PENUAAN ENDOKRIN

Click here to load reader

  • date post

    15-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    35
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Sistem Endokrin

Transcript of PENUAAN ENDOKRIN

DAFTAR ISI

Halaman Judul...........................................................................................................................iKata Pengantar..........................................................................................................................iiDaftar Isi..................................................................................................................................iiiBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang................................................................................................................41.2 Rumusan Masalah...........................................................................................................41.3 Tujuan penulisan.............................................................................................................41.4 Manfaat penulisan.5BAB II PEMBAHASAN2.1 Definisi ...............................................................................................62.2 Perubahan anatomi fisiologi sistem endokrin..................................................................62.3 Penuaan normal sistem endokrin...................................................................................112.4 Masalah-masalah dalam perubahan sistem endokrin....................................................122.5 Penyakit pada gangguan sistem endokrin......................................................................172.6 Insiden penyakit diabetes meliput pada usia lanjut.........................................................302.7 WOC...................................................................................................31BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan....................................................................................................................323.2 Saran..............................................................................................................................32DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................33

BAB IPENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Seiring dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup, proses menua adalah keadaan yang tidak dapat dihindarkan. Hingga saat ini belum ada cara untuk mencegah proses penuaan. Penyebab penuaan adalah mulai berkurangnya proses pertumbuhan, pembelahan sel, dan berkurangnya proses metabolisme sel. Akibatnya, terjadi gangguan pada kulit, tulang, selaput lendir, tulang, sistem pembuluh darah, aliran darah, metabolisme vitamin, dan fungsi otak yang sebagian besar dipengaruhi oleh masalah penuaan pada sistem endokrin.Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik(BPS) jumlah penyandang diabetes pada tahun 2003 sebanyak 13,7 juta orang dan berdasarkan pola pertambahan penduduk diperkirakan pada tahun 2030 akan ada 20,1 juta penyandang diabetes dengan tingkat prevalensi 14,7% untuk daerah urban dan 7,2% di rural.Masalah kesehatan yang berhubungan dengan gangguan sistem endokrin terjadi sepanjang siklus kehidupan. Sistem endokrin penting untuk mempertahankan dan mengatur fungsi vital tubuh, misalnya stres, tumbuh kembang, homeostasis, reproduksi dan metabolisme energi. Salah satu penyakit yang terdapat pada sistem endokrin yaitu Diabetes Melitus yang selalu dikaitkan dengan dengan meningkatnya resiko kesakitan dan kematian. Lansia yang mengalami penyakit Diabetes Melitus seringkali juga mengalami penyakit lainnya, ketidakmampuan fisik, gangguan psikososial, dan fungsi kognisi. Pada akhirnya, komplikasi yang terjadi akan mempengaruhi kualitas hidup lansia.Seperti yang telah diketahui bahwa Diabetes Melitus merupakan masalah yang sering terjadi pada proses penuaan sistem endokrin. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui beberapa perubahan yang terjadi pada sistem endokrin lansia dan kita sebagai perawat dapat melakukan tindakan dalam mengatasi penyakit yang sering muncul pada gangguan sistem endokrin pada lansia.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Penuaan pada sistem endokrin2. Penyakit yang sering terjadi pada sistem penuaan endokrin3. Asuhan keperawatan penuaan pada sistem endokrin

1.3 TUJUAN PENULISAN1. Mengetahui penuaan pada sistem endokrin2. Mengetahui penyakit yang sering terjadi pada sistem penuaan endokrin3. Mengetahui asuhan keperawatan penuaan pada sistem endokrin1.4 MANFAAT PENULISAN

Bagi penulis, makalah ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk mendalami pemahaman tentang proses penuaan pada sistem endokrin.. Bagi pembaca, khususnya mahasiswa keperawatan dapat mengerti tentang proses penuaan pada sistem endokrin, penyakit yang sering terjadi, serta asuhan keperawatannya.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 PENUAAN PADA SISTEM ENDOKRIN

2.1.1 DEFINISI

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai pembawa pesan dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan pesan tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastrointestin. System endokrin merupakan bagian dari system pengatur tubuh, pengaturan berbagai fungsi metabolisme tubuh.Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi dan mengatur hormon dalam aliran darah untuk mengontrol banyak fungsi tubuh. Sistem ini tumpang tindih dengan sistem saraf dan eksokrin dan tanggung jawabnya meliputi metabolisme, pertumbuhan, dan perkembangan seksual.Kelenjar utama dari sistem endokrin adalah pituitari, hipotalamus, dan pineal yang terletak di otak, tiroid dan paratiroid di leher, timus, adrenal dan pankreas di perut, dan gonad, indung telur atau testis di perut bagian bawah. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar tersebut terlalu banyak dan rumit untuk didaftar. Kelenjar pituitari sering disebut sebagai kelenjar utama karena mengontrol fungsi anggota lain dari sistem endokrin. Kelenjar pineal membuat melatonin, yang memutuskan kita harus tidur ketika gelap dan terbangun ketika cahaya muncul. Pankreas menghasilkan insulin yang memutuskan berapa banyak gula yang harus beredar dalam darah

2.1.2 PERUBAHAN ANATOMI FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN Kelenjar endokrin adalah organ yang membuat, menyimpan dan mengeluarkan hormone ke dalam aliran darah. Terdapat banyak kelenjar endokrin didalam tubuh, mencakup: kelenjar hipofisis (pituitary), Tiroid, Paratiroid, Adrenal, Pulau-pulau langerhans pancreas, Ovarium dan testes Kelenjar eksokrin (kelenjar keringat) Kelenjar Endokrin antara lain :1. HipotalamusAdalah sebuah organ neuroendokrn kecil yang terletak dibagian otak depan yang disebut diensefalon. Hipotalamus adalah organ yang berkaitan dengan homeostatis, mempertahankan lingkungan internal tubuh tetap konstan. Kelenjar ini menerima informasi dari susunan saraf pusat dan perifer mengenai suhu tubuh, nyeri, rasa nikmat, makanan, rasa lapar, dan status metabolik.2. Hipofisis anteriorDisebut juga adenohipofisis, terdiri dari jaringan non saraf. Kelenjar ini secara otomatis terpisah dari hipotalamus, tetapi secara fungsional berhubungan dengannya melalui suplai darahnya.3. Hipofisis posterior Disebut juga neurohipofisis, adalah jaringan saraf sejati yang secara embriologis berasal dari hipotalamus. Terdapat tiga bagian: eminensia mediana, akar infundibulus, prosesus infundibulus.

HORMONAdalah suatu perantara kimiawi yang dilepaskan oleh suatu kelenjar endokrin kedalam sirkulasi. Setelah dilepaskan hormone mengalir dalam darah dan hanya mempengaruhi sel-sel tubuh yang memiliki reseptor ( tempat pengikatan) spesifik untuknya. Sel-sel yang berespon terhadap hormone tertentu disebut sel sasaran untuk hormon tersebut. Fungsi hormon Reproduksi Pertumbuhan dan perkembangan Homeostasis Pengaturan pengadaan energi Klasifikasi hormon Steroid estrogen, progesteron, testosteron, cortisol, aldosteron Turunan asam amino tyrosin tiroksin, triiodotyronin, epinefrin dan norepinefrin Protein/peptida hormon hipofise ant dan post, insulin, glukagon, PTH dsb

Feedback negatif Kelenjar endokrin secara alami mempunyai tendensi untuk over sekresi hormonnya Akibatnya, hormon akan banyak diproduksi untuk merangsang organ target Organ target akan berfungsi Ketika fungsi sudah terlalu banyak terbentuk untuk menekan produksi kelenjar endokrin RESEPTORHormon bergantung pada adanya reseptor Fungsi reseptor : Membedakan hormon dan lainnya Mengatur sinyal hormonal menjadi respon seluler yang tepat Lokasi reseptor pada sel : Membran sel (hormon protein) Sitoplasma (hormon steroid) Inti sel (hormon tiroid)

Perubahan Fisiologis pada proses penuaanDalam Maryam (2008), perubahan fisik yang terjadi dalam proses penuaan antara lain sebagai berikut:1. Sel : jumlah berkurang, ukuran membesar, cairan tubuh menurun, dan intraseluler menurun.2. Kardiovaskuler : katup jantung menebal dan kaku, kemampuan memompa darah menurun (menurunnya kontraksi dan volume), elastisitas pembuluh darah menurun, serta meningkatnya retensi pembuluh darah perifer sehingga tekanan darah meningkat.3. Respirasi : otot-otot pernapasan kekuatannya menurun dan kaku, elastisitas paru menurun, kapasitas residu meningkat sehingga menarik napas lebih berat, alveoli melebar dan jumlahnya menurun, kemampuan batuk menurun, serta terjadi penyempitan pada bronkus.4. Persarafan : saraf pancaindra mengecil sehingga fungsinya menurun serta lambat dalam merespon dan waktu bereaksi khususnya yang berhubungan dengan stres. Berkurang atau hilangnya lapisan mielin akson, sehingga menyebabkan berkurangnya respon motorik dan reflex.5. Musculoskeletal : cairan tulang menurun sehingga mudah rapuh (osteoporosis), bungkuk (kifosis), persendian membesar dan menjadi kaku (atrofi otot), kram, tremor, tendon mengerut, dan mengalami s