Case Report Tuberculosis Paru

Click here to load reader

  • date post

    04-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    58
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Pembahasan mengenai kasus pasien dengan tuberculosis paru, disertai dengan dasar-dasar tindakan diagnostik dan teraupetiknya

Transcript of Case Report Tuberculosis Paru

Slide 1

Disusun oleh :Nur Safira Anandita

Perseptor :dr. Andreas Invianto, Sp.PDSMF PENYAKIT DALAM RSAY METROUNIVERSITAS LAMPUNG2015

1Identifikasi PasienNama Lengkap: Eko AbadiUmur: 38 tahunJenis Kelamin: Laki - lakiAlamat: SekampungMRS: 21-12-2015

2AnamnesisKeluhan Utama - Pasien datang dengan keluhan batuk berdahak sejak 1 bulan SMRS. Dahak berwarna kuning-kehijauan, kental, tidak bercampur darah. Batuk dirasakan terus-menerus, tidak berhubungan dengan aktivitas, tidak mereda ketika istirahat.

Keluhan Tambahan Keluhan batuk awalnya didahului sesak 3 hari sebelum keluhan utama batuk dirasakan, dan menetap bersama batuk. Seminggu semenjak batuk dirasakan, BB mulai menurun ( 5 kg), BAB menjadi gelap dan sedikit, serta berkeringat pada malam hari.3Pemeriksaan FisikKeadaan Umum: tampak sakit sedangKesadaran : compos mentisTekanan Darah : 110/70 mmHgNadi : 92x/menitRespirasi: 28x/menitSuhu : 37,9 CBerat Badan: 58 kgTinggi Badan: 174 cm4Kepala : normochepal, penyebaran rambut normal, organ wajah lengkapMata: CA -/-, SI -/-, reflek pupil (+/+)Leher: kelenjar tiroid normal, deviasi trakea (-), JVP 5+25ThoraxInspeksi:Ekspansi simetris

Palpasi:Vocal fremitus +/+ normal tidak meningkat, kanan=kiri, tidak ada nyeri tekan

Perkusi:Redup pada paru kiri di batas intercosta 2-3, sonor pada lapang paru lainnya

Auskultasi:Rhonki pada ekspirasi di lapang paru kiri mulai ICS II-III dan rhonki kasar pada area basal paru kanan 6Cor7AbdomenInspeksi: simetris, cekungPalpasiDinding perut: supel, nyeri tekan epigastrium (+)Hati: tak teraba membesarLien: tak teraba membesarPerkusi : timpani di 9 regio abdomenAuskultasi: bising usus (+) normal tidak meningkat8Diagnosis KerjaTuberculosis Paru

Diagnosa BandingPPOK eksaserbasi akutPneumoniaInterstitial Lung Disease

9Pemeriksaan DarahHb: 10,3 gr/dlHt: 30,9 %Leukosit : 5,32 rb/ulEritrosit : 3,59 jt/ulTrombosit: 417 rb/ulGDS: 127 mg/dlUreum : 64 mg/dlCreatinin: 1,24 mg/dlLED : 90 mm/jamAlbumin: 2,49 g/dlSGOT : 73 u/lSGPT : 52,5 u/lBTA S: (+)BTA P: (-)BTA S2: (+++)10Rontgen ThoraxPneumonia lobaris lobus superior sinistra dan perihiler dextra dengan multiple kavitas11Penegakan DiagnosisTB Paru BTA Positif1.Dua atau lebih pemeriksaan BTA dengan hasil positif2.Satu pemeriksaan dahak BTA positif dengan foto toraks sugestif TB3.Satu pemeriksaan dahak BTA positif dengan kultur dahak M.tuberculosis positif

TB Paru BTA Negatif1.2 kali BTA Negatif dengan kultur positif2.2 kali BTA Negatif dengan foto toraks sugestif TB aktif dengan;a.HIV positif, ATAUb.HIV negatif tanpa perbaikan gejala setelah diberi antibiotik spektrum luas (KECUALI fluorokuinolon & aminoglikosida)12Bekas TB1.BTA Negatif ditambah rontgen toraks dengan hasil yang konsisten dalam 2 bulan/serial; yang menunjukkan lesi post-TB (inaktif) + R/ pengobatan TB tuntas2.Gambaran radiologi meragukan + R/ OAT 2 bulan disertai hasil foto toraks konsisten pre dan post medikasi

Pada PasienKasus TB baru dengan BTA positif 2x dan gambaran lesi TB aktif (kavitas multiple) ditambah gejala klasik TB (batuk >2 minggu berdahak dengan demam dan penurunan berat badan)KLASIFIKASI KLINIS TUBERCULOSISANATOMIPEMERIKSAAN DAHAK & BAKTERIOLOGIRIWAYAT PENGOBATANSTATUS HIVTB PARU

Keluhan khas, meliputi gejala saluran pernapasan + gejala sistemikTB BTA PositifTB kasus baruTB dengan HIV positifTB BTA NegatifTB on - MedsRelapseb. Lalaic. GagalTB EKSTRA PARU

Keluhan sesuai dengan target invasi TB (LBP pada spondilitis TB, penurunan kesadaran pada meningitis TB)Post TB

Sudah terbentuk lesi inaktif post-TB yang dikenali pada gambaran rontgen (fibrosis)Pindah berobatTB dengan HIV negatifLainnya (riwayat pengobatan tidak jelas)DIAGNOSTIK TBBTA:Sewaktu-pagi-sewaktu, HARUS DAHAK, bukan ludahSpesimen diwarnai dengan pewarna Ziehl-Nehsen, dengan skor;-:BTA negatif dalam 100 LP+1:10-99 BTA dalam 100 LP+2:1-10 BTA dalam 1 LP+3:>10 BTA dalam 1 LP

KulturSpesimen : dahak, cairan pleura, LCS, lavase bronkial, cairan lambung, urin, feses, materi biopsiBiakan pada agar base (middle brook) atau egg base (ogawa, kudoh)

Uji Tuberkulin (Mantoux)Dengan injeksi SC 0.1 cc derivat protein murni TB yang setara dengan 5 T.U. (first strength)a.PositifInadurasi >15 mm : positif kuat>10 mm : positifb.NegatifInadurasi 0-5 mm : negatif, ulangi dengan dosis 250 T.U. bila terdapat indikasi kuat TBc.Immunocompromised6-10 mm : positif, bila pada pasien normal maka hasil ini dianggap meragukanMycobacterium tuberculosisBakteri dengan dinding sel yang terdiri atas asam lemak, peptidoglikan, dan arabinomannan. Lemak tahan asam

Hidup dalam sitoplasma makrofag (karena banyak mengandung lipid) pada pasien immunocompromised diberikan steroid, sehingga reaksi imunitas inflamasi diturunkan, agar sisa makrofag tidak dihancurkan o/ bakteri TB

Aerob koloni paling disenangi adalah apeks paru (zona kaya oksigen)TB PRIMER (patogenesis 3-8 minggu)Droplet mengandung TB Masuk ke alveolar (lolos dari filtrasi alami sal.napas