Teori Penuaan Dan Masalah

download Teori Penuaan Dan Masalah

of 25

  • date post

    08-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    42
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Makalah presentasi

Transcript of Teori Penuaan Dan Masalah

Teori Penuaan dan Masalah-masalah yang Dialami Lansia

Teori Penuaan dan Masalah-masalah yang Dialami LansiaAde Irma Rahayu (C12110102)Kurniati Kadir (C12110111)Muh. Muchlis Syaputra (C12110112)Sunyati (C12110113)Sutriani (C12110252)Wahyuni Tahir (C12110258)Fadilah Adrianti (C12110254)Azizah Verawati (C12110279)

PROSES PENUAAN DALAM KEPERAWATAN GERONTIK

Latar BelakangSeiring dengan keberhasilan pemerintah dalam pembangunan nasional, telah terwujud berbagai hasil yang positif diberbagai bidang. Kemajuan ekonomi : perbaikan lingkungan hidup : kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), terutama di bidang medis dan keperawatan dapat meningkatkan kualitas kesehatan penduduk serta meningkatkan dan cenderung bertambah lebih cepat. Sebagaimana dilaporkan oleh Expert Committee On Health Of The Erderly, WHO yang telah mengadakan pertemuan tahun 1987 bahwa menjelang tahun 2000 kurang lebih dua di antara tiga orang dari 600 juta orang lansia berada di Negara berkembang. Di indonesia diperkirakan akan beranjak dari peringkat ke-10 pada tahun 1980 menjadi peringkat ke-6 pada tahun 2020, di atas brasil yang menduduki peringkat ke-11 pada tahun 1980. Banyak kelainan atau penyakit yang prevalensinya meningkat dengan bertambahnya usia, sistem organ mengalami proses penuaan akan rentan terhadap penyakit. Makin panjangnya usia harapan hidup seseorang di samping sebagai suatu kebanggaan, namun di pihak lain juga merupakan tantangan sangat berat, mengigat tidak sedikit masalah yang bisa timbul akibat penuaan. Hal yang lebih ironis adalah keadaan ini belum didukung oleh adanya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan lansia. Pengetahuan perawatan lansia, baik oleh keluarga maupun lembaga sosial lainnya masih sangat kurang memadai ( darmojo dan martono, 1999). Pada hakikat nya menjadi tua merupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah melaluyi tiga tahap kehidupannya, yaitu: masa dewasa, dan masa tua. Tiga tahap ini berbeda, baik secara biologis maupun psikologis. Memasuki tua berarti mengalami kemunduran secara fisik maupun psikis. Kemunduran fisik ditandai debgan kulit yang mengendur, rambut memurtih, penurunan pendegaran, penglihatan menurun, gerakan menjadi lambat, kelainan bebagai fungsi organ vital, sensitivitas emosional meningkat, dan kurang gairah.Meskipun secara alamiah terjadi penurunan fungsional bebagai organ, tetapi tidak harus menimbulkan penyakit. Oleh karena itu, lansia harus senantiasa sehat, dalam hal ini sehat diartikan sebagai berikut:1. Bebas dari penyakit fisik. Mental, dan sosial.2. Mampu melakukan aktifitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.3. Mendapat dukungan secara sosial dari keluarga dan masyarakat.Peran perawat sangat diperlukan untuk mempertahankan derajat kesehatan para lansia pada taraf yang setinggi-tingginya, sehingga terhindar dari penyakit atau gangguan kesehatan. Dengan demikian, lansia masih dapat memenuhi kebutuhan dengan mandiri.

Pengertian Proses Penuaan Aging proses atau proses penuaan merupakan suatu proses biologis yang tidak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap orang. Menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau menggati serta mempertahankan struktur dan fungsi secara normal, ketahanan terhadap cedera, termasuk adanya infeksi. Proses penuaan sudah mulai berlangsung sejak seseorang mencapai dewasa, misalnya dengan terjadinya kehilangan jaringan pada otot, susunan saraf, dan jaringan lain sehingga tubuh mati sedikit demi sedikit. Sebenarnya tidak ada batasan yang tegas, pada usia berapa kondisi kesehatan seseorang mulai menurunan. Setiap orang memiliki funsi fisiologis alat tubuh yang sangat berbeda, baik dalam hal pencapaian puncak fungsi tersebut maupun saat menurunnya. Umumnya fungsi fisiologis tubuh mencapai puncaknya pada usia 20-30 tahun. Setelah mancapai puncak, fungsi alat tubuh akan berada dalam kondisi tetap utuh beberapa saat, kemudian menurun sedikit demi sedikit demi sedikit sesuai dengan bertambahnya usia.

Teori-Teori Proses PenuaanAda beberapa teori yang berkaitan dengan proses penuaan, yaitu teori biologi, teori psikologis, teori social, dan teori spiritual.1. Teori biologiTeori biologi mencakup teori genetik dan mutasi, immunology slow theory, teori stress, teroi radikal bebas, dan teroi rantai silang. Teori genetik dan mutasiMenurut teori genetik dan mutasi, menua terprogram secara secara genetik untuk sepsis-spesis tertentu. Menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang deprogram oleh molekul-molekul DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi, sebagai contoh yang khas adalah mutasi dari sel-sel kelamin (terjadi penurunan kemampuan funsi sel).Terjadi pengumpulan pigmen atau lemaak dalam tubuh yang disebut teori akumulasi dari produk sisa, sebagai contoh adalah adanya pigmen lipofusin di sel otot Jantung dan sel susunan saraf pusat pada lansia yang mengakibatkan terganggunya fungsi sel itu sendiri.Pada teori biologi dikenal istilah pemakaian dan perusakan (wear and tear) yang terjadi karena kelebihan usaha dan stres yang menyebabkan sel-sel tumbuh menjadi lelah (pemakaian). Pada teori ini juga didapatkan terjadinya peningkatan jumlah kolagen dalam tubuh lansia, tidak ada perlindungan terhadap radiasi, penyakit, dan kekurangan gizi. Immunology slow theoryMenurut immunology slow theory, sistem imun menjadi efektif dengan bertambahnya usia dan masuknya virus ke dalam tubuh yang menyebabkan kerusakan organ tubuh. Teori stresTeori stres mengungkapkan menua terjadi akibat hilangnya sel-sel yang biasa digunanakan tubuh. Regenrasi jaringan tidak dapat mempertahankan kestabilan lingkungan internal, kelebihan usaha, dan stres yang menyebabkan sel-sel tubuh lelah terpakai. Teori radikal bebasRadikal bebas dapat terbentuk di alam bebas, tidak stabilnya radikal bebas (kelompok atom) mengakibatkan oksidasi oksigen bahan-bahan organic seperti kartbohidrat dan protein. Radikal ini menyebabkan sel-sel tidak dapat melakukan regenerasi. Teori rantai silangPada teori rantai silang diungkapkan bahwa reaksi kimia sel-sel yang tua atau using menyebabkan ikatan yang kuat, khususnya jaringan kolagen. Ikatan ini menyebabkan kurangnya elastisitas, kekacauan, dan hilangnya fungsi sel.2. Teori psikoogis

Pada usia lanjut, proses penuaan terjadi secara alamiah seiring dengan penambahan usia. Perubahan psikologis yang terjadi dapat dihubungkan pula dengan keakuratan mental dan keadaan fungsional yang efektif.Kepribadian individu yang terdiri atas motivasi dan inteligensi dapat menjadi karakteristik konsep diri dari seorang lansia. Konsep diri yang positif dapat menjadikan seorang lansia mampu berinteraksi dengan mudah terhadap nilai-nilai yang ada ditunjang dengan status sosialnya.Adanya penurunan dari intelektualitas yang meliputi persepsi, kemampuan kognitif, memori, dan belajar pada usia lanjut menyebabkan mereka sulit untuk dipahami dan berinteraksi. Persepsi merupakan kemampuan interpretasi pada lingkungan. Dengan adanya penurunan fungsi sistem sensorik, maka akan terjadi pula penurunan kemampuan untuk menerima, memproses, dan merespons stimulus sehingga terkadang akan muncul aksi/reaksi yang berbeda dari stimulus yang ada.Kemempuan kognitif dapat dikaitkan dengan penurunan fisiologis organ otak. Namun untuk fungsi-fungsi positif yang dapat dikaji ternyata mempunyai fungsi lebih tinggi, seperti simpanan informasi usia lanjut, kemampuan member alas an secara abstrak, dan melakukan perhitungan. Memori adalah kemampuan daya ingat lansia terhadap suatu kejadian/peristiwa baik jangka pendek maupun jangka panjang. Memori terdiri atas tiga komponen sebagai berikut. Ingatan yang paling singkat dan segera. Contohnya pengulangan angka. Ingatan jangka pendek. Contohnya peristiwa beberapa menit hingga beberapa hari yang lalu. Ingatan jangka panjang.

Kemampuan belajar yang menurun dapat terjadi karena banyak hal. Selain keadaan fungsional organ otak, kurangnya motivasi pada lansia juga berperan. Motivasi akan semakin menurun dengan menganggap bahwa lansia sendiri merupakan beban bagi orang lain dan keluarga.

3. Teori sosialAda beberapa teori yang berkaitan dengan proses penuaan.. yaitu teori interaksi social (social exchange theory), teori penarikan diri (disengagement theory), teori aktivitas (activity theory), teori kesinambungan (continuity theory), teori perkembangan (development theory), dan teori stratifikasi usia (age stratification theory). Teori interaksi sosialTeori ini mencoba menjelaskan mengapa lansia bertindak pada situasi tertentu, yaitu atas dasar hal-hal yang dihargai masyarakat. Mauss (1954), Homans (1961), dan Blau (1964) mengemukakan bahwa interaksi social terjadi berdasarkan atas hukum pertukaran barang dan jasa. Sedangkan pakar lain Simmons (1954), mengemukakan bahwa kemampuan lansia untuk terus menjalin interaksi social merupakan kunci untuk mempertahankan status sosialnya atas dasar kemampuannya untuk melakukan tukar-menukar.

Menurut Dowd (1980), interaksi antara pribadi dan kelompok merupakan upaya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dan menekan kerugian hingga sesedikit mungkin. Kekuasaan akan timbul apabila seseorang atau kelompok mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan dengan pribadi atau kelompok lainnya.

Pada lansia, kekuasaan dan prestisenya berkurang, sehingga menyebabkan interkasi social mereka juga berkurang, yang tersisa hanyalah harga diri dan kemampuan mereka untuk mengikuti perintah.

Pokok-pokok teori interaksi social adalah sebagai berikut: Masyarakat terdiri atas aktor-aktor social yang berupaya mencapai tujuannya masing-masing. Dalam upaya tersebut terjadi interaksi social yang memerlukan biaya dan waktu. Untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai, seorang actor harus mengeluarkan biaya. Actor senantiasa berusaha mencari keuntungan dan mencegah terjadinya kerugian. Hanya interaksi yang ekonomis saja yang dipertahankan olehnya.

Teori penarikan diri