SKRIPSI PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM

Click here to load reader

  • date post

    15-Nov-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of SKRIPSI PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN
MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MASA COVID-19 DI SMA NEGERI 3 BUNGO
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi
Bimbingan Konseling FKIP Univ. Jambi
Oleh: KARYATI ESTELITA SIHOTANG
UNIVERSITAS JAMBI
Karyati Estelita Sihotang (2021). “Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dimasa
COVID-19 di SMAN 3 Bungo”
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan belajar siswa semasa
COVID-19 dan mengetahui peran guru Bimbingan dan Konseling meningkatkan
motivasi belajar siswa dimasa COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian
kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh dari guru Bimbingan
dan Konseling, siswa dan orang tua siswa SMA Negeri 3 Bungo yang melaksanakan
pembelajaran jarak jauh dimasa COVID-19. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan observasi, wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi. Teknik analisis
data yang dilakukan yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan atau kesulitan
yang dialami siswa dalam pelaksanaan pembelajaran dimasa COVID-19 di SMA
Negeri 3 Bungo yaitu kesulitan dalam memahami materi, kesulitan dalam memahami
dan mengerjakan tugas, jumlah tugas yang banyak, kesulitan dalam mengatur waktu
belajar dan penurunan karakter siswa. Kemudian, peran guru Bimbingan dan
Konseling dalam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dimasa COVID-19 di
SMA Negeri 3 Bungo yaitu guru Bimbingan dan Konseling memberikan layanan
bimbingan dan konseling secara online dan offline yaitu 1) Meningkatkan Kemauan
Siswa untuk Melaksanakan Pembelajaran, 2) Memberikan Informasi tentang Metode
Belajar, dan 3) Memberikan berbagai Layanan Bimbingan Konseling. Pada penelitian
ini ditemukan juga bahwa pembimbingan yang diberikan kepada siswa dimasa
COVID-19 perlu memperhatikan waktu. Sehingga, dalam bimbingan yang diberikan
termuat karakter disiplin agar tugas yang diberikan selama pembelajaran jarak jauh
dapat dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh guru Mata
Pelajaran.
Kata Kunci : Peran guru Bimbingan dan Konseling, motivasi belajar, COVID-19.
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
segala berkat dan rahmat-Nya Sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan
Skripsi dengan judul “Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di Masa Covid-19 Di SMA Negeri 3
Bungo”.
Penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari hambatan terlebih pada masa
pandemi Covid-19, pemberlakuan physical distancing membuat keadaan menjadi
serba tidak mudah, sehingga memperlambat penyusunan skripsi. Namun peneliti
bersyukur mendapat banyak dukungan, bantuan, doa serta dari berbagai pihak
sehingga penyusunan skripsi dapat terselesaikan dengan baik.
Pada kesempatan ini peneliti mengucapkan rasa terima kasih kepada
banyak pihak yang telah membantu secara langsung maupun tidak langsung
dalam proses penyelesaiaan skripsi ini, ucapan terima kasih ini peneliti tujukan
kepada:
1. Bapak Prof.Dr. M. Rusdi., S.Pd. M.Pd. selaku Dekan FKIP Universitas
Jambi
2. Bapak Dr. K.A. Rahman, M.Pd.I. selaku ketua jurusan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
3. Bapak Drs. Nelyahardi Gutji, M.Pd selaku ketua Program Studi
Bimbingan dan Konseling.
4. Bapak Drs. Asradi, M.M. dan Ibu Fellicia Ayu Sekonda, S.Psi.,M.Pd.
selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan banyak waktu, tenaga
dan pikiran dalam membimbing serta mengarahkan peneliti dalam
penyelesaian skripsi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
5. Bapak dan ibu dosen bimbingan dan konseling universitas jambi yang
telah banyak memberikan ilmu pengetahuan.
6. Kepala sekolah SMA Negeri 3 Bungo yang telah mengizinkan peneliti
untuk melakukan penelitian dan memberikan kemudahan pada proses
penelitian
7. Guru bimbingan dan konseling SMA Negeri 3 Bungo yang telah
membantu proses penelitian
8. Bapak, ibu, adik dan keluarga besarku yang menjadi motivasi terbesarku.
9. Dan teman-teman seperjuangan yang memberikan saran serta semangat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih belum sempurna,
karena keterbatasan pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan yang dimiliki
oleh penulis. Untuk itu penulis mengharapkan kepada semua pihak untuk
memberikan kritik dan saran yang membangun.
Jambi, Juni 2021
Karyati Estelita Sihotang
C. Rumusan Masalah ................................................................................. 7
D. Tujuan Penelitian .................................................................................. 7
BAB II KAJIAN TEORI
A. Peran Guru Bimbingan dan Konseling .............................................. 10 1. Pengertian Guru Bimbingan dan konseling .................................. 10
2. Peran Guru dalam Bimbingan dan Konseling .............................. 10
B. Pembelajaran Jarak Jauh ................................................................... 18
1. Pengertian Pembelajaran Jarak Jauh ............................................ 18
2. Tujuan Pembelajaran Jarak Jauh .................................................. 20
3. Prinsip-prinsip Pembelajaran Jarak Jauh ..................................... 22
C. Motivasi Belajar ............................................................................... 24
2. Fungsi, Peran dan Pentingnya Motivasi Belajar .......................... 26
3. Indikator Motivasi Belajar ........................................................... 27
4. Program Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan
Motivasi Berprestasi .................................................................... 28
E. Penelitian Relevan ............................................................................ 34
BAB III METODE PENELITIAN
D. Subjek Penelitian................................................................................. 40
3. Mengambil Kesimpulan dan Verifikasi ...................................... 46 H. Prosedur Penelitian .......................................................................... 47
BAB IV HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Subjek Penelitian .................................................................. 49 B. Paparan Data Sekolah ........................................................................... 51
C. Pembasan dan Analisis .......................................................................... 53
BAB V PENUTUP
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Grup WhatsApp Mata Pelajaran Matematika XI IPA ............................. 54
Gambar 2 Grup WhatsApp Mata Pelajaran Matematika X IPA .............................. 54
Gambar 3 Laporan Pembelajaran DaringMatematika X IPA .................................. 54
Gambar 4 Grup WhatsApp Mata Pelajaran Matematika Wajib XI IPA .................. 57
Gambar 5 Grup WhatsApp Mata Pelajaran PKWU XI IPA .................................... 57
Gambar 6 Grup WhatsApp Mata Pelajaran Matematika Wajib XI IPA .................. 58
DAFTAR LAMPIRAN
3. Lembar Observasi Pelaksaan Pemberajaran Semasa Covid-19 ...................... 82
4. Hasil Temuan Observasi I .............................................................................. 83
5. Kisi-Kisi Instrumen Wawancara Semasa Covid-19 ....................................... 84
6. Lembar Pedoman Wawancara Guru Bimbingan dan Konseling .................... 86
7. Lembar Pedoman Wawancara Peserta Didik .................................................. 89 8. Lembar Pedoman Wawancara Peserta Didik ............................................................ 89
9. Bukti Validasi Intrumen Penelitian ................................................................. 90
10. Hasil Wawancara Guru
11. Hasil Wawancara Peserta Didik
A. Hasil Wawancara Peserta Didik 1 ............................................................. 97
B. Hasil Wawancara Peserta Didik 2 ............................................................. 98
C. Hasil Wawancara Peserta Didik 3 ............................................................. 99
12. Rencana Pembelajaran Jarak Jauh (RPP Daring) ............................................ 101
13. Bukti Observasi dan Wawancara Penelitian .................................................... 103
14. Hasil Observasi Pelaksaan Pembelajaran Jarak Jauh (Pembelajaran Daring) 104
15. Hasil Observasi Penugasan Pembelajaran Jarak Jauh ..................................... 105
16. Bukti Wawancara Guru Bimbingan dan Konseling ........................................ 106
17. Bukti Wawancara Siswa .................................................................................. 107
18. Riwayat Hidup ................................................................................................. 108
COVID-19 adalah jenis virus corona baru yang pertama kali muncul
di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China tahun 2019 silam, namanya
“Coronavirus disease-2019” yang disebut juga COVID-19 (Science, 2020;
Hui et al., 2020). COVID-19 ini menyebabkan pandemi yang berlanjut
hingga hari ini diberbagai negara di dunia. Gejala COVID-19 yang dialami
pasien COVID-19 berupa batuk kering, sesak napas hingga demam 38°C
hingga resiko kematian. Pandemi COVID-19 juga terjadi di Indonesia.
Hingga 30 Agustus 2020, tercatat Indonesia memiliki 172.053 kasus
terkonfirmasi, di mana 7.343 orang meninggal dunia dan 40.525 orang
menjalani perawatan (Gugus Tugas Covid-19, 2020).
COVID-19 berdampak pada semua bagian kehidupan, temasuk
dunia pendidikan. Dampak pandemi COVID-19 terhadap pendidikan Hal
ini menyebabkan penutupan sekolah, sekolah agama, universitas dan
pesantren. UNESCO menunjukkan bahwa per 13 April, 191 negara telah
menerapkan pencegahan melalui meliburkan sekolah secara nasional yang
diperkirakan sekitar 1.575.270.054 siswa (91,3% dari seluruh jumlah siswa
di dunia) (UNESCO, 2020).
membuat kebijakan dalam menanggulangi penyebaran pandemic COVID-
19 (Kemendikbud, 2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia (Mendikbud RI) membuat kebijakan pengurangan
1
2
Pembelajaran Jarak Jauh artinya proses belajar mengajar dilakukan dari
rumah atau tidak dilakukan di sekolah dengan tatap muka secara langsung.
Dalam penerapannya PJJ memiliki beberapa manfaat. PJJ membuat
kegiatan belajar mengajar dapat diakses darimana saja dan kapan saja
(Shukla, Dosaya, Nirban, & Vavilala, 2020). Penggunaan media internet
dalam pembelajaran jarak jauh juga memungkinkan siswa lebih leluasa
dalam mencari informasi (Hastini, Fahmi, & Lukito, 2020).
Berbagai permasalahan pembelajaran juga ditemukan selama proses
pembelajaran jarak jauh. Adapun permasalahan yang ditemukan bahwa
sulitnya jaringan internet ditemukan di daerah tertentu (Hastini et al., 2020).
Disisi lain, kebutuhan akan kuota internet yang berdampak terhadap
pengeluaran bagi siswa dengan kuangan yang sulit (Morgan, 2020).
Dengan permasalahan yang di ungkapkan di atas, dalam mencapai
keberhasilan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tergantung pada
persiapan sekolah secara umum dan guru secara khusus (Rusdiana &
Nugroho, 2020). Ditemukan juga dalam pembelajaran jarak jauh bahwa
tidak semua guru secara optimal dapat melaksanakan proses belajara
mengajar (Morgan, 2020).
memberikan tugas kepada siswa membuat sebagain besar siswa merasa
tertekan dan cemas. Hal itu sejalan dengan pendapat Raharjo & Sari, 2020,
bahwa tugas-tugas yang diberikan oleh guru-guru dengan waktu pengerjaan
yang singkat sangat memberatkan siswa dan membingungkan dalam proses
3
mulai dari pagi hingga malam hanya untuk menyelesaikan berbagai tugas
online. Begitu juga dengan hasil survei KPAI pada tanggal 13 april sampai
dengan 27 April 2020 terhadap 1.700 responden siswa Sekolah Dasar
hingga Sekolah Menengah Atas di 20 provinsi yang hasilnya bahwa 79,9%
siswa berpendapat pembelajaran jarak jauh berlangsung tanpa Interaksi
antara guru dengan siswa. Para siswa mengakui dalam proses belajar
mengajar secara online, guru hanya memberi dan mengumpulkan tugas-
tugas. Hanya sekitar 20,1% siswa yang mengatakan adanya interaksi guru
dengan siswa dalam pembelajaran jarak jauh (Media Indonesia, 2020).
Sebelumnya, kondisi ini tidak terjadi ketika pembelajaran dilaksanakan
secara tatap muka di sekolah.
Dari berbagai permasalahan yang telah diuraikan di atas tentang
masalah belajar siswa dimasa pembelajaran jarak jauh tersebut, peneliti
melakukan wawancara pada suatu sekolah yang melakukan pembelajaran
jarak jauh yaitu SMAN 3 Bungo untuk mengetahui masalah belajar yang
dialami siswa dimasa COVID-19. Wawancara dilakukan melalui telepon
pada bulan Agustus 2020. Hasil wawancara menjelaskan bahwa SMAN 3
Bungo dimasa COVID-19 ini melakukan PJJ.
Selama PJJ, siswa-siswa di SMAN 3 Bungo mengalami hambatan
atau permasalahan belajar yaitu siswa kesulitan dalam pemahaman materi
yang benar disebabkan penjelasan guru yang terbatas dan kemampuan siswa
yang terbatas sehingga mengakibatkan konsentrasi, motivasi, minat dan
sikap siswa yang tidak optimal. Kemudian, penugasan yang terlalu banyak
4
disebabkan karena guru memberikan tugas dengan waktu yang tidak tentu.
Selain itu, kualitas koneksi dan ketersediaan paket data yang masih terbatas,
dan membutuhkan biaya yang besar yang membuat siswa terlambat
memberikan tugas dan memperoleh informasi tentang materi pelajaran dan
informasi tentang tugas.
internal dan faktor eksternal. Hal ini sejalan dengan pendapatan Daryanto
(2015) yang menguraikan masalah belajar dipengaruhi oleh faktor internal
eksternal. Faktor internal bersifat fisik berupa sakit atau cacat tubuh dan
bersifat psikis berupa kesehatan mental, motivasi, minat, bakat dan
intelegensi sedangkan faktor eksternal berupa lingkungan keluarga, sekolah,
media masa, serta lingkungan sosial seperti teman sebaya, tetangga, dan
masyarakat.
dan pendapat Daryanto disimpulkan perihal masalah belajar para siswa di
SMAN 3 Bungo dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal.
Faktor internal berupa motivasi, kecerdasan, minat dan sikap. Faktor
eksternal berupa lingkungan keluarga sekolah.
Untuk mencegah dampak negatif yang mungkin timbul karena
masalah belajar yang dialami siswa dimasa COVID-19, maka para pendidik
(Orang tua dan Guru, Guru Bimbingan dan Konseling) harus waspada
terhadap gejala-gejala kesulitan belajar yang mungkin dialami oleh para
peserta didiknya. Dalam hal ini suatu lembaga atau sekolah khususnya
SMAN 3 Bungo mempunyai tanggung jawab besar dalam membantu siswa
5
agar mereka dapat berhasil dalam belajar dimasa COVID-19 ini. Sekolah
hendaknya memberikan bantuan kepada siswa untuk mengatasi masalah
yang timbul dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh. Sehingga, salah satu
faktor yang perlu dikembangkan adalah faktor internal yaitu motivasi
belajar siswa dimasa COVID19.
dalam mengembangkan kemampuan dan kemauan belajar. Salah satu cara
yang logis untuk momotivasi siswa dalam pembelajaran adalah mengaitkan
pengalaman belajar dengan motivasi siswa. Guru sebagai orang yang
membelajarkan siswa sangat berkepentingan dengan masalah ini. Sehingga
sebagai guru atau calon guru sebisa mungkin kita harus selalu berupaya
untuk dapat meningkatkan motivasi belajar terutama bagi siswa yang
mengalami kesulitan dalam belajar dengan menggunakan berbagai upaya
yang dapat dilakukan oleh guru yaitu: 1) Memperjelas tujuan yang ingin
dicapai. 2) Membangkitkan motivasi siswa. 3) Ciptakan suasana yang
menyenangkan dalam belajar. 4) Menggunakan variasi metode penyajian
yang menarik. 5) Berilah pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa. 6)
Memberi nilai. 7) Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. 8)
Ciptakan persaingan dan kerjasama (Suprihatin, 2015).
Upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah SMAN 3 Bungo dalam
mengurangi dampak negatif karena masalah belajar yang dialami siswa
dimasa COVID-19 yaitu melalui peran guru pembimbing dalam membantu
siswa untuk mengubah dan mengembangkan motivasi belajar yang masih
belum optimal pada siswa. Hal tersebut sesuai dengan fungsi guru
6
penyembuhan yang dimaksud ialah fungsi yang berkaitan erat dengan
upaya pemberian bantuan kepada konseling yang telah mengalami masalah,
baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir (Daryanto,
2015:37).
penelitian terhadap siswa yang mengalami masalah belajar khususnya
permasalahan motivasi belajar siswa belum optimal dan peran guru
Bimbingan dan Konseling dalam membantu siswa mengatasi masalah
motivasi belajar siswa dimasa COVID-19 dengan judul penelitian: “Peran
Guru Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Motivasi Belajar
Siswa dimasa COVID-19 di SMAN 3 Bungo”.
B. Pembatasan Masalah
batasan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Pada penelitian ini akan dibahas tentang hambatan belajar siswa
semasa COVID-19.
2. Pada penelitian ini akan dibahas tentang peran guru Bimbingan dan
Konseling dalam meningkatkan masalah meningkatkan motivasi
belajar siswa dimasa COVID 19 di SMAN 3 Bungo.
7
berikut:
2. Bagaimana peran guru Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan
motivasi belajar siswa dimasa COVID-19?
D. Tujuan Penelitian
berikut:
2. Untuk mengetahui peran guru Bimbingan dan Konseling meningkatkan
motivasi belajar siswa dimasa COVID-19.
E. Manfaat Penelitian
memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis. Adapun
manfaat teoritis dan manfaat praktis yang dimaksudkan adalah sebagai
berikut:
bagi peneliti selanjutnya yang secara khusus ingin melakukan
penelitian yang berkaitan dengan hambatan belajar siswa semasa
COVID-19 dan peran guru Bimbingan dan Konseling dalam
8
SMAN 3 Bungo.
b. Jika tujuan penelitian tercapai maka hasil penelitian ini diharapkan
dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan motivasi
belajar siswa dimasa pembelajaran jarak jauh.
2. Manfaat Praktis
dalam mengatasi masalah motivasi belajar siswa dimasa
pebelajaran jarak jauh.
b. Bagi sekolah, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi
dan melihat kesiapan tenaga pengajar/guru khususnya guru
Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan motivasi belajar
siswa dimasa pembelajaran jarak jauh.
c. Bagi peneliti, menjadi sarana bagi pengembangan diri peneliti dan
dapat dijadikan sebagai referensi yang relevan bagi penelitian lain
yang sejenis.
berikut:
memahami,
belajar.
dan Konseling