Intisari Ilmu Pelayaran Astronomi

Click here to load reader

  • date post

    06-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    936
  • download

    123

Embed Size (px)

description

kemaritiman

Transcript of Intisari Ilmu Pelayaran Astronomi

  • BAB 1. PERBA.IKAN TINGGI

    A. Pendaltuluan

    OO1. Maksud : Menjabarkan tinggi yang diukur hingga menjaditinggi Pusat seiati.

    002. Definisi :a. Tinggi sejati = Busur lingkaran tegak yang nrelalui

    benda angkasa, antara cakrarvala sejati dan titik pusatbenda angkasa.

    b. Tinggi yang diukur = Tinggi yang dibaca pacia pesarvaisektan, diperbaiki dengan koreksi seriipikat, koreksiindeks dan kesalahan kaca berwarna = SuCui antaratepi langit maya dan benda angkasa yang terlihai'

    c. Tepi langit sejatr = lrisan angkasa dengan bidangkerucut, yang dilukiskan oleh garis singgung pada bunridari mata si Penilik.

    d. Tepi langit maya = Batas bagian permukaan bumr yangmasih terlihat bagi si penilik . ( dilaut : singgungan ma-ya dari air dan udara)

    e. Cakrawala setempat = Bidang melalui mata si penilik,seiajar dengan cakrawala seiati.

    f. Cakrawala sejati = lrisan angkasa dengan bidang yangmelalui titik pusat angkasa, tegak lurus pada normal si

    Penilik.g. Penundukan tepi langit sejati = Sudut antara arah tepi

    langit sejati'dan cakrawala setempat'h. Penundukan tepi langit maya = Sudut antai'a arah tepi

    langit maya dan cakrawala setempat'i. Tinggi ffi?t? = Tingginya mata si penilik di atas permu-

    kaan laut. (Lihat Gambar:1.1)

  • Gambar: 1.1.003. Koreksi yang diperlukan :

    1 o Koreksi untuk pesawat (K.l)2o Koreksi untuk penundukan tepi langit maya (ptm)3 o Koreksi untuk lengkung sinar astronomi (lsa)4o Koreksi untuk paralak dalam tinggi (par)5 o Koreksiuntuk '112 garis menengah benda angkasa (1lZm).

    004. Mengapa diperlukan perbaikan :Ini diperlukan karena alasah-alasan sebagai berikut :.0 t'I - I rngginya ditentukan dengan sebuah pesawat (sekstan)

    yang pada umumnya memiliki kesalahan dalam^

    penunjukannya (K.t).2" Sinar cahaya yang datang dari tepi langit harus menem-

    puh jalan di lapisan terbawah dari udara (ptm).^-J- Stnar yang datang dari benda angkasa harus juga me_

    nempuh lapisan udara, sebelum tiba di mata si penilik(lsa).

  • ,o.+

    50

    Mata si penilik tidak berada di pusat bumi' sedangkantinggi seiati itu dihitung terl'radap titik pusat tersebut

    sebagai sudut titik Pusat (Par)'Kita mengukur tinggi matahari dan bulan bukannya

    tinggi

    titik pusatnya, tetapi hanya tinggi tepi bawah atau tepi

    atasnya. (1/z m)

    B. Lengkung Sinar

    Bias atau refraksi

    garis lurus' (Lihat gambar 1'2)

    lni adaiah perubahan arah yang dialami oleh sinar cahaya

    yang berpindah ke udara yang kepekatan optiknya lebih besai-

    atarpun lebih kecil Hukum-hukum bias dari Snellius :

    1o Sinar yang datang' sinar yang dibiaskan dan normalbidang pemisah, terletak dalam satu bidang ciatar'

    zCI Sinus sudut outnnq (a) dibagi oleh Sinus sudut bias (b)

    untuk dua zat perantara yang sama' rnerupakan suatu

    bilangan tetap, jadi =',n ," = n. n disebut indeks bias'SIN DPada perpindahan sinar cahaya dari zat yang

    optik kurang

    pekat ke zat yang optik lebih pekat' ia membias ke arah nor-

    nral; n >1. Di dalam ruang hampa udara atau di dalam zat

    perantara yang homogen' sinar cahaya merambat menurut

    005.

    a>b+,n>la.b+'n

  • 006. Lengkung Sinar Astronomi (lsa)= sudut aniara arah ke mana kita melihat benda angkasa danarah sebenarnya, dimana ia berada. Sinar cahaya bendaangkasa, apabila mencapai selubung udara (atmosfir),dibiaskan ke arah normal. Karena kepekatan udara berlam-bah secara berangsur-angsur, maka garis cahaya mengikutisebuah garis lengkung dan bukannya garis patah. Si penilikakan melihat benda angkasa dalam arah garis singgung darimata pada garis lengkung tersebut; jadi kita melihat bendaangkaca selalu lebih tinggi. Jadi niiai lsa harus selalu diku-rangkan dari tinggi yang diukur. (Lihal Gambar 1,3)

    Gambar : '1.3.

    Mengenai lsa per'lu diketahui hal-hal berikut :1o Nilai lca urrtuk berbagai t,nggi telah ditentukan secara penili-

    kan.20 Untuk tinggi-tinggi > 300 ia adalah sebanding dengan 60".

    Cotg. t. Untuk benda angkasa di titik puncak : lsa = 0'; dicakrav,rala setempat = 36' (maks).

    -o3" lsa tcrgantung dari pada :-

    tinggi setempat maya

    A-

  • suhu udara;tekanan udara;

    40 Daflar 19 memberikan lsa rata-rata, untuk suhu 1O"C dantekanan udara .1016 mb (762 mm).

    50 Daflar 20 dan 21 memberikan koreksi ynag harus dijabarkandengan tandanya pada lsa rala-rata' jika suhu dan tekananudara menyimpang dari lOoC 1016 mb. (762 mrn). Koreksl-koreksi ini adalah penting, terutama untuk tinggi-tinggi yangkecil (61 Oo)

    007. Lenqkunq Sinar Bumiawi (R"lfql:t-!u-lqt}= S udut antara arah ke mana kita melihat ienda bumi dan arahsebenarnya di n-rana ia-berada. Dalam keadaan umum, refraksibumiawi adalah sebanding dengan jarak busur dari si penilik kebenda tersebut. Adanya refraksi bumiawi menyebabkan bahvra kitadapat melihat titik-titik di bumi yang lebih jauh dari pada titik^innn'nn nrar hr r mana ditarik dari mata siJurgVurrV yauq --,Tll' gaflS SlnggUngoenilik.

    L A..,= r (refraksi)L Bi= r'

    Gambar 1.4

  • Jarak A -

    B adalah kecil, sehingga lengkung AB dapat dianggap

    sebagai busur lingkaran, jadi r = r" r (r) adalah sebanding dengan 9sehingga dapat ditulis r= r'- [] x (p

    Lat - lBOo-(r+N)L gs = lBOo- (r'+ N')t^LY = (l) +

    - r'- N'

    r+r' = lBOo+ (P-(N+N')Zf\.rP = lBOo+ (P-(N+N'){} = tBOo + rP -(N + N)29_

    = 0,08 (n1lai rata-rata)Nilai O,OB disebut koefesien refiaksi bumiawi' arlinya refraksi :bumiarvi=O,OB x r1,'

    C. Penundukan TcPi Langit

    oo8. [email protected]

    Gambar : 1.5

    Lihat gambar: 1.5

    AC2 = ABXAD= hx(2r+h)

    AC = VFJ2rTh'Jrn P

    -

    Vh-]zil-nlI

    h diabaikan thd r

    tn D _ \rTfr _\ rffi.Y, = V-rr

  • Untuk sudut-sudul

    P+^Orv,

    rad

    kecil mal

  • Iudara dan suhu air di permukaan laut.50 Sebaiknya menentukan sendiri ptm dengan jalan pengu-

    kuran.

    010. Mengukur sendiri ptm:a). Dua orang penilik dapat bersamaan mengukur tepi

    yang sama dari matahari ; yang satu mengukur secarabiasa, sedangkan yang lain mengukur "liwat puncak,'.Dalam hal ini matahari harus mempunyai tinggi palingsedikitnya 600 . (Lihat Gambar 1.6)

    Maka Ptm =

    Gambar : 1.6

    (tl +t2 ) - 18Oo

  • Aoabilakitasendiri.telahnrengukurp,rrnitu,tetaptternyata berbeda dengan ptrn yang sesuai tinggi mata

    dariDaftarlB,makakitatentukandenganDaftar-1Bit-'pada tinggi mata manakah ptm yang diukur itu selaras'

    dan pakailah tinggi mata ini sebagai argumen untukDaftar 5,6 atauPun 7'

    b) Kita dapat menggunakan prisma pcnundukan tcptlangit, yang dipasang pada seKstan' Dengan ini kitadapatrnengukursudutantaraduatepilangrtyangberbeda l BOo dalam azrmut' Apabila telah terlilratbahwa tepi langit yang dllihat langsung dan yangdipantulkan berganda menjadi satu garis' maka sete-noah dari sudut negatip yang dibaca adalah ptm-nya'

    011. Ptm dengan tePi langit tak bebas'

    Apabila ada daratan di muka tepi langit' maka garis baias

    antara daratan dan air (tepi langit tak bebas' tepi langitpantai) dapar kita gunakan untuk mengukur iinggi di a'rasnya'Karena tepi langii tak bebas ini lebih dekat dari pada tepi

    langit maya, maka : penundukan tepi langit derrgan tepi iangit

    tak bebas > ptm' Daftar 1B memberikan'koreksi uniuK penun-

    dukan tepi langit dengan tepi langit tak bebas'

    Argumen: ;araX sampai tepi langit tak bebas dalarn mil laut

    dan tinggi ll1?tdr

    D. Paralak atau Benda Penglihatan

    arah, dalam mana benda yang sama terlihatyang berlainan. Beda arah ini adalah samadalam mana kita pada benda iiu melihai dua

    012. Definisi := Perbedaandari dua titikdengan suduttitik tersebut.

  • 013. Paralak Datar (Po)

    = sudut yang menggambarkan jari-jari bumi di tempat stpenilik, jika terlihat dari benda angkasa, yang sedang beradadi Cakrawala setempat. (Lihat Gambar :1.7.)

    Gambar . 1.7

    Misalkan r = jari-jari bumi dan d = jarak benda angkasa ketitik pusat bumi, rnaka ..r

    cln h^d

    untuk L L kecilr

    DO=d. sin 1'

    : sin po = po.sin 1' sehingga

    Nilai po adalah tergantung dari pada '10 Jarak benda angkasa - titik pusat bumi'20 Jari-jari bumi di tempat si penilik (lintang); po dan iarak

    bcrbending terbalik satu sama lain'

    (t)

    10

  • 014. Paralak datar katulistirya (po kat)

    =Nilai Po bagi si penilik, di katulistiwa'Karena jari-hari kat > jari-jari lainnya' maka, Po kat

    0-15. Paralak Datar benda-angkasa

    a), Paralak datar nratahari ( O Po )Oleh sebab eksentrisitas yang kecil (e = .1/60)ran bumi serla jarak yang besar dari mataharirnaka diambil :

    O po kat - o po = 8",80 (=0',15).Keterangan :Jarak o -- bumi

    Jadi o Po xat =

    (d)= 23'5O0xrr

    >Do

    dari eda-ke bumi,

    1

    o.po= 231',

    500 r.sin 1'

    8", BO

    23. 500 x 0,00029

    6,81s

    b) Paralak clatar bintang-bintang (.pO)Oieh sebab nilai yang besar dari d terhadap jari-jari bumir, maka * po adalah praktis = o. Bintang terdekat daribumi . alpha Centuri ,. Po = 0",76

    c). Paralak datar bulan (( po)Oleh sebab iarak yang kecil dari bulan ke bumi sefla ek-sentrisitas yang besar (e = 1 ) dari edaran bulan, maka

    19nilai po ini berubah-ubah : 61',5-54',0. Di dalam AlmanakNautika diberikan nilai HP untuk setiap iam GMT'

    Keterangan :Jarak(-bumi (d) = + 60xr.

    /7nn=f-1Jadl u r- 60r. sin 1' 60 x o,ooo29 0,00174= 57',3 (= praktis 1o )

    '11

  • zA

    q1t

    -

    -/-/--( Y-\ ^--

    -/ \/ 'lJol.-' Lt11 ,/ \)' s

    p^

    C

    P

    d). Paralak datar planet ( @ po)Pada penilikan planet hanya perlu diperhitungkan poplanet yang terdekat, ialah Venus dan Mars. (Lihat Al-manak Nautika, pada halaman sampul muka).

    po.Venus =