meniere dan prebikusis

download meniere dan prebikusis

of 48

  • date post

    16-Apr-2015
  • Category

    Documents

  • view

    45
  • download

    5

Embed Size (px)

description

meniere dan prebikusis

Transcript of meniere dan prebikusis

Meniere dan Presbiakusis

Skenario 2 Mr. X, male, 53 years,came to the ENT clinic (Ear, Nose, and Throat) of Dr. Mohammad Husin Hospital (RSMH), with dizziness since the last three months. There was also tinnitus, reduce of hearing, nausea, and vomit sometime. He has experienced reduce of hearing on both ears since a years ago that worsened lately. He had been diagnosed for Chronic Supurative Otitis Media on both ears a few years ago, but it has not exarcebated since the last two years. He has also diabetes melitus history. On physical examination, there was tympanic membrane perforation appearance of the right ear. The evaluation result for tympanic membrane of the left ear, nose, and oropharinx were normal.

KLARIFIKASI ISTILAH Dizziness : gangguan perasaan dari hubungan terhadap ruangan sensasi tidak kokoh dan perasaan seolah berputar, pusing, kepala terasa ringan, dan ketidakseimbangan. Tinnitus : suara berdengung atau berdenging pada satu sisi atau kedua telinga. Reduce of hearing : penurunan kemampuan pendengaran. Chronic supurative otitis media : infeksi kronis pada telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah secara terus menerus atau hilang timbul.

Exarcebated : serangan yang lebih buruk.

Tympanic membrane perforation : rupturnya membran timpani Oropharynx : bagian pharynx yang terletak antara palatum mole dan tepi atas epiglotis.

IDENTIFIKASI MASALAH1. Mr. X, laki-laki, 53 tahun, datang dengan keluhan dizziness dan kadang disertai tinitus, penurunan pendengaran, mual dan muntah sejak 3 bulan terakhir. 2. Dia mengeluh mengalami penurunan pendengaran di kedua telinga sejak 1 tahun lalu dan bertambah buruk akhir-akhir ini. 3. Beberapa tahun lalu, ia didiagnosis otitis media supuratif kronik, tetapi belum pernah eksarsebasi sejak 2 tahun belakangan. 4. Dia memiliki riwayat diabetes melitus. 5. Pemeriksaan fisik:a. Pada telinga kanan : Perforasi membran timpani b. Pada telingan kiri : membran timpani normal c. Hidung dan oropharynx normal

ANALISIS MASALAH1. Bagaimana anatomi dan fisiologi telinga? 2. Sejak 3 bulan lalua. Dizzinessi. Etiologi ii. Mekanisme

b. Tinnitusi. Etiologi ii. Mekanisme

c. Penurunan pendengarani. Etiologi ii. Mekanisme iii. Mengapa sejak 1 tahun lalu dan bertambah buruk?

d. Mual dan muntahi. Etiologi ii. Mekanisme

3. Otitis media supuratif kronik:a. Definisi b. Etiologi c. Faktor resiko d. Manifestasi klinis e. Dampak f. Hubungan dengan gejala dan tanda yang dialaminya sekarang

4. Bagaimana hubungan diabetes melitus dengan gejala dan tanda yang dialaminya sekarang? 5. Bagaimana interpretasi pemeriksaan fisiknya?

6. Mengapa perforasi membran timpani hanya tampak pada membran timpani telinga kanan sedangkan pada beberapa tahun lalu CSOM terjadi di kedua telinga?

7. Apa diagnosis bandingnya?8. Apa diagnosisnya? 9. Bagaimana penatalaksanaan? 10. Bagaimana prognosis dan komplikasinya?

HIPOTESIS Mr. X, laki-laki, 53 tahun mengalami dizziness, tinitus, penurunan pendengaran, mual, dan muntah karena penyakit Meniere dan presbyacusis.

SINTESIS

Anatomi dan Fisiologi Telinga Telinga terdiri atas telinga luar, tengah, dan telinga dalam Telinga luar terdiri dari auricular dan meatus acusticus externus Telinga tengah adalah ruang berisi udara di dalam pars petrosa ossis temporalis yang dilapisi oleh membrane mucosa Telinga tengah berisi tulang-tulang pendengaran yang berfungsi meneruskan getaran membrana tympani (gendang telinga) ke perilympha telinga dalam

Gejala 3 bulan yang lalu.Dizzinessdapat ditimbulkan oleh: Infeksi (labirintitis, petrositis, meningitis) Vaskular (oklusi, aneurisma, infark, migren) Trauma Neoplasma Metabolik (Diabetes mellitus, otosklerosis, Penyakit Paget, defisiensi tiamin, ataksia familial, osteopetrosis.) Toksin Idiopatik (Penyakit Meniere, neuronitis vestibularis, kupulolitiasis, multiple sklerosis.)

Mekanisme.

Tinnitus Etiologi: gangguan keseimbangan cairan dalam telinga, infeksi, atau penyakit yang menyerang tulang pendengaran dan gendang telinga. Mekanisme:

Penurunan pendengaran Etiologi Penurunan pendengaran pada kasus ini disebabkan oleh penyakit meniere dan presbiakusis yang dideritanya.

Mengapa penurunan pendengarannya sejak 1 tahun lalu dan bertambah buruk? Penurunan pendengaran yang terjadi sejak 1 tahun yang lalu dan makin lama bertambah buruk menandakan bahwa Mr.X mengalami presbiakusis.

Mual dan muntah Mekanisme:

Otitis media supuratif kronik merupakan infeksi kronis pada telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan sekret (otorhea) yang keluar dari telinga tengah secara terus menerus atau hilang timbul Manifestasi klinis Hilangnya pendegaran Demam, vertigo, dan nyeri jika telah ada komplikasi intra temporal atau intrakranial External audotory canal mungkin bisa terjadi edema, tapi tidak nyeri tekan. Sekret yang purulen, seperti keju dari jernih sampai serous Jaringan granulasi kadang terlihat pada medial canal atau ruang telinga tengah Mukosa telinga tengah bisa terligat perforasi, mungkin juga edema atau pucat, polipoid, atau kemerahan

Dampak OSMK (Komplikasi)Menurut Adams: Komplikasi di telinga tengah Perforasi membran timpani persisten Erosi tulang pendengaran Paralisis nervus facialis

Komplikasi ekstradural Abses ekstradural Trombosis sinus lateralis Petrositis

Komplikasi di telinga dalam Fistula labirin Labirinitis supuratif Tuli saraf (tuli sensorineural)

Komplikasi ke sistem saraf pusat Meningitis Hidrosefalus otitis Abses otak

hubungan diabetes melitus - gejala dan tanda yang dialaminya sekarang Merupakan faktor risiko terjadinya gangguan telinga Merupakan salah satu penyebab tuli sensorik pada orang dewasa Penderita DM memiliki pH serumen lebih tinggi dibandingkan dengan pH serumen non-diabetes menyebabkan penderita DM lebih mudah terkena otitis eksterna

Diabetes menyebabkan proliferasi dan hipertrofi endotelium intimal pembuluh darah berkurangnya perfusi dan oksigenasi koklea (hipoperfusi) pembentukan merabolit oksigen reaktif dan radikal bebea membahayakan struktur telinga dalam yaitu membahayakan DNA mitokondrial telinga dalam

interpretasi pemeriksaan fisikNo. 1 Pemeriksaan Membran timpani telinga kanan Membran timpani telinga kiri Kasus Perforasi Interpretasi Otitis media supuratif kronik, otitis media supuratif subakut Normal

2

Normal

34

HidungOropharynx

NormalNormal

NormalNormal

perforasi membran timpani hanya tampak pada membran timpani telinga kanan sedangkan pada beberapa tahun lalu CSOM terjadi di kedua telingaAda 2 kemungkinan yaitu:Telah melakukan terapi Sekret sudah kering (stadium resolusi pada telinga kiri)

diagnosis bandingFaktor Dizzines Tinitus Tuli sensorineu ral Presbikusis + + + + + Meniere Koleasteatoma + + + Labirintitis Otosklerosis + + + + Konduksi perma nen + +/+ + Konduksi

Pendengaran +

+ Konduksi Tuli sensorinural nada rendah yang hilang timbul + -/+

Mual&Muntah Unilateral/Bilat Bilateral eral Nyeri telinga + +(usia tua) +

Bilateral -

Unilateral/Bilate Unilateral/bilat Unilateral ral eral + pd std lanjut +

PerforasiAge related Riwayat DM

+ +

+ pd std lanjut? -/+

+/? -/+

11-45 +

Diagnosis PENYAKIT MENIERE Definisi suatu kelainan labirin yang etiologinya belum diketahui, dan mempunyai trias gejala yang khas, yaitu gangguan pendengaran, tinitus, dan serangan vertigo akibat penyakit non supuratif pada labirin dengan edema Etiologi Penyebab pasti penyakit meniere belum diketahui. Penambahan volume endolimfa diperkirakan oleh adanya gangguan biokimia cairan endolimfa dan gangguan klinik pada membran labirin.

Epidemiologi Meskipun belum dapat diketahui secara pasti, namun diperkirakan terjadi 1000 kasus per 100.000 orang. Juga dapat dipengaruhi familial predisposition , namun diperkirakan setengah kasus tidak mempunyai riwayat keluarga akan penyakit meniere.Angka kejadian pada := 50-65%. Penyakit meniere dapat ditemukan hampir pada semua umur, pada beberapa peneltian menunjukan umur 49-67 tahun yang paling sering. Sering terjadi padapasien multiple sklerosis

Manifestasi Klinis Trias atau Sindrom Meniere yaitu vertigo, tinitus, dan tuli sensorineural terutama pada nada rendah. Mual, muntah, dan berkeringat Hiperakusis Nistagmus Drop attack Rasa penuh pada telinga atau rasa ada tekanan Vertigo yang disertai muntah

Faktor ResikoUmur diatas 40 tahun Penyakit autoimun Mengalami inflamasi pada telinga tengah Ras kaukasian Stres Alergi Kebisingan Intake garam dan kafein yang tinggi Trauma kapitis

Patofisiologi Gejala klinis penyakit meniere ditimbulkan oleh adanya hidrops endolimfa pada koklea dan vestibulum. Hal ini disebabkan oleh: Meningkatnya tekanan hidrostatik pada ujung ateri, Berkurangnya tekanan osmotik di dalam kapiler,

Meningkatnya tekanan osmotik ruang ekstra kapilerJalan keluar sakus endolimfatikus tersumbat, sehingga terjadi penimbunan cairan endolimfa.

Dampak sindrom meniere: Kematian sel rambut Perubahan mekanik pada telinga Hidrops limfe mengakibatkan Dilatasi utrikulus & sakulus yang menyebabkan adanya perlengketan dengan ossiculus stapes. Sakulus dilatasi pada tahap lanjut. Utrikulus dapat berdilatasi & mengerut secara periodic sehingga mengakibatkan gangguan pada telinga dalam yang periodik. Ketidakstabilitasan mekanis utrikulus & sakulus dapat mengakibatkan rupturnya membrane timpani Gangguan nervus vestibulokoklear Endolimfe kaya K+ bocor memasuki membrane yang memisahkan perilimfe kaya Na+ dan mengontaminasi perilimfe

Pemeriksan tambahan (anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lainnya)Anamnesis: Vertigo: tanyakan kapan serangan muncul, lamanya se