Sistem Hormon Pada Ikan

download Sistem Hormon Pada Ikan

of 30

  • date post

    09-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    448
  • download

    113

Embed Size (px)

Transcript of Sistem Hormon Pada Ikan

  • SISTEM HORMON PADA IKAN

    Dr. Rochmah Kurnijasanti,MSi., drh.

  • Hormon : zat kimia yang di hasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu yang mempunyai efek tertentu pada aktivitas organ organ lain dalam tubuh Molekul hormone dilepaskan langsung ke aliran darah. ektohormon yaitu hormone yang tidak langsung dialirkan dalam darah, melainkan melalui sirkulasi atau difusi ke sel target

  • Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi, misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi.Kerja hormon menyerupai kerja syaraf, yaitu mengontrol dan mengatur keseimbangan kerja organ-organ di dalam tubuh.

  • @Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari ektodermal : protein, peptida, atau derivat dari asam-asam amino

    @Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari mesodermal (gonad, korteks ardenal) berupa steroid.

  • PolypeptidesSteroidsAmino acid derivativesInsulinglucagonsomatotropinFSHLHvasopressinOxytocinthyrotropinACTHEstrogentestosteronecortisolAldosteronecorticosteroneProgesteroneEpinephrinenorepinephrinedopamineThyroxine, T3 and T4MelatoninSerotonin

  • HypothalamusAnterior pituitaryPosterior pituitaryThyrotropinACTHSomatotropinLHFSHProlactinVasopressinOxytocinThyroidAdrenalCortexAdrenalMedullaPancreasOvaryTestisMuscles liverTissues Liver,musclesEstradiolTestosteroneInsulin,glucagon,somatostatinT3CortisolaldosteroneMammary glandsReproductive organsEpinephrineReleasinghormonesNervous

  • Feedback LoopsRule: Hormones elicit their own shut off mechanismHypothalamusCorticotropinreleasing factorAnteriorPituitary-CorticotropinCortisolAdrenalCortex

  • Sistem Hormon Pada IkanIkan memiliki beberapa kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon, antara lain pituitari, tiroid, ginjal, gonad, pankreas dan urophisis.

  • PituitariKelenjar pituitari atau hipofisa terletak pada lekukan tulang di dasar otak (sela tursika), terdiri atas dua bagian utama, yakni adenohipofisa dan neurohipofisa adeno hipofisa terdiri atas pars distalis dan pars intermedia neurohipofisa hanya terdiri atas pars nervosa

  • Pituitari Pars distalis : bagian utama adenohipofisa menghasilkan sel-sel pesekresi :H.prolaktin (pengaturan Na ikan air tawar) h.adrenocorticotropic (ACTH), h.pelepas tiroid (TSH), h.pertumbuhan(STH-Somatotropin)gonadotropin

  • Pituitari pars intermedia mensekresi hormon pelepas melanosit (MSH), Fungsi: mengontrol melanophora dan mungkin juga dalam melanogenesis pelepasan hormon diatur oleh faktor-faktor yang berasal dari hipotalamus. neurohipofisa hanya terdiri atas pars nervosa yang berfungsi mensekresikan ocytoxinarginin vasotocin isotocin Fungsi : osmoregulasi dan reproduksi

  • Hormon-Hormon yang Mengatur Pelepasan Hormon Pituitari

    HORMON HIPOTALAMUS SINGKATAN Gonadotropin releasing hornonGnRH, GnRFGonadotropin release-inhibiting hormonGnRIH, GnRIF Somatostatin hormon (STH) releasing hormon SRH, SRF Somatostatin hormon (STH) release-innhibiting hormonSRIH, SRIFProlaktin releasing hormon PRH, PRFProlaktin release-inhibiting hormon PRIH, PRIF

  • Tiroid Tirotrofin pituitari : faktor utama yang mengontrol fungsi tiroid dibawah kondisi normalfungsi tiroid:membuat, menyimpan, mgeluarkan sekresi yang terutama berhubungan dengan pengaturan laju metabolisme. Sintesis dan pengeluaran hormon tiroid secara otomatis diatur untuk memenuhi tuntutan kadar hormon dalam darah lewat mekanisme feedback hipotalamik.

  • Tiroid Bila kadar hormon tiroid yang beredar dalam darah tinggi maka akan menekan output TSH pituitari, sedangkan kadar rendah menaikkannya Hormon tiroid yang penting : tetraiodotironin (T4) dan triiodotironin (T3). Hormon ini penting dalam pertumbuhan, metamorfosis dan reprooduksi.

  • Tiroid Fungsi tiroksin :menambah produksi energi dan konsumsi oksigen pada jaringan yang normalmempunyai pengaruh anabolik dan katabolik terhadap proteinmeningkatkan proses oksidasi dalam tubuhmempercepat laju penyerapan monosakarida dari saluran pencernaanmeningkatkan glikogenolisis hatididuga mengontrol pelepasan somatotropin, kortikotropin dan gonadotropin dari hipofisis

  • KELENJAR PARATHYROID

    * Hormon parathyroid adalah polipetida yang dinamakan parathormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium, dan sedikit menentukan kadar fosfor di dalam darah.

    *Jaringan kelenjar pada Cylostomata dan bangsa ikan, yang homolog dengan parathyroid telah ditemukan, namum fungsinya belum diketahui pasti.

  • Ginjal Ginjal merupakan salah satu organ yang memiliki sel-sel endokrin, antara lain jaringan internal, sel-sel kromaffin, juxtaglomerulus, dan korpuskel stanius. . Fungsi kelenjar ini dikontrol oleh pituitari melalui ACTH.

  • JARINGAN INTERRENAL (ADRENAL CORTEX) Jaringan interrenal mensekresikan hormon adrenocorticosteroid yang mengontrol proses osmoregulasi dengan cara mempengaruhi ginjal, insang dan saluran gastrointestinal, dan mempengaruhi metabolisme protein dan karbohidrat. Jaringan interrenal pada Cyclostomata, tersebar sepanjang vena cardinalis posterior dan vena lainnya. Pada Teleostei jaringan interrenal menyebar, tetapi selalu membentuk bintik-bintik noda yang terdapat di dekat atau pada kepala ginjal.

  • JARINGAN CHROMAFFIN (SUPRARENAL) Sel-sel chromaffin pada ikan bertulang sejati tersebar di sepanjang vena poscardinalis dan dimungkinkan perluasannya tercampur dengan sel interrenal. Jaringan ini mensekresikan adrenalin mengadakan respon terhadap hormon ini menaikkan kadar gula dalam darah menaikkan tekanan darah, konsentrasi melanin dalam melanophoraKerja hormon ini menyerupai sistem kerja syaraf simpathetic

  • BADAN STANIUS Kelenjar ini memilik fungsi sebagai kelenjar endokrin yang sekresi sekresinya diduga ikut dalam proses penyesuaian tekanan osmotik lingkungan dengan tekanan osmotik cairan tubuh pada ikan (osmoregulasi).

  • Gonad Gonad merupakan kelenjar endokrin yang dipengaruhi oleh gonadotropin hormon (GtH) yang disekresikan kelenjar pituitari. tidak secara langsung mempengaruhi perkembangan telur atau seperma ikan mempengaruhi sekresi estrogen oleh sel folikel telur androgen oleh jaringan testis.

  • Gonad Estrogen yang umum didapatkan dalam cairan ovarium teleostei adalah estradiol -17 yang merupakan derivat dari 17hydroxyprogesterone, sedangkan androgen yang umum disintesis adalah testosteron.

  • PULAU-PULAU LANGERHANS Pada ikan bertulang sejati biasanya jaringan ini terdapat di pyloric caeca, usus kecil, limpa dan empedu. menghasilkan insulin yang berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan dalam pengubahan glukosa menjadi glycogen, dan dalam oksidasi glukosa dan pembuatan lemak.

  • BADAN PINEAL Organ pineal pada puncak otak atau pada bagian atas dienchepalon merupakan fotoreseptor. Sekresi yang dihasilkan oleh badan pineal adalah melatonin yang mengumpulkan melanin.

  • Kelenjar Ultimobranchial *Pada teleostei, kelenjar ultimobranchial terletak pada septum pemisah antara rongga abdomen dan sinus venosus,*tampak sebagai pita berwarna putih pada septum. *Kelenjar ini serupa dengan paratiroid pada vertebrata tingkat tinggi, tetapi tidak berupa folikel, melainkan menyebar pada septum.

  • Kelenjar Ultimobranchial

    *Hormon yang disekresikan : Kalsitonin*Hormon ini berperanan menurunkan kadar kalsium darah. *Beberapa kajian juga menunjukkan bahwa kalsitonin dapat melakukan peranan dalam membuat ikan mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan hidromineral yang berubah-ubah.

  • Urofisis nama lain : caudal neurosekretori sistem terletak pada bagian belakang spinal corddidapatkan pada setiap spesies ikan fungsi hormon yang dihasilkannya ????sekresi urofisis berhubungan dengan fungsi osmoregulasi, dimana pengaruh terbesarnya adalah pada ginjal.

  • Urofisis

    Ada 4 jenis hormon yang diidentifikasi dari urofisis, yakni urotensin I, II, III dan IV. Pada ikan, urotensin I belum diketahui efeknya secara pasti, tapi pada vertebrata darat, berperanan dalam penurunan tekanan darah. Urotensin II berperan dalam kontradiksi otot licin, misalnya otot rektum dan kandung kemih Urotensis III menstimulasi peningkatan penyerapan NA+ oleh insang dan pelepasan NA+ oleh ginjal. Urotensin IV diduga adalah arginine vasotocin, tetapi hanya teridentifikasi pada rainbow trout Jepang. Pada ikan karper, urofisis memproduksi sejumlah besar acetilcholine.