isi intisari

Click here to load reader

  • date post

    26-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    129
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of isi intisari

PENDAHULUAN

Himpunan Mahasiswa Psikologi atau HIMAPSI merupakan organisasi di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya Jakarta yang berfungsi untuk memfasilitasi minat-minat mahasiswa Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya secara luas (umum). HIMAPSI mengidentifikasi minat yang muncul dengan cara melakukan assessment kebutuhan pada awal masa kepengurusan HIMAPSI setiap tahunnya, hasil dari assessment kebutuhan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk program kerja jangka pendek HIMAPSI atau dalam bahasa HIMAPSI disebut dengan project. Dengan kata lain, sampai saat ini, project HIMAPSI merupakan sarana utama untuk menjawab minat mahasiswa Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya setiap tahunnya. Dalam menjalankan organisasi dan project, HIMAPSI bertanggung jawab kepada Komunitas Mahasiswa Fakultas Psikologi atau KOMPSI sebagai oganisasi kemahasiswaan tertinggi di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya Jakarta. KOMPSI berfungsi sebagai Fasilitator yang mengkoordinir kegiatan antara Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Psikologi (UKMFP), calon Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Psikologi (Calon UKMFP), dan HIMAPSI. HIMAPSI dan UKMFP mempertanggungjawabkan seluruh kegiatannya kepada KOMPSI. KOMPSI menjadi lembaga tertinggi yang mewakili seluruh mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya dan menjadi organisasi yang menjalankan fungsi supervisi untuk organisasi organisasi yang ada di bawahnya. Dengan adanya fungsi supervisi ini, KOMPSI membuat suatu sistem dan aturan kerja yang

1

harus dijalankan oleh semua organisasi kemahasiswaan yang ada di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya. Walaupun fungsi supervisi ini sudah ada sejak KOMPSI terbentuk, namun sistem dan aturan mengenai supervisi langsung KOMPSI ini baru mulai dirancang dan dilaksanakan pada kepengurusan tahun 2007/2008. Terjadi perubahan pada sistem supervisi yang sebelumnya hanya melalui utusan yaitu perwakilan dari organisasi yang masuk ke dalam struktur kepengurusan KOMPSI dan bertugas sebagai jembatan informasi antara KOMPSI dengan organisasi tersebut, menjadi supervisi langsung. Sistem ini merupakan langkah awal dalam proses supervisi langsung oleh KOMPSI. Sistem supervisi KOMPSI mengatur bahwa KOMPSI mengirimkan 2 orang supervisor untuk masing-masing organisasi, kecuali HIMAPSI. HIMAPSI selain memiliki supervisor organisasi juga memiliki memiliki supervisor khusus untuk setiap projectnya. KOMPSI melakukan supervisi khusus dan intensif kepada HIMAPSI karena HIMAPSI merupakan organisasi di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya yang menjawab minat secara luas dan melibatkan banyak m ahasiswa Fakultas Psikologi dalam setiap proses dalam projectnya, mulai dari seleksi panitia sampai dengan eksekusi project. Karenanya, KOMPSI harus memastikan bahwa dalam menjalankan setiap prosesnya HIMAPSI tidak melanggar aturan dan sistem yang sudah dibuat oleh KOMPSI demi kepentingan mahasiswa Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya. KOMPSI tidak melakukan supervisi secara intensif berdasarkan project kepada UKMFP karena selain menjawab minat spesifik, UKMFP juga lebih banyak melakukan kegiatan internal yang tidak melibatkan

2

banyak mahasiswa Fakultas Psikologi, sehingga KOMPSI hanya melakukan supervisi secara garis besar melalui supervisi organisasi. Kondisi yang terjadi saat ini adalah proses supervisi oleh KOMPSI belum bisa berjalan beriringan dengan HIMAPSI dan projectnya. Pengurus dan panitia project HIMAPSI cenderung mengabaikan keberadaan supervisor tersebut. Baik KOMPSI maupun HIMAPSI mengidentifikasikan diri secara kuat pada organisasi masing-masing dan melihat organisasi lain sebagai pihak luar. Pad ahal baik KOMPSI maupun HIMAPSI sebenarnya sama-sama berada di bawah payung organisasi Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya yang punya tujuan bersama yaitu menampung aspirasi mahasiswa Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya serta menjadi wadah untuk mengembangkan diri. Dalam situasi tersebut, KOMPSI dan HIMAPSI melihat bahwa mereka berasal dari kelompok yang berbeda. Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Gardner, dkk (2001), organisasi secara alamiah menghadirkan hubungan antar kelompok. Kompleksitas diferensiasi sistem sosial yang menjadi karakteristik akibat dibaginya anggota organisasi ke dalam berbagai unit divisi, fungsi spesialisasi, tim dan kelompok kerja, serta berbagai tingkatan status dan kekuasaan, dengan sendirinya membawa dampak pada terjadinya hubungan antar kelompok secara alamiah di dalam organisasi. Walaupun semua pengurus organisasi adalah mahasiswa aktif di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, ada sistem keanggotaan dan sistem kerja yang membagi-bagi mahasiswa yang terlibat ke dalam peran, fungsi, karakteristik yang spesifik dan berbeda satu dengan yang lain potensial untuk membentuk identitas kelompok yang kuat. Dengan kata lain

3

keberadaan sebagai pengurus KOMPSI ataupun HIMAPSI merupakan kelompok sosial yang bermakna dimana mereka mengidentifikasikan diri. Social identity merupakan bagian dari konsep diri individu yang berasal dari pengetahuannya tentang keanggotaannya dalam suatu kelompok yang secara signifikan memiliki nilai yang sama dan keterikatan emosi (Tajfel, 1982) Social identity dapat didasarkan pada status demografis, peran yang dimainkan oleh individu, keanggotaan dalam suatu kelompok sosial tertentu, atau kelompok pekerjaan. Ketika pengurus KOMPSI dan HIMAPSI mengidentifikasikan dirinya secara kuat ke dalam kelompoknya dan menganggap pengurus organisasi lain adalah kelompok yang berbeda, maka komunikasi yang terjadi diantara kedua organisasi ini menjadi kurang efektif. Oleh karena itulah dibutuhkan strategistrategi dalam berkomunikasi untuk membangun kerja sama yang baik untuk mencapai tujuan bersama. Communication Accommodation Theory (CAT) merupakan suatu kerangka teori dalam berkomunikasi untuk mengetahui motivasi, intensi, tingkah laku dan identitas individu yang terlibat dalam proses komunikasi, baik dalam komunikasi interpersonal maupun komunikasi in-group/out-group (Jones,1999). CAT juga bertujuan untuk menggambarkan strategi-strategi yang digunakan oleh individu untuk mencapai tujuannya dalam berkomunikasi (Jones, Gallois, Callan & Barker, 1999, dalam Dahesihsari, 2007). Kondisi yang terjadi pada organisasi KOMPSI dan HIMAPSI merupakan salah satu contoh kasus bagaimana hubungan antar kelompok dapat mempengaruhi kinerja organisasi yang memiliki tujuan bersama, atau bahkan

4

tergabung dalam satu payung organisasi yang sama. Berdasarkan gambaran di atas, peneliti ingin mengetahui gambaran hubungan antara KOMPSI dan HIMAPSI berdasarkan tinjauan Social Identity Theory, serta bagaimana strategi komunikasi dalam Communication Accomodation Theory berperan dalam mempengaruhi hubungan antara KOMPSI dan HIMAPSI. Peneliti melihat bahwa organisasi di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya Jakarta mempunyai potensi untuk berkembang dan maju, apabila KOMPSI dan HIMAPSI menyadari bahwa hubungan yang terjadi antar kedua organisasi selama ini mempengaruhi kinerja organisasi, maka langkah untuk mengembangkan organisasi kemahasiswaan di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya dapat dilakukan dengan lebih optimal. Selain itu, peneliti juga melihat bahwa penelitian tentang organisasi kemahasiswaan masih jarang dilakukan, terutama yang bersinggungan dengan identitas kelompok dan proses komunikasi yang terjadi di dalamnya.

RUMUSAN MASALAH Bagaimana gambaran hubungan antara Komunitas Mahasiswa Psikologi dengan Himpunan mahasiswa Psikologi di Fakultas Psikologi unika Atma jaya Jakarta berdasarkan tinjauan Social Identity Theory dan Communication Accomodation Theory?

5

TELAAH PUSTAKA

SOCIAL IDENTITY THEORY Organisasi secara alamiah memunculkan hubungan antar kelompok. Pembagian anggota organisasi ke dalam berbagai unit divisi, fungsi spesialisasi,tim dan kelompok kerja, serta berbagai tingkatan status dan kekuasaan menjadikan diferensiasi yang kompleks pada sistem sosial yang menjadi karakteristik individu, hal ini dengan sendirinya membawa dampak pada terjadinya hubungan antar kelompok secara alamiah di dalam organisasi (Gardner,dkk, 2001) yang dalam konteks penelitian ini adalah antara KOMPSI 2008/2009 dengan HIMAPSI 2008/2009. Organisasi kemahasiswaan yang memayungi aktivitas mahasiswa Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya dibagi-bagi ke dalam beberapa organisasi yang lebih spesifik dengan maksud agar kegiatan yang dilakukan dapat lebih fokus dan mampu untuk menjawab kebutuhan mahasiswa Fakultas Psikologi. KOMPSI sebagai organisasi tertinggi karena beranggotakan wakil mahasiswa berfungsi sebagai pengawas organisasi lain yang ada dibawahnya, sedangkan HIMAPSI berfungsi sebagai organisasi yang memfasilitasi minat mahasiswa. Akan tetapi, pembagian tersebut memunculkan dampak pengkategorisasian mereka dalam identitas kelompok yang berbeda. Gardner,dkk (2001) mengatakan bahwa pembedaan anggota ke dalam subsub divisi tertentu dimaksudkan untuk meningkatkan keefektifan organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Namun di sisi lain, pembedaan ini juga memunculkan

6

identifikasi yang kuat kepada kelompoknya (Social Identity). Struktur dan hierarki di dalam organisasi dengan demikian juga sangat mudah memunculkan kategorisasi anggota organisasi dalam in-group dan out-group (Gardner,dkk, 2001) Oleh karena itu, sangat dimungkinkan dalam konteks kerja organisasi seperti KOMPSI 2008/2009 dan HIMAPSI 2008/2009 muncul kategorisasi kelompok (Social Categorization) yang akan mempengaruhi interaksi dengan organisasi lain. Selain struktur dan hierarki, hubungan antar kelompok dapat juga dapat disebabkan oleh faktor sejarah atau intergroup history, yaitu keadaan dimana individu di dalam suatu kelompok memandang kelompok lain sebagai outgroupnya karena dipengaruhi oleh faktor masa lalu atau sejarah yang terjadi. Kedua kelompok saling berkonflik bukan disebabkan karena hal yang terjadi sekarang, melainkan karena hal yang terjadi di masa lalu (Tajfel, 1982). Hal ini juga dapat terjadi pada hubu