Makalah Penuaan Sel

download Makalah Penuaan Sel

of 56

  • date post

    09-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    212
  • download

    33

Embed Size (px)

description

aa

Transcript of Makalah Penuaan Sel

I PENDAHULUAN

BAB I

PENDAHULUAN

Proses penuaan sel atau aging cell merupakan suatu proses yang secara alamiah akan dialami oleh setiap makhluk hidup atau organisme. Proses ini pasti akan terjadi namun kita tidak tahu kapan dimulainya. Gejala awal yang bisa dikenali adalah mulai munculnya kemunduran fungsi organ.Proses ini merupakan suatu keadaan yang secara normal terjadi dan tidak bisa dihindari. Tua adalah tahap di mana banyak sel organ tubuh menjadi aus, rusak, dan bahkan tidak bisa berfungsi lagi dan proses penuaan ini mengenai semua organ tubuh.

Manusia didalam hidupnya akan mengalami beberapa masa yang secara garis besar terbagi atas empat masa yaitu masa kecil atau kanak-kanak, lalu masa remaja, masa dewasa, dan yang terakhir masa tua. Setiap orang yang hidup didunia ini pasti akan melewati ke empat masa ini.

Pada masa kanak-kanak dan remaja, hidup manusia rata-rata mengalami kesehatan yang prima. Kalaupun seorang anak mengalami sakit, maka masa penyembuhan mereka relatif sangat cepat. Akan tetapi ketika mulai menginjak ke masa dewasa dan bahkan masa tua, hidup seseorang akan mengalami masalah-masalah pada kesehatannya seperti misalnya kencing manis, darah tinggi, jantung koroner, dan masih banyak lagi penyakit-penyakit yang biasanya disebut penyakit tua. Ternyata ketika seseorang menginjak masa dewasa, mereka mengalami proses yang dikenal dengan proses penuaan. Jadi proses penuaan ini adalah proses menurunnya kinerja-kinerja yang ada di dalam tubuh manusia.

Sel merupakan satuan dasar kehidupan dan merupakan unit terkecil dari makhluk hidup, yang dapat melaksanakan kehidupan. Sel disebut sebagai unit terkecil karna sudah tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil yang berdiri sendiri. Sel dapat melakukan proses kehidupan seperti melakukan respirasi, perombakan, penyusunan, reproduksi melalui pembelahan sel dan peka terhadap rangsangan.

Secara sturuktural, tubuh makhluk hidup tersusun atas sel-sel sehingga sel disebut satuan struktural makhluk hidup. Secara fungsional, tubuh makhluk hidup dapat menyelenggarakan kehidupan jika sel-sel penyusunnya itu berfungsi, jadi kegiatan tiap-tiap sel itulah yang membentuk organisme. Karena itu, sel juga disebut sebagai satuan fungsional makhluk hidup. Apabila sel-sel penyusun suatu makhluk hidup tidak berfungsi dengan semestinya, maka akan menimbulkan suatu kerusakan sel dan kematian sel yang berdampak negatif bagi organisme yang bersangkutan. Kerusakan sel dan kematian sel juga dapat dipengaruhi oleh proses penuaan sel. Penuaan sel merupakan perubahan berangsur-angsur dari struktur setiap organisme yang terjadi dengan berlalunya waktu, bukan disebabkan karena penyakit atau kecelakan lain dan pada akhirnya sampai pada peningkatan kemungkinan kematian karena organisme itu bertambah tua. Penuaan menyebabkan sejumlah fungsi sel menurun secara progresif. Fosforilasi oksidatif mitokondria menurun, seperti sintesis protein structural, enzimatik dan reseptor. Sel yang mengalami proses penuaan memilki kapasitas untuk ambilan nutrien dan perbaikan kerusakan kromosom yang berkurang. Perubahan morfologik pada sel yang menua meliputi ketidakaturan inti, mitokondria bervakuola pleomorfik, pengurangan retikulum endoplasma, dan penyimpangan apparatus golgi. Secara bersamaan, terdapat akumulasi tetap pigmen lipofuscin (yang mengindikasikan kerusakan oksidatif dan jejas membran sel), protein yang terlipat abnormal dan produk akhir silang dengan protein yang berdekatan.

Walaupun terdapat banyak teori, jelas bahwa proses penuaan sel adalah multifaktorial. Proses itu melibatkan efek kumulatif, baik siklus jam molecular intrinsik dari penuaan sel maupun stressor ekstrinsik dari lingkungan sel (kerusakan sel)

Kini, proses penuaan dapat dipicu oleh beberapa faktor selain bertambanya usia, yaitu salah satunya kondisi selular tubuh yang tidak sehat disebabkan tubuh yang tercemar oleh radikal bebas sementara antioksidan dalam tubuh sudah tidak dapat diproduksi secara normal baik kualitas maupun kuantitasnya. Penuaan dini adalah hal yang menakutkan untuk kebanyakan orang karena kondisi ini tentu mengganggu penampilan. Oleh karena itu perlu adanya pengetahuan tentang proses selular pada aging (penuaan) dan dan bagaimana pencegahannya yang aman dan tidak menimbulkan efek samping negatif untuk tubuh dan lingkungan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Penuaan sesungguhnya merupakan proses dediffensiasi (de-growth) dari sel, yaitu proses terjadinya perubahan anatomi maupun penurunan fungsi dari sel. Ada banyak teori yang menjelaskan masalah penuaan. Dalam makalah ini akan disampaikan tiga buah teori yaitu:

1. Teori Pertama

Teori pertama menyatakan bahwa semakin cepat suatu organisme hidup maka semakin cepat pula mereka menua. Hal ini terjadi karena kehidupan cepat didefinisikan sebagai proses differensiasi dari pertumbuhan yang cepat serta metabolisme yang tinggi sehingga sel-sel lebih cepat mengalami penuaan. Apabila disandarkan pada teori ini maka pertumbuhan seorang manusia yang terlalu cepat, tidak baik bagi manusia tersebut karena dia akan cepat mengalami penuaan. Namun demikian teori ini tidak menjelaskan bagaimana proses tersebut dapat terjadi pada tingkat seluler sehingga pengambilan kesimpulan yang hanya didasarkan pada teori ini banyak memiliki kekurangan.

2. Teori Kedua

Teori kedua menyatakan bahwa setiap sel tidak dapat mengelak dari penumpukan sisa metabolit yang bersifat racun. Penumpukan tersebut secara berangsur-angsur mengurangi kemampuan sel untuk berfungsi sehingga akhirnya menjadi tua. Sel tidak dapat mengelak dari penumpukan ini karena kolagen sebagai protein struktural yang merupakan selubung ekstraseluler sebagian besar sel tubuh menjadi tidak lentur dan tidak mudah larut. Seperti diketahui, ketika kolagen pertama kali dibentuk, zat ini bersifat lentur dan mudah larut dan hal ini menunjukkan bahwa sel belum menua. Namun demikian lama-kelamaan rantai polipeptida yang terbuat dari kolagen terikat terus bersama sehingga kelarutan dan kelenturan (permeabilitas) dari bahan tersebut berkurang. Akibat pengurangan permeabilitas ini maka lalu lintas bahan antar-sel mengalami banyak hambatan. Kemungkinan ini pula yang dijadikan dasar dalam pemunculan hipotesis bahwa penuaan mengakibatkan terjadinya perubahan hormone walaupun tidak ada hubungan antara penuaan tersebut dengan perubahan komposisi asam lemak sel

3. Teori Ketiga

Teori ketiga menyatakan bahwa penuaan terjadi sebagai akibat kondisi lingkungan yang merugikan gen-gen yang berhubungan dengan sel badan atau sel-sel somatic. Menurut Burnet dalam mutasi gen somatik yang tidak dengan cepat diperbaiki oleh enzim DNA polimerase akan menumpuk pada sel sehingga gen-gen tersebut mulai menghasilkan protein yang tidak sempurna yang mengakibatkan efisiensi sel berkurang. Apabila protein yang tidak sempurna ini menjadi enzim maka proses mutasi somatik akan terjadi secara lebih cepat. Akibatnya, sel akan mati (merupakan proses penuaan) atau bahkan mengalami kanker. Akibat lain penuaan adalah merangsang mutasi DNA mitokondria (Fukagawa et al., 1999).

2.1. Proses Penuaan

Sejak lama, manusia lebih banyak berusaha memerangi proses penuaan, ketimbang berusaha mengerti prosesnya. Juga para ilmuwan, cukup lama mengabaikan tema penuaan. Kini diketahui, penuaan berkaitan erat dengan proses metabolisme molekuler, transkripsi dan translasi, yang penjelasan selengkapnya akan dibahas materi selanjutnya. Penuaan berkaitan erat dengan proses metabolisme molekuler. Sintesis protein yang berlangsung dengan tepat sangatlah penting bagi sel-sel yang hidup. Namun demikian ternyata prosesnya sangat rumit dan kompleks. Proses ini harus akurat dan mempunyai mekanisme-mekanisme yang berkemampuan memeriksa kembali. Kadang-kadang protein-protein yang tidak berfungsi secara tepat juga dibuat oleh sel-sel, yang biasanya hal ini disebabkan oleh kesalahan pada DNA genetik (suatu simulasi) atau kesalahan pada waktu alih informasi dari gen ke protein. Organisme-organisme yang lebih tinggi (eukariot) mempunyai mekanisme untuk mengenali dan merusak atau menghancurkan secara cepat protein yang salah tersebut. Apabila tidak terjadi pembetulan atau penghancuran dengan cepat, protein yang salah tersebut dapat menyebabkan kesalahan fungsi metabolik. Proses penyalinan informasi genetik pada DNA ke molekul-molekul yang mengarah atau berpartisipasi di dalam sintesis protein (RNA yaitu asam ribonukleat) disebut transkripsi.

Selama ini proses penuaan dipandang sebagai proses yang berbeda dengan fenomena biologis lain, amat sulit dipecah-pecah menjadi bagian-bagian terpisah yang dapat diuji coba. Penelitian lebih terfokus pada proses, yang memicu kehidupan dan mengakhirinya. Namun faktor-faktor apa yang mempengaruhinya dan seberapa lama makhluk hidup dapat hidup, memang sedikit sekali diteliti. Namun sejak satu dasawarsa terakhir, terdapat sejumlah ilmuwan yang meneliti cabang mengenai rentang umur kehidupan.

Proses penuaan dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, gaya hidup dan penyakit-penyakit yang diderita. Beberapa pakar mencoba merumuskan apa yang dimaksud dengan proses menua. Di antaranya: faktor genetis dan faktor lingkungan.Setiap mahluk hidup, termasuk manusia dibentuk oleh sel. Dalam tubuh seorang dewasa terdapat 100 trilliun sel yang setiap detiknya kurang lebih 50 juta sel tersebut rusak dan mati. Namun sel yang rusak atau mati dengan cepat diganti dengan yang baru. Sel-sel tersebut membelah normal sampai kurang lebih 50 kali dan kemudian berhenti dan mati. Umur manusia berhubungan erat dengan umur hidup sel. Kebanyakan ahli gerontologi (ilmu yang mempelajari proses penuaan secara alami) berpendapat bahwa umur maksimum manusia rata-rata 110 - 120 tahun.

Perbedaan susunan kromosom pada pria dan wanita (wanita bergenotip XX; dan pria, XY) mengakibatkan umur pria lebih r