TONSILITIS “MANAJEMEN RECURRENT TONSILITIS PADA ANAK” · PDF file 2018. 5....

Click here to load reader

  • date post

    09-Feb-2021
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TONSILITIS “MANAJEMEN RECURRENT TONSILITIS PADA ANAK” · PDF file 2018. 5....

  • TONSILITIS

    “MANAJEMEN RECURRENT TONSILITIS PADA ANAK”

    Disusun Oleh : Muhammad Nur Islam, S. Ked (111 2015 2206)

    Pembimbing : dr. Samsi Mesi, Sp. THT-KL

    DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK

    BAGIAN THT - KL

    FAKULTAS KEDOKTERAN

    UNIVERSITAS MUslIM INDONESIA

    2018

    BAGIAN THT - KL

    FAKULTAS KEDOKTERAN

    UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

    REFARAT

    11 Mei 2018

  • • Tonsilitis: Peradangan pada tonsila palatina yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus & beberapa faktor predisposisi lain

    • Klasifikasi :

    – Tonsilitis akut

    – Tonsilitis membranosa

    – Tonsilitis kronik

  • Virus

    • Etiologi: Epstein Barr

    • Gejala: mirip common

    cold disertai dengan nyeri

    tenggorok

    • Terapi: bad rest, minum,

    analgetik dan antivirus jika

    gejala berat

    Bacterial

    • Etiologi : streptokokus betahemolitikus grup A,

    pneumokokus viridan, streptokokus piogen

    • Gejala dan tanda:

    1. Nyeri tenggorok

    2. Nyeri menelan

    3. Febris

    4. Nyeri alih di telinga

    5. Tonsil membesar & hiperemis, detritus (+)

    6. KGB submandibula besar & nyeri tekan

    • Terapi : antibiotik spektrum luas,

    antipiretik

    • Komplikasi : OMA, sinusitis, abses

    peritonsil, miokarditis, GNA, Obstructive

    Sleep Apnoe Syndrome (OSAS)

  • Tonsilitis membranosa • Tonsilitis difteri

    • Etiologi: Coryne bacterium diphteriae

    • Biasanya menginfeksi sal.napas atas,

    dan tergantung dari titer antitoksin

    • Gejala & tanda:

    • Terapi: isolasi pasien

    • Anti Difteri Serum

    • Antibiotik : penisilin atau eritromisin

    • Kortikosteroid

    • antipiretik

    Umum Lokal eksotoksin

    Subfebris Tonsil membesar Miokarditis

    Nyeri kepala Ditutupi bercak putih kotor

    membentuk membran semu yang

    semakin meluas

    Kelumpuhan otot

    palatum &

    pernapasan

    Lemah letih lesu Mudah berdarah

    Nyeri menelan KGB leher membengkak (bull’s neck) albuminuria

  • Tonsilitis septik • Etiologi: Streptokokus hemolitikus pada susu sapi

    Angina Plaut Vincent

    • Etiologi: bakteri spirochaeta/triponema pada orang yg hygine mulut buruk dan defisiensi Vit.C

    • Gejala & tanda: – Demam tinggi

    – Nyeri mulut

    – Gang.pencernaan

    – Hipersalivasi

    – Gigi & gusi mudah berdarah

    – Mukosa mulut & faring hiperemis

    – Membran putih di uvula, dinding faring

    – Foeter ex ore

    – KGB submandibula membesar

    – Terapi : antibiotik spektrum kuas, perbaiki hygine mulut, Vit.C & Vit. B kompleks

  • Leukimia akut

    •Epistaksis

    •Perdarahan di

    mukosa mulut, gusi

    dan bawah kulit

    •Tonsil bengkak

    tertutup membran

    semu

    •Nyeri hebat di

    tenggorok

    Angina

    agranulositosis

    •Akibat keracunan

    obat amidopirin,

    sulfa, arsen

    •Ulkus di mukosa

    mulut & faring

    •Gejala radang di

    sekitar ulkus

    Mononukleosis

    •Tonsilo faringitis

    ulsero membranosa

    bilateral

    •Membran mudah

    diangkat

    •Pembesaran KGB

    •Leukosit

    mononukleus jumlah

    besar

    •Reaksi Paul Bunnel

  • • Rangsangan menahun dari rokok, makanan, higiene mulut yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fisik, pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat.

    • Gejala: – Tonsil membesar

    – Permukaan tidak rata

    – Kripti melebar terisi detritus

    – Rasa mengganjal ditenggorok

    – Rasa kering di tenggorok

    – Napas berbau

    • Terapi: lokal perbaiki higiene mulut

  • proses

    radang

    berulang

    Jaringan

    akan

    mengerut

    Kripta

    melebar

    Epitel

    mukosa dan

    jaringan

    limfoid

    terkikis

    Kripta terisi

    oleh

    detritus

    Jar.limfoid

    diganti

    jaringan

    parut

    Proses

    meluas

    Perlengketa

    n di fosa

    tonsilaris

    Menembus

    kapsul

    tonsil

  • Komplikasi

    • Rhinitis kronik

    • Sinusitis atau otitis media secara

    perkontinuitatum

    • Hematogen & limfogen :

    • Endokarditis, artritis, miositis, nefritis,

    uveitis, dermatitis, pruritus, urtikaria dan

    furunkulosis

  • • Serangan tonsilitis lebih dari 3x dalam setahun walaupun

    telah dapat terapi adekuat

    • Hipertrofi tonsil menimbulkan maloklusi gigi dan

    gang.pertumbuhan orofasial

    • Sumbatan jalan napas, gang.menelan, gang.bicara, sleep

    apnea, cor pulmonal

    • Napas bau

    • Hipertrofi tonsil curiga keganasan

  • Tonsilitis Recurrent

    • Benzathine Penisilin (BP) secara IM :

    Dosis : 600.000 IU < 27 kg | 1.200.000 IU > 27 kg

    setiap 2 minggu dalam 6 bulan

    • Azithromycin (AZT) :

    250 mg < 25 kg | 500 mg > 25 kg

    setiap minggu dalam 6 bulan

  • ▪ Tonsil adalah bagian dari cincin waldeyer berfungsi

    sebagai pertahanan local.

    ▪ Tonsilitis harus mendapat penanganan yg baik,

    untuk mencegah timbulnya komplikasi.

    ▪ Terapi meliputi konservatif danoperatif.

    ▪ Indikasi tonsilektomi/adenotonsilektomi mumnya

    tonsilitis rekuren.

    ▪ Efek tonsilektomi : tidak mengganggu status

    imunitas, menurunkan kekambuhan tonsillitis

    dan memperbaiki kualitas hidup penderita.

  • 1. Shah, K. Udayan. 2014. Tonsilitis and Peritonsilar abcess. Emedicine, http://emedicine.medscape.com/article/871977-overview

    2. Farokah. 2005. Laporan Penelitian: Hubungan Tonsilitis Kronik dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas II Sekolah Dasar di Kota Semarang. FKUGM : Yogyakarta.

    Hal :1-46

    3. Babaiwa, U.F., Onyeagwara N.C., dan Akerele J.O. 2013. Bacterial tonsillar microbiota and antibiogram in recurrent tonsillitis. Japan . Page : 1012-1105

    4. Mal, R.K., A.F. Oluwasanmi, dan J.R. Mitchard. 2010. Tonsillar Crypts and Bacterial Invasion of Tonsils: A Pilot Study. NEJM : England p: 567-569

    5. Dhingra, P.L., dan Shruti Dhingra. 2005. Diseases of Ear, Nose and Throat, Fifth Edition. New Delhi : Elseiver.

    6. Soepardi, E.A. et al. 2012. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher. Edisi Ketujuh. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; hal 223-4.

    7. Snow, James B. dan John Jacob Ballenger. 2003. Ballenger’s Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery 16th Edition. Chicago : Williams & Wilkins.

    8. Pasha, R. 2008. Otolaryngology, Head and Neck Surgery, Clinical Reference Guide. Singular : Thompson Learning.

    9. Pulungan, M.R., dan Novialdi N. 2005. Mikrobiologi Tonsilitis Kronis. EGC : Jakarta , H: 119-198]

    10. Probst, Rudolf., Gerhard Greves, dan Heinrich Iro. 2006. Basic Otorhinolaryngology A Step-by-Step Learning Guide. USA: Georg Thieme Verlag, 2006; Hal 113-9.

    11. Flint, Paul W. et al. 2010. Cummings Otolaryngology Head & Neck Surgery 5th edition. Philadelphia : Mosby Elsevier.

    12. Campisi, Paolo., dan Ted L. Tewfik. 2003. Tonsilitis and its Complications. London :Elsevier :, Page 13-16]

    13. Hsieh, T.H., et al. 2011. Are empiric antibiotics for acute exudative tonsillitis needed in children ?.

    14. Onerci, T.M. 2009. Diagnosis in Otorhinolaryngology, An Illustrate Guide. New York : Springer

    15. Alasil, Saad., et al. 2011. Bacterial identification and antibiotic susceptibility patterns of Staphyloccocus aureus isolates from patients undergoing tonsillectomy in Malaysian University

    Hospital. Malaysia: Malaysian Univ hospital

    16. Ugras, Serdar., dan Ahmet Kuthulan. 2008. Chronic Tonsilitis can be Diagnosed with Histopatologic Findings. Diunduh dari : http://www.bioline.org.br/pdf?gm08018 [Diakses 13

    November 2014]

    17. Liston, S.L. 1997. Adams, Boeis dan Higler. Eds. Buku Ajar Penyakit THT Boeis Edisi 6. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

    18. Ludman, H., dan Patrick J.B. 2007. ABC of Ear, Nose and Throat, Fifth Edition. Massachusetts : Blackwell Publishing Inc.

    19. Darro DH.Siemens C. 2002. Indication For Tonsillectomy and Andenoidectomy. Laryngoscope, 112 (8 Pt Suppl 100) England : NEJM : hal : 6-10

    20. Rusmarjono dan Efiaty Arsyad Soepardi. 2002. Penyakit serta Kelainan Faring dan Tonsil dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit THT; Edisi V; Jakarta : Balai Pustaka FKUI; p.178 – 184.

    21. Diaa El Din, dkk. Management of recurrent tonsilitis in children. American Journal of Otolaryngology-Head and Neck Medicine and Surgery. Elsevier. 2017. 371-374

    http://emedicine.medscape.com/article/871977-overview http://www.bioline.org.br/pdf?gm08018

  • TERIMA KASIH