OLEH : LUTHFI HILMAN SYAH -

Click here to load reader

  • date post

    16-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of OLEH : LUTHFI HILMAN SYAH -

Analisis Pengaruh Nilai Tukar Rupiah, Jumlah Penduduk, Pembiayaan Perbankan Syariah, Jumlah Uang Beredar dan Inflasi Terhadap Deposito Mudharabah Perbankan Syariah di Indonesia Periode 2015-2019Analisis Pengaruh Nilai Tukar Rupiah, Jumlah Penduduk, Pembiayaan
Perbankan Syariah, Jumlah Uang Beredar dan Inflasi Terhadap Deposito
Mudharabah Perbankan Syariah di Indonesia Periode 2015-2019
OLEH : LUTHFI HILMAN SYAH
Deposito Mudharabah Perbankan Syariah di Indonesia
Periode 2015-2019
Program Studi Magister Perbankan Syariah
Tesis
Master Ekonomi (M.E.) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Diajukan Oleh:
JAKARTA
2021
ii
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tesis ini yang
berjudul: Analisis Pengaruh Nilai Tukar Rupiah, Jumlah Penduduk,
Pembiayaan Perbankan Syariah, Jumlah Uang Beredar dan Inflasi
Terhadap Deposito Mudharabah Perbankan Syariah di Indonesia
Periode 2015-2019. Tesis ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu
persyaratan kelulusan dan untuk menempuh ujian kelulusan Magister
Ekonomi (M.E.) pada Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi
dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ucapan terima kasih teristimewa
dan rasa hormat yang mendalam penulis sampaikan kepada :
1. Kedua orang tua penulis, ayahanda tercinta Bapak Drs. Yayang
Jamaludin. MM dan Ibunda tercinta Dra. Roziah, serta kedua mertua
penulis, Bapak Masroeri dan Ibu Ranti yang senantiasa mendoakan dan
memberi dukungan.
2. Istri penulis Yunie Fitriani dan tiga anak penulis Alya Nur Hibatullah,
Qanita Nur Ramadhana dan Fathiya Hasna Ramadhani yang selalu
menjadi inspirasi agar terus menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
3. Ibu Prof. Amany Burhanudin Lubis Lc., MA Selaku Rektor UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
4. Bapak Prof. Dr. Amilin., S.E. Ak., M.Si., CA., QIA., BKP., CRMP selaku
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
5. Ibu Nur Hidayah, MA, Ph.D selaku Ketua Jurusan Magister Perbankan
Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta, yang selalu memberikan arahan kepada penulis
dalam menjalankan pendidikan di Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
6. Dr. Ir. H. Roikhan M.A., MM selaku pembimbing yang selalu
memberikan arahan kepada penulis dalam menjalankan pendidikan di
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
7. Seluruh Dosen yang selama ini memberikan ilmu yang sangat bermanfaat
kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan jenjang pendidikan
ini dengan baik, dan tak lupa kepada para staf akademik, karyawan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
8. Kepada rekan pejuang tesis Pak Ivan Yuki Gautama dan A. Nur Hikmah
N.
9. Teman-teman Magister Perbankan Syariah terima kasih atas waktu dan
kebersamaannya yang telah kita mulai sejak awal perkuliahan.
iii
iv
v
vi
Deposito Mudharabah Perbankan Syariah di Indonesia
Periode 2015-2019
Diajukan Oleh:
NIP. 9903017434
mempengaruhi deposito mudharabah dengan inflasi sebagai variabel
mediator. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder runtut
waktu dari tahun 2015-2019. Model penelitian menggunakan deskriptif
kuantitatif dengan teknik analisa data menggunakan analisis jalur.
Pengolahan data menggunakan software IBM SPSS versi 20 serta IBM
AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap US$
& jumlah penduduk memiliki pengaruh positif. Sedangkan nilai jumlah uang
beredar dan pembiayaan perbankan syariah berpengaruh negatif. Untuk
pengaruh tidak langsung (indirect effects), nilai tukar, pembiayaan perbankan
syariah dan jumlah uang beredar memiliki pengaruh tidak langsung yang
positif. Variabel jumlah penduduk memiliki pengaruh tidak langsung yang
negatif. Variabel eksogen mempengaruhi (determinan) terhadap variabel
endogen secara langsung sebesar 23,7%. Variabel eksogen mempengaruhi
(determinan) terhadap variabel mediator sebesar 70%.
Kata kunci : Pengaruh, Eksogen, Inflasi, Deposito Mudharabah
viii


. 5102-5102 .
.
IBM SPSS 51 IBM AMOS.
.
.
.
( ) .
( ) . 2..5
21.
ix
ABSTRACT
This study was conducted to analyze the influence of factors that affect
mudharabah deposits with inflation as a mediator variable. The data
collection technique uses secondary data with a time series from 2015-2019.
The research model uses descriptive quantitative data analysis techniques
using path analysis. Data processing using IBM SPSS software version 20
and IBM AMOS. The results showed that the exchange rate of the rupiah
against the US$ & the population had a positive effect. While the value of the
money supply and Islamic banking financing has a negative effect. For
indirect effects, the exchange rate, Islamic banking financing and the money
supply have a positive indirect effect. The population variable has a negative
indirect effect. Exogenous variables affect (determinants) on endogenous
variables directly by 23.7%. Exogenous variables affect (determinant) the
mediator variable by 70%.
x
berikut.
B B Be 2
T T Te 3
S Es (dengan titik di atas) 4
Ji J Je 5
H H Ha (dengan titik di bawah) 6
K Kh Ka dan ha 7
D D De 8
D Z Zet 9
R R Er 10
Z Z Zet 11
S S Es 12
Sy Sy Es dan ye 13
Shad Sh Es dan ha 14
Dhad Dh De dan ha 15
T Th Te dan ha 16
Zhaa Zh Zet dan hà 17
a „ Koma terbalik di atas„ 18
Ghain Gh Ge dan ha 19
F F Ef 20
Q Q Ki 21
K K Ka 22
La L El 23
M M Em 24
25 N N En
27 H H Ha
Hamzah „ Apostref 28
xi
B. Pembatasan Masalah ......................................................... 11
C. Perumusan Masalah ........................................................... 12
D. Tujuan Penelitian ............................................................... 12
E. Manfaat Penelitian ............................................................. 12
A. Nilai Tukar Mata Uang ...................................................... 13
B. Populasi Penduduk ............................................................ 20
E. Deposito Mudharabah ........................................................ 29
E. Analisis Jalur (Path Analysis) ............................................ 45
F. Analisis Deskriptif ............................................................. 53
Analysis/CFA) ..................................................................... 54
xii
A. Sejarah Perbankan Islam ................................................... 58
B. Analisis dan Pembahasan .................................................. 60
1. Analisis Deskriptif ...................................................... 60
2. Analisis Kuantitatif ..................................................... 65
b. Analisis Jalur ....................................................... 67
d. Analisis Hubungan Antar Variabel ..................... 70
e. Persamaan Regresi................................................ 72
f. Nilai Korelasi........................................................ 74
A. Kesimpulan ........................................................................ 77
B. Saran .................................................................................. 77
1.2 Nilai PDB Indonesia di ASEAN ........................................................... 3
1.3 Perkembangan Pembiayaan BUS dan UUS .......................................... 9
2.1 Mekanisme Transmisi Nilai Tukar ke Inflasi ...................................... 19
2.2 Grafik Jumlah Uang Beredar di Indonesia .......................................... 22
2.3 Jenis-jenis Pendanaan .......................................................................... 25
2.7 Kerangka Penelitian ............................................................................ 42
3.2 Contoh Diagram Jalur 3 Variabel ........................................................ 48
3.3 Diagram Jalur Penelitian ..................................................................... 48
3.4 Visualisasi Variabel Mediasi ............................................................... 49
3.5 Contoh Model Struktural 2 Variabel ................................................... 50
3.6 Model Persamaan Struktural I ............................................................. 51
3.7 Model Yang Menunjukkan Hubungan Langsung Antara Variabel
Eksogen Dengan Variabel Mediasi .................................................... 52
3.8 Hubungan Variabel Eksogen Terhadap Variabel Endogen Melalui
Variabel Mediasi ................................................................................ 53
xiv
1.1 Nilai Tukar Rupiah Terhadap Beberapa Mata Uang Asing ................... 8
2.1 Kurs Tengah Rupiah Terhadap Beberapa Mata Uang Asing ............... 18
2.2 Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk ........................... 21
2.3 Perbedaan Bank Konvensional dengan Bank Syariah ......................... 28
3.1 Operasional Variabel Penelitian .......................................................... 44
4.1 Data penelitian deskriptif tahun 2015 ................................................. 60
4.2 Data penelitian deskriptif tahun 2016 ................................................ 61
4.3 Data penelitian deskriptif tahun 2017 ................................................ 62
4.4 Data penelitian deskriptif tahun 2018 ................................................ 63
4.5 Data penelitian deskriptif tahun 2019 ................................................ 64
4.6 Data penelitian deskriptif tahun 2015-2019 ....................................... 64
4.7 Assessment of Normality ..................................................................... 65
4.8 Nilai Durbin-Watson Cochrane-Orcutt 2 Step Method ....................... 66
4.9 Kriteria Nilai Durbin-Watson .............................................................. 66
4.10 Lagrange Multiplier Test ................................................................... 67
4.11 Uji Kecocokan Model ....................................................................... 68
4.12 Nilai Direct Effect Antar Variabel Penelitian ................................... 70
4.13 Nilai Indirect Effect Antar Variabel Penelitian ................................. 71
4.14 Nilai Koefisien Regresi dan Konstanta .............................................. 72
4.15 Nilai Korelasi Antar Variabel ........................................................... 74
4.16 Squared Multiple Correlations .......................................................... 75
1
pertumbuhan ekonomi adalah modal, pertumbuhan penduduk dan tenaga
kerja, kemajuan teknologi, serta ideologi, sistem sosial-politik dan perilaku
kehidupan sosial. Selanjutnya Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi
dalam Islam tidak hanya dipandang secara material, tetapi harus berdasarkan
moral-spiritual sesuai dengan syariat Islam. Menurut Muttaqin (2018: 119),
perekonomian Islam dapat diangkat dari Al Quran Surat Hud [11] ayat 61:


Artinya:
berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada
bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi
(tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah
ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya
Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa
hamba-Nya).”
mengandung pemahaman tentang pertumbuhan ekonomi, sebagaimana yang
dikatakan Ali bin Abi Thalib kepada seorang gubernurnya di Mesir:
“Hendaklah kamu memperhatikan pemakmuran bumi dengan perhatian yang
lebih besar dari pada orientasi pemungutan pajak, karena pajak sendiri hanya
dapat dioptimalkan dengan pemakmuran bumi. Barang siapa yang memungut
pajak tanpa memperhatikan pemakmuran bumi, negara tersebut akan
hancur”.
menggunakan suatu sistem tertentu yang baik dan dapat digunakan sebagai
pijakan dalam membuat kebijakan ekonomi. Salah satu alat ukur paling
2
Produk Domestik Bruto (PDB) atau disebut sebagai Gross Domestic Product
(GDP). PDB adalah jumlah dari produksi barang dan jasa yang dihasilkan
suatu negara dalam periode waktu tertentu (umumnya setahun). Formulasi
secara umum untuk PDB adalah dengan menggunakan pendekatan
pengeluaran di mana melibatkan variabel konsumsi (pengeluaran yang
dilakukan oleh rumah tangga), variabel investasi oleh sektor usaha, variabel
pengeluaran pemerintah, serta variabel ekspor dan impor yang melibatkan
sektor luar negeri.
tantangan besar, yakni jumlah penduduk yang sangat besar serta wilayah
yang sangat luas. Beberapa lembaga internasional bahkan memprediksi
Indonesia bakal menjadi negara dengan perekonomian terbesar kelima dunia
dalam beberapa tahun mendatang. Indonesia merupakan negara
dengan perekonomian terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Menurut data Bank Dunia, perekonomian Indonesia yang diukur dengan
besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku sebesar US$
1.042 triliun atau setara Rp. 14.837 triliun pada 2018.
Pada tahun 2019, dunia mengalami perlambatan dalam pertumbuhan
ekonomi dan ketidakpastian pasar keuangan. Hal tersebut tentu saja berimbas
langsung terhadap perekonomian Indonesia. Menurut Laporan Tahunan
Ekonomi Bank Indonesia, Pertumbuhan ekonomi global yang melambat
berdampak pada turunnya kinerja ekspor Indonesia 2019. Ekspor 2019
terkontraksi 0,87%, berbalik arah dari kinerja 2018 yang tumbuh 6,55%.
Penurunan ekspor tercatat cukup dalam pada semester I 2019, sebelum
sedikit berkurang pada semester II 2019 ditopang oleh peningkatan
permintaan beberapa produk ekspor, seperti crude palm oil (CPO) dan batu
bara.
jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 2018 sebesar 11,75%,
Indeks Stabilitas Sistem Keuangan (ISSK) Indonesia yang masih berada
dalam zona normal dengan didukung oleh kinerja institusi keuangan dan
pasar keuangan yang baik, masih menjaga stabilitas sistem keuangan.
Kebijakan fiskal dilakukan untuk mempertahankan stabilitas ekonomi yang
diimplementasikan melalui 3 (tiga) strategi utama, yaitu memobilisasi
pendapatan dengan tetap mendukung penguatan iklim investasi,
meningkatkan kualitas belanja agar lebih efektif dan produktif untuk
mendukung program prioritas, serta mendorong efisiensi dan inovasi
pembiayaan (creative financing).
Sumber: BPS tahun 2019
Sumber: BPS tahun 2019
perekonomian Negara. Uang akan masuk ke dalam bank, kemudian akan
dialirkan kembali ke dalam sistem perekonomian. Bank memberikan
kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi, sebagaimana dikutip dalam
Yidnekachew (2017: 17). Permasalahan yang terjadi adalah perbankan
syariah belum mampu memberikan kontribusi berarti yang hanya
menyumbangkan 4,5 persen terhadap perekonomian dari perbankan nasional
secara keseluruhan (Ibrahim, 2013: 2). Kesiapan sarana dan prasarana perlu
4
nasabah sehingga mampu bersaing dengan bank konvensional.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998, Bank disebutkan
sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan
atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup
masyarakat. Sedangkan bank syariah atau bank Islam adalah bank yang
beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam atau mengacu kepada
ketentuan-ketentuan Al-Quran dan hadits sebagaimana dikutip dari Wibowo,
(2005: 33). Di dalam sejarah perekonomian umat Islam, kegiatan muamalah
seperti menerima titipan harta, meminjamkan uang untuk keperluan
konsumsi dan untuk keperluan bisnis, serta melakukan pengiriman uang,
yang dilakukan dengan akad-akad yang sesuai syariah. Bank Syariah
merupakan bentuk lembaga yang melaksanakan kegiatan muamalah yang
sebelumnya dilakukan oleh perorangan (jihbiz) tersebut.
Dalam melakukan kegiatan muamalah, ekonomi Islam harus
berlandaskan asas-asas : 1) Tauhid, yaitu kepatuhan manusia kepada Allah
SWT, 2) Rububiyah, yaitu keyakinan akan sifat Allah SWT yang
membimbing manusia menuju ke arah kesempurnaan, 3) Khalifah, yaitu
tanggung jawab manusia sebagai pemegang amanah Allah SWT dalam
segala aspek seperti akhlak, ekonomi, politik dan sosial, 4) Tazkiyah, yaitu
mekanisme dalam mewujudkan pertumbuhan termasuk sumber daya
manusia. Kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh seorang muslim harus
berlandaskan syariah dalam segala aspek, termasuk dalam melakukan
kegiatan ekonomi, khususnya dalam muamalah. Salah satu Hadits yang dapat
dijadikan landasan adalah:



[ ]
Artinya : “Dari Abu Abdillah Numan bin Basyir R.A,”Saya mendengar
Rasulullah SAW bersabda, „Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang
haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang
syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka,
barang siapa yang takut terhadap syubhat, berarti dia telah
menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan barang siapa yang
terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara
5
hewan gembalaannya di sekitar (ladang) yang dilarang untuk
memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah
bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang
Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal
daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk,
maka buruklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa dia adalah hati” (HR.
Bukhari dan Muslim).
contoh pengamalan syariat Islam oleh seorang muslim. Sebagaimana dikutip
oleh Nazir dan Hasanuddin (2004: 498), esensi riba adalah kelebihan, apakah
berbentuk uang atau barang. Aziz (2019: 2) menjelaskan bahwa setiap
perbuatan manusia pastinya akan dicatat sebagai amalan dan berakibat pada
dosa atau pahala dan implikasinya pada surga ataupun neraka. Jadi baik fiqih
ibadah maupun muamalah memiliki implikasi di dunia maupun akhirat.
Pernyataan di atas menjelaskan bahwa individu sebagai seorang muslim
serta bank syariah sebagai suatu lembaga dalam melaksanakan kegiatan
muamalah di dalam kehidupan nyata harus menerapkan syariat-syariat Islam.
Hal tersebut didukung secara kuat di dalam Al Quran Q.S. Al-Baqarah [2] :
275.





Artinya:
berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu
karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah
telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa
mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang
telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah)
kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni
neraka, mereka kekal di dalamnya.”
Dalam Al Quran Q.S. Ali Imron [3] : 130.


mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang
disediakan untuk orang-orang yang kafir."
Dengan didukung oleh Hadits:
SAW., bersabda “Emas dengan emas lagi yang sama jenisnya dan
timbangannya, perak dengan perak lagi yang sama jenis dan timbangannya;
barangsiapa yang menambah atau minta tambahan, itu adalah riba.” (HR.
Muslim)


Shahih Muslim 2995: Muhammad bin Shabah dan Zuhair bin Harb dan
Utsman bin Abu Syaibah Telah bercerita kepada kami, mereka berkata: telah
bercerita kepada kami Husyaim, bahwa Abu Az Zubair telah memberi berita
terhadap kami, yang berasar dari Jabir bahwa dia berkata: "Rasulullah saw.,
melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan riba, para juru tulisnya
dan dua orang saksinya." Dan dia berkata: “Mereka semuanya itu adalah
sama”.
Indonesia. Di inisiasi pada tahun 1980-an, bank syariah di Indonesia
dibangun pada tahun 1990-an. Dengan mayoritas penduduk yang beragama
Islam, bank syariah memiliki prospek masa depan yang menjanjikan. Hingga
bulan Juni 2019, jumlah bank syariah di Indonesia berjumlah 189 yang terdiri
dari 14 Bank Umum Syariah (BUS), 20 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 164
Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).
Bank umum dengan bank syariah sama-sama memiliki produk
perbankan berupa deposito. Menurut Utami (2010: 23), deposito adalah
simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu
berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank. Deposito menurut
Undang-undang Perbankan Syariah Nomor 21 Tahun 2008 adalah investasi
dana berdasarkan akad mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan
dengan prinsip syariah yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu
tertentu berdasarkan berdasarkan akad antara nasabah penyimpan dengan
bank syariah atau dengan unit usaha syariah. Pada periode tahun 2010-2014,
7
mengalami peningkatan dari Rp 44.07 triliun menjadi Rp 135.6 triliun
(republika.co.id). Permasalahan yang terjadi adalah kenyataan bahwa
preferensi masyarakat terhadap produk simpanan bank syariah cenderung
memilih produk yang memberikan hasil yang lebih tinggi. Dari beberapa
pilihan deposito, deposito mudharabah hanya menempati posisi setelah
murabahah dan musyarakah (Ibrahim, 2013: 3). Menurut OJK (2017),
pembiayaan mudharabah hanya sekitar 5,9%, sedangkan murabahah
mencakup 54,1%. Skema murabahah di dunia mencapai 70% dibandingkan
dengan mudharabah. Dari segi jumlah, perbandingan jumlah deposito
perbankan umum mencapai Rp. 4 ribu triliun, sedangkan deposito perbankan
syariah hanya sekitar Rp. 325 triliun dengan Rp. 214 triliun berbentuk
deposito mudharabah (Jayani, 2019). Dari gambaran tersebut, deposito
mudharabah harus dikaji kembali perihal nisbah bagi hasil serta kepastian
hukum agar deposito mudharabah semakin diminati nasabah.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi jumlah deposito bank,
khususnya deposito mudharabah. Tingkat suku bunga deposito, jumlah
kantor cabang, kualitas layanan, pendapatan masyarakat, inflasi serta situasi
politik dapat menyebabkan jumlah deposito bank berubah. Secara umum
faktor-faktor yang mempengaruhi desposito bank antara lain tingkat suku
bunga simpanan, inflasi, tingkat suku bunga riil, pertumbuhan populasi
penduduk, pendapatan per kapita masyarakat, pertumbuhan ekonomi, indeks
harga konsumen, likuiditas bank, profitabilitas bank, sekuritas bank, jumlah
cabang, ukuran bank, cadangan dana, serta biaya transaksi (Yidnekachew,
2017: 20). Vuong, dkk., (2020) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa
bentuk promosi, kualitas pelayanan, tingkat suku bunga serta jumlah
pendapatan konsumen dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam
hal deposito. Semakin tinggi tingkat pendapatan, akan semakin kuat
keputusan untuk mendepositokan uang di bank.
Transaksi dalam perbankan tidak hanya dilakukan secara domestik/lokal
saja, tetapi dapat berlaku transaksi internasional/global. Keluar masuknya
dana dari dan ke luar negeri mengharuskan bank melakukan transaksi
menggunakan acuan mata uang domestik. Adanya perbedaan nilai uang
domestik dengan mata uang asing menyebabkan adanya nilai tukar mata
uang. Pengaruh ekonomi akibat dari perubahan nilai tukar mata uang dapat
dapat berimbas pada perdagangan nasional yang secara langsung
mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat. Apabila tingkat konsumsi
masyarakat menjadi rendah akibat harga yang barang dan jasa yang tinggi
karena nilai tukar yang tinggi, maka akan menyebabkan uang yang
dibelanjakan masyarakat akan menjadi sedikit. Hal tersebut menyebabkan
masyarakat memiliki uang berlebih -yang seharusnya untuk dibelanjakan-
untuk disimpan, baik dalam bentuk tabungan maupun deposito. Menurut Tafa
8
(2015: 165), nilai tukar mata uang dapat mempengaruhi tingkat suku bunga
deposito. Apabila tingkat suku bunga menurun, tentunya dapat menyebabkan
jumlah deposito menurun juga. Pada deposito mudharabah dengan tingkat
bagi hasil (profit sharing) telah ditetapkan antar kedua belah pihak, yang
menjadi pertimbangan/permasalahan yang dihadapi oleh depositor adalah
profit sharing yang diperoleh tetap sama meski tingkat suku bunga naik
signifikan. Bank syariah perlu melakukan promosi yang lebih baik akan
stabilitas bagi hasil yang telah disepakati dengan depositor, dan yang
terutama adalah dalam rangka menghindari riba untuk mendapat
kemshlahatan dunia akhirat.
Tabel 1.1. Nilai tukar Rupiah terhadap beberapa mata uang asing Mata Uang
Asing 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
Dollar Amerika 9670 12189 12440 13795 13436 13548 14481 13901
Pound Sterling 15579 20097 19370 20451 16508 18218 18373 18250
Euro 12810 16821 15133 15070 14162 16174 16560 15589
Yen Jepang 112 116 104 115 115 120 131 128
Ringgit Malaysia 3160 3708 3562 3210 2996 3335 3493 3397
Sumber: BPS tahun 2019
adalah pembiayaan yang dilakukan oleh perbankan syariah. Berdasarkan UU
No 20 Tahun 2008 yang dimaksud pembiayaan adalah penyediaan dana oleh
Pemerintah, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, dan masyarakat melalui bank,
koperasi, dan lembaga keuangan bukan bank, untuk mengembangkan dan
memperkuat permodalan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Dari sisi pembiayaan terhadap masyarakat, semakin meningkatnya
pembiayaan yang diberikan oleh perbankan syariah terhadap kegiatan usaha
dalam bentuk modal dan investasi dapat mendongkrak pendapatan usaha
yang dilakukan masyarakat. Sisa dari pembayaran pinjaman dari pembiayaan
bank syariah yang diambil oleh pelaku usaha dapat menjadi potensi untuk
disimpan sebagai deposito mudharabah. Dari sisi bank syariah itu sendiri,
arus keluar masuk dana dari pembiayaan yang dilakukan dapat menjadi
sumber profitabilitas yang digunakan dalam operasional bank. Menurut
Baasir (2013), salah satu indikator kinerja bank yang baik dilihat dari
profitabilitasnya. Menurut Mujiatun dan Handayani (2018), pendapatan bank
termasuk profit dari pembiayaan syariah digunakan sebagai operational costs
and operating income (OCOI), dimana semakin efisien OCOI bank syariah,
profitabilitas semakin tinggi. Permasalahan yang umum ditemui adalah
9
pembiayaan yang tersendat pembayarannya alias adanya kredit macet.
Hingga Juli 2020, kredit macet sektor rumah tinggal mencapai Rp. 83 triliun,
sektor usaha perdagangan besar dan eceran sebesar Rp. 37 triliun sedangkan
industri pengolahan sebesar Rp. 27 triliun (cnbcindonesia.com).
Gambar 1.3. Perkembangan pembiayaan BUS dan UUS
Sumber: OJK tahun 2019
Indonesia dengan penduduk 270 juta jiwa pada tahun 2019 memiliki 232
juta jiwa beragama Islam. Hal tersebut menjadi potensi…