Program Bimbingan Dan Konseling

download Program Bimbingan Dan Konseling

of 35

  • date post

    09-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    45
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Program Bimbingan Dan Konseling

Kata Pengantar

Dengan penuh kerendahan hati penulis panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,karena atas berkat rahmatNya dan bimbinganNya penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan program kerja bimbingan dan konseling yang akan dijadikan pedoman bagi pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Kesamben, sehingga diharapkan program ini dapat berhasil untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah out put peserta didik.Dalam setiap satuan pendidikan bimbingan dan konseling merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam setiap kegiatan belajar,karena memiliki peranan yang sangat penting untuk memberikan layanan yang prima bagi segenap peserta didik memerlukan bantuan untuk mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi peserta didik dalam proses pembelajaran.Agar kegiatan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Kesamben dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka perlu landasan pacu yang baik untuk mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling tersebut, untuk itulah penulis menyadari perlunya program kerja bimbingan dan konseling, maka sedikit demi sedikit penulis menyusun program kerja ini dari awal hingga terselesaikannya program ini secara keseluruhan.Segenap personal sekolah lainnya, terutama kepala sekolah, guru mata pelajaran dan wali kelas diharapkan dapat bekerjasama untuk membantu kelancaran tugastugas guru bimbingan dan konseling sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya.Sebagai manusia biasa penulis tentu memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan pengetahuan dalam menyusun program ini, sehingga penulis menyadari bahwa program ini masih jauh dari kesempurnaan, sebagai upaya penyempurnaan program bimbingan dan konseling ini, maka penulis secara terbuka menerima saran dan masukan dari semua pihak demi perbaikan program bimbingan dan konseling ini.Tak lupa penulis ucapkan banyak-banyak terima kasih kepeda semua pihak yang telah membantu memberikan data,masukan dan saran dalam kaitannya dengan penyusunan program kegiatan bimbingan dan konseling ini

Kesamben, 14 Juli 2014 Penyusun

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHANKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG1. LANDASAN REGULASI2. LANDASAN KEILMUAN3. LANDASAN FILOSOFIS4. LANDASAN PSIKOLOGIS5. LANDASAN SOSIAL BUDAYA6. LANDASAN RELEGIUS7. LANDASAN PEDAGOGIKB. DASAR HUKUM BIMBINGAN DAN KONSELINGC. TUJUAND. MANFAATE. UNSUR-UNSUR PENYUSUNAN PROGRAMBAB II BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAHA. VISI DAN MISI BIMBINGAN DAN KONSELING1. . VISI SEKOLAH2. MISI SEKOLAHB. TUJUAN KHUSUSC. PERMASALAHAND. RENCANA KEGIATAN DAN OPERASIONALE. BIDANG BIMBINGANF. FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELINGG.. JENIS-JENIS LAYANANH. . KEGIATAN PENDUKUNGI. FORMAT KEGIATAN

BAB III PROGRAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAHA. JENIS JENIS PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING1. PROGRAM HARIAN2. . PROGRAM MINGGUAN3. . PROGRAM BULANAN4. PROGRAM SEMESTERAN5. PROGRAM TAHUNANB. . PENYUSUNAN PROGRAMC. . KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELINGD. . PENILAIAN BIMBINGAN DAN KONSELINGE. TAHAP-TAHAP PENILAIANF. PENJADWALANG. PENGAWASAN KEGIATANH. PEMBAGIAN TUGAS GURU BIMBINGAN DAN KONSELINGI. TINDAK LANJUTJ. LAPORANK. ANGGARANBAB IV PENUTPLAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG1. LANDASAN REGULASIDalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah tentunya harus mengikuti garis-garis besar yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai landasan regulasi yaitu Undang Undang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 butir (1) menegaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri,kepribadian,kecerdasan,ahlak mulia,serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,bangsa dan negara. Pasal 3 pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat, berilmu, cakap,kreatif,mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.2. LANDASAN KEILMUAN1) Pengertian Bimbingan dan KonselingAdapun pengertian dari bimbingan dan konseling itu sendiri merupakan terjemahan dari guidance and counseling dalam bahasa inggris, secara harfiyah istilah guidance itu diambil dari akar kata guide yang berarti .1. Mengarahkan (to direct).2. Memandu (to pilot )3. Mengelola (to manage)4. Menyetir (to steer) Namun masih banyak lagi penegertian bimbingan dan konseling yang dikemukakan para ahli diantaranya Sunaryo Kartadinata (1998:3) mengartikan sebagai proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal. Sedangkan Rochman Natawijaya(1987:37) mengartikan biombingan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan , supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga sanggup mengarahkan dirinya

dan dapat bertindak secara wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah,keluarga,masyarakat dan kehidupan pada umumnya. Dengan demikian dian akan dapat menikmati kebahagiaan hidupnya,dan dapt memberikan sumbangan yang berarti pada kehidupan masyarakat pada umumnya sehingga bimbingan dapat membantu individu untuk mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk sosial.Dari definisi diatas dapat diangkat makna sebagai berikut:Bimbingan merupakan suatu proses,yang berkesinambungan bukan kegiatan yang seketika atau kebetulan. Bimbingan merupakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis dan berencana yang terarah kepada pencapaian tujuan.Bimbingan merupakan helping yang identik dengan aiding assisting, atau availing yang berarti bantuan atau pertolongan. Makna bantuan dalam bimbingan menunjukan bahwa yang aktif dalam mengembangkan diri, mengatasi masalah atau mengambil keputusan adalah individu atau peserta didik sendiri. Dalam proses bimbingan pembimbing tidak memaksakan kehendaknya sendiri,tetapi berperan sebagai fasilitator. Istilah bantuan dalam bimbingan dapat juga dimaknai sebagai upaya untuk(a) menciptakan lingkungan(fisik,psikis,sosial,dan spiritual) yang kondusif bagi perkembangan siswa,(b) memberikan dorongan dan semangat,(c)mengembangkan keberanian bertindak dan bertanggung jawab,dan (d) mengembangkan kemampuan untuk memperbaiki dan mengubah prilakunya sendiri. Individu yang dibantu adalah individu yang sedang berkembang dengan segala keunikannya. Bantuan dalam bimbngan diberikan dengan pertimbangan keragaman dan keunikan individu tidak ada teknik pemberian bantuan yang berlaku umum bagi setiap individu. Teknik bantuan seyogyanya disesuaikan dengan pengalaman,kebutuhan,dan masalah individu. Untuk membimbing individu diperlukan pemahaman yang komprehensif tentang karakteristik kebutuhan,atau masalah individu.tujuan bimbingan adalah perkembangan optimal,yaitu perkembangan yang sesuai dengan potensi dan sistem nilai tentang kehidupan yang baik dan benar. Perkembangan optimal bulanlah semata-mata pencapaian tingkan kemampuan intelektual yang tinggi, yang ditandai dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan, melainkan suatu kondisi dinamik dimana individu (1) mampu mengenal dan memahami diri (2) berani menerima kenyataan diri secara objektif (3) mengarahkan diri sesuai dengan kemampuan, kesempatan, dan sistem nilai (4) melakukan pilihan dan mengambil keputusan atas tanggung jawab sendiri. Diketahui sebagai kondisi dinamik, karena kemampuan yyang disebutkan diatas akan berkembang terus dan hal ini terjadi karena individu berada didalam lingkungan yang terus berubah dan berkembang.

2). Prinsip-Prinsip Dasar Bimbingan dan KonselingDalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling ada bebrapa prinsip dasar yang dipandang sebgai pondasi dalam memberikan layanan. Prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar dalam pemberian layanan bantuan atau bimbingan baik di sekolah maupun diluar sekolah. Prinsip-prinsip tersebut adalah :a. Bimbingan diperuntukkan bagi semua individu ( guidance is for all individuals). Prinsip ini berarti bimbingan diberikan kepad semua individu atau peserta didik, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah, baik pria maupun wanita, baik anak-anak,remaja maupun dewasa. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat prefentif dan pengembangan daripada penyembuhan(kuratif) dan lebih diutamakan teknik kelompok daripada perseorangan (individual).b. Bimbingan bersifat individualisasi. Setiap individu bersifat unik(berbeda satu lain),dan melalui bimbingan individu dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikkannya tersebut. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah individu meskipun teknik layanan bantuannya menggunakan kelompok.c. Bimbingan menekankan hal yang positif. Pada kenyataanya masih ada individu yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan,karena bimbingnan dianggap sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut, bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankna pada kekuatan dan kesuksesan, kerena bimbingan merupakan cara untuk membangun pandangan positif terhadap diri sendiri,memberikan dorongan dan peluang untuk berkembang.d. Bimbinga