MATERI INTI 3 PENGOBATAN PASIEN TB Efek samping obat TB 8. Pemantauan kemajuan Pengobatan 9. ......

download MATERI INTI 3 PENGOBATAN PASIEN TB  Efek samping obat TB 8. Pemantauan kemajuan Pengobatan 9. ... makan Keterangan: Apabila OAT lepas diberikan dalam bentuk puyer,

of 29

  • date post

    19-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    242
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of MATERI INTI 3 PENGOBATAN PASIEN TB Efek samping obat TB 8. Pemantauan kemajuan Pengobatan 9. ......

  • MATERI INTI 3

    PENGOBATAN PASIEN TB

    KEGIATAN BELAJAR 1-6

  • DAFTAR ISI

    Kegiatan Belajar 1 : TUJUAN dan PRINSIP PENGOBATAN

    Kegiatan Belajar 2 : PADUAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT)

    Kegiatan Belajar 3 : PENGOBATAN TB PADA PASIEN DEWASA

    Kegiatan Belajar 4 : PENGOBATAN TB PADA PASIEN ANAK

    Kegiatan Belajar 5 : PENGOBATAN TB PADA PASIEN DENGAN KEADAAN

    KHUSUS

    Kegiatan Belajar 6 : PENETAPAN PMO DAN TEMPAT PENGOBATAN

    Tentang Modul Ini

    Modul ini merupakan kelanjutan modul Penemuan pasien TB. Setelah pasien ditemukan adalah kewajiban Dokter Praktik Mandiri (DPM) menjamin bahwa pasien TB diobati dengan baik dan benar, sesuai standar ISTC (International Standard for Tuberculosis Care), Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) dan Buku Pedoman Nasional Pengendalian TB edisi terkini. Pada modul ini ada 12 topik materi yang akan dibahas yaitu: tujuan dan prinsip pengobatan pasien TB, paduan Obat Anti Tuberkulosis (OAT), Pengobatan TB pada pasien dewasa dan pasien anak, penetapan PMO dan tempat pengobatan, Efek samping OAT, Tata Laksana Pasien Berobat Tidak Teratur, pemantauan kemajuan pengobatan, penetapan hasil akhir pengobatan, logistik TB dan pengisian form TB.01 dan TB.02 Tujuan Pembelajaran Umum: Setelah menyelesaikan materi, peserta mampu memahami cara melakukan Pengobatan Pasien TB dengan benar Tujuan Pembelajaran Khusus: Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu menjelaskan:

    1. Tujuan dan Prinsip Pengobatan pasien TB 2. Paduan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) 3. Pengobatan TB pada pasien dewasa 4. Pengobatan TB pada pasien anak 5. Pengobatan TB pada pasien dengan keadaan khusus (12 jenis pasien) 6. Penetapan PMO dan tempat pengobatan 7. Tatalaksana Efek samping obat TB 8. Pemantauan kemajuan Pengobatan 9. Pemantauan Tata Laksana Pasien Berobat Tidak Teratur

    10. Penetapan Hasil akhir pengobatan 11. Logistik TB 12. Cara mengisi format TB.01 dan format TB.02

  • KEGIATAN BELAJAR 1 TUJUAN DAN PRINSIP PENGOBATAN PASIEN TB

    POKOK MATERI

    1. Tujuan pengobatan pasien TB 2. Prinsip pengobatan pasien TB

    URAIAN MATERI

    Setelah memahami tujuan pengobatan pasien TB, sebelum mengobati pasien TB kita perlu memahami PRINSIP PENGOBATAN PASIEN TB:

  • Pada prinsip pengobatan pasien TB dikatakan bahwa pengobatan pasien TB terdiri atas 2 tahap yaitu tahap awal dan tahap lanjutan, berikut adalah penjelasan tentang tahap dan tahap lanjutan pengobatan asien TB tersebut

    SEKARANG SAYA TAHU:

  • KEGIATAN BELAJAR 2 PADUAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT)

    Tujuan Umum

    Peserta mampu memahami tentang Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dalam setiap

    tahapan pengobatan TB

    Tujuan Khusus

    Peserta mampu menjelaskan:

    1. Definisi OAT

    2. Jenis dan kisaran dosis OAT yang digunakan di Indonesia

    3. Paduan OAT, peruntukkan, cara meminum dan cara kerja OAT dalam setiap

    tahapan pengobatan TB

    Pokok Materi

    1. Definisi OAT

    2. Jenis dan Kisaran dosis OAT yang digunakan di Indonesia

    3. Paduan OAT, peruntukkan, cara meminum dan cara kerja OAT dalam setiap

    tahapan pengobatan TB

    Uraian Materi

    1. Definisi Obat Anti Tuberkulosis (OAT)

    Obat Anti Tuberkulosis ( OAT ) adalah komponen terpenting dalam

    pengobatan TB, yang merupakan salah satu upaya paling efisien untuk

    mencegah penyebaran lebih lanjut dari kuman TB

    OAT dapat dikalsifikasikan berdasarkan jenis, paduan, kemasan,

    sifat, dan efek samping, sebagaimana yang terlihat pada gambar-

    gambar berikut:

  • OAT lini pertama terdiri dari empat macam obat yang merupakan pengobatan utama dan mendasar bagi pasien TB, diperuntukkan bagi pasien TB yang belum pernah mendapat pengobatan TB sebelumnya. OAT lini kedua merupakan OAT yang diberikan pada pasien TB yang sudah resistan terhadap OAT lini pertama (pasien TB Resistan Obat).

  • Setelah mengetahui jenis OAT lini pertama dan lini kedua, cara kerja

    serta efek sampingnya, maka kita akan mempelajari Paduan OAT dan

    peruntukkannya.

  • Paduan OAT yang digunakan di Indonesia ditetapkan mengacu pada rekomendasi WHO dan International Standard for Tuberculosis Care/ISTC. Paduan OAT terdiri dari OAT Kategori 1 dan Kategori 2, Kategori Anak dan

    Kategori Pengobatan untuk Pasien TB Resistan Obat

  • Paduan OAT yang digunakan di Indonesia dikemas dalam bentuk Kombinasi Dosis Tetap (KDT)/Fixed Dose Combination (FDC) dan dalam bentuk obat lepas (Kombipak)

  • SEKARANG SAYA TAHU:

  • Kegiatan Belajar 3

    PENGOBATAN TB PADA PASIEN DEWASA

    Tujuan Umum

    Peserta dapat memahami pengobatan TB pada pasien TB dewasa

    Tujuan Khusus

    Peserta dapat menjelaskan:

    Paduan OAT pasien TB dewasa

    Dosis OAT bagi pasien TB dewasa

    Pokok Materi

    Materi yang akan dibahas pada kegiatan belajar ini adalah paduan dan dosis OAT

    bagi pasien TB dewasa

    Uraian Materi

    Seperti telah disampaikan pada materi sebelumnya, paduan pengobatan TB terdiri

    dari Kategori-1 dan Kategori-2 dengan kemasan KDT dan Kombipak. Tabel berikut

    memperlihatkan kisaran dosis pengobatan TB untuk tiap jenis OAT, sesuai kisaran

    dosis dengan pengelompokan Berat Badan pasien TB, baik untuk KDT maupun

    kombipak.

    Kisaran dosis OAT lini pertama bagi pasien dewasa

    OAT

    Dosis

    Harian 3 x / minggu

    Kisaran dosis

    (mg/kg BB)

    Maksimum

    (mg)

    Kisaran dosis

    ( mg/kg BB )

    Maksimun/

    hari (mg)

    Isoniazid 5 ( 4 6 ) 300 10 ( 8 12 ) 900

    Rifampisin 10 ( 8 12 ) 600 10 ( 8 12 ) 600

    Pirazinamid 25 ( 20 30 ) - 35 ( 30 40 ) -

    Etambutol 15 ( 15 20 ) - 30 ( 25 35 ) -

    Streptomisin 15 ( 12 18 ) - 15 ( 12 18 ) 1000

    Dosis paduan OAT KDT untuk Kategori 1 2(HRZE) / 4(HR)3

    Berat

    Badan

    Tahap Intensif

    tiap hari selama 56 hari

    RHZE (150/75/400/275)

    Tahap Lanjutan

    3 kali seminggu selama

    16 minggu

    RH (150/150)

    30 37 kg 2 tablet 4KDT 2 tablet 2KDT

    38 54 kg 3 tablet 4KDT 3 tablet 2KDT

    55 70 kg 4 tablet 4KDT 4 tablet 2KDT

    71 kg 5 tablet 4KDT 5 tablet 2 KDT

  • Dosis paduan OAT Kombipak untuk Kategori 1 (2HRZE/4H3R3)

    Tahap Pengo batan

    Lama Pengo batan

    Dosis per hari / kali Jumlah

    hari/kali

    menelan

    obat

    Tablet Isonia sid @ 300 mg

    Kaplet Rifam

    pisin @ 450 mg

    Tablet Pirazinamid @ 500

    mg

    Tablet Etam

    butol @ 250 mg

    Intensif 2 Bulan 1 1 3 3 56

    Lanjutan 4 Bulan 2 1 - - 48

    Dosis paduan OAT KDT untuk Kategori 2 - 2(HRZE)S / (HRZE) / 5(HR)3E3

    Berat

    Badan

    Tahap Intensif

    tiap hari

    RHZE (150/75/400/275) + S

    Tahap Lanjutan 3 kali seminggu

    RH (150/150) + E(400)

    Selama 56 hari Selama 28

    hari selama 20 minggu

    30-37 kg

    2 tab 4KDT + 500 mg Streptomisin inj.

    2 tab 4KDT

    2 tab 2KDT + 2 tab Etambutol

    38-54 kg

    3 tab 4KDT + 750 mg Streptomisin inj.

    3 tab 4KDT

    3 tab 2KDT + 3 tab Etambutol

    55-70 kg

    4 tab 4KDT + 1000 mg Streptomisin

    inj.

    4 tab 4KDT

    4 tab 2KDT + 4 tab Etambutol

    71 kg 5 tab 4KDT + 1000mg Streptomisin inj.

    5 tab 4KDT

    5 tab 2KDT + 5 tab Etambutol

    Catatan:

    Untuk pasien yang berumur >60 tahun tidak mungkin bisa diberikan Streptomycin dengan dosis >500 750 mg/hari. Beberapa buku rujukan menganjurkan penurunan dosis menjadi 10 mg/kg/BB/hari. Pada pasien dengan berat badan < 50 kg mungkin juga tidak dapat diberikan dosis diatas 500 750 mg/hari.

    Untuk perempuan hamil lihat pengobatan TB pada keadaan khusus.

    Cara melarutkan streptomisin vial 1 gram yaitu dengan menambahkan aquabidest sebanyak 3,7ml sehingga menjadi 4ml. (1ml = 250mg).

    Jumlah hari menelan obat dalam 1 bulan adalah 28 hari, sehingga untuk tahap awal 2 bulan = 2 X 28 hari (dosis harian) = 56 hari (=56 dosis harian)

    Untuk tahap lanjutan, pasien TB menelan obat 3 kali seminggu, sehingga untuk 1 bulan jumlah hari menelan obat adalah 3 kali X 4 minggu= 12 hari menelan obat (= 12 dosis harian), sehingga pada tahap lanjutan Kategori-2 jumlah dosis harian yang harus diminum adalah 5 bulan X 3 kali/mg X 4 minggu= 60 hari menelan obat (=60 dosis harian)

  • Dosis paduan OAT Kombipak untuk Kategori 2

    2HRZES/HRZE/5H3R3E3

    Tahap

    Peng-

    obatan

    Lama

    Peng-

    obatan

    Tablet

    Isoniasid

    @ 300

    mg

    Kaplet

    Rifampis

    in @ 450

    mg

    Tablet

    Pirazina

    mid @

    500 mg

    Etambutol

    Streptom

    isin

    injeksi

    Jum

    lah

    hari/

    kali

    mene

    lan

    obat

    Tab

    let @

    250

    mg

    Tab

    let @

    400

    mg

    Tahap

    Inten sif

    (dosis

    harian)

    2 bln

    1 bln

    1

    1

    1

    1

    3

    3

    3

    3

    -

    -

    0,75 gr

    -

    56

    28

    Tahap

    Lanju tan

    (dosis 3x

    se mggu)

    5 bln 2 1 - 1 2 - 60

    Catatan:

    Ingat pemberian dosis Streptomycin untuk pasien berumur >60 tahun Berat badan pasien ditimbang setiap bulan dan dosis pengobatan harus disesuaikan apabila terjadi perubahan berat badan.

    Penggunaan OAT lini kedua misalnya golongan aminoglikosida (contoh kanamisin) dan golongan kuinolon tidak dianjurkan diberikan kepada pasien baru tanpa indikasi yang jelas karena potensi obat ter