Pengobatan Primer Dan Pengobatan Komplementer

of 15/15
PENGOBATAN PRIMER DAN PENGOBATAN KOMPLEMENTER PRESNTED BY : MERRY SURYANI ISABEL OLIVIA SALIM LOWIS YANMANIAR STEFANIE AUDINA IHKAR ZAMZAM PAMBUDI
  • date post

    06-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    224
  • download

    0

Embed Size (px)

description

g

Transcript of Pengobatan Primer Dan Pengobatan Komplementer

PENGOBATAN PRIMER DAN PENGOBATAN KOMPLEMENTER

PENGOBATAN PRIMER DAN PENGOBATAN KOMPLEMENTERPRESNTED BY :MERRY SURYANIISABEL OLIVIA SALIMLOWIS YANMANIARSTEFANIE AUDINAIHKAR ZAMZAM PAMBUDI

PENGOBATAN AALTERNATIF

Pengobatan AlternatifWHO pengobatan alternatif = pengobatan tradisional

ilmu dan seni pengobatan berdasarkan himpunan pengetahuan dan pengalaman praktek, baik yang dapat diterangkan secara ilmiah ataupun tidak dalam melakukan diagnosis, prevensi dan pengobatan terhadap ketidakseimbangan fisik, mental ataupun sosial

Menurut Depkes RI, dua defenisi untuk pengobatan tradisional, yaitu :

SATU1. Ilmu dan seni pengobatan yang dilakukan oleh pengobatan tradisional Indonesia dengan cara yang tidak bertentangan dengan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai upaya penyembuhan, pencegahan penyakit, pemulihan dan peningkatan kesehatan jasmani, rohani dan sosial masyarakat

DUA2. Usaha yang dilakukan untuk mencapai kesembuhan, pemeliharaan dan peningkatan taraf kesehatan masyarakat yang berlandaskan cara berfikir, kaidah-kaidah atau ilmu di luar pengobatan kedokteran modern, diwariskan secara turun-temurun atau diperoleh secara pribadi dan dilakukan dengan cara-cara yang tidak lazim dipergunakan dalam ilmu kedokteran

TERAPI ALTERNATIVETerapi alternatif adalah setiap bentuk praktik pengobatan yang berada di luar bidang dan praktik pengobatan kedokteran modern (HADIBROTO, 2006).

JENIS PENGOBATAN ALTERNATIF1. Terapi energi yang meliputi : akupunktur, akupresur, shiatsu, do-in, shaolin, qigong, tai chi chuan, yoga, meditasi, terapi polaritas, refleksiology, metamorphic technique, reiki, metode bowen, ayurveda dan terapi tumpangan tangan.

2. Terapi fisik yang meliputi : masase, aromaterapi, osteopati, chiropractic, kinesiology, rolfing, hellework, feldenkrais method, teknik alexander, trager work, zero balancing, teknik relaksasi, hidroterapi, flotation therapy dan metode bates .

3. Terapi pikiran dan spiritual yang meliputi : psikoterapi, psikoanalitik, terapi kognitif, terapi humanistik, terapi keluarga, terapi kelompok, terapi autogenik, biofeedback, visualisasi, hipnoterapi, dreamwork, terapi dance movement, terapi musik, terapi suara, terapi seni, terapi cahaya, biorhythms dan terapi warna

TERAPI KOMPLEMENTER

TERAPI KOMPLEMENTERMenurut WHO (World Health Organization),Pengobatan komplementeradalah pengobatan non-konvensional yang bukan berasal dari negara yang bersangkutan, sehingga untuk Indonesia jamu misalnya, bukan termasuk pengobatan komplementer tetapi merupakan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional yang dimaksud adalah pengobatan yang sudah dari zaman dahulu digunakan dan diturunkan secara turun temurun pada suatu negara. Tetapi di Philipina misalnya, jamu Indonesia bisa dikategorikan sebagai pengobatan komplementer.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHIFaktor predisposisi yaitu faktor yang mempermudah dan mendasari terjadinya perilaku tertentu yang terwujud dalam bentuk pengetahuan dari pendidikan formal, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai dan budaya serta beberapa karakteristik individu yaitu: pengetahuan tentang terapi alternatif komplementer; Faktor pemungkin (Enabling factor) yaitu yang memungkinkan untuk terjadinya perilaku tertentu terbentuk yang berwujud dalam lingkungan fisik dan ketersediaan fasilitas dan sarana kesehatan yaitu ketersediaan, ketercapaian fasilitas dan ketrampilan yang berkaitan dengan kesehatan; Faktor pendorong (reinforcing factor) yaitu faktor yang memperkuat terjadinya perilaku tersebut yaitu mendapat dukungan dari keluarga/kerabat, teman, petugas kesehatan dan lain-lain

METODE TERAPI KOMPLEMENTERAKUPUNTURAkupunktur dalam penelitian faal tubuhBanyak studi yang menerangkan mekanisme fungsional akupunktur terutama regulasi fungsi organ tubuh, cara kerja analgesik, proses imunologik dan fungsi penyembuhan jaringan yang dicoba diterangkan dengan sistim sarah, sistim nerohumoral, neroendokrin.Penjelasan diatas dihubungkan dengan saraf perifer, sumsum tulang belakang dan pusat-pusat diotak. Tusukan jarum dihubungkan dengan nerotransmiter khususnya opiat endogen yang sangat populer dari mekanisme faal akupunktur

CONTTerapi alternatif komplementer adalah sebuah kelompok dari bermacammacam sistem pengobatan dan perawatan kesehatan, praktek dan produk yang secara umum tidak menjadi bagian dari pengobatan konvensional (National Institute of Health, 2005).