Laporan Respirasi Modul 1

Click here to load reader

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    56
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Respirasi Modul 1

BAB IPENDAHULUAN1.1 Skenario

Kontes tahan napas

Sejumlah siswa kelas 6 sebuah SD di Jakarta berlomba tahan lama menahan napas.Mereka ingin menunjukkan kemampuannya menahan napas lebih lama, tetapi tidak seorangpun yang mampu bertahan lebih dari 60 detik, walaupun ada yang menutup hidungnya dengan jari.

1.2 Kata kunci

Siswa kelas 6 SD

Berlomba tahan lama menahan napas

Tidak mampu menahan napas lebih dari 60 detik

Menutup hidungnya dengan jari

1.3 Identifikasi masalah

1) Jelaskan anatomi dari sistem respirasi

2) Sebutkan saluran saluran pernapasan

3) Jelaskan peredaran darah ke paru-paru

4) Jelaskan histologi dari sistem respirasi

5) Sebutkan dan jelaskan mengenai struktur dan fungsi sel-sel masing-masing organ respirasi

6) Jelaskan mekanisme pernapasan

7) Jelaskan pengendalian sistem pernapasan

8) Jelaskan apa yang dimaksud dengan ventilasi, perfusi, dan difusi

9) Jelaskan dampak dari menahan napas lebih dari 60 detik

Mengapa tidak ada yang mampu menahan naps lebih dari 60 detik

Berapa waktu normal menahan napas

Apakah ada perbedaan menahan napas biasa dengan menutup hidung

10) Apakah factor usia, jenis kelamin, dan aktivitas mempengarusi pernapasan ?

11) Jelaskan biokimia dari sistem respirasi

1.4 Tujuan pembelajaran

Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang konsep dasar anatomi, histologi, fisiologi, dan biokimia Sistem Respirasi, sehingga dapat menjelaskan peran sistem respirasi pada manusia sehat dan yang mengalami gangguan sistem respirasi.

Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

1. Menyebutkan anatomi sistem Respirasi Menyebutkan bagian bagian pada dinding thoraks : tulang, otot, selaput yang membungkus paru. Menyebutkan bagian bagian paru. Menyebutkan bagian bagian saluran napas.2. Menyebutkan histologi sistem respirasi

Menyebutkan histologi bagian bagian sistem respirasi

3. Menjelaskan fisiologi sistem respirasi

Menjelaskan mekanik pernapasan.

Menjelaskan ventilasi, difusi, perfusi sistem respirasi.

Menjelaskan pengendalian pernapasan.

4. Menjelaskan proses biokimia pada sitem respirasi

Menjelaskan peran paru pada pengaturan asam basa tubuh.

BAB II

PEMBAHASAN2.1 Anatomi sistem respirasiAnatomi saluran udara pernafasan bagian atas atau jalan napas.

Tindakan-tindakan respirologik seperti intubasi trakea, pemeriksaan bronkoskopi, harus dilakukan melalui saluran udara pernafasn bagian atas ( Hidung, Faring, Laring ). Oleh karena itu bidang ini perlu pula dipelajari, walaupun termasuk dalam bidang THT.

Anatomi Hidung

Sepertiga anterior rongga hidung dibagi menjadi dua oleh septum nasi.

Septum nasi terdiri dari komponen berikut :

Lamina perpendicularis ossi ethmoidalis

Vormer

Cartilagi septi nasi

Bagian hidung yang berupa tulang :

Kedua os nasale

Processus frontalis maxillae

Pars nasalis ossi frontalis

Bagian tulang rawan hidung : terdiri dari lima tulang rawan utama

Dua cartilagines nasi laterales

Dua cartilagines alares

Sebuah cartilago septi nasi

Anatomi Faring

Palatum molle membagi faring menjadi dua bagian, yaitu regio nasofaring dan regio orofaring. Pada nasofaring, terdapat jaringan limfoid yang membentuk lingkaran ; adenoid termasuk didalamnya. Tonsil yang terletak antara tenggorokan anterior dan posterior membatasi rongga mulut dengan orofaring.

Anatomi Laring

Laring terdiri atas kartilago, pita suara, otot dan ligamentum. Semuanya menjaga agar jalan napas terbuka selama bernafas dan menutup ketika sedang menelan.

2.2 Bagian-bagian saluran pernapasan

Nasal Cavity(rongga hidung) Faring Trakea Bronkus Bronkheolus AlveolusNasal Cavity (rongga hidung)

Hidung adalah saluran pernafasan yang pertama. Ketika prosespernafasan berlangsung, udara yang diinspirasi melalui rongga hidung akanmenjalani tiga proses yaitu penyaringan (filtrasi), penghangatan, danpelembaban.Di dalamnya terdapat selaput lendir(Mucous).Selaput lendir(Mocous) berfungsi menangkap benda asing yang masuklewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal(Cilia) yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapatkonkayang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk.Faring

Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan(nasofarings)pada bagian depan dan saluran pencernaan(orofarings)pada bagian belakang. Pada bagian belakang faring (posterior) terdapatlaring (tekak)tempat terletaknyapita suara (pita vocalis).Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara.Juga terdapat katup disebut epiglotis yang berfungsi sebagai pengatur jalan masuk ke kerongkongan dan tenggorokan.Laring

Laring atauorgan suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea. Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas :Epiglotis

: daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelanGlotis

: ostium antara pita suaradalamlaringKartilago tiroid

: kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adams apple)Kartilago krikoid: satu-satunya cincin kartilago yang komplitdalamlaring (terletak di bawah kartilago tiroid)Kartilago aritenoid : digunakandalam gerakan pita suaradengankartilago tiroidPita suara

: ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi

Trakea

Yaitu bagian tenggorokan yang berupa pipa yang panjangnya +/- 10 cm.Dan terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada(thorax)Bronkus

Merupakan percabangan trakea yang menuju paru-paru kanan dan kiriBronkheolus

Adalah percabangan dari bronkus.Saluran ini lebih halus dan dindingnya lebih tipis.Alveolus

Yaitu berupa saluran udara buntu membentuk gelembung-gelembung udara.Dan berfungsi sebagai permukaan respirasi,luas total mencapai 100 m2.(50 X luas permukaan tubuh).Cukup untuk melakukan pertukaran gas ke seluruh tubuh.2.3 Peredaran darah ke paru-paruSuplai darah pada paru-paru melalui dua arteri,yaitu arteri pulmonalis dan arteri bronkialis.

Arteri bronkialis menyediakan darah yang teroksigenasi dari sirkulasi sistemik untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan di paru.

Arteri bronkialis merupakan percabangan dari aoarta torakalis dan berjalan sepanjang dinding posterior bronkus

Vena brongkialis mengalirkan darah ke dalam sistem azigos yang bermuara di vena kava superior dan mengembalikan darah ke ventrikel kanan. Vena bronkial yang lebih keci megalirkan ke vena pulmonaris,sirkulasi bronkial tidak berperan dalam pertukaran gas,sehingga darah tidak teroksigenasi dan menjadi pirau

Arteria pulmonalis berasal dari ventrikel kanan mengalirkan darah vena campuran ke paru(pada darah tidak ada pertukaran gas). Darah yang teroksigenasi akan dikembalikan melalui vena pulmonalis ke ventrikel kiri yang selanjutya akan di bagikan pada sel melalui sirkulasi sistem.

Disensibilitas yang besar dan resistensi rendah pada jalinan vaskular pulmonar memungkinkan beban kerja ventrikel kanan yang lebih kecil dibandingkan dengan beban kerja ventrikel kiri dan memungkinankan kenaikan aliran darah pulmonar yang besar sewaktu melakukan kegiatan fisik tanpa adanya kenaikan tekanan darah pulmonar yang berarti.

Jika besar tekanan hidrostaltik paru normal yang umumnya sekitar 15 mmHg melampaui tekanan osmotik koloid darah yang besarnya sekitar 25 mmHg,cairan akan meninggalkan kapiler paru dan masuk kedalam intertisial atau alveolus,sehingga mengakibatkan edema paru.2.4 Histologi dari sistem respirasi

Sistem pernapasan dibagi menjadi 2 bagian.

Bagian konduksi

Yang terdiri atas rongga hidung, nasofaring, laring, trakea, bronki, bronkiolus, dan bronkiolus terminalis.

Bagian respirasi

Yang terdiri atas bronkiolus respiratorius, duktus alveolaris, dan alveoli.

Epitel respirasi

Sebagian besar bagian konduksi dilapisi epitel bertingkat silindris bersilia yang mengandung banyak sel goblet dan dikenal sebagai epitel respirasi. Dan khas dengan lima jenis

:

Sel silindris bersilia adalah sel yang terbanyak setiap sel memiliki lebih kurang 300 silia pada permukaan apikalnya. Selain itu di bawah silia terdapat banyak mitrokondria kecil yang menyediakan ATP untuk pergerakan silia.

Sel goblet mukosa, sel terbanyak kedua. mengandung droplet mucus yang terdiri atas glikoprotein.

Sel sikat, banyaknya mikrovili pada permukaan apikalnya. Mempunyai ujung saraf aferen pada permukaan basalnya dan dipandang sebagai reseptor sensorik.

Sel basal (pendek), sel bulat kecil yang terletak diatas lamina basal namun tidak meluas sampai permukaan lumen epitel. Dan diduga merupakan sel induk generatif yang mengalami mitosis dan kemudian berkembang menjadi jenis sel lain.

Sel granul kecil, mirip sel basal kecuali sel ini memiliki banyak granul berdiameter 100-300 nm dengan bagian pusat yang padat.

Foto yang menggambarkan komponen utama dari epitel respirasi.

RONGGA HIDUNG

Terdiri atas 2 struktur

Vestibulum (luar)

Bagian paling anterior dan paling luar dari rongga hidung, di dalam vestibulum, epitelnya tidak berlapis tanduk lagi dan beralih menyjadi epitel respirasi sebelum memasuki fosa nasalis.

Fosa nasalis (kavum nasi)

Didalam tengkorak terletak 2 bilik kavernosa yang dipisahkan oleh septum nasi