RESUS Lymphadenopathy

of 29 /29
Diagnosis Tumor Diagnosis Tumor Colli Colli Pembimbing: dr.Yuliaji Pembimbing: dr.Yuliaji Narendra,Sp.B Narendra,Sp.B Disusun oleh: Ardianto Disusun oleh: Ardianto Nandiwardhana Nandiwardhana

Embed Size (px)

Transcript of RESUS Lymphadenopathy

Diagnosis Tumor ColliPembimbing: dr.Yuliaji Narendra,Sp.BDisusun oleh: Ardianto Nandiwardhana

Kasus

Wanita 47th Merasakan benjolan-benjolan pada leher di bawah telinga sisi kanan Benjolan progresif membesar selama 3 bulan, benjolan tidak dirasa nyeri

Anamnesis

Demam (-), penurunan berat badan (-), dan keringat malam (-), Batuk (-) Jantung berdebar-debar (-), tremor (-), terasa lemas (-)

Riwayat Penyakit DahuluRiwayat penyakit serupa disangkal dan riwayat penyakit lainnya juga disangkal

Riwayat Penyakit KeluargaRiwayat penyakit dengan keluhan serupa disangkal

Pemeriksaan fisikStatus Generalis

Kondisi Umum : Baik Kesadaran : Compos Mentis Vital Sign : Tekanan Darah : 110/75 mmHg Nadi : 82x/menit Respirasi : 20x/menit Suhu : 36,4oC Kepala : Mesocephal. Mata : Pupil isokor, Conjungtiva tidak anemis, Sclera tidak ikterik, Mulut : mukosa basah, tonsil hiperemis (-) Leher : (status lokalis)

Thorax : Pergerakan dinding dada simetris kiri dan kanan pada saat ekspirasi, gerak tertinggal (-) pada saat inspirasi

Abdomen : Inspeksi : Dinding perut datar Auskultasi : Peristaltik (+) N. Palpasi : Supel Perkusi : Timpani Ekstremitas : Tidak ada gangguan gerak, kekuatan otot normal, tidak ada deformitas.

Status Lokalis Inspeksi : Tampak benjolan-benjolan berbentuk bulat, pada sisi dekstra, level II dan III dengan ukuran terbesar diameter 3cm, warna seperti kulit sekitarnya. Palpasi :Teraba benjolan-benjolan, permukaan rata, batas tegas, konsistensi padat, tidak mobile terhadap dasar dan kulit, tidak terdapat nyeri tekan,

Regio : Colli

Pemeriksaan Laboratorium

Imunoserologi HBsAg (+)

DIAGNOSIS KERJA Limfadenopati DIAGNOSIS DIFERRENTIAL Hipertiroid Lipoma Tumor kelenjar parotis

Limfonodi

Anatomi

Kumpulan sel limfoid terpasang baik pada pembuluh darah dan sistem limfatik Terdapat lebih dari 600 kelenjar getah bening dalam tubuhSebagai penyaring dari berbagai organisme asing dan partikelpartikel akibat hasil daridegenerasi sel-sel atau metabolisme

Fungsi

Pembesaran limfonodi disebabkan :

Peningkatan jumlah limfosit dan makrofag dalam menanggapi antigen Infiltrasi sel-sel inflamasi pada infeksi (lymphadenitis) Dalam proliferasi in situ limfosit ganas atau makrofag Infiltrasi oleh sel ganas metastatik Infiltrasi kelenjar getah bening oleh makrofag sarat metabolit

Riwayat

Mengidentifikasi penyebab limfadenopati: Melokalisir gejala atau tanda-tanda yang menunjukkan infeksi / neoplasma / trauma pada situs tertentu

URTI, faringitis, penyakit periodontal, konjungtivitis, gigitan serangga, imunisasi terbaru, dll.

Epidemiologi

Baru saja melakukan perjalanan?

Obat - serum-sickness sindrom

Gejala klinis

Gejala B- demam, keringat malam, penurunan berat badan Kelelahan Pruritus Bukti kondisi medis lainnya - penyakit jaringan ikat

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan nodul - karakteristik nodul Organomegali Localized - memeriksa daerah pada nodul untuk bukti infeksi, lesi kulit atau tumor

Karakteristik nodul

Konsistensi Mobile vs Fixed Nyeri vs Painless jelas batas-batasnya ukuran durasi dan tingkat pembesaran

Jenis Limfadenopati

Localized pada satu area Generalized terdapat dua atau lebih nodul pada area yang berbeda

Klasifikasi limfonodi leher menurut Sloan

Level I : submentale dan submandibula Level II : upper jugular Level III : mid jugular Level IV : lower jugular Level V : posterior triangle Level VI : prelaryng ( delphian ), pretracheal, paratracheal

Limfadenopati generalisata

Malignancy lymphoma, leukemia, Kaposis sarcoma, metastases Autoimmune SLE, RA, Sjogrens syndrome, Stills disease, Dermatomyositis Infectious Brucellosis, Cat-scratch disease, CMV, HIV, EBV, Rubella, Tuberculosis, Tularemia, Typhoid Fever, Syphilis, viral hepatitis, Pharyngitis Other Kawasakis disease, sarcoidosis, amyloidosis, lipid storage diseases, hyperthyroidism, necrotizing lymphadenitis, histiocytosis X, Castlemens disease

Differential Diagnosis - Infection

Bacterial

Localized: Staph aureus, GAS, cat-scratch, tularemia, diphtheria Generalized : Brucellosis, leptospirosis, typhoid EBV, CMV, HSV, HIV, Hep B, Measles, Mumps, Rubella, Dengue Fever

Viral

Myocobacterial

TB, Atypical mycobacteriaCoccidiomycosis, Cryptococcosis, Histoplasmosis

Fungal

Protozoal

Toxoplamosis, LeishmaniasisLyme disease, symphilis

Spirochetal

Differential Diagnosis - Other

Malignancy

leukemia, lymphoma, metastasis from solid tumorSLE, serum sickness, Langerhans cell histiocytosis, RA, Drug Reaction, dermatomyositis, CGD Addison disease, hypothyroidism

Immunologic

Endocrine

Other

Amyloidosis, Kawasaki disease, Sarcoidosis, Churg-Strauss syndrome, Kikuchi disease, Castleman disease

Fine Needle Aspirate

Pasien lebih nyaman, minimal invasif, lebih cepat Bias tinggi

Management

Identifikasi penyebab dan diterapi sesuai penyebabnya Adenopati Generalisata - biasanya memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi Adenopati lokalisataBiopsi + periode observasi 3-4 minggu Biopsi jika risiko untuk keganasan - Excisional

Kesimpulan

Limfadenopati - gejala yang menyertai? Reaktif vs ganasAnamnesis Pemeriksaan fisik

Biopsi +observasi dalam 3-4 minggu untuk pasien risiko rendah Biopsi semua pasien curiga ganas - biopsi eksisi