Pengobatan Amubiasis

download Pengobatan Amubiasis

of 53

  • date post

    10-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    247
  • download

    3

Embed Size (px)

description

obat

Transcript of Pengobatan Amubiasis

PENGOBATAN AMUBIASIS

PENGOBATAN AMUBIASISOleh : dr. Budhi Surastri S., M.Si.MedFK. UNDIP SemarangAMUBIASIS E. HISTOLITICA Infeksi Usus AsimtomatikInfeksi Usus Ringan-Sedang Infeksi Usus Berat ( Disentri )Ameboma Infeksi jaringanAbses HatiObat terpilih tergantung : - Presentasi Klinik- Tempat kerja obat yang diinginkanPengobatan mungkin memerlukan penggunaan obat secara : - Bersamaan- BerturutanA. AMUBISID JARINGAN :Dinding UsusHatiJaringan Ekstra intestinal lain(Tidak efektif terhadap organisme dalam lumen usus).Nitroimidazol : - Metronidazol ( Flagyl )- Tinidazol ( Fasigyn )- OrnidazolSangat efektif terhadap organisme dalam dinding usus dan jaringan lain.< efektif sebagai Amebisid Lumen Usus (50%).2. Emetin dan DehidroemetinEfektif terhadap organisme dalam dinding usus dan jaringan lain tidak terhadap organisme dalam lumen usus3. KlorokinObat ini terutama efektif terhadap amuba dalam heparB. AMUBISID LUMEN USUS :Efektif untuk Amubisid Lumen Usus tidakterhadap organisme pada dinding usus atau jaringan lain.1. Dikloroasetamid :Diloksanid Furoat ( Furamide )Klefamid ( Mebinol )TeklozanEtofamid2. Hidroksikinolin Dihalogenasi :Yodokinol ( Diyodo Hidroksikin )Kliokinol ( Yodo Klorhidroksikin )3. Anti BiotikaTetrasiklin Oral : Menghambat bakteri usus yang penting bagi kehidupan amuba. ( secara tidak langsung )Paromomisin ( Humatin )Eritromisin Menghambat secara langsung Hanya Paromomisin anti biotika yang efektif terhadap amuba sehingga antibiotika tidak boleh diberikan sebagai obat tunggal dalam pengobatan Amubiasis.Anti biotika parenteral : mempunyai aktivitas anti amuba kecil ditempat manapun.C. SENYAWA LAIN :Preparat Arsen : Glikobiarsol, Karbason, Difertarson dan Asetarson.Tidak boleh digunakan untuk waktu yang lama oleh karena kemungkinan toksisitas Arsen.Emetin Bismuth Yodida ( EBi )E.S.: Mual, Muntah dan Toksisitas mirip Emetin ( mskp. jarang ) jarang digunakanNiridazol : Amubisid lumen usus dan jaringan tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh karena neurotoksisitasnya.PRINSIP-PRINSIP PENGOBATAN INFEKSI AMUBAInfeksi Usus Asimtomatik :Obat Terpilih ( O. T ) : Diloksanid Furoat. (3x500 mgr-10 hari )/ 20 mg kg BB dalam. 3 dosis terbagi /hari (10 hari)

Obat Pengganti ( O. P ) : Yodokinol ( Diyodohidroksikin )650 mg 3x /hari (21 hari)30-40 mg/ KgBB max 2 gr dalam 3 dosis terbagi/hari-21 hari Infeksi Usus Ringan-Sedang ( Kolitis Non Disentri )O.T : Metronidazol ditambah Diloksamid Furoat atau Yodokinol.

O.P : Diloksanid Furoat / Yodokinol + Tetrasiklin diikuti Klorokuin atauParomomisin diikuti Klorokin.Infeksi Usus Berat ( Disentri )O.T : a) Metronidazol ditambah Diloksanid Furoat/ Yodokinol.Bila penderita tidak sadar : mula-mula terapi parenteral : Metronidazol i.v. sampai terapi oral dapat dimulai, kemudian adaO.P : Tetrasiklin + Diloksanid Furoat / Yodokinol diikuti Klorokin.Atau : Dehidroemetin / Emetin diikuti Tetrasiklin + Diloksanid Furoat / Yodokinol diikuti Klorokin.Abses Hati :O.T : Metronidazol + Diloksanid Furoat / Yodokinol diikuti Klorokin.O.P : Dehidroemetin / Emetin + Klorokin + Diloksanid Furoat / Yodokinol.

Amuboma / Infeksi Ekstra IntestinalisO.T : Seperti untuk abses hati, tapi tidak ditambah Klorokin.O.P : Dehidroemetin / Emetin + Klorokin + Diloksanid Furoat / Yodokinol Efek Samping dan KontraindikasiKlorokin : vertigo, malaise, anoreksia, diare, nyeri kepala, penglihatan kabur, pruritus, urtikaria.Tuli Kongenital, Retardasi Mental bila diberikan pada ibu hamil yang diberi Klorokin dosis tinggi.Dosis tinggi Tuli Saraf Permanen + waktu lama : Kelainan berat pada kulit Alopecia dan rambut memutih Kerusakan mata Kematian dalam 2 jamK.I : Porfiria dan Psoriasis Serangan akut. 500 mg / hari ( 14 hari )Emetin / Dehidroemetin (i.m/s.c)3-5 hari E. S. Ringan10 hari E.S. > ParahK.I : > 10 hari ( batas : 650 mg / hari 10 hari )Lokal : Nyeri ditempat suntikan (setelah 24-48 jam) menetap 1- 2 minggu G.I : Mual, muntah, diare.Jantung : Takikardi, gangguan aritmia lain, nyeri prekordial, payah jantung kongestif, dengan dispnea dan hipotensi.Neuromuskuler : Kelemahan otot menyeluruh, nyeri tekan, kekakuan, tremor. ReversibelE.S. Lain : Nyeri kepala, kelelahan, kelainan kulitK.I. : - Pada penderita penyakit jantung dan ginjal- Pada penderita penyakit dengan riwayat polineuritis- Anak kecil- KehamilanSelama pengobatan dengan Emetin Penderita harus di rumah sakit dengan pengawasan ketat.Diloksanid Furoat :Bebas dari E.S. yang serius.Flatulens sering terjadi.Mual dan kejang perut jarang terjadi.Pernah dilaporkan : Esofagitis, kekeringan mulut, muntah, diare persisten, pruritus, urtikaria, proteinuria, sensasi parestesi samar- samar.K.I. : - Kehamilan - Anak < 2 tahun.Hidroksikinolin DihalogenasiNeurotoksisitas yang parah terutama bila > dosis yang dianjurkan dan untuk waktu yang lama.Atropi OptikusKehilangan PenglihatanNeuropati PeriferYodokinol : 3 x 650 mgr ( 21 hari )E.S. ringan pada dosis standard : diare berhenti setelah beberapa hari, mual, muntah, gastritis, rasa tak enak pada perut, konstipasi, pruritus ani, nyeri kepala, malaise, sedikit pembesaran pada kelenjar tiroid.

E.S. lain yang jarang :agranulositosis, pewarnaan rambut / kuku, alopecia, sensitivitas terhadap Yodium (furunkulosis, menggigil, demam, kelainan kulit ringan berat ).KLIOKINOLHampir bebas dari E.S. yang bermakna pada dosis standar 3 x 250 mg / (10 hari ).Neurotoksisitas pada dosis 750 1500 mg / hari ( 2 minggu )SMON = ( Subacute Myelo Optik Neuropathy )Gejala : Abdomen Menahun Polineuritis Perifer Dengan Diestesia Kelemahan Ekstremitas Bawah Atrofi Optikus Gangguan penglihatanK.I. : Pencegahan / pengobatan diare non spesifik.Dihentikan bila terjadi diare persisten dan tanda-tanda reaksi yodium.Penyakit ginjal, tyroidea, hepar berat bukan oleh karena amubiasisUntuk anak kecil pemeriksaan oftalmologi.PREPARAT ARSEN Mual, muntah, diare, kelainan kulit.Penurunan berat badan dan poliuriaDermatitis eksfoliativa, agranulositosis, encephalitis, hepatitis Pernah terjadi kematian.METRONIDAZOL E.S. ringanRasa logam, kandidiasis oral, mual dan muntah, nyeri kepala.Urin menjadi gelap ( coklat kemerahan )E.S. serius jarang terjadiNeurotoksisitas : dizzness, ataksia, leukopenia Reversibel.K.I. : pada wanita hamil dan menyusui dengan indikasi jelasANTIBIOTIKATetrasiklin : K.I. Kehamilan dan anak < 8 tahun.Paromomisin : Amubiasis dengan Ulcerasi Obat anti jamurObat anti jamur dibagi menjadi 2 :1. untuk penggunaan sistemik : Amfoterisin B, Flusitosin, Ketokonazol dan Itrakonazol, Kalium Iodida.Anti jamur untuk infeksi dermatofit dan mukokutan : Griseofulvin, Imidazol dan Triazol, Klotrimazol, Tolnaftat, Nistatin, Anti jamur topikal lainnya: Kandisidin, asam benzoat dan asam salosilat, asam undesilenat, Haloprogin, Natamisin & Siklo-piroksolamin.Griseofulvin :Diisolasi dari Pennicillium janczewski.Aktivitas antijamur: Griseofulvin invitro terhadap berbagai jenis dermatofit : Trichophyton, Epidermophyton dan Microsporum.Terhadap sel muda yang sedang berkembang, griseofulvin bersifat fungisidal. Obat ini tdk efektif terhadap bakteri, jamur lain dan ragi, Actinomices dan Nocardia.Griseofulvin bekerja dg menghambat mitosis jamur dg mengikat protein mikrotubuler dalam sel.Farmakokinetik: griseofulvin < baik penyerapannya pd sal cerna bag atas ok obat ini tdk larut air. Penyerapannya menjadi> baik bila diberikan bersama makanan berlemak atau dlm btk partikel yg > kecil (micronized/ ultramikronized) . Obat ini mengalami metabolisme di hati, metabolit utamanya 6-metil griseofulvin. Waktuparuh 24 jam, 50% nya dikeluar-kan bersama urin dlm btk metabolit selama 5 hari. Kulit yg sakit memp affinitas > besar. Obat ini akan terkumpul disel pembentuk keratin.Lalu muncul bersama sel baru yang berdiferensiasi, terikat kuat dg keratin shg sel baru tahan terhadap serangan jamur. Keratin yg mengandung jamur akan terkelupas dan diganti oleh sel yg normal. Obat ini dpt ditemukan dlm lapisan tanduk pd kulit 4-8 jam stlh pemberian oral.Efek samping : ES yg berat jarang timbul. Leukopenia dan granulositopenia namun sering menghilang bl terapi dilanjutkan. Sakit kepala merupakan utama, terjadi pada kira2 15% penderita, hilang sendiri bl pemakaian obat ini dilanjutkan.E.S. Lain: arthralgia, neuritis perifer, demam, pandangan kabur,insomnia dll. Pd kulit dpt terjadi urtikaria, reaksi fotosensitivitas, eritema multiforme, vesikula dan erupsi menyerupai morbili.Indikasi: griseofulvin efektif utk infeksi jamur di kulit, rambut, kuku yang disebabkan oleh Microsporum, Trichophyton dan Epidermophyton. Gejala pd kulit akan berkurang 48-96 jam, penyembuhan sempurna terjadi stlh bbrp minggu. Biakan jamur menjadi dlm 1-2 mgg, pengobatan sebaiknya dilanjutkan 3-4 minggu. Infeksi pd telapak tangan & kaki > lambat. (4-8 mg), infeksi kuku tangan 4-6 bln, infeksi kuku kaki 6-12 bln. Trichophytonrubrum & Trichophyton mentagrophytes membutuhkan dosis> dp dosis biasa. Pd hiperkeratosis + keraolitik. Di Indonesia griseofulvin mikrokristal tersedia dlm btk tabl. berisi 125 & 500 mg suspensi mengandung 125 mg/ ml. Pada anak dosis 10 mg/kgBB/hari, untk dewasa 500-1000 mg/hari dlm dosis tunggal atau terbagi. Utk infeksi berat dosis 1,5-2,0 g/hari utk wkt singkat kmdn dikan o,5-1 g /hari stlh lesi mengalami perbaikan. Kandidisis dan tinea versikolor tidak dapat diobati dg griseofulvin. Dosis sangat tinggi karsinogenik dan teratogenik, shg utk dermatofitosis ringan tdk perlu diberikan griseofulvin, tp cukup dg pemberian sediaan topikal.