ANATOMI HISTOLOGI FISIOLOGI

Click here to load reader

download ANATOMI HISTOLOGI FISIOLOGI

of 29

  • date post

    25-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.139
  • download

    11

Embed Size (px)

Transcript of ANATOMI HISTOLOGI FISIOLOGI

AnatomiAnatomi Permukaan System Regionisasi Sistem 4 RUQ , LUQ , RLQ , LLQ Sistem 9 hipokondrium ka/ki,epigastrium lumbal ka/ki , umbilical inguinal ka/ki, hipogastrium Sistem 6 RUQ - Epigastrium - LUQ RLQ - Hipogastrium LLQ

Makanan dalam tubuh akan masuk melalui mulut kemudian berjalan melalui pharinx dan oesophagus kemudian menuju gaster. Kemudian menuju ke intestinum tenue yang panjangnya sekitar 5 6 m yang terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum. Dari intestinum tenue berlanjut menuju ke intestinum crassum yang terdiri atas caecum, appendix vermiformis, colon, rectum dan canalis analis yang berakhir di anus.

Oesophagus

Oesophagus adalah tabung fibromuscular dengan panjang sekitar 25 cm dan diameter rata-rata 2 cm, yang berfungsi menghubungkan pars laryngea dengan gaster. Oesophagus dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : oesophagus pars cervicalis (sepertiga atas), oesophagus pars thoracica yang berjalan memasuki mediastinum superius di depan CV TI-TIV. Dan oesophagus pars abdominalisyang berbentuk seperti terompet dan mempunyai panjang 1,25 cm.

GasterGaster adalah bagian yang melebar dalam saluran pencernaan dan berbentuk seperti huruf J. Bentuknya dapat berubah-ubah sebagai akibat gerakan diafragma selama respirasi, isi dalam gaster, dan posisi tubuh. Gaster berperan sebagai blender makanan dan reservoir, fungsi utamanya adalah sebagai pencerna enzimatik.

Gaster dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: Cardia: bagian sekitar ostium cardium Fundus gastricus: bagian superior yang berdilatasi dan berhubungan dengan kubah kiri diafragma, dibatasi di inferior oleh bidang horizontalis dari ostium cardium. Bagian superiornya biasanya mencapai nspatium intercostale V kiri. Corpus gastricum: bagian utama gaster di antara fundus dan antrum pyloricum.

Pars pylorica: bentuknya seperti corong, yang lebar disebut antrum pyloricum, berlanjut menjadi canalis pyloricus yang sempit. Gaster juga mempunyai 2 kurvatura yaitu: curvatura major dan curvatura minor.

Intestinum Tenue

Terdiri dari: duodenum, jejunum, dan ileum.

DUODENUM

Duodenum adalah bagian pertama intestinum tenue dan juga yang terpendek (25 cm). Duodenum mempunyai lintasan seperti huruf C yang berada di sekitar caput pankreatis.

Duodenum sendiri dibagi menjadi 4 bagian, yaitu;

Pars superior: pendek( 5 cm) dan terletak di anterolateralis corpus vertebrae L1, 2 cm pertama mudah bergerak disebut ampula (duodenal cap) Pars descenden: (7-10 cm) turun sepanjang kanan vertebrae L1-LIII Pars horizontalis panjang 6-8 cm dan menyusuri LIII Pars ascenden: 5 cm, mulai dari kiri vertebra LIII naik sampai vertebra LII. JEJUNUM & ILEUM

Jejunum dan ileum merupakan organ intraperitoneal yang mempunyai panjang 6-7 m. Dua perlima bagiannya adalah jejunum, sedangkan sisanya adalah ileum. Sebagian besar jejunum terletak di kuadran kiri atas, sedangkan sebagian besar ileum terletak di kuadrang kanan bawah. Ileum pars terminalis terdapat di bagian pelvis, dari sini ileum akan naik kemudian bermuara di medialis caecum.

Intestinum Crassum

Dibagi menjadi 6 bagian:

1. Caecum (hijau) merupakan suatu kantung usus yang buntu, panjang dan lebarnya 7,5 cm terletak pada kuadran kanan bawah dalam fossa iliaca. Caecum biasanya terletak 2,5 cm dari ligamentum inguinale.

Appendix (hijau; berbentuk seperti umbai cacing) adalah diverticulum usus yang buntu, panjangnya 6-10 cm, berisi massa jaringan limfoid. Appendix muncul dari posteromedialis caecum. Posisi appendix bervariasi, tapi biasanya retro caecalis. 2. Colon ascenden (kuning): berjalan pada sisi kanan cavitas abdominis, mulai dari caecum hingga lobus hepatis dexter, kemudian turun ke kiri pada flexura coli dextra. Colon ascenden lebih sempit dari pada caecum dan retroperitoneal sekunder. 3. Colon transversum (jingga): panjang 45 cm (terpanjang pada intestinum crassum), colon yang paling mudah bergerak. Bergerak melintasi abdomen dari flexura coli dextra hingga flexura coli sinistra, di mana dia membelok ke inferior untuk menjadi colon descenden. Fleksura coli sinistra lebih superor, tajam dan kurang bergerak dibandingkan yang dextra. 4. Colon descenden (jingga tua): letaknya retroperitoneal dari flexura coli sinistra dan fossa iliaca kiri. Pada saat turun, colon akan berjalan anterior terhadap margo lateralis ren kiri. 5. Colon sigmoideum (merah muda): ditandai gelung bentuk S dan panjangnya sekitar 40 cm. Berjalan dari fossa iliaca hingga vertebra SIII,

kemudian menjadi rectum akhir dari teaniae coli, sekitar 15 cm dari anus menandai junctio rectosigmoidea. 6. Rectum (merah) Rectum adalah saluran cerna bagian pelvis. Rectum mengikuti lengkungan os sacrum dan coccyx membentuk flexura sacralis. Dari tampak anterior, tampak tiga flexura lateralis (flexura superior lateralis, flexura intermedian lateralis, flexura inferior lateralis). Dalam rectum jjuga terdapat ampulla recti, ampulla menerima dan memungkinkan akumulasi faeces, hal ini penting untuk menjaga fecal continence. Rectum berhubunnngan dengan tiga vertebra sacrales terbawah dan coccyx, ligamentm anoccygeum, vasa sacralis mediana, serta baian inferior truncus sympaticus dan plexus sacralis. Pada laki-laki, anterior rectum berhubungan dengan fundus vesicae, bagian terminal ureter, ductus defferens, vesicula seminalis, dan prostata. Pada perempuan, di anterior rectum berhubungan dengan vagina dan dipisahkan dari bagian posterior fornix vaginae dan cervix uteri.

HistologiLabium OrisLabium oris memiliki 3 permukaan yaitu: Facies extrena Epidermis: Epitel berlapis gepeng berkeratin Dermis: Terhadap papilla corii dan ppendix kulit yaitu glandula sundorifera, glandula sebacea, folike rambut, musculus arrector pilli(otot polos, dekat folikel rambut), pembuluh darah. Bagian tengah terhadap otot lurik yaitu m.orbicularis oris.

Rubrum labii Daerah peralihan facies externa dan facies interna. Epidermis lebih tebal. Stratum corneum makin menipis sampai menghilang. Epitel berlapis gepeng berkeratin yang akan beralih ke epitel berlapis gepeng tak berkaitan pada mucocutaneus junction. Tanpa glandula sundorifera dan folikel rambut, kadang-kadang terhadap glandula sebacea. Jaringan Ikat dibawahnya membentuk papilla corii lebih tinggi ke arah epitel.

Facies interna (membrane mukosa) Epitel berlapis gepeng tanpa keratin. Jaringan ikat subepithelial adalah jaringan ikat padat kola irregular, banyak kelenjar campur glandula labialis (terutama mukosa murni), sel-sel lemak unilokular,dan pembuluh darah.

Oesophagus

Tunica Mucosa Epitel: Berlapis gepeng tak bertanduk Lamina propria: - Jaringan ikat longgar - Terdapat glandula oesophagea cardiaca Lamina muscularis mucosa: merupakan selapis otot polos yang berjalan longitudinal. Menebal di sekitar gaster.

Tunica submucosa Merupakan jaringan ikat padat kolagen irregularTerdapat glandula oesophagea proper (oesophagea gland)

Tunica Muskularis Terdiri dari 2 lapis circulare(inner) dan longitudinale(outer). Terdapat otot polos dan otot lurik. Pada bagian 1/3 atas merupakan otot lurik, 1/3 tengah otot lurik dan otot polos, 1/3 bawah otot polos. Diatara lapisan circulare dan longitudinaleotot polos terdapat plexus Myentericus (Auerbach`s plexus)

Tunica Advententitia/ Tunica serosa Sebagian besar, merupakan jaringan ikat longgar. Ditemukan pembuluh darah, pembuluh limfe, saraf dan jar. Lemak tunica serosa Hanya oesophagus dalam rongga peritoneum yang ditutupi mesotel.

Gastersecara hitologis, gaster memiliki 3 regio: 1. cardia, merupakan batas oesophagus dan gaster yang merupakan peralihan epitel berlapis gepeng tak bertanduk dengan epitel selapis silindris.

2. fundus, memiliki glandula fundica yang utamanya tersusun atas chief cell. 3. pylorus, foveola gastrica pada pylorus panjang-panjang. Pada tunica muskularisnya, lapisan otot circulare menebal menbentuk pyloric sphicter. Gaster memiliki glandula gastrika yang terdiri atas beberapa jenis sel, yaitu : surface lining cell parietal cell, menghasilkan HCl dan gastric intrinsik factor mucous neck cell/ sel mukosa leher, meghasilkan mukus regenerative cells/ stem cell chief/zymogenic / peptic cell DNES cell.

Tunica Mukosa Epitel: Selapis silindris dengan microvilli. Terdapat foveola gastrica (paling dangkal pada cardia). Lamina propria: Jaringan ikat longgar Terdapat glandula cardiaca (glandula gastrica) Merupakan tubular simpel atau tubular kompleks. Banyak granula sekretoris yang menghasilkan mucus dan lisosim. Sedikit sel parietal yang menghasilkan HCI.. Glandula cardiaca gaster mirip glandula oesophagus. Di bawah kelenjar terdapat nodulus lymphaticus. Lamina muscularis mucosa

Tunica submucosa Merupakan jaringan ikat padatkolagen irregular. Terdapat pembuluh limfe, pembuluh darah. Plexus submucosus (Meissner`s plexur, ganglion parasimpatis)

Tunica Muskularis Terdiri dari 3 lapisan otot polos: Lapisan otot berjalan oblique (inner) Lapisan otot berjalan sirkular (middle) Lapisan otot berjalan longitudinal (outer) Pada cadia tidak terdapat lapisan obliqua.

Lapisan otot longitudinal jelas terlihat pada daerah cardia dan corpus. Plexus myenteriscus (ganglion parasimpatis) terdapat antara otot circular dan longitudinal.

Tunica Serosa Merupakan jaringan ikat yang dilapis gepeng, yaitu mesothelium dari lapisan peritoneum viscerale Terdapat sel lemak unilokular.

Intestinum Tenueterbagi atas : 1. duodenum, memiliki vili intestinalis yang paling lebar, paling tinggi, paling banyak dan bentuknya seperti daun. Sel goblet sedikit dan memiliki glandula duodenalis brunners. 2. jejunum, memiliki vili intestinalis yang cukup lebar, cukup tinggi, dan lebih sedikit dibandingkan duodenum. Plica circularis cerckring paling jelas. 3. ileum, vili intestinalis paling ramping, paling pendek dan paling sedikir serta bentuknya seperti jari.

Tunica