KUR

Click here to load reader

  • date post

    09-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    169
  • download

    20

Embed Size (px)

Transcript of KUR

KETENTUAN KURHanya dipergunakan untuk keperluan BNI

PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK. SENTRA KREDIT KECIL MEDAN

KETERANGAN

1. 2. 3. 4.

KUR LINGKAGE KUR POLA KERJASAMA (AVALIS) KUR ONE IN ONE PKBL

KREDIT KEPADA LEMBAGA KEUANGANNO 1 FITUR Definisi URAIAN Adalah Fasilitas kredit yang diberikan kepada dan atau melalui Lembaga Keuangan untuk diterus pinjamkan kepada end user yang dilakukan dengan cara aliansi strategis ( kerjasama) a. b. Pola Executing Pola Chanelling

2 3 4 5

Pola Penyaluran Maksimum Kredit Bentuk Kredit Sifat Kredit

s/d Rp. 150 milyar Modal Kerja a. Aflopend b. Aflopend diberikan grace period c. Aflopend dan R/C Terbatas d. Aflopend dan grace period dan R/C Terbatas Sifat kredit tergantung dari penilaian hasil yudisiuma. b. c. Tingkat suku bunga ditentukan dalam ALCO Metode perhitungannya : Efektif, efektif Annuitas, Flat dan Flat add on Bunga ke end user Pola Executing : ditentukan oleh Lembaga Keuangan Pola Chanelling : Suku bunga executing + Fee Chanelling

6

Suku Bunga

3

Small Business Management

KREDIT KEPADA LEMBAGA KEUANGAN

Yang termasuk lembaga keuangan : Bank Perkreditan Rakyat Bank Pembangunan Daerah Bank Umum Koperasi Multifinance Permodalan Nasional Madani

Usaha telah beroperasi minimal 3 Tahun

KREDIT USAHA RAKYAT (KUR)NO FITUR URAIAN

1

Maksimum Kredit

a. KUR mikro : s/d rp. 20 juta b. KUR ritel : > rp. 20 juta s/d rp. 500 juta c. KUR kepada lembaga linkage (executing) : s/d rp. 2 milyara. b. Kredit modal kerja Kredit investasi

2

Jenis Kredit

3 4 5 6

Sifat Suku Bunga Propisi & Bi. Adm Jangka waktu

Angsuran a. b. KUR mikro : 22 % efektif per tahun (penyaluran tidak langsung) KUR ritel : 13 % efektif per tahun

Tidak dikenakan a. b. a. b. KMK maksimal 3 (tiga) tahun KI Maksimal 5 (lima) tahun, untuk tamanan keras maksimal 13 (tiga belas) tahun Sampai dengan obyek yang dibaiayai menghasilkan paling lama 12 (dua belas) bulan untuk tanaman keras maksimal sd 5 (lima) tahun untuk sawit dan 7 (tujuh) tahun untuk karet.

7

Grace period

PERSYARATAN KUR1. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun, dan menghasilkan keuntungan 2. Tidak sedang mendapat fasilitas kredit produktif di bank 3. Tidak tercatat sebagai debitur bermasalah dan daftar hitam nasional 4. Memiliki legalitas usaha lengkap dan masih berlaku sesuai dengan bidang usaha SKDP/SIUP, TDP/HO/SITU untuk kredit > rp. 150 juta Surat keterangan berusaha dari kelurahan/kecamatan untuk kredit sd rp. 150 juta

5. Memiliki asset yang dijaminkan ke bank senilai minimal sebesar 100 % dari maksimum kredit. 6. Memiliki rekening koran minimal 6 (enam) bulan

KUR TIDAK DAPAT UNTUK MELUNASI/TAKE OVER KREDIT DI BNI ATAU BANK LAIN

KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E)

KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E)NO 1 KETERANGAN Pengertian URAIAN adalah fasilitas kredit yang diberikan dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Ketahanan Pangan dan Program Pengembangan Tanaman Bahan Baku Bahan Bakar Nabati dengan subsidi dari pemerintah a. Pengembangan tanaman pangan ; padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, koro, kacang hijau, perbenihan (padi, jagung dan/atau kedelai). b. Pengembangan hortikultura : bawang merah, cabai, kentang, bawang putih, tomat, jahe, kunyit, kencur, pisang, salak, nenas, buah naga, melon, semangka, papaya, strawberi, pemeliharaan manggis, mangga, durian, jeruk apel dan/atau melinjo. c. Pengembangan perkebunan : budidaya tebu, pemeliharaan teh, kopi robusta, kopi arabika, dan/atau lada. d. Pengadaan pangan berupa : gabah, jagung, kedelai. e. Pengembangan peternakan : sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba, ayam ras, ayam buras, itik, burung puyuh, kelinci dan/atau babi. f. Pengadaan/peremajaan alat dan mesin untuk mendukung usaha tersebut diatas meliputi traktor, threser, alat tebang (tracer), corn sheller, pompa air, dryer, vacuum fryer, chopper, mesin tetas, pendingin susu, biogester, mesin pembibitan (seedler), mesin penyiang padi bermotor (power weeder), alat tanam biji-bijian (seeder), mesin panen (paddy mower, reaper, combine harvester), mesin penggilingan padi (rice milling unit), mesin perontok polong kacang tanah (sleader), mesin pengupas kacang tanah (peanut shell), mesin penyawut singkong, alat pembuat alur (ridger), mesin sortasi buah, mesin juicer, mesin pengolah biji jarak, mesin pengolah pakan (mixer, penepung, pellet), dan/atau kepras tebu.

2

Kegiatan usaha yang dapat dibiayai

TUJUANNO

KETERANGAN Maksimum Kredit

URAIAN a. Maksimum kredit untuk pembiayaan kepada petani, peternak, pekebun, nelayan dan pembudidaya ikan paling tinggi Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah), sesuai dengan kebutuhan indikatif kredit per komoditi. b. Maksimum kredit untuk pembiayaan kepada koperasi, kelompok tani dan/atau gabungan kelompok tani//KUB/Pokdakai untuk pengadaan pangan (gabah, jagung, kedelai, dan perikanan) paling tinggi Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). c. Besarnya plafon kelompok dalam rangka pengadaan/peremajaan alat dan mesin, untuk mendukung pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan paling banyak Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). a. Modal Kerja b. a. b. c. a. Investasi Rekening Koran Aflopend Clean Up System Komoditas Tebu

3

4 5

Jenis Kredit Sifat kredit

6

Suku Bunga

Bunga yang diterima Bank : LPS + 5 % (12 %)Yang dibayar petani b. Komoditas Non Tebu Bunga yang diterima Bank : LPS + 6 % (13%) Yang dibayar petani : 6 %; subsidi Pemerintah : 7 % : 7 %; subsidi Pemerintah : 5 %

9

c.

Small Business Management Suku bunga ditetapkan pemerintah dan ditinjau setiap bulan April dan Oktober

KREDIT REVITALISASI PERKEBUNANNO 1 FITUR Definisi URAIAN Program Revitasisasi Perkebunan adalah upaya percepatan pengembangan perkebunan rakyat melalui perluasan, peremajaan, dan rehabilitasi tanaman perkebunan yang didukung kredit investasi perbankan dan subsidi bunga oleh Pemerintah dengan atau tanpa melibatkan perusahaan dibidang usaha perkebunan sebagai mitra pengembangan dalam pembangunan kebun, pengolahan dan pemasaran hasil (Jatuh Tempo Penarikan sd. 2014) a. b. c. Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit Revitalisasi Perkebunan Karet Revitalisasi Perkebunan Kakao

2

Komoditas yang dapat dibiayai Bentuk Kredit/Sifat

3

Kredit Investasi (Angsuran)

4

Maksimum Kredit

a.

b. 5 6 Jangka Waktu Grace Period (Masa Pembangunan

Berdasarkan satuan biaya per hektar yang telah ditetapkan oleh Departemen Pertanian ditambah dengan besarnya fasilitas IDC (Interest During Construction) Maksimum luas lahan yang dapat dibiayai per petani peserta seluas 4 (empat) hektar.

Maksimal 12 (duabelas) tahun termasuk masa Grace period Penundaan pembayaran angsuran pokok sampai dengan usaha yang dibiayai berproduksi (menghasilkan) : Kelapa sawit dan Kakao Karet : : Maksimal 5 (lima) tahun Maksimal 7 (tujuh) tahun

KREDIT REVITALISASI PERKEBUNANNO

FITUR Suku Bunga a. Suku bunga : 12 %

URAIAN Kakao & Sawit : Beban Petani (7 %), Subsidi Bunga (5 %) Karet : Beban Petani (6 %) , Subsidi Bunga (6%) b. c. d. Subsidi pemerintah diberikan selama grace periode, setelah grace period berakhir suku bunga yang dikenakan suku bunga komersial. Suku diatas ditetapkan oleh Pemerintah (Depkeu) yang ditinjau setiap tanggal 01 April dan 01 Oktober setiap tahun. Apabila suku bunga yang ditetapkan oleh Pemerintah (Depkeu) lebih rendah dari suku bunga pinjaman produktif BNI, maka selisihnya menjadi beban perusahaan Inti/Mitra Pola kemitraan dimana petani mendapat fasilitas kredit dengan jaminan avalis dari mitra /inti sampai dengan kredit lunas. Pola kemitraan ini dituangkan dalam PKS antara BNI dengan mitra/inti yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak dengan tetap mengutamakan kepentingan BNI.

7

8

Pola Pembiayaan

a. b.

KREDIT USAHA PEMBIBITAN SAPINO

FITUR Maksimum Kredit Bentuk Kredit Suku Bunga

KETERANGAN Maksimum per pelaku usaha : rp. 66.315.000.000 dengan rincian sesuai sbb : Investasi dengan angsuran a. Saat ini ditetapkan sebesar 13 % efektif per tahun dengan ketentuan : Beban pelaku usaha sebesar 5 % efektif per tahun Paling tinggi sebesar suku bunga penjaminan simpanan pada bank umum yang ditetapkan oleh lembaga penjaminan simpanan + 6 % Selisih tingkat bunga kups dengan beban bunga pada pelaku usaha merupakan subsidi pemerintah Suku bunga direview setiap 3 bulan sekali : januari, april, juli dan oktober. b. Penetapan suku bunga diatas, berlaku selama jangka waktu kredit. c. Cara perhitungan suku bunga dihitung secara efektif a. b. Jangka waktu paling lama 6 (enam) tahun. Batas waktu pembebrian Pelaku usaha perusahaan pembibitan : s.D 17-08-2011 (telah Jatuh Tempo) Pelaku usaha koperasi dan kelompok/gabungan kelompok : s/d 31-12-2014

1 2 3

4

Jangka Waktu

KREDIT USAHA PEMBIBITAN SAPIPERSYARATAN KHUSUSPERUSAHAAN PEMBIBITAN KOPERASI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Berbadan hukum Memiliki pengurus aktif Memiliki anggota aktif Memenuhi persaratan bank teknis Memiliki ijin usaha peternakan yang bergerak dibidang pembibitan Memenuhi prosedur baku pelaksanaan produksi bibit Bermitra dengan kelompok/ gabungan kelompok peternak Memperoleh rekomendasi dari dinas kabupaten/kota dan dirjen peternakan Bertindak sebagai penjamin pasar dan atau penjamin kredit mitra sesuai kesepakatan KELOMPOK/GABUNGAN KELOMPOK 1. Memiliki organisasi dan pengurus aktif 2. Memenuhi persyaratan bank teknis 3. Memiliki anggota kelompok yang terdiri dari peternak dengan jumlah anggota minimal 5 orang atau total kredit per kelompok minimal rp. 150 juta