Laporan Tutorial Sistem Hormon

download Laporan Tutorial Sistem Hormon

of 23

  • date post

    29-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    157
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Laporan tutorial tentang kelenjar endokrin

Transcript of Laporan Tutorial Sistem Hormon

LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN TUTORIALSGD 5 LBM 4

SISTEM HORMON

Telah Disetujui oleh :

Semarang, 3 Maret 2014Tutor

drg. Andina Putri Rizkia, SpKG

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN1DAFTAR ISI2BAB I4PENDAHULUAN4A.Latar Belakang4B.Skenario4C.Identifikasi Masalah5BAB II6TINJAUAN PUSTAKA6A.Landasan Teori61.Kelenjar6a.Definisi Kelenjar6b.Macam-macam kelenjar,hormone yang dihasilkan dan fungsinya6c.Perbedaan kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin13d.Mekanisme umpan balik kelenjar endokrin13e.Kelainan Kelenjar152.Hormon16a.Definisi Hormon16b.Klasifikasi Hormon16c.Fungsi Hormon17d.Produksi Hormon17e.Mekanisme Kerja Hormon183.Masa Pubertas18a.Definsi Masa Pubertas18b.Hormon yang berpengaruh dalam masa pubertas19B.Kerangka Konsep21BAB III22KESIMPULAN22DAFTAR PUSTAKA23

BAB I PENDAHULUANA.Latar BelakangDiketahui bahwa banyaknya mahasiswa yang belum memahami benarmengenai Sistem Hormon dan kesulitan dalam mencari sumber belajaryang tepat dan dapat dipercaya. Dalam kenyataannya menunjukkan bahwa tidakbanyak mahasiswa yang mau bersusah payah untuk mencari jawaban ataupun sumber-sumber belajar secara terperinci dan jelas. Oleh karena itu perlu diupayakan suatupembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahamidan mendapatkan sumber belajar mengenai Sistem Imun yang baikagar dapat menyelesaikan soal pembelajaran.Upaya meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menemukan sumberbelajar merupakan suatu upaya yang paling logis dan realistis. Dosen ataupun Tutorsebagai salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan keberhasilan pendidikan diUniversitas, khususnya dalam peningkatan aktivitas dan hasil belajar, harus berperan aktif serta dapat memilih strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasilbelajar mahasiswa. Dosen perlu juga memperhatikan penggunaan media pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi sehingga akan sangat membantu mahasiswadalam menyelesaikan masalah dan memahami materi atau konsep Sistem Hormon yang diberikan oleh dosen.

B.Skenario

Dito seorang remaja berusia 13 tahun baru memasuki masa pubertas. Wajahnya mulai bermunculan jerawat,suaranya berubah menjadi lebih berat,jakun pada lehernya mulai tumbuh dan terjadi perubahan lain pada fisiknya.Dito bertanya pada orang tuanya yang berprofesi sebagai dokter mengenai hal ini dan orang tuanya menjelaskan bahwa kondisi yang dialami saat ini dipengaruhi oleh hormone dan kelenjar-kelenjar yang ada pada tubuhnya.Kelenjar-kelenjar ini berhubungan satu dengan yang lainnya sehingga mereka bekerja saling mempengaruhi baik organ lain maupun kelenjar lainnya.Dito kemudian mencari informasi lebih mendalam mengenai hormone dan kelenjar yang enyebabkan perubahan pada dirinya.C.Identifikasi Masalah

1. Apa definisi dari hormon dan bagaimana klasifikasinya?2. Apa fungsi hormon?3. Apa saja macam-macam kelenjar,hormonnya dan fungsinya?4. Apa perbedaan kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin?5. Bagaimana mekanisme produksi hormone?6. Bagaimana mekanisme kerja hormone sehingga dapat mempengaruhi organ-organ tertentu?7. Bagaimana mekanisme umpan balik dari kelenjar endokrin?8. Hormon apa saja yang berpengaruh pada scenario diatas?9. Apa saja kelainan kelenjar?

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA.Landasan Teori1.Kelenjara.Definisi Kelenjar Kelenjar merupakan suatu kumpulan agregat dari sel-sel epitel yang tersusun untuk menjalankan fungsi seksresi dan eksresi. Sel-sel epitel ini disebut epitel glanduler. Kelenjar juga dapat berfungsi mengeluarkan zat sisa metabolism dari pembuluh darah.b.Macam-macam kelenjar,hormone yang dihasilkan dan fungsinya1.Kelenjar EndokrinKelenjar endokrin adalah kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk memengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan.

Contoh kelenjar endokrin:a. HipofisisKelenjar Hipofisis (pituitary) disebut juga master of gland atau kelenjar pengendali karena menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Kelenjar ini berbentuk bulat dan berukuran kecil, dengan diameter 1,3 cm. Hipofisis dibagi menjadi hipofisis bagian anterior, bagian tengah (pars intermedia), dan bagian posterior. Hipofisis Lobus AnteriorHormon yang dihasilkanFungsi dan gangguannya

Hormon Somatotropin (STH), Hormon pertumbuhan (Growth Hormone / GH)

merangsang sintesis protein dan metabolisme lemak, serta merangsang pertumbuhan tulang (terutama tulang pipa) dan otot. kekurangan hormon ini pada anak-anak-anak menyebabkan pertumbuhannya terhambat /kerdil (kretinisme), jika kelebihan akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). Jika kelebihan terjadi pada saat dewasa, akan menyebabkan pertumbuhan tidak seimbang pada tulang jari tangan, kaki, rahang, ataupun tulang hidung yang disebut akromegali.

Hormon tirotropin atau Thyroid Stimulating Hormone (TSH)

Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kelenjar gondok atau tiroid serta merangsang sekresi tiroksin

Adrenocorticotropic hormone (ACTH)

Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan aktivitas kulit ginjal dan merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan glukokortikoid (hormon yang dihasilkan untuk metabolisme karbohidrat)

Prolaktin (PRL) atau Lactogenic hormone (LTH)

Membantu kelahiran dan memelihara sekresi susu oleh kelenjar susu

Hormon gonadotropin pada wanita :

1. Follicle Stimulating Hormone (FSH)

2. Luteinizing Hormone (LH)

Merangsang pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan estrogen

Mempengaruhi pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan progestron

Hormone gonadotropin pada pria :

1. FSH

2. Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH)

Merangsang terjadinya spermatogenesis (proses pematangan sperma)

Merangsang sel-sel interstitial testis untuk memproduksi testosteron dan androgen

Hipofisis pars mediahormonFungsi

MSH (Melanosit Stimulating Hormon)Mempengaruhi warna kulit individu, dengan cara menyebarkan butir melanin, apabila hormon ini banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit menjadi hitam.

Hipofisis lobus posterior hormonFungsi

OksitosinMenstimulasi kontraksi otot polos pada rahim wanita selama proses melahirkan

Hormon ADHMenurunkan volume urine dan meningkatkan tekanan darah dengan cara menyempitkan pembuluh darah

b. ParatiroidParatiroid menempel pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah. Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan

c. TiroidTiroid merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan di antara keduanya dapat daerah yang menggenting. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh. Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium dalam makanan dalam waktu panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan iodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di dalam makanan. Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik tiroid (Morbus Basedowi) dengan gejala sebagai berikut; kecepatan metabolisme meningkat, denyut nadi bertambah, gelisah, gugup, dan merasa demam. Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus) dan kelenjar tiroid membesar.d. kelenjar adrenalin (Anak ginjal)Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal. Pada setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula). Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan penyakit Addison dengan gejala sebagai berikut: timbul kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntahmuntah, terasa sakit di dalam tubuh. Dalam keadaan ketakutan atau dalam keadaan bahaya, produksi adrenalin meningkat sehingga denyut jantung meningkat dan memompa darah lebih banyak. Gejala lainnya adalah melebarnya saluran bronkiolus, melebarnya pupil mata, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri. .e. pancreasAda beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai pulau Langerhans berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi glikogen untuk disimpan. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit diabetes. Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bekerja antagonis dengan hormon insulin.

f. OvariumOvarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel telur, ovarium juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkan ovarium yaitu sebagai berikut.1. EstrogenHormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang dapat membedakan wanita dengan Aria tanpa melihat kelaminnya. Contohnya