Ileum (histologi-anatomi-fisiologi)

Click here to load reader

download Ileum (histologi-anatomi-fisiologi)

of 18

  • date post

    17-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    61
  • download

    5

Embed Size (px)

description

Ileum (histologi-anatomi-fisiologi)

Transcript of Ileum (histologi-anatomi-fisiologi)

PowerPoint Presentation

ILEUMFarah Meidita Firdaus

IleumUsus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus (intestinum tenue). Ileum memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu. Epitel pada intestinum tenue adalah epitel selapis silindris, dan terdapat sel goblet dan sel abrorbtif.

IleumPermukaan dinding ileum dipenuhi oleh jonjot-jonjot usus/vili. Adanya vili mengakibatkan permukaan ileum menjadi semakin luas sehingga penyerapan makanan dapat berjalan dengan baik. Dinding vili tertutup sel epithel. Terdapat sekitar 1000 mikrovili dalam tiap sel. Dinding tersebut juga mengeluarkan mucus. Enzim pada mikrovili menghancurkan makananamenjadi partikel yang cukup kecil untuk diserap. Di dalam setiap vili terdapat pembuluh darah halus dan saluran limfa yang menyerap nutrien dari permukaan jonjot. Vena porta mengambil glukosa dan asam amino, sedangkan asam lemak dan gliserol masuk ke sel limfa.

microvilli

Plica sirkularis ada di duodenum (2,5-5 cm distal pilorus), maksimal di akhir duodenum dan awal jejunum, berkurang dan menghilang di setengah distal ileum.

Sphincter IleocecalIleum berbatasan dengan colon ascendens, dan diantaranya ada sphincter ileocecal. Sphinter ini berfungsi untuk mencegah agar makanan yang sudah masuk ke colon tidak kembali masuk ke ileum.

Refleks KolonoilealRefleks ini terjadi ketika colon penuh atau infeksi/iritasi. Sinyal refleks berasal dari colon dan refleks timbul pada ileum. Hal ini akan menghambat pengosongan ileum.

Motilitas UsusGerak tonik : perubahan intensitas tonusGerak pendulum : memanjang dan memendek karena kontraksi otot longitudinalGerak segmentasi : bila bagian usu teregang oleh kimus, akan menimbulkan kontraksi konsentris lokal dengan jarak interval tertentu selama semenit. Kontraksi akan membagi usu menjadi segmen-segman seperti rantai sosis.Gerak peristaltik : mendorong kimus menuju anus dengan kecepatan 0,5 sampai 2,0 sm/detik namun akan berhenti setelah menemluh jarak 3-5cm. Oleh karena itu butuh waktu 3-5 jam bagi kimus untuk sampai ke katup ileocecal.Gerak villi : kontraksi dari otot muskularis sehingga cairan d sekitarnya selalu berganti baru dan sari makanan akan lebih banyak diabsorbsi

Gerak tonik, pendulum, dan segmentasi berguna untuk mencampur makanan.

SekresiEnterosit mukosa, terutama yang menutupi vili, mengandung enzim pencernaan yang mencerna zat-zat makanan khusus ketika makanan diabsorbsi melalui epitel. Enzim-enzim tersebut adalah:Peptidase untuk memecah peptida kecil emnjadi asam aminoSukrase, maltase, isomaltase, dan laktase untuk memecah disakarida menjadi monosakaridaLipase intestinal untuk memecah lemak netral menjadi gliserol dan asam lemak

AbsorbsiAbsorbsi air: melalui osmosis, bila kimus cukup encer maka air akan diabsorbsi melalui mukosa usus ke dalam darah vili.Absorbsi karohidrat: diabsorbsi dalam bentuk monosakarida melalui proses transpor aktif.Absorbsi protein: diserap melalui membran luminal sel-sel epitel usus dalam bentuk dipeptida, tripeptida, dan asam amino bebas.

AbsorbsiAbsorbsi lemak: lemak dicerna hingga membentuk monogliserida dan asam lemak bebas. Lalu akan larut dalam gugus pusat lipid dari misel empedu. Saat menembus ke dalam ceruk di antar mikrovili, monogliserida dan asam lemak akan masuk ek bagian dalam epitel dan akan diambil oleh RE halus sel. Monogliserida dan asam lemak akan digunakan untuk membentuk trigliserida baru yang selanjutnya dilepaskan dalam bentuk kilomikron. Akan mengalir ke atas melalui duktus limfe torasikus dan masuk ke dlaam aliran darah.

Lapisan Dinding Intestinal Tenue

Keterangan GambarLapisan usus halus terdiri atas 4 lapisan, yaitu :1. Lapisan luar adalah membran selulosa, yaitu peritoneum yang melapisi usus halus dengan erat.2. Lapisan otot polos terdiri atas 2 lapisan serabut, lapisan luar yang memanjang (longitudinal) dan lapisan dalam yang melingkar (serabut sirkuler). Kontraksi otot polos dan bentuk peristaltic usus yang turut serta dalam proses pencernaan mekanis, pencampuran makanan dengan enzim-enzim pencernaan dan pergerakan makanan sepanjang saluran pencernaan. Di antara kedua lapisan serabut berotot terdapat pembuluh darah, pembuluh limfe, dan plexus.

Keterangan Gambar3. Submukosa terdiri dari jaringan ikat yang mengandung syaraf otonom, yaitu plexus of meissner yang mengatur kontraksi muskularis mukosa dan sekresi dari mukosa saluran pencernaan. Submukosa ini terdapat diantara otot sirkuler dan lapisan mukosa. Dinding submukosa terdiri atas jaringan alveolar dan berisi banyak pembuluh darah, sel limfe, kelenjar, dan pleksus syaraf yang disebut plexus of meissner.

Keterangan Gambar4. Mukosa dalam terdiri dari epitel selapis kolumner dan terdapat sel goblet yang mensekresi getah usus halus (intestinal juice). Intestinal juice merupakan kombinasi cairan yang disekresikan oleh kelenjar-kelenjar usus (glandula intestinalis) dari duodenum, jejunum, dan ileum. Produksinya dipengaruhi oleh hormon sekretin dan enterokrinin. Pada lapisan ini terdapat vili yang merupakan tonjolan dari plica circularis (lipatan yang terjadi antara mukosa dengan submukosa). Lapisan mukosa berisi banyak lipatan Lieberkuhn yang bermuara di atas permukaan, di tengah-tengah villi. Lipatan Lieberkuhn diselaputi oleh epithelium silinder.

VaskularisasiArteria mesenterica superior mengantar darah kepada jejunum dan ileum. Pembuluh ini melintas antara lembar-lembar mesenterium dan melepaskan 15-18 cabang intestinum. Vena mesenterica superior membawa balik darah darijejunumdanileum.Venainiterletakventral kanandariarterimesenterica superior dalam radix mesenterii.Venamesenterica superior berakhirdorsaldaricollumpancreas pada persatuannya dengan vena splenica (lienalis) membentuk vena portae hepatis.