipertropi jaringan parut dengan permukaan tidak rataKriptus melebar terisi detritusRasa mengganjal di tenggorok, Tenggorok dirasakan kering Nafas berbau

  • Terapi lokal ditujukan kepada higiene mulut dengan berkumur atau obat hisap.Tonsilektomi dilakukan bila terjadi infeksi yang berulang atau kronis, gejala sumbatan serta kecurigaan neoplasma.

  • Identitas Pasien:a. Nama: Bb. Jenis Kelamin: Laki-lakic. Umur: 6 tahund. Pekerjaan: Pelajar SDe. Alamat: Kampung Pisang

  • Status Perkawinan: Belum MenikahJumlah Anak: Anak ke-3 dari 4 bersaudaraStatus Ekonomi Keluarga: Menengah, penghasilan orang tua Rp 2.500.000/bulan

  • Kondisi rumah: Rumah permanen milik orangtua, terdiri dari 4 kamar tidur , lantai keramik, pekarangan cukup luasListrik adaSumber air : PDAM, air minum : galon isi ulangJamban ada 1 buah di dalam rumahSampah dibuang ke tempat pembuangan sampah sementara dan diangkut petugas Kesan : higine dan sanitasi baik

  • Kondisi Lingkungan Keluarga :Pasien tinggal bersama ayah, nenek, dan 3 orang saudara.Pasien tinggal di daerah yang cukup padat penduduk

    Aspek Psikologis di keluarga :Hubungan dengan anggota keluarga baikFaktor stress dalam keluarga tidak ada

  • Nyeri menelan sejak 2 hari yang lalu.

  • Nyeri menelan saat makan dan minum sejak 2 hari yang lalu.Awalnya pasien mengalami demam sejak 1 hari yang lalu, tidak tinggi, tidak menggigil dan tidak disertai keringat. Pasien juga mengalami pilek sejak 1 hari yang lalu, sekret encer jernih.Rasa mengganjal ditenggorokan dirasakan pasien sejak 2 hari yang lalu.

  • Keluhan sulit bernafas terutama ketika tidur tidak ada, mengorok ketika tidur disangkal pasien.Batuk tidak ada.Keluhan juga dirasakan apabila pasien banyak minum-minuman yang dingin dan makan makanan yang manis.Keluhan sekret yang terasa mengalir dari hidung turun ke tenggorokan tidak ada.

  • Nyeri disekitar dahi, pelipis, mata atau pangkal hidung tidak ada.Nyeri telinga tidak ada, pendengaran berkurang tidak ada, telinga berair tidak ada, telinga berdenging tidak ada.Nafsu makan menurun (+)Pasien memiliki kebiasaan menggosok gigi 1 kali sehari.

  • Pasien tidak pernah tidak pernah mengalami nyeri menelan sebelumnya.

  • KU: Sakit sedangKesadaran: Komposmentis kooperatifNadi : 82x/menitNafas: 18x/menitTD: 110/70 mmHgSuhu: Febris

  • Mata: Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterikTelinga: Status Lokalis THTHidung: Status Lokalis THTTenggorok: Status Lokalis THT

  • ParuInspeksi: simetris kiri dan kananPalpasi: fremitus kiri = kananPerkusi: sonorAuskultasi: vesikuler normal, ronchi (-/-), wheezing (-/-)JantungInspeksi: iktus tidak terlihatPalpasi: iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC VPerkusi: batas-batas jantung dalam batas normalAuskultasi: bunyi jantung murni,irama teratur, bising (-)

  • AbdomenInspeksi: tidak tampak membuncitPalpasi: hepar dan lien tidak teraba,nyeri tekan (-), nyeri lepas (-)Perkusi: timpaniAuskultasi: bising usus (+) normal

    Ekstremitas: akral hangat, refilling kapiler baik, edema -/-, refleks fisiologis ++/++, refleks patologis -/-

  • Telinga (ADS) Daun telinga : Tidak ditemukan kelainanLiang telinga : Cukup lapangSerumen : Ada,sedikit bewarna kuning kecoklatanMembran Timpani : Warna : putih mutiara, refleks cahaya +/+Mastoid : Tidak ada tanda radang, NT (-), nyeri ketok (-)

  • HidungHidung luar : Deformitas (-), massa (-), radang (-)Sinus paranasal : Nyeri tekan (-), nyeri ketok (-)Rinoskopi anterior : Tidak dilakukan Rinoskopi posterior: Tidak dilakukan

  • Orofaring dan Mulut

    PemeriksaanKelainanDekstraSinistraPalatum mole + Arkus faringSimetris/tidakSimetrisSimetrisWarnaMerah mudaMerah mudaEdema--Bercak/eksudat--Dinding FaringWarnaMerah mudaPermukaanRata TonsilUkuranT3T3WarnaHiperemis PermukaanTidak rataMuara kriptiMelebarDetritus--Eksudat--Perlengketandg pilar--GigiKaries/radiksM2 bawah-KesanHygiene mulut kurangLidahWarnaMerah mudaMerah mudaBentukSimetrisSimertisDeviasi--Massa--

  • Tonsilitis akut

    Diagnosis Banding : -

  • Preventif:Menghindari minum-minuman yang dingin dan makan-makanan yang bersifat merangsang tenggorokan (makanan pedas dan berbumbu) untuk menegah kerusakn tonsil lebih lanjut.Tingkatkan higienitas mulut dengan menggosok gigi minimal 2x sehari terutama setelah makan permen, coklat serta makanan manis lain sebelum tidur.

  • Menutup mulut apabila ingin bersin atau batuk untuk mencegah penularan kepada orang lain.Makan obat Makan makanan dengan gizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh.Istirahat yang cukup minimal 8 jam sehari.

  • Promotif:Memberikan edukasi kepada pasien mengenai penyakitnya, yaitu tonsillitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dan penyakit ini dapat berlanjut atau menjadi kronis apabila faktor predisposisinya tidak dihindari, seperti beberapa jenis makanan, hygiene mulut yang buruk, pengaruh cuaca, dan pengobatan tonsillitis akut yang tidak adekuat.Memberikan penjelasan kepada pasien bahwa penyakitnya dapat ditularkan melalui udara (percikan droplet) dan tangan.

  • Kuratif:Parasetamol syrup 120 mg, maksimal 3 x sehari, apabila demam dan nyeri tenggorokan telah hilang, maka obat tidak perlu diminum.Cetirizine syrup 5 mg, diminum 1 x sehari, apabila pilek sudah hilang, maka obat tidak perlu diminumVitamin C, diminum 2 x sehari

  • Rehabilitatif :Makan makanan yang lunak untuk memudahkan proses menelan makanan.Kontrol kembali ke puskesmas apabila keluhan tidak berkurang atau bertambah buruk seperti sesak nafas yang dirasakn tiba-tiba ketika tidur.

  • Dinas Kesehatan Kodya PadangPuskesmas Lubuk Buaya

    Dokter: Rmiranda AsharTanggal: 26 Desember 2012

    R/ Parasetamol syr 120 mg fls No I prn (max. 3 dd tab I)

    R/ Cetirizine syr 5 mg fls No XV 3 dd tab IR/ Vitamin C 25 mgNo X 2 dd tab I

    Pro : Nn AUmur : 18 tahunAlamat : Mega Permai