Hormon-hormon yang berperan pada proses - Repository UI

Click here to load reader

  • date post

    11-Feb-2022
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Hormon-hormon yang berperan pada proses - Repository UI

Hormon-hormon yang berperan pada proses metabolismeHormon-hormon yang Hormon-hormon yang berperan pada proses berperan pada proses
metabolismemetabolisme Hafiz SoewotoHafiz Soewoto
F.K.U.I.F.K.U.I.
Pendahuluan : • Sistem endokrin meliputi :
– Reseptor yang berperan untuk mendeteksi proses regulasi dalam tubuh. – Integrator (dapat berupa neuron, kelenjar endokrin) – Organ efektor yang selanjutnya menyampaikan pesan di dalam sel _ Hormon yang bertugas menyapaikan pesan (hanya untuk organ tertentu/spesifik)
•. Ikatan antara hormon dan reseptor akan mencetuskan suatu rantai kerja sesuai dengan respons yang diinginkan.
Klasifikasi Hormon • Peptida / protein – merupakan kelompok terbesar dan diarahkan oleh mRNA pada endoplasmic reticulum, sebagian besar dibentuk sebagai prohormon. Peptida yang berqasal dari preprohormone menghasilkan prohormone, kemudian peptida itu selanjutnya dipecah di aparatus Golgi membentuk hormon. – di sekresikan oleh sebagian besar kel. endokrin • Amina – derivat asam amino tirosin, yang disekresikan oleh kel. Tiroid dan. medula kel. adrenal (catecholamines) • Steroid – berasal dari kolesterol dan disekresi oleh korteks adrenal vertebrata dan pada mamalia juga oleh plasenta.
Klasifikasi Kimia Mempengaruhi Kelarutan Hormon:
• Kelarutan hormon ternyata juga mempengaruhi : 1) sintesis, 2) penyimpanan, 3) sekresi, 4) transpor dalam darah, 5) mekanisme yang mempengaruhi sel sasaran yang dipengaruhi 6) half-life. • Hampir semua peptida dan katekolamin bersifat hidrofilik sedangkan semua steroid dan hormon tiroid hidrofobik. • Situs kerja – Hidrofilik berinteraksi dengan reseptor pada membran, dan mengaktifkan kanal ion atau caraka kedua (second messenger), karena tidak dapat menembus dwilapis lipid yang membentuk membran sel Hidrofobik berinteraksi dengan reseptor internal, karena dapat berdifusi menembus dwilapis lipid dari membran sel, reseptornya umumnya berperan sebagai faktor transkripsi dan mempengaruhi ekspresi gen.
Pengaturan sekresi hormon Umpan balik negatif (Negative feedback) Merupakan mekanisme yang paling umum dalam pengaturan sekresi hormon. Hormon dapat pula secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi sekresinya sendiri melalui mekanisme down regulation. Umpan balik positif (Positive feedback) Sangat jarang terjadi.
Pengaturan metabolisme oleh hormon :
a. Insulin menurunkan kadar glukosa darah melalui pengaktifan sel-sel tertentu (misalnya : sel-sel otot skelet , sel-sel jaringan adiposa dan juga sel-sel hati). untuk uptake glukosa, merangsang otot dan hati untuk meningkatkan sintesis glikogen(glikogenesis) dari glukosa. b. Glukagon meningkatkan kadar glukosa darah dengan merangsang hati untuk mengubah glikogen menjadi glukosa dan menstimulasi konversi asam lemak dan asam amino menjadi glukosa (glukoneogenesis). c. Sekresi insulin dan glucagon di kendalikan oleh kadar glukosa darah. [Normal puasa/"fasting level" = 70-90mg/100ml blood] d. Insulin-glucagon system merupakan sistem tercepat untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas-batas normal secara ketat. (sel-sel otak hanya dapat menggunakan glukos sebagai sumber energi) e. Diabetes mellitus: - Type II = maturity onset: Reseptor insulin ti8dak dapat mengikat hormon. - Type I = juvenile onset = insulin-dependent: Peburunan jumlah sel-sel beta --> insulin deficiency. Memerlukan insulin suntikan.
Kel. Tiroid : Terdiri dari :: 1) Follicle • yang dibatasi sel-sel epithelial • tempat penyimpanan hormon tiroid dalam bentuk koloid. 2) sel-sel C • menhasilkan Kalcitonin • terdapat diantara folikel-folikel.
FUNGSI KEL. TIROID :
• Sel epitel folikel kel.tiroid menggunakan pompa untuk transpor iodium ke dalam sel. • Iodium dioksidasi menjadi bentuk reaktif oleh enzim peroksidase yang secara berurutan mengorganifikasikannya melalui kombinasi dengan tirosin dari molekul tiroglobulin membentuk monoiodotirosin (MIT) dan diiodotirosin (DIT). • DIT x 2 = tiroksin (T4) • MIT + DIT= triiodotironin (T3) • Lebih banyak T4 yang diproduksi daripada T3 • T3 adalah 4x lebih berperan dibandingkan T4 • Bila distimulasi oleh TSH enzim-enzim lisosomal kan membebaskan T3 & T4 dari tiroglobulin • TBG (thyroxine binding globulin) merupakan protein pengikat T3/T4 di sirkulasi. • Jaringan periferal mengkonversi T4 menjadi T3 atau rT3 (bentuk inaktif) • Sekresi dikendalikan oleh TSH, yang dihasilkan hipofise anterior danregulasinya diatur pula oleh TRH (Thyrotropin-releasing hormone) yang diproduksi di hipotalamus, T3 mengendalikan reseptor TRH secara “down regulation” sehingga menghambat pembebasan TSH. • Regulasi dan fungsi kel. Tiroid penting untuk pertumbuhan terutama dimasa embrio dan otak, perkembangan SSP, metabolisme dan fungsi sistim saraf otonom. • Mengatur thermostasis internal, keseimbangan energi metabolik, peningkatan jumalah mitokondria, meningkatan produksi enzim-enzim rantai pernafasan dan menigkatan aktivitas Na+/K+ ATPase.
Substrate Km
Thyroxine (TThyroxine (T44))
3,5,3’ 3,5’,3’
TT22SS D1
Excess ↓ TSH, TBG, TTR, T3, T4, ↑rT3
Deficiency ↑ TSH Estrogen
Androgen ↓ TBG ↓ T4 turnover in women ↓ T4 requirement in hypothyroidism
Structure of Thyroid Hormones
Hormon aktif : 1) 3,5, 3',5'- tetraiodothyronine= thyroxine (T4) dan 3,5,3'- triiodothyronine (T3). T3 dapat pula diproduksi di jaringan perifer melalui proses deiodinasi T4. Sebagian kecil 3,3',5' triiodothyronine atau reverse T3 (rT3) disekresikan dari kelejar tiroid, dan tidak mempunyai aktivitas biologis.
Mekanisme kerja TMekanisme kerja T33 Terdapat 4 functional intranuclear TTerdapat 4 functional intranuclear T33 receptors: receptors: αα1, 1, ββ1,2,; & 1 nonfunctional receptor, 1,2,; & 1 nonfunctional receptor, αα2. Expresi berbeda 2. Expresi berbeda tergantung jaringan dan tingkat perkembangan tergantung jaringan dan tingkat perkembangan organisme.organisme.
EFEK KALORIGENIK HORMON TIROIDEFEK KALORIGENIK HORMON TIROID
• TT33 meningkatkan konsumsi oxygen dan produksi panas, meningkatkan konsumsi oxygen dan produksi panas, menstimulasi Namenstimulasi Na++- K- K++ ATPase dari semua sel jaringan yang ATPase dari semua sel jaringan yang aktif secara metabolik. aktif secara metabolik.
• Kekecualian adalah sel-sel otak dewasa, lymph nodes, Kekecualian adalah sel-sel otak dewasa, lymph nodes, limpa, uterus, testes, dan kel. anterior pituitary. limpa, uterus, testes, dan kel. anterior pituitary.
• Kerja hormon ini menyebabkan peningkatan metabolik Kerja hormon ini menyebabkan peningkatan metabolik rate, dan sensitivitas terhapdap panas pada penderita rate, dan sensitivitas terhapdap panas pada penderita hipertiroid.hipertiroid.
• Mengontrol “basal metabolic rate” (BMR).Mengontrol “basal metabolic rate” (BMR).
Thyroid AxisThyroid Axis
Iodine deficiency disordersIodine deficiency disorders (~2x10(~2x108 8 cases, 10cases, 1099 at risk; at risk; most common thyroid & endocrine illnesses)most common thyroid & endocrine illnesses)
endemic goiterendemic goiter endemic cretinismendemic cretinism
Hashimoto’s thyroiditisHashimoto’s thyroiditis (3.5F, 0.8M/1000/y)(3.5F, 0.8M/1000/y)
HyperthyroidismHyperthyroidism (0.8F,<0.1M/1000/y)(0.8F,<0.1M/1000/y) Grave’s disease (autoimmune thyrotoxicosis)Grave’s disease (autoimmune thyrotoxicosis) (0.8F, (0.8F, 0.1M/1000/y, ≥ prevalence of diabetes mellitus)0.1M/1000/y, ≥ prevalence of diabetes mellitus) Thyrotoxicosis of pregnancyThyrotoxicosis of pregnancy (5-10% postpartun)(5-10% postpartun) Toxic multinodular goiterToxic multinodular goiter
Thyroid neoplasiaThyroid neoplasia (most common endocrine neoplasms)(most common endocrine neoplasms) Benign enlargementBenign enlargement MalignanciesMalignancies
Biosintesis hormon steroid di kel. AdrenalBiosintesis hormon steroid di kel. Adrenal
• 21 carbon steroids21 carbon steroids – Progesteron merupakan prekursor dari steroid 21 carbon lainnya Progesteron merupakan prekursor dari steroid 21 carbon lainnya
seperti aldosteron, kortisol, dan deoksikortikosteronseperti aldosteron, kortisol, dan deoksikortikosteron – Deoksikortikosteron (mineralocorticoid) dihasilkan melalui Deoksikortikosteron (mineralocorticoid) dihasilkan melalui
hidroksilasi pada posisi C-21hidroksilasi pada posisi C-21 – Kortisol (glucocorticoid) dihasilkan melalui hidroksilasi pada C-17Kortisol (glucocorticoid) dihasilkan melalui hidroksilasi pada C-17
• 19 Carbon steroids19 Carbon steroids – Mempunyai aktivitas androgenik activity dand merupakan Mempunyai aktivitas androgenik activity dand merupakan
precursor estrogenprecursor estrogen – Bila sebelumnya mengalami hidroksilasi pada C17, maka rantai Bila sebelumnya mengalami hidroksilasi pada C17, maka rantai
samping C20,21 dapat diputaskan untuk menghasilkan DHEA samping C20,21 dapat diputaskan untuk menghasilkan DHEA atau androstenedione. Androstenedion dapat dikonversi menjadi atau androstenedione. Androstenedion dapat dikonversi menjadi testosteron di testes.testosteron di testes.
• 18 Carbon steroids18 Carbon steroids – Mempunyai aktivitas EstrogenikMempunyai aktivitas Estrogenik – Aromatisasi untuk menghasilkan estrogens terjadi dalam ovarium.Aromatisasi untuk menghasilkan estrogens terjadi dalam ovarium.
Adrenal PhysiologyAdrenal Physiology • Adrenal cortex- lapisan luarAdrenal cortex- lapisan luar
– zona glomerulosa- memproduksi mineralocorticoid (aldosterone)zona glomerulosa- memproduksi mineralocorticoid (aldosterone) – zona fasciculata- memproduksi glucocorticoid (cortisol)zona fasciculata- memproduksi glucocorticoid (cortisol) – zona reticularis- memproduksi androgen (dihydroepiandrosterone and zona reticularis- memproduksi androgen (dihydroepiandrosterone and
androstenedione)androstenedione) • Mineralokortikoid, regulasi dan perannya :Mineralokortikoid, regulasi dan perannya :
– Aldosterone sekresinya dibawah kendali tonik dari ACTH, akan tetapi Aldosterone sekresinya dibawah kendali tonik dari ACTH, akan tetapi juga dikendalikan oleh sistem renin-angiotensin dan K+juga dikendalikan oleh sistem renin-angiotensin dan K+
– Renin-angiotensin system Renin-angiotensin system • Penurunan volume darah akan menurunkan perfusi renal dan Penurunan volume darah akan menurunkan perfusi renal dan
sekresi renin yang akan mempengaruhi konversi angiotensinogen sekresi renin yang akan mempengaruhi konversi angiotensinogen menjadi angiotensin I dan selanjutnya dikonversi menjadi angiotensin menjadi angiotensin I dan selanjutnya dikonversi menjadi angiotensin II oleh enzim ACE (angiotensin converting enzyme)II oleh enzim ACE (angiotensin converting enzyme)
– Angiotensin II menyebabkan peningkatan konversi kortikosteron menjadi Angiotensin II menyebabkan peningkatan konversi kortikosteron menjadi aldosteron di zona glomerulosa.aldosteron di zona glomerulosa.
– Aldosteron meningkatkan reabsorbsi Na+ renalis untuk mengebalikan Aldosteron meningkatkan reabsorbsi Na+ renalis untuk mengebalikan volume cairan ekstrasel dan volume darah ke keadaan semula.volume cairan ekstrasel dan volume darah ke keadaan semula.
– Aldosteron juga meningkatkan sekresi K+ renalis untuk mencegah Aldosteron juga meningkatkan sekresi K+ renalis untuk mencegah hyperkalemiahyperkalemia
• Regulasi GlucokortikoidRegulasi Glucokortikoid
– Hypothalamic control via CRH (corticotropin releasing Hypothalamic control via CRH (corticotropin releasing hormonehormone)) – CRH disimpan dalam neuron yang berlokasi di nukleus paraventrikularis di CRH disimpan dalam neuron yang berlokasi di nukleus paraventrikularis di
hipotalamus.hipotalamus. – CRH disekresikan ke hypothalamic-hypophysial darah portal dan dikirimkan CRH disekresikan ke hypothalamic-hypophysial darah portal dan dikirimkan
ke hipofise anterior.ke hipofise anterior. – CRH terikat pada reseptor yang mempengaruhi sintesis CRH terikat pada reseptor yang mempengaruhi sintesis
POMC(proopiomelanocortin) dan dikuti oleh ACTHPOMC(proopiomelanocortin) dan dikuti oleh ACTH – ACTH menstimulasi semua zona korteks adrenal dengan menstimulasi ACTH menstimulasi semua zona korteks adrenal dengan menstimulasi
cholesterol desmolasecholesterol desmolase, yang mengubah kolesterol menjadi pregnenolone, yang mengubah kolesterol menjadi pregnenolone – Cortisol, diproduksi oleh kortex adrenal berperan penting dalam Cortisol, diproduksi oleh kortex adrenal berperan penting dalam
menyebabkan “negative feedback” dengan menghambat sekresi CRH dari menyebabkan “negative feedback” dengan menghambat sekresi CRH dari hipotalamus danACTH dari hipofise anterior.hipotalamus danACTH dari hipofise anterior.
– HHipersekresiipersekresi ACTH ACTH merupakan penyebab merupakan penyebab Cushing's diseaseCushing's disease. . – Addison's Disease: HAddison's Disease: Hiposekresi iposekresi adrenal adrenal kortexkortex
– Penting dalam menghadapi respons stressPenting dalam menghadapi respons stress – menstimulasi glukoneogenesismenstimulasi glukoneogenesis – Meningkatkan katabolisme protein/menurunkan sintesis Meningkatkan katabolisme protein/menurunkan sintesis
sehingga asam amino cukup tersedia di hati sehingga asam amino cukup tersedia di hati – Menurunkan pemakaian glukosa dan sensitivitas insulin di Menurunkan pemakaian glukosa dan sensitivitas insulin di
jaringan lemak.jaringan lemak. – Meningkatkan lipolysisMeningkatkan lipolysis – Anti-inflammatory Anti-inflammatory – Menginduksi sintesis “lipocortin” yang menghambat fosfolipase Menginduksi sintesis “lipocortin” yang menghambat fosfolipase
A2 (enzim yang berperan untuk pembentukkan asam arakidonat A2 (enzim yang berperan untuk pembentukkan asam arakidonat yang merupkan prekursor prostaglandin dan sintesis leukotrien)yang merupkan prekursor prostaglandin dan sintesis leukotrien)
– Menghambat produksi IL-2 dan sel-TMenghambat produksi IL-2 dan sel-T – Menghambat pembebasan histamin dan serotonin dari sel-sel Menghambat pembebasan histamin dan serotonin dari sel-sel
mast dan trombosit.mast dan trombosit.
Adrenal MedullaAdrenal Medulla – Mempunyai sel-sel Mempunyai sel-sel chromaffin yang secara langsung bersyinaps chromaffin yang secara langsung bersyinaps
dengan serat-serat preganglionik dari sistem saraf simpatis.dengan serat-serat preganglionik dari sistem saraf simpatis. – Menghasilkan hormon Menghasilkan hormon epinefrin dan norepinefrin , yang mana epinefrin dan norepinefrin , yang mana
keduanya mempengaruhi sistem saraf otonom melalui reseptor keduanya mempengaruhi sistem saraf otonom melalui reseptor adrenergik (α1, β1 and β2).adrenergik (α1, β1 and β2).
• Receptor Hormon Adrenal Medulla Receptor Hormon Adrenal Medulla – α1 receptorα1 receptor
• Berlokasi pada kulit vaskular halus/regio splanchnica, GI dan Berlokasi pada kulit vaskular halus/regio splanchnica, GI dan sphincter kandung kencing.sphincter kandung kencing.
• Sensitif terhadap NE dan Epi, menyebabkan excitasi atau Sensitif terhadap NE dan Epi, menyebabkan excitasi atau konstriksikonstriksi
– β1 receptorβ1 receptor • SA node, AV node, dan otot ventricular.SA node, AV node, dan otot ventricular. • Sensitif terhadap NE dan Epi- menyebabkan peningkatan HR, Sensitif terhadap NE dan Epi- menyebabkan peningkatan HR,
kecepatan konduksi, dan kontraktilitas.kecepatan konduksi, dan kontraktilitas. – Β2 receptorsΒ2 receptors
• Berlokasi di otot halus bronkial, dindingl GI tract/kandung kencing, Berlokasi di otot halus bronkial, dindingl GI tract/kandung kencing, dan otot halus vaskular otot skelet, menyebabkan relaksasi.dan otot halus vaskular otot skelet, menyebabkan relaksasi.
• Lebih sensitif thd Epi dibandingkan NELebih sensitif thd Epi dibandingkan NE • Juga lebih sensitif thd Epi drpd α1 (dalam jumlah kecil Epi Juga lebih sensitif thd Epi drpd α1 (dalam jumlah kecil Epi
menimbulkan vasodilatasi via β2, jumlah besar vasokonstriksi via menimbulkan vasodilatasi via β2, jumlah besar vasokonstriksi via α1)α1)
Kontrol Metabolisme oleh sistem endokrin : • Metabolisme: semua reaksi kimia yang terjadi dalam sel-sel tubuh. • Metabolism energi: reaksinya terdiri atas degradasi, sintesis dan transformasi dari ketiga molekul energi (lemak, karbohidrat, protein)
Anabolisme vs. Katabolisme • Anabolisme: sintesis molekul yang lebih besar dari molekul kecil. – Memerlukan energi dalam bentuk ATP – Dapat digunakan untuk membentuk materi struktural atau penyimpanan nutrien yang berlebihan. • Katabolisme: degradasi molekul yang mengandung banyak energi. – Hidrolisis makromolekul menjadi subunit yang lebih kecil (glycogen glucose) – Oxidasi molekul kecil untuk membebaskan energi (glucose pyruvic acid) – Proses katabolisme dan anabolisme umumnya terjadi berimbang.
Interkonversi Molekul Organik:
• Sebagai tambahan terhadap kesanggupan untuk mengkatabolisme molekul ke bentuk semula beberapa macam sel dapat pula mengubah suatu molekul menjadi molekul yang berbeda. – Asam amino glucosa atau asam lemak. • Beberapa macam molekul tidak dapat dibuat melalui proses konversi oleh karena itu harus diperoleh dalam bentuk utuh dari lingkungan – essential nutrients – Misal : asam amino tertentu dan vitamin.
Balans Energi berbeda sewaktu proses Absorptif dan Pascaabsorptif : • Keseimbangan energi tidak berlangsung terus menerus karena input energi bersifat intermiten • Keadaan Absorptif terjadi segera setelah makan. – Nutrient dalam darh meningkat dari hasil absorbsi. – berlangsung sampai 3-4 jam pada manusia • Keadaan Pascaabsorptif terjadi diantara 2 waktu makan – Energi yang disimpan harus dimobilisasi. • Koncentrations nutrient dalam darah pada kedua keadaan secara relatif konstant.
Regulasi Metabolisme pada saat Absorptif dan Pascaabsorptif • Regulasi oleh Pancreatic Hormonal • Hormon Insulin: merupakan hormon untuk keadaan absorptif • Glucagon: hormon keadaan pascaabsorptif • Somatostatin: hormone keadaan absorptif
• Beberapa hormon lainnya juga sedikit berperan, demikian juga • Sympathetic nervous system dan epinefrin
Absorptive State • Energi input > output bila nutrient diabsorbsi • Glukosa = sumber energi primer untuk hampir semua sel • Nutrient berlebihan akan disimpan – Kelebihan asam lemak disimpan di jar. Adiposa sebagai trigliserida – Kelebihan glukosa disimpan di hati , otot . • Bila tempat-tempat penyimpanan ini penuh kelebihan glukosa diubah menjadi asam lemak dan gliserol. – Kelebihan asam amino di konversi menjadi glukosa dan asam lemak.
Postabsorptive State • Energy input < output • Nutrient yang disimpan akan dipecah dan dimobilisasi. • Glukosa disisihkan pula untuk jaringan saraf. – Otak secara normal tergentung pada glukosa sebagai sumber energi utama • Sewaktu kelaparan, senyawa keton juga dapt digunakan sebagai sumber energi. – Jaringan lainnya dapat menggunakan asam lemak atau asam amino untuk energi • Asam amino dapat dikonversi menjadi glukosa via via glukoneogenesis
Fungsi Organ dalam proses metabolisme • Hati – Menyimpan glukosa sebagai glikogen – Situs untuk interkonversi glikogen (gluconeogenesis) • Jar. Adiposa – Tempat penyimpanan energi primer • Otot skelet – Tempat penyimpanan asam amino primer – Pemakai energi terbesar • Otak – Memerlukan glukosa, tetapi tidak mempunyai tempat penyimpanan glikogen. Pancreas: • Memproduksi sekresi exokrin dan endokrin: • Exokrin = Digestive enzymes (enter small intestine) • Endokrin = Hormones yang meregulasi kadar glukosa darah • Sel-sel endokrin merupakan cluster di pankreatik islet (Islets of Langerhans) • Alfa sel: Glucagon (↑ glukosa darah) • Beta cells: Insulin (↓ glucose darah) dan keduanya merupakan hormon peptida
Insulin • Peptida hormon yang disekresikan dari sel-sel beta pancreas islets of Langerhans • Meningkatkan uptake glukosa oleh sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi • Meningkatkan sintesis molekul penyimpan energi (anabolism) – glikogen sintesis – trigliserida sintesis – protein sintesis • Menghambat glikogenolisis dan glukoneogenesis
Sekresi Insulin • Meningkat pada keadaan absorptif, karena
– Meningkatnya [glukosa] dalam plasma – Meningkatnya [asam amino] dalam plasma – pengaruh dari sistem saraf parasympatetik
• Meningkatnya respons thd makanan di tractus GI – Glucose-dependent insulinotropic peptide (GIP) - Disekresikan oleh GI tract sebagai respons thd makanan
• Secresi berkurang menjelang pascaabsorptif: – Sympathetic nervous system activity – Epinephrine
Glucagon
• Hormon peptida yang di sekresikan sel-sel alfa “islets of Langerhans” • Meningkatkan katabolisme molekul-molekul penyimpanan energi (glycogen, lipids, proteins) • Meningkatkan persediaan glukosa untuk sistim saraf melalui pengubahan sel-sel tubuh untuk mengutilisasi sumber energi (terutama yang berasal dari asam lemak) • Meningkatkan glukoneogenesis dan ketogenesis
Sekresi Glucagon • Sekresi meningkat sewaktu keadaan pascaabsorptif
– penurunan [glukosa] dalam plasma – sistim saraf simpatis – Epinefrin
• Sekresi menurun pada keadaan absorbtif – peningkatan [glucose] dalam plasma
Beta CellsBeta Cells • InsulinInsulin merupakan protein kecil merupakan protein kecil
terdiri dari rantai alfa dengan terdiri dari rantai alfa dengan 21 21 asam asam amino amino yang dihubungkan yang dihubungkan oleh suatu jembatan disulfidaoleh suatu jembatan disulfida(S—(S— S) S) terhadap rantai beta yang terhadap rantai beta yang dibentuk oleh dibentuk oleh asam asam amino.amino.
• Sel-sel Sel-sel Beta Beta mempunyai kanal-mempunyai kanal- kanal pada membran plasmanya kanal pada membran plasmanya dan berperan sebagai detectordan berperan sebagai detector gluglu kkoosasa..
• Sel-sel beta mensekresikan insulin Sel-sel beta mensekresikan insulin sebagai respons terhadap sebagai respons terhadap peningkatan kadar gula darah peningkatan kadar gula darah ("blood sugar").("blood sugar").
• Dalam hal ini keseimbangan Dalam hal ini keseimbangan antara insulin dan glukagon (hasil antara insulin dan glukagon (hasil ratio molar dari kedua hormon ini) ratio molar dari kedua hormon ini) yang mengontrol metabolisme. yang mengontrol metabolisme.
When blood glucose levels  increase over about 5 mmol/l the beta-cells increase their output of insulin and C-peptide.  The glucagon-producing alpha-cells remain quiet, and hold on to their hormone.  
A fall in blood glucose under about 4 mmol/l leads to a pronounced decrease in insulin secretion.  The alpha- cells become active and deliver glucagon to the blood. 
Insulin Insulin mempengaruhi banyak organmempengaruhi banyak organ..
– SStimulastimulasii sseraterat otototot s skeletkelet untuk untuk • Mengambil glukosa dan mengubahnya jadi Mengambil glukosa dan mengubahnya jadi glycogenglycogen; ; • Mengambil asam amino dari darah dan mengubahnya menjadiprotein.Mengambil asam amino dari darah dan mengubahnya menjadiprotein.
– Bekerja terhadap sel-sel hatiBekerja terhadap sel-sel hati • StimulaStimulasi untuk mengambil glukosa dari darah dan mengubahnya menjadi si untuk mengambil glukosa dari darah dan mengubahnya menjadi
glikogen dan glikogen dan • Menghambat produksi enzim ya dalam pemecahan glikogenMenghambat produksi enzim ya dalam pemecahan glikogen (" ("glycogenolysisglycogenolysis"). ").
– Bekerja thd sel-sel lemak Bekerja thd sel-sel lemak ((adiposeadipose) ) untuk untuk stimula stimulasi usi uptake glucose ptake glucose ddan an ssiintesis ntesis lemaklemak..
– Pada tiap-tiap keadaanPada tiap-tiap keadaan, insulin , insulin memicu efek ini melalui ikatan insulin memicu efek ini melalui ikatan insulin dengan reseptordengan reseptor — — yang merupakan yang merupakan transmembrane proteintransmembrane protein dan terdapat dan terdapat pada membran plasma dari sel-sel sasaran.pada membran plasma dari sel-sel sasaran.
Dari keseluruhan peran itu, ternyata semua aksi ini merupakan hasil Dari keseluruhan peran itu, ternyata semua aksi ini merupakan hasil dari :dari :
– Penyimpanan nutrient terlarut yang diabsorbsi dari intestin menjadi Penyimpanan nutrient terlarut yang diabsorbsi dari intestin menjadi produk yang tidak larut kaya energi produk yang tidak larut kaya energi (glycogen, protein, fat) (glycogen, protein, fat)
– Turunnya kadar glukosa darah.Turunnya kadar glukosa darah.
• Lemak hampir selalu dipecah setelah diabsorbsi dari usus halus. Lemak hampir selalu dipecah setelah diabsorbsi dari usus halus. Umumnya mereka bergerak sebagai kompleks dengan suatu Umumnya mereka bergerak sebagai kompleks dengan suatu protein spesifik.protein spesifik.
• Insulin merupakan hormon anabolik, yang menyebabkan sel-sel Insulin merupakan hormon anabolik, yang menyebabkan sel-sel mengambil substrat energi pada waktu terjadi kelebihan.  mengambil substrat energi pada waktu terjadi kelebihan. 
• Kerja Insulin dikounter oleh hormon-hormon katabolik seperti glukagon, Kerja Insulin dikounter oleh hormon-hormon katabolik seperti glukagon, adrenalin dan noradrenalin dan growth hormone yang bekerja melalui adrenalin dan noradrenalin dan growth hormone yang bekerja melalui pembentukan second messenger cyclic AMP (cAMP) dan protein kinase A.pembentukan second messenger cyclic AMP (cAMP) dan protein kinase A.
• Insulin mengaktifkan protein fosfatase dan defosforilasi enzim-enzim itu.  Insulin mengaktifkan protein fosfatase dan defosforilasi enzim-enzim itu.  Beberapa diantaranya diaktifkan melalui fosforilasi, sedang sebagian Beberapa diantaranya diaktifkan melalui fosforilasi, sedang sebagian lainnya diinaktifkan melaluiproses yang sama.lainnya diinaktifkan melaluiproses yang sama.
• Insulin mengaktifkan glycogen synthetase dan pyruvate dehydrogenase, Insulin mengaktifkan glycogen synthetase dan pyruvate dehydrogenase, dan menginaktifkan phosphofructokinase II dan hormone-sensitive lipase di dan menginaktifkan phosphofructokinase II dan hormone-sensitive lipase di jar. adiposa. jar. adiposa. 
Insulin action in fat cells Salah satu kerja utama dari insulin ialah untuk mengendalikan…