Glaukoma Sudut Terbuka ODS Dengan Katarak Imatur ODS

download Glaukoma Sudut Terbuka ODS Dengan Katarak Imatur ODS

If you can't read please download the document

  • date post

    29-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    277
  • download

    18

Embed Size (px)

description

blok 23

Transcript of Glaukoma Sudut Terbuka ODS Dengan Katarak Imatur ODS

Glaukoma Sudut Terbuka ODS dengan Katarak Imatur ODS

Eirene Megahwati Paembonan

102012082

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jl. Arjuna Utara No. 6 Kebun Jeruk, Jakarta Barat

Email: eirenepaembonan@ymail.comPendahuluanWanita 72 tahun, diantar ke poliklinik dengan keluhan kedua mata pandangan kabur kanan lebih buruk. Keluhan sudah bertahu-tahun dan makin memburuk. Pasien menderita DM dan hipertensi. Pada pemerikasaan didapatkan tekanan darah 150/90 dan visus OD 20/200 dan OS 20/80.

Pada skenario tersebut diduga pasien ini mengalami glaukoma sudut terbuka ODS dengan katarak imatur ODS, hal ini ditandai dengan adanya pandangan kabur dan hasil pemeriksaan lain. Dari tinjauan kasus ini, akan dibahas mengenai penyakit-penyakit yang diduga dialami oleh pasien yaitu katarak senil dengan 4 stadiumnya, retinopati DM, retinopati hipertensi, glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup.

Berdasarkan etiologi, glaukoma dibagi menjadi 4 bagian yaitu glaukoma primer (tanpa disertai penyakit mata lain), glaukoma kongenital, glaukoma sekunder (disertai dengan penyakit mata lain) dan glaukoma absolut sedangkan berdasarkan mekanisme peningkatan tekanan intraokular glaukoma dibagi menjadi dua, yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup. Salah satu penyebab glaukoma sekunder adalah katarak. Suatu bentuk glaukoma sudut terbuka sekunder yang berkaitan dengan katarak imatur dimana keadaan lensa mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil.Katarak umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut, akan tetapi dapat juga akibat kelainan kongenital, atau penyulit penyakit mata lokal menahun. Hal ini dapat ditandai dengan adanya lensa mata yang normalnya jernih dan bening menjadi keruh sehingga saat sedang melihat seperti berkabut. Katarak dapat berhubungan proses penyakit intraokular lainnya. Katarak dapat ditemukan dalam keadaan tanpa adanya kelainan mata atau sistemik (katarak senil, juvenil, herediter) atau kelainan kongenital mata. Katarak disebabkan oleh berbagai faktor seperti fisik, kimia, penyakit predisposisi, genetik dan gangguan perkembangan, infeksi virus dimasa pertumbuhan janin, dan usia.Anamnesis1Pada anamnesis, ketelitian dalam mencari riwayat penyakit sangatlah penting untuk mengetahui progresifitas dan kerusakan fungsi penglihatan yang disebabkan karena penyakit mata tersebut dan dalam mengidentifikasi penyebab lain yang mungkin menyebabkan kelainan tersebut. Anamnesis yang baik terdiri dari: Identitas (meliputi nama, umur, jenis kelamin, alamat, pendidikan, pekerjaan, suku bangsa dan agama pasien).

Keluhan utama (keluhan yang dirasakan pasien yang membawa pasien pergi ke dokter). Pasien datang dengan keluhan kedua mata pandangan kabur kanan lebih parah, sudah diraasakan bertahun-tahun dan semakin memburuk. Sejak kapan?

Yang terkena mata kanan atau mata kiri atau keduanya?

Apakah matanya merah ?

Apakah ada rasa gatal di mata? Bila iya, tanyakan, keluar sekret tidak? Warna? Jumlahnya banyak atau sedikit? Cair atau kental?

Apakah matanya berair?

Apakah ada rasa perih di mata?

Riwayat penyakit sekarang (kronologis keadaan kesehatan pasien sejak sebelum keluhan utama sampai pasien datang berobat).

Glaukoma:- Sudah berapa lama sakitnya?

Apakah nyeri pada bola mata?

Apakah ada kotoran pada mata?

Gejala-gejala apakah yang terasa juga (gejala penyerta)?

Apakah pernah menderita penyakit sistemik seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi, atau yang lainnya?

Katarak: - Sejak kapan dirasakan terjadi penurunan penglihatan?

Apakah penglihatan seperti berkabut? Apakah pernah mengalami trauma? Apakah pernah melakukan operasi mata sebelumnya? Riwayat penyakit dahulu (bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan antara penyakit yang pernah diderita dengan penyakitnya sekarang).

Apakah pernah menderita keluhan yang sama sebelumnya?

Apakah mempunyai penyakit DM dan hipertensi? Riwayat penyakit dalam keluarga (bertujuan untuk mencari kemungkinan penyakit herediter, familial atau penyakit infeksi).

Apakah didalam keluarga ada yang menderita keluhan atau penyakit yang sama?

Apakah didalam keluarga ada yang menderita penyakit mata?

Riwayat pribadi (meliputi keadaan sosial ekonomi, kebiasaan, obat-obatan, dan lingkungan).

Apakah yang dilakukan untuk meringankan rasa sakit hebat? Makan obat-obatan ataukah hanya beristirahat?

Apakah sudah memakai obat tetes mata?

Pemeriksaan Fisik2Glaukoma:

Status GeneralisasiPada status generalisasi ini dapat kita ketahui data-data pasien tersebut yang dapat meliputi sebagai berikut. Tanda-tanda vital

Tekanan Darah, RR, Nadi, Suhu: Kepala

:

Inspeksi untuk mengetahui adanya inflamasi mata, sklera kemerahan, kornea keruh, dilatasi pupil sedang yang gagal bereaksi terhadap cahaya. Tekanan intraokular meningkat. Pemeriksaan dengan slit lamp (lampu cerah) biomikroskopi, baik yang menggunakan lensa kontak maupun yang tidak dapat mendokumentasikan adanya penipisan dari tebal lapisan serat saraf retina. Gonioscopi statis dan dinamis digunakan untuk mengevaluasi dan mendokumentasikan penyebab dari penutupan sudut. Funduskopi, pada glaucoma pada umumnya, terjadi kerusakan saraf optic yang berupa atrofi papil saraf optic, disebabkan karena berkurangnya serabut saraf optic yang menyusun optic rim sehingga optic rim mengecil. Selain itu didapatkan pula CD ratio 0,6 (normalnya 0,2-0,5). Kerusakan saraf optic ini menyebabkan gangguan lapang pandang dan berjalan secara perlahan sampai akhirnya terjadi kebutaan total. Perimetri, berguna untuk mengukur lapang pandang pasien, dan bersama dengan penampilan dari optic disc merupakan metode utama guna mengetahui kerusakan nervus optikus akibat glaucoma guna untuk tujuan diagnosis maupun untuk follow-up.Katarak:

Pertama, pemeriksaan rutin yang dilakukan pada penderita katarak adalah seperti dengan pemeriksaan visus dengan Snellen Chart atau chart projector dengan koreksi terbaik serta menggunakan pinhole.

Gambar Slit lamp

Gambar Snellen Chart Penglihatan menurun tergantung pada derajat katarak. Katarak imatur dari sekitar 6/9-1/60; pada katarak matur hanya 1/300-1/~.Kedua, dilakukan pemeriksaan dengan slit lamp untuk melihat segmen anterior.Ketiga, Tekanan intraokular (TIO) diukur dengan tonometer non contact, aplanasi atau Schiotz. Jika TIO dalam dalam batas normal (kurang dari 21 mmHg) dilakukan dilatasi pupil dengan tetes mata Tropicanamide 0.5%. Setelah pupil cukup lebar dilakukan pemeriksaan dengan slit lamp untuk melihat derajat kekeruhan lensa apakah sesuai dengan visus pasien.Keempat, pemeriksaan pupil dengan menggunakan senter, pupil disinar dari depan kemudian diperhatikan warna pupil. Pupil berwarna hitam jika lensa jernih atau bisa didapat pada afakia. Pupil kelihatan putih atau abu-abu akibat kekeruhan atau katarak. Arah sinar diubah menjadi 45% dari samping kemudian diperhatikan perubahan kekeruhan lensa. Jika terlihat seluruh lensa tetap putih, maka katarak matur dengan Tes Shadow negatif. Jika sebagian lensa terlihat hitam, maka katarak imatur dengan hasil Tes Shadow positif.Kelima, dilakukan pemeriksaan funduskopi jika masih memungkinkan. Syarat-syarat untuk melakukan pemeriksaan ini adalah dengan menggunakan alat oftalmoskop, sebaiknya dilakukan di ruang yang relatif gelap, bila mata kanan pasien yang ingin diperiksa, pemeriksa harus duduk di sebelah kanan, memegang oftalmoskop dengan tangan kanan dan memeriksa dengan mata kanan dan sebaliknya. Diperhatikan fundus okuli. Normalnya bila media refraksi jernih, refleks fundus berwarna merah kekuningan di seluruh lingkaran pupil. Bila keruh, kelihatan bercak hitam didepan latar belakang merah kekuningan. Ini perlu dibedakan karena katarak matur sering dengan hasil refleks fundus negatif.Pemeriksaan Penunjang2Glaukoma:

Pemeriksaan histologis: diagnostik parasentesis menunjukkan adanya makrofag yang bengkak dengan materi lensa di dalamnya.

Gambar Pemeriksaan histologisKatarak:

Antara pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan adalah biometri untuk mengukur power Intraocular lens (IOL) jika pasien akan dioperasi katarak dan retinometri untuk mengetahui prognosis tajam penglihatan setelah operasi.Anatomi

Diagnosis Banding3Katarak Senil Stadium Insipen

Pada stadium ini akan terlihat hal-hal seperti anterior dan posterior (katarak kotikal). Vakuol mulai terlihat di dalam korteks. Katarak subkapsular posterior, kekeruhan mulai terlihat anterior subkapsular posterior, celah terbentuk antara serat lensa dan korteks berisi jaringan degeneratif (benda morgagni) pada katarak insipien. Kekeruhan ini dapat menimbulkan poliopia oleh karena indeks refaksi yang tidak sama pada semua bagian lensa. Bentuk ini kadang-kadang menetap untuk waktu yang lama. Pada katarak senil stadium insipien ini kekeruhannya ringan, cairan lensa, iris, bilik mata depan, sudut bilik mata didapatkan hasilnya normal, sedangkan untuk shadow test negatif dan tidak didapatkan penyulit.Katarak Senil Stadium Matur

Pada katarak matur kekeruhan telah mengenai seluruh masa lensa. Kekeruhan ini bisa terjadi akibat deposisi ion Ca yang menyeluruh. Bila katarak imatur atau intumesen tidak dikeluarkan maka cairan lensa akan keluar, sehingga lensa kembali pada ukuran yang normal. Akan terjadi kekeruhan seluruh lensa yang bila lama akan mengakibatkan kelsifikasi lensa. Bilik mata depan akan berukuran kedalaman normal kembali, tidak terdapat banyangan iris pada lensa yang keruh, sehingga uji bayangan iris negatif (shadow test ()).Katarak Senil Stadium Hipermatur

Katarak hipermatur, katarak yang memgalamiproses degenerasi lanjut, dapat menjadi keras atau lembek dan mencair. Masa lensa yang berdegenerasi keluar dari kapsul sehingga lensa menjadi mengecil,