Luthfi Indra r a1l114043 Acara 1 Fix

Click here to load reader

  • date post

    05-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    0

Embed Size (px)

description

laporan

Transcript of Luthfi Indra r a1l114043 Acara 1 Fix

LAPORAN PRAKTIKUMAGROKLIMATOLOGI

ACARA IPENGENALAN ALAT PENGAMATAN CUACA

Oleh :Luthfi Indra Rahmana A1L114043

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGIUNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANFAKULTAS PERTANIANPURWOKERTO2013

ACARA IPENGENALAN ALAT PENGAMATAN CUACA

A. Tujuan PraktikumTujuan praktikum pada acara satu adalah :1. Mengenal peralatan yang digunakan untuk pengamatan cuaca2. Mengetahui tata letak alat pengamatan cuaca di stasiun cuaca3. Mengetahui prinsip dasar kerja alat pengamatan cuaca

B. Alat dan BahanBahan yang digunakan adalah boring pengamatan dan ballpoint. Alat yang digunakan pada praktikum acara satu adalah (1) pengukur suhu udara minimum dan maksimum dan pengukur suhu tanah (2) pengukur kelembaban nisbi udara, thermometer bola basah dan kering (3) pengukur curah hujan tipe observatorium dan otomatis, (4) pengukur lama penyinaran matahari, solarimeter Campbell Stockes, (5) pengukur kecepatan dan arah angin.

C. Prosedur Kerja1. Disiapkan suatu alat pengamatan cuaca atau datang dekat alat pengamatan cuaca di pasang2. Diamati letak alat pengamatan cuaca tersebut pada stasiun cuaca dan digambar secara skematik letak alat pengamatan cuaca tersebut3. Di gambar dan diberi keterangan bagian alat pengamatan cuaca yang diamati4. Dijelaskan prinsip kerja alat5. Dilakukan dengan cara yang sama untuk alat pengamatan cuaca lainnya

D. Hasil dan Pembahasan1. HasilTabel 1. Nama, gambar, keterangan, prinsip kerja dan fungsi.No.Nama AlatGambarKeteranganPrinsip KerjaFungsi

1. Termometer Permukaan Tanah

1. sensor / bagian yang ditancap ke dalam tanah2. SkalaPrinsip kerja: termometer tanah ini tergolong semi otomatis sebab setelah kaki dari thermometer ini terbenam dalam tanah maka dengan sendirinya keadaan suhu tanah akan dapat dilihat pada layar yang ditunjukan oleh jarum penunjuk (Basoeki, 1986).Untuk mengukur suhu permukaan tanah

2.Termohigro tipe digital

1.penunjuk suhu2. penunjuk kelembabanPrinsip kerja alat ini adalah tekan tombol clear terlebih dahulu untuk menetralkan, kemudian tekan tombol thermo min dan max secara bergantian untuk mengetahui suhu dan tombol hygro untuk mengeatahui kelembaban (Basoeki, 1986)Untuk mengukur suhu pada permukaan tanah

3.Campbell Stockes

1. bola kaca masif2. tempat kertas pias3. kertas pias4.sekrup bola masif5.sekrupPrinsip kerja: pembakaran kertas pias oleh radiasi matahari yang memfokuskan melalui bola kaca sebagai lensa positif pada titik api lensa (Tim pengampu, 2015)Untuk mengukur lama intensitas sinar atau radiasi matahari.

4. Anemometer1. wings cup2. wind vane3. pencatat arah angin4.pencatat kecepatan anginPrinsip kerja: adanya hembusan angin mengenai baling-baling. Setelah baling-baling berputar maka akan menggerakkan alat pencatat kecepatan angin pada anemometer (Basoeki, 1986).Untuk mengukur kecepatan dan arah angin.

5. Penakar hujan tipe Hellman

1. corong penakar2. jam pemutar dan kertas pias3. pelampung yang dihubungkan dengan pena4. tabung pelampung5. pipa shipon6. botol penampung airPrinsip kerja : Jika hujan turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul dalam tabung tempat pelampung. Air ini menyebabkan pelampung serta tangkainya terangkat. Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena yang gerakkannya selalu mengikuti tangkai pelampung. Gerakkan pena dicatat pada pias yang ditakkan/ digulung pada silinder jam yang dapat berputar dengan bantuan tenaga per. Jika air dalam tabung hampir penuh, pena akan mencapai tempat teratas pada pias. Setelah air mencapai atau melewati puncak lengkungan selang gelas, air dalam tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam tabung dan tangki pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias merupakan garis lurus vertical (Urip, 1970).

Untuk mengukur volume hujan (mm)

6.Termometer suhu maksimal minimum 1. Reservoir2. Termometer minimum berisi alkohol3. Termometer maksimum berisi raksa4. Indeks penunjuk suhu maksimum5. Indeks penunjuk suhu minimumPrinsip kerja alat ini yaitu jika suhu udara naik, maka air raksa dalam bola akan memuai mendorong cairan air raksa keluar melalui pipa yang menyempit, suhu udara terus naik sampai mencapai nilai maksimum. Jika suhu udara turun, cairan air raksa dalam bola akan menyusut sehingga alur air raksa dalam pipa kapiler terputus, namun ujung air raksa tetap menunjukkan nilai skala yang maksimum (Urip, 1970).

Untuk mengukur suhu maksimum dan minimum.

7. Termometer kedalaman

1. batang penancap2. skala3. SensorUntuk mengukur suhu pada kedalaman tanah.

8.Penakar hujan tipe observatori1. mulut corong2. penampung3. gelas ukurPrinsip kerja alat ini adalah air hujan masuk melalui corong, Lalu turun ke tabung ukur. Keran yang ada didalam diputar agar air dapat mengalair ke tabung ukur. Ukur banyaknya air yang masuk. Jika air didalam tabung ukur sudah penuh, buang air tesebut (Basoeki, 1986).Untuk mengukur volume hujan.

2. PembahasanAdapun alat-alat meteorologi yang ada di Stasiun Meteorologi Pertanian diantaranya alat pengukur curah hujan (Ombrometer tipe Observatorium dan Ombrograf), Alat pengukur kelembaban relatif udara (Psikometer Assman, Psikometer Sangkar, Higrograf, Higrometer, Sling Psikometer), alat pengukur suhu udara (Termometer Biasa, Termometer Maksimum, Termometer Minimum, dan Termometer Maximum-Minimum Six Bellani), alat pengukur suhu air (Termometer Maksimum-Minimum Permukaan Air), alat pengukur panjang penyinaran matahari (Solarimeter tipe Jordan, Solarimeter tipe Combell Stokes), alat pengukur suhu tanah (Termometer Permukaan Tanah, Termometer Selubung Kayu, Termometer Bengkok, Termometer Maksimum-Minimum tanah, Termometer Simons, Stick Termometer), alat pengukur intensitas penyinaran matahari (Aktinograf), alat pengukur evaporasi (Panci Evaporasi Kelas A, Piche Evaporimeter) dan alat pengukur kecepatan angin (Cup Anemometer, Hand Anemometer, Biram Anemometer) (Prawirowardoyo, 1996).Pada praktikum acara satu diperkenalkan berbagai macam dan tipe alat pengamatan cuaca yang biasa dipakai di stasiun cuaca untu pengamatan cuaca. Dalam mengamati satu cuaca dapat digunakan beberapa jenis peralatan yang mempunyai prinsip kerja sama tetapi memiliki perbedaan seperti dari segi ketelitian pengamatan, kepraktisan maupun cara penggunaannya. Oleh karena itu setiap alat yang digunakan dalam pengukuran cuaca memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Alat-alat anasir cuaca tersebut antara lain:1. Termometer permukaan tanahAlat ini memiliki bagian-bagian diantaranya:1. Sensor / bagian yang ditancapkan ke dalam tanah2. Skala

Prinsip kerja alat ini yaitu termometer tanah ini tergolong semi otomatis sebab setelah kaki dari thermometer ini terbenam dalam tanah maka dengan sendirinya keadaan suhu tanah akan dapat dilihat pada layar yang ditunjukan oleh jarum penunjuk . Prosedur kerja alat ini adalah membuka atau melepas penutup kaki yang tersarung pada kaki termometer permukaan tanah. Memasukan kaki thermometer tanah pada tanah yang akan diukur suhunya sampai tertanam atau berdiri tegak, setelah kaki termometer tanah terbenam dalam tanah dengan sendirinya keadaan suhu tanah akan dapat dilihat pada layar yang ditunjukan oleh jarum penunjuk.2. Thermohygro tipe digitalAlat ini memiliki bagian-bagian sebagai berikut:1. Penujuk suhu2. Penujuk kelembaban

Prinsip kerja alat ini adalah tekan tombol clear terlebih dahulu untuk menetralkan, kemudian tekan tombol thermo minimal dan maksimal secara bergantian untuk mengetahui suhu dan tekan tombol hygro untuk mengetahui kelembaban. Prosedur kerja alat ini yaitu disimpan pada tempat yang akan diukur suhu dan kelembabannya. Tombol clear ditekan terlebih dahulu agar dalam keadaan netral, tombol thermo minimum dan maksimum ditekan seacra untuk mengetahui suhu. Tombol hydro ditekan untuk mengetahui kelembaban.3. Campbell StockesAlat ini memiliki bagian-bagian, diantaranya:1. Bola kaca masif2. Tempat kertas Pias3. Busur pemegang bola kaca4. Sekrup pengunci5. Sekrup pengatur letak horisontal alatPrinsip kerja alat ini adalah sinar matahari akan difokuskan atau dipusatkan oleh bola masif pada suatu kertas tebal yang peka dan khusus. Pias yang berskala pada jam ini dipasang logam berbentuk setengah mangkok yang konsentrasi dengan bola kaca masif tersebut. Sinar matahari yang difokuskan pada pias akan membakar dan meninggalkan bekas pada pias. Durasi total penyinaran matahari cerah panjang siang hari didapatkan dengan mengukur panjang total dari bekas dari bekas pada pias.Prosedur kerja alat ini yaitu dipasang pada pilar beton supaya posisinya tidak berubah atau alatnya tidak bergetar. Berkas sinar yang masuk akan melalui bola kaca sehingga akan terbentuk suatu titik apai yang dapat membakar kertas pias. Dari hasil pembakaran kertas pias akan ditentukan lama matahari akan bersinar.4. AnemometerAlat ini mempunyai bagian-bagian antara lain:1. Mangkuk (Cup caunter anemometer)2. Wind vane3. Kertas pias dan alat penghitung pencatatan.

Prinsip kerja alat ini yaitu adanya hembusan angin mengenai baling-baling. Setelah baling-baling berputar maka akan menggerakkan alat pencatat kecepatan angin pada anemometer. Lamanya pengamatan atau data hasil pencatatan biasanya disesuaikan dengan kepentingannya. Untuk kepentingan agroklimatologi umumnya dicari rata-rata kecepatan dan arah angin selama periode 24 jam (nilai harian). Berdasarkan nilai ini kemudian dapat dihitung nilai mingguan, bulanan, dan tahunannya. Bila dipandang perlu dapat dilakukan pengamatan interval waktu lebih pendek agar dapat diketahui rata-rata kecepatan angin periode pagi, siang, dan malam.5. Ombrometer tipe HellmanAlat ini memiliki bagian-bagian diantaranya:1. Corong penakar2. Jam pemutar dan kertas pias3. Pelampung yang dihubungkan dengan pena4. Tabung Pelampung5. Pipa shipon6. Botol penampungPrinsip kerja alat ini adalah jika hujan turun, maka air hujan akan masuk mas