ACTUALIZATION of TUMOUTOU

download ACTUALIZATION of TUMOUTOU

of 40

  • date post

    24-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Adoption and actualization of TUMOU TOU philosophy

Transcript of ACTUALIZATION of TUMOUTOU

  • Adopsi dan aktualisasi Falsafah Hidup TUMOU TOU

  • Adopsi dan Aktualisasi Falsafah Hidup TOMOU TOU

    Pada dasarnya setiap orang bercita-cita untuk menjadi manusia terbaik dan berbahagia dalam menjalani dan menikmati perjalanan hidupnya yang hanya sementara didunia ini. Keberadaan hidup manusia yang singkat terbatas dan tak terduga perlu hendaknya dijalani dan dinikmati sebaik-baiknya dengan menjadikannya sebagai kesempatan dan peluang terbaik untuk berbuat dan berperilaku terbaik sehingga benar-benar hidup menjadi orang yang terbaik dimata Tuhan dan sesama manusia dimana saja. Itulah inti pokok utama dari pesan, amanat, dan nasihat untuk hidup TUMOU TOU sebagai cara, jalan, dan tujuan hidup orang Minahasa. Orang atau Tou Minahasa pada umumnya menggunakan falsafah hidup TUMOU TOU sebagai jiwa dan semangat hidup serta sumber inspirasi dan aspirasi yang terbaik selama hidupnya dimana saja berada. Untuk dapat lebih mudah dan cepat mengadopsi, mengimplementasikan dan mengaktualisasikan perikehidupan TUMOU

  • TOU dalam praktek kehidupan yang mandiri dan beradab maka sedini mungkin sejak kecil mulai diperkenalkan, diajarkan, dan dipraktekkan dengan bersungguh-sungguh dan konsisten sesuai dengan tingkat kedewasaan serta kemampuan pengetahuan dan keterampilan masing-masing dari waktu ke waktu. Manusia secara fisik, psikis, mental, sosial, dan spiritual berbeda satu sama lainnya. Tidak ada 2 (dua) manusia yang sama dalam arti yang sebenarnya didunia ini. Perbedaan wujud dan penampilan kemampuan kemandirian dan perilaku hidup setiap orang pada dasarnya selalu berubah sejalan dengan perubahan waktu dan tingkat kematangan pertumbuhan (maturitas) dan perkembangannya yaitu:

    1. Tingkat kesehatan dan kematangan atau kedewasaan individu secara fisik, mental, sosial, dan spiritual.

    2. Tingkat pendidikan serta penguasaan

    ilmu pengetahuan dan teknologi terkini sesuai bakat dan minat sehingga mampu, terampil, dan bijaksana dalam berpikir dan bertindak untuk memberi arti, nilai, dan makna keberadaan dan tujuan hidupnya.

  • 3. Situasi dan kondisi lingkungan sekitarnya sesuai dengan:

    Saat dan waktu menjalani hidupnya.

    Sarana dan prasarana yang ada. Struktur, komposisi, budaya, dan dinamika masyarakat seiring dengan tingkat kemajuan dan perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi serta peradabannya. Tempat atau lokasi geografis dengan flora dan faunanya. Untuk mengaktualisasikan perikehidupan TUMOU TOU yang terbaik ditengah-tengah realita perikehidupan masyarakat yang kompleks dan dinamis dengan segala keberadaannya maka setiap orang harus mampu berintergrasi dan menyesuaikan diri dengan selalu berusaha belajar dan membekali diri menurut kemampuan, bakat, dan minat dengan ilmu dan keterampilan melalui 2 (dua) cara atau proses yang harus berjalan secara bersamaan serasi dan berimbang menurut tingkat kedewasaan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini yaitu:

    1. Pemberdayaan atau Empowerment. 2. Pemberadaban atau Civilization.

  • Pada hakekatnya proses pemberadaban adalah bagian utama bahkan salah satu tujuan utama dari proses pemberdayaan manusia dalam konteks perikehidupan TUMOU TOU. Menjadi manusia, orang atau Tou yang mandiri dan beradab berdasarkan falsafah hidup TUMOU TOU memerlukan niat, komitmen dan usaha yang sungguh-sungguh dan konsisten sesuai tingkat kedewasaan fisik, mental, sosial, dan spiritual serta kemampuan ilmu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan akal budinya (wisdom). Oleh karena itulah maka walaupun bersamaan namun proses pemberadaban manusia didahului dengan proses pemberdayaan kemampuan berpikir dan bertindak rasional manusiawi dan alami berdasarkan ilmu pengetahuan dan akal budi yang benar, jujur, dan adil. Pemberdayaan manusia (Human Empowerment)

  • Yang dimaksud dengan pemberdayaan manusia atau Tou (Human empowerment) dalam konteks perikehidupan TUMOU TOU yaitu agar setiap orang siapa saja selama dalam perjalanan hidupnya senantiasa berusaha bertumbuh dan berkembang dengan menjaga dan meningkatkan kesehatan dan kemampuan hidup sebagai manusia seutuhnya secara fisik, mental, sosial, dan spiritual dengan terus belajar mendapatkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan sesuai minat, kemauan, bakat, peluang dengan sarana dan prasarana yang ada kemudian mempraktekkan dan mengembangkannya dengan efektif, efisien, kreatif, inovatif, produktif, bermanfaat, serta menyenangkan bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan alam sekitarnya sehingga benar-benar mampu hidup sehat, layak, mandiri, dan beradab. Dengan pemberdayaan berarti memfasilitasi, membantu, dan mempercepat proses tumbuh kembang seseorang dalam kemandirian sehingga menjadi mampu hidup sehat fisik dan mental serta dengan berbagai tingkat keberhasilan dan perolehan materi, non materi (ilmu dan keterampilan, karakter dan perilaku yang baik), spiritual (ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa), sosial

  • (pangkat, jabatan formal dan informal), dan lain-lain yang berkecukupan bahkan sebanyak-banyaknya ataupun setinggi-tingginya dengan cara yang baik dan benar yaitu layak, adil, dan jujur dimana saja berada. Tingkat kemampuan dan keberhasilan hidup setiap orang berbeda-beda secara alamiah walaupun masing-masing mempunyai kesempatan dan peluang yang sama. Waktu dan peluang adalah kesempatan terbaik yang diberikan oleh Tuhan (God given) untuk berbuat yang terbaik. Waktu adalah berkat dan anugerah Tuhan bagi setiap orang yang hanyalah singkat terbatas dan tak terduga. Pergunakanlah waktu dengan baik, benar, dan bijaksana sebelum berlalu. Perikehidupan TUMOU TOU sangat menekankan pentingnya untuk menggunakan waktu keberadaan hidup yang singkat tak terduga sebagai kesempatan dan peluang terbaik pemberian Tuhan kepada setiap orang dengan berusaha menjadi yang terbaik yaitu menyenangkan bagi Tuhan, diri sendiri, dan sesama manusia serta lingkungan alam

  • sekitarnya yang semuanya adalah ciptaan dan milik Tuhan. Untuk menjadi yang terbaik, setiap orang harus belajar untuk memperoleh dan menguasai ilmu pengetahuan (knowledge) dan akal budi (wisdom) yang terbaik melalui pendidikan dan pengajaran dari orang tua dan orang bijak yang sejalan dengan ajaran dan petunjuk Tuhan. Orang bijak adalah orang yang berilmu, terampil, berakal budi dan beradab. Menyadari akan pentingnya pendidikan dan pengajaran bagi setiap orang untuk memiliki dan menguasai ilmu pengetahuan dan akal budi terbaik, maka orang tua dan tua-tua kampung di Minahasa sering menyatakan kegembiraan dan kebanggaan mereka dengan berucap sungguh indah dan menyenangkan melihat anak-anak yang bersekolah. Bersekolah atau dalam bahasa Minahasa sumekolah adalah salah satu cita-cita dan tujuan hidup orang Minahasa. Orang Minahasa sangat peduli dan senantiasa mendorong anak-anak mereka untuk bersekolah. Orang bersekolah dianggap mempunyai peluang lebih besar untuk hidup TUMOU TOU.

  • Orang Minahasa sangatlah menghargai dan menghormati orang-orang terpelajar, cerdik pandai, pejabat, pemimpin formal maupun informal, guru, rohaniawan, karena dianggap dan dipandang sebagai orang baik, terhormat, dan perlu diteladani. Pada pokoknya proses pemberdayaan hidup manusia seutuhnya yang terbaik dalam perjalanan hidup TUMOU TOU adalah melalui pendidikan formal dan informal untuk belajar dan terus belajar seumur hidup dengan berusaha menguasai dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat memperoleh dan meningkatkan keterampilan (skill) dan produktifitas yang maksimal, bermutu dan berguna sesuai bakat dan berkat-berkat Tuhan yang ada demi untuk kepentingan diri sendiri, sesama manusia dan lingkungan alam sekitarnya. Itulah hakekat sebenarnya akan maksud dan tujuan keberadaan hidup dan penghidupan manusia ciptaan Tuhan menurut rencana dan rancanganNya yang pada dasarnya sejalan dengan falsafah hidup TUMOU TOU orang Minahasa yaitu supaya hidup untuk menjadi orang yang terbaik sebagai orangnya Tuhan (man of God) yang keberadaan hidupnya telah dimulai dan berlangsung karena kasih dari, oleh dan untuk Tuhan.

  • Manusia sejati atau TOU TIMOU TOU adalah manusia yang berkemampuan hidup demi hormat dan kemuliaan Tuhan yang telah menciptakannya. Manusia yang hidup TUMOU TOU dengan pengetahuan dan akal budinya, sadar serta yakin dan percaya bahwa keberadaan hidup dan penghidupan manusia terjadi dan berlangsung karena;

    1. Dari Tuhan yang telah merancang dan menciptakannya atas dasar kasih karunianya.

    2. Oleh Tuhan yang dengan kasih sayang dan berkat-berkatnya senantiasa membimbing dan memberi petunjuk pada jalan hidup terbaik, benar dan menyenangkan.

    3. Untuk Tuhan yaitu mengasihi dan melayani Tuhan menurut perintah dan aturannya dengan menjaga dan memelihara semua ciptaan dan milik Tuhan atas dasar kasih.

    Tuhan adalah Kasih Manusia hidup karena kasih Tuhan Keberadaan hidup manusia pada hakekatnya adalah : Dari Tuhan, Oleh Tuhan, dan Untuk Tuhan.

  • Pemberadaban (Civilization) Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya bahwa proses pemberdayaan dan pemberadaban manusia (human empowerment and civilization) harus berjalan dan berkembang bersama sesuai dengan tingkat kedewasaan setiap orang. Syarat utama dari seorang TUMOU TOU adalah harus berperilaku baik dan beradab (civilized behaviour) sehingga mampu hidup dalam kasih dengan damai dan sejahtera dalam kebersamaan ditengah-tengah masyarakat yang kompleks multi dimensi dan dinamis dari berbagai tingkat peradaban, budaya, tradisi, agama dan kepercayaan. Intinya adalah setiap orang harus pandai-pandai menempatkan diri dan menyatu dalam kebersamaan hidup dengan berbagai kelompok masyarakat dimana saja berada yang memungkinkan suasana kehidupan yang layak, tenteram, dan damai. Kepandaian, kemampuan, dan keterampilan menempatkan diri dan berintegrasi dengan berbagai kelompok