Pengetahuan Guru SD Tentang Bimbingan Konseling

download Pengetahuan Guru SD Tentang Bimbingan Konseling

of 77

  • date post

    14-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.982
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Pengetahuan Guru SD Tentang Bimbingan Konseling

Bab I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Bimbingan dan konseling yang dahulu dikenal dengan nama Bimbingan dan Penyuluhan (Guideance and Conseling), merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah sistem pendidikan. Sebagai sebuah sistem, kehadirannya diperlukan dalam upaya pembimbingan sikap perilaku siswa terutama dalam menghadapi perubahan-perubahan dirinya dari anak-anak menuju jenjang usia yang lebih dewasa. Pada kenyataannya, bimbingan dan konseling ini menjadi sebuah simbol yang sering tidak berfungsi secara optimal. Pada hampir semua sekolah, fungsi bimbingan dan konseling hanya muncul jika seorang siswa menghadapi permasalahan yang memang krusial, seperti perkelahian, penyalahgunaan obat terlarang, kenakalan-kenakalan di luar batas, serta hal-hal lain yang berada di luar batas kewajaran. Akibatnya, bimbingan dan konseling dalam pandangan siswa menjadi semacam polisi sekolah yang akan bertindak jika siswa melanggar tata tertib sekolah. Di sisi lain, warga sekolah lainnya seperti kepala sekolah, guru-guru, dan para staf sekolah lain selalu menunjuk guru bimbingan dan konseling jika didapati adanya siswa yang memiliki permasalahan atau terlibat kasus tertentu. Terlepas dari predikat guru bimbingan dan konseling, pada dasarnya guru adalah jabatan profesional yang harus dipertang-gungjawabkan secara

harrydfauzi@gmail.com

1

profesional pula. Guru adalah jabatan yang memerlukan keahlian khusus. Sikap, perilaku dan pemikiran seorang guru harus tercermin dalam idealismenya. Oleh karena itu, pemahaman atas jabatan guru penting artinya dalam rangka mengabdikan dirinya terhadap nusa, bangsa dan negara. Jenis pekerjaan ini seharusnya tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar lingkup pendidikan. Demikian pula halnya dengan jabatan fungsional guru bimbingan dan konseling yang sesung-guhnya hanya dapat dilaksanakan secara optimal oleh mereka yang memang memiliki latar belakang kependidikan seperti itu. Jika suatu jabatan fungsional dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan dan keprofesian yang benar, maka sangat besar

kemungkinannya terjadi penyimpangan peri-laku, penyimpangan kegiatan, dan penyimpangan penafsiran di luar batas kewajaran yang seharusnya. Itulah yang terjadi dalam ruang lingkup bimbingan dan konseling di tingkat sekolah dasar pada dewasa ini. Atas dasar pemikiran di atas, penulis merasa perlu melaku-kan penelitian tentang Tingkat Pemahaman Guru Sekolah Dasar tentang Bimbingan dan Konseling sebagai Faktor yang Berpengaruh terhadap Pembinaan Prestasi Belajar Siswa sebagai studi deskriptif atas guru-guru kelas serta guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan guru mata pelajaran Olah Raga di SD Negeri 1 Pawenang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, tahun pelajaran 2005 2006.

harrydfauzi@gmail.com

2

B. Batasan dan Rumusan Masalah 1. Batasan Masalah Suyatna (2000:7) mengemukakan bahwa biasanya masalah yang ditemukan dalam penelitian itu sangat luas dengan rangkaian yang multikompleks. Agar penelitian dapat terfokuskan pada satu masalah yang dapat dikaji secara utuh, tidak melantur, serta atas pertim-bangan keterbatasan pengetahuan, waktu, serta pembiayaan, maka penelitian ini dibatasi pada hal-hal sebagai berikut. a. Peran dan tugas guru sekolah dasar dalam melakukan bimbingan dan konseling kepada siswa sesuai dengan tugas pokoknya. b. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru sekolah dasar dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga bimbingan dan konseling. c. Pengaruh pembinaan serta bimbingan guru terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. 2. Rumusan Masalah Semua jenis penelitian apa pun akan dimulai dengan cara merumuskan masalahnya. Mengidentifikasikan masalah itu merupakan bagian yang paling sulit dalam proses penelitian. Yang harus dirumuskan bukan sekedar ruang lingkupnya saja, melainkan juga penjabaran masalahnya itu ke dalam bentuk khusus yang spesifik (Suyatna, 2000:7).

harrydfauzi@gmail.com

3

Permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan dalam pertanyaan sebagai berikut. a. Bagaimanakah peran dan tugas guru sekolah dasar dalam melakukan bimbingan dan konseling kepada siswa sesuai dengan tugas pokoknya sebagai guru pengajar? b. Faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga bimbingan dan konseling? c. Bagaimanakah pengaruh pembinaan serta bimbingan guru terhadap peningkatan prestasi belajar siswa? C. Tujuan Penelitian Secara umum, tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui sampai sejauh mana tingkat pemahaman dan aplikasi guru kelas, guru olah raga, dan guru Pendidikan Agama terhadap masalah bimbingan dan konseling siswa serta faktor-faktor yang berkaitan dengannya. Secara khusus, sesuai dengan rumusan dan batasan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hal-hal sebagai berikut. a. Peran dan tugas guru sekolah dasar dalam melakukan bimbingan dan konseling kepada siswa sesuai dengan tugas pokoknya sebagai tenaga pengajar. b. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru sekolah dasar dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga bimbingan dan konseling. c. Pengaruh pembinaan serta bimbingan guru terhadap peningkatan prestasi belajar siswa.

harrydfauzi@gmail.com

4

D. Manfaat Penelitian Secara teoritis, penelitian ini diharapkan akan dapat memberi-kan sumbangan pemikiran dalam pengembangan kemampuan dan pemahaman guru-guru sekolah dasar terhadap kosep dan aplikasi tugas bimbingan dan konseling sesuai dengan bidang tugas dan garapan masing-masing. Secara praktis, penelitian ini diharapkan akan mampu memberikan manfaat secara langsung maupun tidak langsung kepada guru-guru sekolah dasar serta kepala sekolah. a. Bagi kepala sekolah diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi gambaran tentang bagaimana mengembangkan pembinaan guruguru dalam konteks bimbingan dan konseling siswa sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. b. Bagi guru-guru, hasil penelitian ini diharapkan dapat men-jadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan kompeten-sinya sebagai guru dalam hal pelaksanaan bimbingan dan konseling terhadap siswa secara menyeluruh. E. Definisi Operaional Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiono, 2004:39). Sesuai dengan rumusan judul penelitian yang dikemukakan di atas, pada penelitian ini digunakan dua variabel sebagai berikut.

harrydfauzi@gmail.com

5

1. Variabel Independen Variabel independen (disebut juga variabel stimulus, prediktor, antecendent) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel lain (Sugiono, 2004:39). Variabel independen (bebas) pada penelitian ini adalah Tingkat Pengetahuan Bimbingan Konseling Guru SD. 2. Variabel Dependen Variabel dependen (disebut juga variabel output, kriteria, konsekuen) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiono, 2004:40). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pembinaan Prestasi Belajar Siswa.

Matriks Penelitian 1.1 Indikator Variabel Penelitian Variabel Independen: Tingkat Pemahaman Guru SD tentang Bimbingan dan Konseling Subvariabel (X): (1) Pemahaman guru tentang Fungsi dan Peranan Bimbingan dan Konseling. (2) Pemahaman tentang tugas guru kelas sebagai pembimbing Variabel Dependen: Pembinaan Belajar Siswa Subvariabel (Y): (1) Peningkatan motivasi belajar siswa. (2) Perkembangan hasil belajar siswa. (3) Perkembangan kreativitas siswa. (4) Pemecahan masalah kesulitan belajar siswa.

harrydfauzi@gmail.com

6

Konstelasi masalah berdasarkan variabel di atas dapat digambarkan sebagai berikut. (1) (2) (3)

X X1

Y Y1

X2

Y2

Y3

Y4 Keterangan: X = Variabel independen = Tingkat Pemahaman Guru SD tentang Bimbingan dan Konseling Y = Variabel dependen = Pembinaan Belajar Siswa

X1 = Pemahaman guru tentang Fungsi dan Peranan Bimbingan dan Konseling X2 = Pemahaman tentang tugas guru kelas Y1 = Perkembangan motivasi belajar siswa Y2 = Perkembangan hasil belajar siswa Y3 = Perkembangan kreativitas siswa Y4 = Pemecahan masalah kesulitan belajar siswa. F. Asumsi dan Hipotesis Penelitian

harrydfauzi@gmail.com

7

1. Asumsi Asumsi atau anggapan dasar adalah segala kebenaran, teori, atau pendapat yang dijadikan landasan dalam suatu penelitian. Segala kebenaran, teori dan pendapat yang dijadikan pegangan itu tidak dipersoalkan lagi benar salahnya. Pada prinsipnya segala sesuatu itu dapat diterima oleh semua pihak tanpa harus diuji lagi kebenarannya (Suyatna, 2000:7). Sejalan dengan pendapat Suyatna di atas. Surakhmad (1980:15) mengemukakan bahwa asumsi, anggapan dasar, atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya dapat diterima oleh peneliti. Adapun yang men-jadi asumsi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Guru bukan hanya sebagai pengajar saja, melainkan juga sebagai perencana, pengarah, pelaksana, pengelola, fasilitator, penilai, pembuat keputusan, dan pemberi hadiah dalam proses pendidikan di sekolah (A. Kosasih Djahiri, 1995-1996:25). b. Sebagai perencana, guru dan pihak sekolah menyusun perencanaan tentang kegiatan pendidikan siswa yang mengacu kepada pengembangan aspek kognitif dan afektif siswa secara terpadu, terutama dalam membentuk sikap moral dan perilaku yang baik sesuai dengan kaidah-kaidah norma yang berlaku. c. Sebagai komunikator, guru dan pihak sekolah harus mampu mengkomunikasikan gagasannya secara tepat dan kontekstual

harrydfauzi@gmail.com

8

kepada siswa sehingga tanpa dipaksa siswa akan menilai dirinya sendiri dan berupaya membentuk pribadinya menjadi manusia yang baik. d. Sebagai pelaksana, guru dan pihak sekolah memiliki tugas untuk melaksanakan bimbingan kepada s