Pemberdayaan Masyrakat Miskin

download Pemberdayaan Masyrakat Miskin

of 28

  • date post

    22-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    501
  • download

    3

Embed Size (px)

description

Mari.... Berdayakan Msayrakat Miskin

Transcript of Pemberdayaan Masyrakat Miskin

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN

Disusun Oleh: NAMA : Roby Hadi Putra NIM/BP: 85185/2007

JURUSAN ILMU SOSIAL POLITIK PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTARSI NEGARA FAKULTAS ILMU ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI PADANG2009 BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

1

Dalam kepemerintahan tentu adanya pemberdayaan yang di lakukan oleh pemerintah sebagai tanda mereka dalam melaksanakn salah satu program dalam menanggulangi masyarakat miskin, diantaranya adanya dalam bentuk

pemberdayaan masyarakat miskin ini. Pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan mengandung arti bahwa manusia ditempatkan pada posisi pelaku dan penerima manfaat dari proses mencari solusi dan meraih hasil pembangunan. Dengan demikian maka masyarakat harus mampu meningkatkan kualitas kemandirian mengatasi masalah yang dihadapi. Upaya-upaya

pemberdayaan masyarakat seharusnya mampu berperan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) terutama dalam membentuk dan merubah perilaku masyarakat untuk mencapai taraf hidup yang lebih berkualitas. Pembentukan dan perubahan perilaku tersebut, baik dalam dimensi sektoral yakni dalam seluruh aspek/sektor-sektor kehidupan manusia;dimensi kemasyarakatan yang

meliputijangkauan kesejahteraan dari materiil hingga non materiil; dimensi waktu dan kualitas yakni jangka pendek hingga jangka panjang dan peningkatan kemampuan dan kualitas untuk pelayanannya, serta dimensi sasaran yakni dapat menjangkau dari seluruh strata masyarakat. Pemberdayaan masyarakat tidak lain adalah memberikan motivasi dan dorongan kepada masyarakat agar mampu menggali potensi dirinya dan berani bertindak memperbaiki kualitas hidupnya, melalui cara antara lain dengan pendidikan untuk penyadaran dan pemampuan diri mereka. Terjadinya pemberdayaan miskin ini terjadinya akibat banyaknya sektoral yang tidak bisa menampung ketenaga kerjaan ini,, baik dalam bentuk lapangan

2

kerja maupun sector dunia pendidikan. Dalam kenyataanya Indonesia adalah sebuah negara yang penuh paradoks. Negara ini subur dan kekayaan alamnya melimpah, namun sebagian cukup besar rakyat tergolong miskin. Pada puncak krisis ekonomi tahun 1998-1999 penduduk miskin Indonesia mencapai sekitar 24% dari jumlah penduduk atau hampir 40 juta orang. Tahun 2002 angka tersebut sudah turun menjadi 18%, dan diharapkan menjadi 14% pada tahun 2004. Tetapi siapa yang dapat menjamin bahwa grafik jumlah penduduk miskin akan terus turun? Situasi terbaik terjadi antara tahun 1987-1996 ketika angka rata-rata kemiskinan berada di bawah 20%, dan yang paling baik adalah pada tahun 1996 ketika angka kemiskinan hanya mencapai1,3%.Siaran Pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, tanggal 27Maret 2003.Bagaimana menerangkan bangunan ekonomi Indonesia dengan fenomena kemiskinan di dalamnya? Ketika angka kemiskinan menunjukkan tingkat terendah, justru tak lama setelah itu terjadi krisis ekonomi yang dahsyat, yang ternyata tak segera bisa diatasi. Dampak dari krisis tersebut masih terasa dan terlihat sampai sekarang. Kita lihat saja, jumlah pengemis melonjak tajam sejak tahun 1999. Para pengemis ini beroperasi dalam berbagai cara. Banyak yang menjadi pengamen dadakan, penodong di bis kota dan di persimpanganpersimpangan jalan raya, dan lain-lain. Dibandingkan tahun 2001-2002, situasi pada saat ini sudah menjadi lebih baik, namun jumlah pengemis yang beroperasi di masyarakat belum kembali kekeadaan sebelum krisis.Apakah gejala ini telah mendapat perhatian yang memadai dari penentu kebijakan dan para sosiolog? Mungkin kita telah melewatkan satu momentum yang sangat baik untuk belajar

3

lebih dalam mengenai bangunan sosial-ekonomi-politik masyarakat kita. Jika saja pemerintah menyisihkan beberapa milyar rupiah untuk memberdayakan para pengemis ini, maka situasi keamanan di kota-kota yang agak terganggu dengan kehadirian pengemis-penodong akan lebih cepat pulih.

Dalam kenyataannya para pengemis Indonesia, termasuk di dalamnya para pengemis yang melakukan kegiatannya dengan kekerasan, telah ikut menciptakan rasa tidak aman di dalam masyarakat. Ditambah dengan kondisi kehidupan politik yang hiruk-pikuk seiring dengan bergulirnya perjuangan reformasi di segala bidang, maka citra umum mengenai kondisi keamanan di Indonesia menjadi kurang baik dan tidak kondusif untuk segera pulihnya kegiatan-kegiatan investasi di bidang ekonomi. Lambatnya proses pemulihan ekonomi dengan sendirinya berarti lambatnya pengurangan jumlah orang miskin. Dalam setengah tahun terakhir situasi tidak kondusif itu diperparah dengan terjadinya peristiwa pemboman di Bali pada bulan Oktober 2002, dan terakhir peristiwa invasi Amerika ke Irak. Semuanya menyebabkan hilangnya banyak lapangan kerja bagi berbagai lapisan masyarakat, khususnya lapisan pekerja kasar.Akar kemiskinan di Indonesia tidak hanya harus dicari dalam budaya malas bekerja keras. Keseluruhan situasi yang menyebabkan seseorang tidak dapat melaksanakan kegiatan produktifnya secara penuh harus diperhitungkan. Faktorfaktor kemiskinan adalah gabungan antara faktor internal dan faktor eksternal. Kebijakan pembangunan yang keliru termasuk dalam faktor eksternal. Korupsi yang menyebabkan berkurangnya alokasi anggaran untuk suatu kegiatan

4

pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat miskin juga termasuk faktor eksternal. Sementara itu, keterbatasan wawasan, kurangnya ketrampilan, kesehatan yang buruk, serta etos kerja yang rendah, semuanya merupakan faktor internal. Faktor-faktor internal dapat dipicu munculnya oleh faktor-faktor eksternal juga. Kesehatan masyarakat yang buruk adalah pertanda rendahnya gizi masyarakat. Rendahnya gizi masyarakat adalah akibat dari rendahnya pendapatan dan terbatasnya sumber daya alam. Selanjutnya, rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah akibat dari kurangnya pendidikan. Hal yang terakhir ini juga pada gilirannya merupakan akibat dari kurangnya pendapatan. Kurangnya pendapatan merupakan akibat langsung dari keterbatasan lapangan kerja. Dan seterusnya begitu, berputar-putar dalam proses saling terkait. Mengenai pemberdayaan masyarakat miskin banyk diantara masyarakat miskin tersebut yang tidak dapat pendidikan yang layak sebagaiman mestinya, oleh sebabitu maka penulis tertarik dalam menulis hal mengenai pemberdayaaan masyarakat miskin, mungkin karena susahnya lapangan kerja yang mau di garap atau yang mau di cari oleh sebab itu maka pemerintah sangat susah dalam

menjalankan berbagai program dalam pemeberdaayan ini mungkin di karenkan juga rendahnya atau minimnya pendidikan dalam hal ini. Berbagai macam latar belakang yang penulis kemuka kan mengenai pemberdayaan masayarakat ini di karenakan adanya ketertarikan penulis dalam menulis makalah ini serta sebagai pangganti dari ujian tengah semester. B. TUJUAN DARI PENULISAN

5

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini diantaranya adanya sebagia berikut:

1. Mengetahui permasalahan yang terjadi. 2. Sebagai Ujian Tengah Smester.

BAB II PERMASALAHAN

6

Berdasarkan latar belakang dari penulisan diatas maka penulis akan mengemukakan permasalahan yang terjadi dalam hal pemberdayaan masyarakat miskin ini. Pemberdayaan masyarakat pada umunya banyak menimbulkan berbagai permasalahan mengidentifikasinya. 1. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dia atas, maka dapat kita identifikasi masalah yang akan di paparkan dalam makalah ini, diantaranya yaitu; 1) Mengetahui apa yang di maksud dalam pemberdayaan masayarakat miskin tersebut. Denagn ini maka kita akan mengetahui hal tersebut dengan berbagia konsep nya. 2) Mengetahui kenapa terjadinya pemberdayaan masyarakat dalam kepemerintahan dalam Negara ini. 3) Hal yang memicu tinggi nya tingkat orang dalam angka kemiskinan. 4) Berbagai pemberdayaan masyarakat ada yang ambruk. 5) Pemberdayaan masyarakat miskin menjadi salah satu keringanaan dalam masyarakat miskin untuk menjalankan hidupnya. 2. Batasan masalah. Dari identifikasi masalah tersebut yang cakupannya begitu luas maka penulis mencoba membatasi masalah tersebut. 1) Pengertian dari pemberdayaan, masayarakat dan miskin tersebut. 2) Pengertian pemberdayaan masyarakat miskin untuk hal tersebut maka penulis akan segera

7

3) Kenapa bisa terjadinya pemberdayaan masyarakat miskin 4) Apa hal yang memicu tinggi nya angka kemiskinan. 5) Berbagai pemberdayaan yang di dapat di lakukaan dalam masyarakat miskin khususnya.Bagaimana pemberdayaan

masyarakat miskin bisa jadi ambruk dan tidak bisa di lanjutkan atau terbengkalai 6) Apa pemberdayaan masyarakat miskin bisa memabantu hidup nya?

3. Rumusan masalah. Dari batasan masalah tersebut maka dapat di tarik sebuah kesimpulan dimana,adanya rumusan masalah di anataranya yaitu. 1) Bagaimana pengertian dari pemberdayaan masyarakat miskin tersebut. 2) Bagaimana bisa terjadinya pemberdayaan masyarakat miskin 3) Bagaimana dengan hal yang memicu angka kemiskinan. 4) Bagiamna pemberdayaan miskin dan bisakah membantu kehidupan masyarakat tersebu, contoh dari berbagai pemberdayaan yang di dapat di lakukaan dalam masyarkat miskin khususnya .

BAB III PEMBAHASAN

8

1. Pengertian pemberdayaan, masyarakat dan miskin.

Empowerment

yang

dalam

bahasa

Indonesia

berarti

pemberdayaan,adalah sebuah konsep yang lahir sebagai bagian dari perkembangan alam pikiran masyarakat kebudayaan Barat, utamanya Eropa. Memahami konsep empowerment secara tepat harus memahami latar belakang kontekstual yang melahirkannya. Konsep empowerment mulai nampak sekitar dekade 70-an dan terus berkembanghingga 1990-an. (Pranarka &

Vidhyandika,1996Pranarka dan Vidhyandika (Hikmat, 2004) menjelaskan bahwa konsep pemberdayaan dapat dipandang sebagai bagian atau sejiwa sedarah dengan aliran yang muncul pada paruh abad ke-20 yang lebih dikenal sebagai aliran post- modernisme. Alir