makalah meniere desease

Click here to load reader

  • date post

    11-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    371
  • download

    47

Embed Size (px)

description

askep meniere desease

Transcript of makalah meniere desease

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangPenyakit Meniere dinamakan sesuai nama seorang dokter Perancis, Prosper Meniere, yang pada tahun 1861 pertama kali menerangkan mengenai trias gejala (vertigo tak tertahankan episodik, tinitius, dan kehilangan pendengaran sensorineural berfluktuasi) sebagai penyakit telinga dan bukan merupakan penyakit sentral atau otak.Pada kebanyakan kasus, penyakit Meniere hanya mempengaruhi satu telinga saja namun pada beberapa kasus dapat terjadi pula pada kedua telinga dan dialami oleh 10% sampai 20% dari pasien yang mengidap penyakit meniere.Penyakit Meniere secara khas dapat terjadi mulai dari usia 20 sampai 50 tahun, baik pada pria maupun wanita sama pengaruhnya dari penyakit ini. Namun pada kelompok usia 40 dan 60 tahun lebih memiliki resiko yang besar untuk terkena penyakit ini dibandingkan dengan kelompok usia yang lainya, tetapi pada penyakit ini juga dapat menyerang berbagai kelompok usia bahkan menyerang anak anak. The National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) memperkirakan bahwa sekitar 615.000 orang di Amerika Serikat saat ini didiagnosis dengan penyakit meniere dan 45.500 kasus baru didiagnosa di setiap tahunnya.Penyakit Meniere menyebabkan rasa pusing yang hebat, tinitus (telinga berdenging), tuli dan gangguan keseimbangan. Saat ini tidak ada yang dapat menyebabkan penyakit meniere, akan tetapi dengan membatasi konsumsi garam, perencanaan pola makan yang seksama dan diuretik ringan dapat meredakan gejala Meniere.

B. Tujuan1. Tujuan UmumMenjelaskan asuhan keperawatan yang harus diberikan kepada klien dengan sindrom Meniere.2. Tujuan Khususa. Mahasiswa mampu memahami definisi dari sindrom Meniere.b. Mahasiswa mampu memahami etiologi dari sindrom Meniere.c. Mahasiswa mampu memahami Manifestasi klinis dari sindrom Meniere.d. Mahasiswa mampu memahami penatalaksanaan dari sindrom Meniere.e. Mahasiswa mampu memahami patofisiologi dari sindrom Meniere.f. Mahasiswa mampu memahami asuhan keperawatan dari sindrom Meniere, meliputi:1) Pengkajian2) Diagnosa Keperawatan3) Intervensi keperawatan4) WOC

C. ManfaatDengan adanya makalah ini, diharapkan mahasiswa mampu memahami asuhan keperawatan pada klien dengan sindrom Meniere, serta mampu mengimplementasikannya dalam proses keperawatan.

BAB IITINJAUAN TEORI

A. DefinisiPenyakit Meniere dinamakan sesuai nama seorang dokter Perancis, Prosper meniere yang pada tahun 1981 pertama kali menerangkan mengenai trias gejala (vertigo tak tertahankan episodik, tinitus dan kehilangan pendengaran sensorineural berfluktuasi) sebagai penyakit telinga dan bukan merupakan penyakit sentral atau otak. (Brunner & Suddarth, 2002).Penyakit Maniere adalah suatu kelainan labirin yang etiologinya belum diketahui dan mempunyai trias gejala yang khas, yaitu gangguan pendengaran, tinnitus dan serangan vertigo (Mansjoer, 2009).Penyakit Meniere adalah gangguan kronis saluran semisirkular dan labirin telinga dalam, tampak berhubungan dengan over produksi endolimfe di telinga dalam (Elizabeth J Corwin, 2009).Penyakit Meniere adalah gangguan telinga bagian dalam yang menyebabkan pusing berat (vertigo), telinga berdenging (tinnitus), gangguan pendengaran, dan telinga terasa penuh. Penyakit meniere biasanya hanya mempengaruhi satu telinga.(NIDCD, 2010).Penyakit Meniere adalah penyakit kronis yang ditandai dengan episode intermiten vertigo dengan sensorineural terkait gangguan pendengaran, tinnitus dan sensasi tekanan aural.(Joseph Manjaly, 2011)Penyakit meniere yang juga dikenal sebagai hidrops endolimfatik, merupakan disfungsi labirintin yang menyebabkan vertigo parah, kehilangan pendengaran sensorineural dan tinitus. (William & Wilkins, 2011).Dari beberapa definisi di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penyakit Meniere Disease adalah penyakit yang juga dikenal sebagai hidrops endolympatik yang merupakan gangguan kronis saluran semisirkular dan labirin telinga dalam serta mempunyai trias gejala yang khas yaitu gangguan pendengaran, telinga berdenging (tinitus) dan dapat menyebabkan pusing berat (vertigo).B. Etiologi Penyakit ini disebabkan oleh meningkatnya volume endolimfa pada skala media koklea atau disebut dengan hidrops endolimfe. Peningkatan cairan tersebut (penyebab terjadinya hidrops) diakibatkan oleh:1. Adanya gangguan kimia pada cairan endolimfe dan gangguan klinik pada membran labirin. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pasien dengan penyakit Meniere memiliki kantung endolimfatik yang kecil dan memiliki daya absorpsi cairan yang rendah sehingga dapat mengakibatkan peningkatan tekanan pada telinga bagian dalam.2. Meningkatnya tekanan hidrostatik pada ujung arteri3. Berkurangnya tekanan osmotik di dalam kapiler4. Meningkatnya tekanan osmotik ruang ekstrakapiler5. Jalan keluar sakus endolimfatikus tersumbat, sehingga terjadi penimbunan endolimfa6. Infeksi telinga tengah7. Infeksi trakus respiratorius bagian atas8. Trauma kepala9. Infeksi virus golongan herpesviridae10. HerediterPenyakit Meniere bersifat idiopatik, berikut akan dijelaskan mengenai penyebab yang dianggap dapat mencetuskan penyakit Meniere yaitu :1. Virus Herves (HSV)Herves virus banyak ditemukan pada pasien meniere. Terdapat laporan bahwa 12 dari 16 pasien meniere terdapat DNA virus herpes simplek pada sakus endolimfatikusnya. 2. HerediterPada penelitian didapatkan 1 dari 3 orang pasien mempunyai orang tua yang menderita penyakit meniere juga. Predisposisi herediter dianggap mempunyai hubungan dengan kelainan anatomis saluran endolimfatikus atau kelainan dalam sistem imun nya.

3. AlergiPada pasien meniere di dapatkan bahwa 30% diantaranya mempunyai alergi terhadap makanan. Hubungan antara penyakit meniere dengan alergi makanan adalah sakus endolimfatikus mungkin menjadi organ target dari mediator yang dilepaskan pada saat tubuh mengadakan reaksi terhadap makanan tertentu. Kompleks antigenantibody mungkin mengganggu dari kemampuan filtrasi dari sakus endolimfatikus. Ada hubungan antara alergi dan infeksi virus yang menyebabkan hidrops dari sakus endolimfatikus.4. Trauma KepalaJaringan parut akibat trauma pada telinga dalam dianggap dapat mengganggu aliran hidrodinamik dari endolimfatikus. Anggapan ini di perkuat dengan adanya pasien menieren yang mempunyai riwayat fraktur tulang temporal.5. AutoimunYang biasanya menyebabkan gejala meniere yang bersifat bilateral. Terdapat deposisi IgG pada kantung eendolimfatik, peningkatan kompleks IgM, adanya komplemen C1q dan penurunan kadar kompleks IgA pada serum.

C. Manifestasi KlinisPenyakit Meniere ditandai dengan empat gejala yaitu kehilangan pendengaran sensorineural progresif, fluktuatif, tinitus atau suara berdenging, perasaan adanya tekanan atau rasa penuh dalam telinga dan vertigo tak tertahankan episodik yang sering disertai mual dan muntah. Diagnosa meniere hanya bisa ditegakkan bila ke empat gejala tersebut sudah muncul. Gejala gejala penyakit meniere tersebut disebabkan oleh penumpukan cairan di kompartemen dari telinga bagian dalam yang di sebut labirin.

Labirin sendiri berisi organ keseimbangan (kanalis semisirkularis dan organ otolithic) serta pendengaran (koklea). Labirin tersebut memiliki dua bagian yaitu labirin tulang dan labirin membran. Labirin membran diisi dengan cairan yang disebut endolymph yang berfungsi pada organ keseimbangan merangsang reseptor sebagai tubuh bergerak, kemudian reseptor mengirimkan sinyal ke otak mengenai posisi tubuh dan gerakan. Dalam koklea, cairan dikompresi dalam merangsang reseptor dan getaran yang dapat merangsang sel sel sensorik yang mengirimkan sinyal ke brain in meniere. Penumpukan endolymph di labirin mengganggu sinyal keseimbangan dan pendengaran normal antara telinga bagian dalam dan otak. Kelainan ini menyebabkan vertigo dan gejala lain dari penyakit meniere.Beberapa ahli menganggap ada dua sub penyakit Meniere atipikal yaitu koklear dan vestibular.

NOTIPETANDA DAN GEJALA

1.Penyakit Meniere Vestibuler Vertigo hanya bersifat episodic Penurunan respons vestibuler atau tak ada respons pada telinga yang sakit Tak ada gejala koklear Tak ada kehilangan pendengaran objektif Kelak dapat mengalami gejala dan tanda koklear

2.Penyakit Meniere Clasik Mengeluh vertigo Kehilangan pendengaran sensorineural berfluktuasi. Tinnitus

3.Penyakit Meniere koklea kehilangan pendengaran berfluktuasi tekanan atau rasa penuh aural tinnitus kehilangan pendengaran terlihat pada hasil uji tak ada vertigo uji labirin vestibuler normal kelak akan menderita gejala dan tanda vestibule

The American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery juga membagi derajat kepastian diagnostik menjadi empat yaitu : 1. Diagnosis pasti (Certain) ditandai dengan ditemukannya penyakit definitif yang dikonfirmasi dengan histopatologis.2. Definitif Meniere ditandai dengan dua atau lebih episode definitif vertigo yang berlangsung minimal selama 20 menit dengan penurunan pendengaran yang dipastikan dengan audiometri, ditambah tinitus, rasa penuh pada telinga atau keduanya. 3. Probable Meniere ditandai dengan terdapat satu episode definitif dari vertigo dan tanda dan gejala lain. 4. Possible Meniere terjadi vertigo definitif tanpa disertai penurunan pendengaran atau tuli sensori neural (fluctuatif atau menetap) dengan disekuilibrium non definitif.

Tabel 1. Derajat Kepastian Diagnostik Penyakit Meniere

D. Faktor ResikoFaktor faktor resiko yang dapat mempengaruhi penyakit Meniere adalah:1. Asosiasi genetik Penyakit Meniere terlihat berjalan dalam keluarga di sekitar 10% dari kasus. Hal ini dapat menunjukan bahwa mungkin ada hubungan genetik dengan penyakit atau rusak gen sering diturunkan dalam keluarga.

2. Inveksi virusInveksi virus yang mengakibatkan meningitis atau infeksi membran yang mengelilingi otak dan sumsum tulang yang juga terhubung dalam sebab akibat penyakit Meniere.Infeksi oportunistik lainnya yang dapat menyebabkan kondisi termasuk otoshyphilis atau sifi