“Bangkit dari Pandemi” - ekon

of 28 /28
Satu Tahun Pemerintahan Jokowi & Ma’ruf Amin Bidang Perekonomian Oktober 2020 “Bangkit dari Pandemi” Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia perekonomianRI @perekonomianRI www.ekon.go.id

Transcript of “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Page 1: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi & Ma’ruf AminBidang Perekonomian

Oktober 2020

“Bangkit dari Pandemi”

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

perekonomianRI @perekonomianRIwww.ekon.go.id

Page 2: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

2

Banyak hal yang telah dilakukan untuk mengatasi pandemi berikut dampak rambatannya, dan banyak pula pelajaran yang dapat dipetik. Kebijakan pemulihan Kesehatan dan Ekonomi dilakukan secara seimbang dengan tetap berupaya untuk memenuhi lima prioritas pembangunan yang telah menjadi komitmen. Kita berupaya keras agar pandemi COVID-19 tidak lagi meresahkan masyarakat untuk kembali beraktivitas sekaligus memulihkan ekonomi dari ancaman resesi dan mengejar ketertinggalan pembangunan dari negara-negara lain, baik fisik maupun modalitas sumber daya manusia. Selain itu, kita juga berupaya menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, meskipun konsekuensi dari menjalankan perubahan itu sangat sulit, menghadapi tantangan dan tentangan yang besar, pemerintah tetap teguh untuk menjalankannya demi meraih impian Indonesia menjadi negara maju.

Satu tahun adalah waktu yang singkat untuk membenahi semua sendi perekonomian tetapi kesempatan yang cukup untuk belajar bagaimana mengelola perubahan-perubahan besar yang harus selalu dilakukan untuk membawa Indonesia maju, seperti mengharmonasi regulasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mengadopsi ekonomi digital, memodernisasi perniagaan dan industri. Langkah tersebut harus sejalan dengan upaya untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan pokok, meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, memperluas lapangan kerja, mempermudah usaha dan mengatasi kemiskinan. Melalui kesempatan yang baik ini, kami mengajak semua masyarakat untuk berperan aktif mendukung perubahan-perubahan dengan semangat kebersamaan dan menghormati keberagaman.

Perjalanan pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah genap 1 tahun. Langkah-langkah cepat untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju tetap dijalankan secara konsisten, meskipun saat ini kita tengah berada dalam gelombang pandemi COVID-19 dan perubahan fundamental tatanan kehidupan baru. Kemajuan teknologi dunia juga sedang berlangsung cepat mendorong perekonomian kita untuk segera melakukan transformasi, menjadi lebih efisien, produktif dan berdaya saing tinggi. Perubahan-perubahan dunia terjadi begitu cepat membuat kita harus lebih dinamis beradaptasi dengan mengambil kesempatan baik untuk menumbuhkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Salam Sejahtera,Om swastiastu,Namo buddhaya,Salam Kebajikan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Om santi, santi, santi, om.

Menteri Koordinator Bidang PerekonomianDR. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T

Page 3: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

3

Setahun lalu, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengangkat sumpah di hadapan perwakilan rakyat sebagai pemimpin negara berpenduduk terbesar ke-4 di dunia yang beraneka budaya, bahasa dan suku bangsa, Indonesia. Dalam pidatonya sebagai Presiden 2019-2024, Presiden Jokowi menyatakan lima hal yang menjadi prioritas pemerintahannya lima tahun ke depan, yaitu: 1. Pengembangan SDM, 2. Pembangunan Infrastruktur, 3. Penyederhanaan segala bentuk kendala regulasi, 4. Penyederhanaan birokrasi, dan 5. Transformasi Ekonomi. Kelima hal ini menjadi langkah pewujud harapan untuk meraih mimpi Indonesia Emas 2045, yakni memasuki lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati 0%.

Winter is coming! Pandemi COVID-19 datang menerpa saat tengah bekerja keras memulai langkah mewujudkan kelima prioritas komitmen Presiden. Tak hanya Indonesia, dunia pun terguncang hebat tergulung gelombang pandemi. Perekonomian yang selama 5 tahun sebelumnya tumbuh dalam rentang 5 persen per tahun tertekan, melambat pada kuartal I-2020 (2,97 persen yoy) dan kontraksi pada kuartal II-2020 (-5.32 persen yoy). Hampir semua kegiatan masyarakat terhenti mendadak. Tak satu pun negara siap menghadapi pandemi COVID-19 termasuk Indonesia. Satu demi satu negara menghadapi krisis ekonomi dan korban pandemi yang terus berjatuhan. Pemerintah berusaha menahan dampak pandemi yang menjalar dari aspek kesehatan dan sosial ke ekonomi dan keuangan.

Dengan pengalaman hantaman krisis-krisis sebelumnya, pemerintah menyiapkan benteng perlindungan kesehatan, sosial, UMKM, dunia usaha dan sektor keuangan dengan mengalokasikan biaya sebesar 695,2 triliun rupiah, jauh lebih besar dari krisis-krisis sebelumnya. Tak lain tujuannya adalah krisis pandemi tidak boleh terlalu lama terjadi, kesehatan lekas pulih dan ekonomi harus segera bangkit. Berdiam tentu tidak menyelesaikan masalah pandemi, tetapi kembali bergerak dengan tatanan kehidupan baru menjadi pilihan jalan tengah. Secara bertahap, kegiatan sosial ekonomi masyarakat kembali digerakkan sejak Juni 2020 dengan tatanan baru, lebih waspada pada menjaga kesehatan.

Ringkasan PerekonomianMeskipun terus bekerja mengatasi pandemi dan memulihkan kembali perekonomian, langkah untuk mewujudkan lima prioritas Presiden tetap berderap maju. Pembangunan infrastruktur tetap bergerak berpadu dengan adaptasi protokol kesehatan. Proyek Strategis Nasional dikerjakan dengan padat karya untuk menahan pengangguran akibat disrupsi pandemi. Setahun ini, 10 ruas tol sudah diresmikan untuk memperlancar konektivitas wilayah. Demikian pula dengan prioritas untuk menyederhanakan kendala regulasi yang selama ini menghalangi kemampuan daya saing ekonomi, kemudahan membuka usaha dan pemberdayaan UKM. Pemerintah telah menyelesaikan UU Cipta Kerja sebagai prasasti sejarah pembuatan kebijakan publik di Indonesia. Selanjutnya, dalam mewujudkan transformasi ekonomi yang akan mengalihkan ketergantungan pada sumber daya alam menjadi jasa modern yang bernilai tambah tinggi, pemerintah terus memodernisasi industri dalam negeri, melatih SDM dengan pendekatan baru program Kartu Prakerja dan membangun ekonomi digital.

Sinyal positif pemulihan ekonomi akhirnya mulai berkedip. Dari sisi penawaran, industri manufaktur mulai mengalami peningkatan produksi dan pesanan. Tampak dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur beranjak naik dari 46,9 pada bulan Juli menjadi 50,8 pada bulan Agustus, naik di atas ambang netral 50,0 untuk pertama kalinya sejak bulan Februari, dan menunjukkan peningkatan kondisi kesehatan sektor tersebut. Utilisasi produksi industri manufaktur juga membaik. Kondisi ini paralel dengan kenaikan impor bahan baku bulan September sebesar 7,23 persen dibandingkan bulan Agustus. Melihat perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi dari sisi produksi terutama sektor manufaktur diperkirakan terus membaik.

Pada sisi permintaan, meskipun secara umum masih terjadi deflasi (-0.05 persen yoy) pada bulan September, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menurut Survei Konsumen Bank Indonesia menandai terjadi perbaikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi. IKK bulan Agustus sebesar 86,9 lebih tinggi sedikit dari IKK Juli sebesar 86,2, meskipun masih berada pada zona pesimis (<100). Menurut Survei Penjualan Eceran BI, pertumbuhan Indeks Penjualan Ritel (IPE) bulan September diprakirakan sebesar -7,3 persen (yoy), membaik dari -9,2 persen (yoy) pada Agustus. Dari indikator-indikator tersebut, pertumbuhan dari sisi permintaan juga terus membaik.

Satu tahun telah berlalu dengan cobaan, berbagai pembelajaran diperoleh. Saatnya bangkit untuk membangun kembali perekonomian Indonesia dengan tatanan kehidupan baru. Gotong royong sebagai nilai luhur bangsa menjadi semangat kebersamaan untuk mewujudkan kesehatan pulih, ekonomi bangkit, Indonesia maju!

Page 4: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

4

Perekonomian Indonesia tertekan akibat Covid-19

Daya Beli Masyarakat Menurun

Kontraksi pertumbuhan dialami sebagian besar negara di dunia bahkan jatuh lebih dalam

Perkembangan inflasi di tengah pandemi dipengaruhi permintaan yang lemah. Stimulus perlindungan sosial diharapkan dapat mendorong permintaan melalui peningkatan daya beli masyarakat. Stabilitas harga tetap terjaga oleh ketersediaan pasokan pangan dan kelancaran distribusi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5% turun,melambat menjadi 3 persen (Q1) & - 5% (Q2)

Sumber: BPSDeputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan

Pertumbuhan Ekonomi Beberapa Negara (%YoY)

Tingkat Inflasi (%YoY)

Jan Apr Jul Okt Des2018

Jan Apr Jul kt Des2019

Jan Apr Jul Sep2020

Pertumbuhan Ekonomi (%)

Q1 Q2 Q3 Q42018

Q1 Q2 Q3 Q42019

Q1 Q22020

5.06 5.07 5.025.05 4.97

2.97

-5.32

5.275.17 5.19

Malaysia AS

Q3-2019 Q1-2020Q4-2019 Q2-2020

Jerman Perancis Filipina IndiaSingapura

-17.1

-9.0 -11.3-19

-13.2-16.5

-23.9

Administrated Price

Inti

Umum

Folatile Food

Jan Apr Jul Okt Des2018

Jan Apr Jul kt Des2019

Jan Apr Jul Sep2020

Page 5: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

5

Mempertahankan Sektor Eksternal dari Gejolak Perlambatan GlobalSurplus neraca perdagangan karena penurunan impor dan permintaan domestik yang lemah. Defisit transaksi berjalan dan cadangan devisa meningkat.

Sumber: Bloomberg, per 15 Oktober 2020Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan

Cadangan Devisa dan Nilai Tukar

Cadangan devisa (miliar USD) - rhsNilai tukar rupiah (rata-rata)

Defisit Transaksi Berjalan Neraca Perdagangan Barang

Q1 Q2 Q3 Q42018

Q1 Q2 Q3 Q42019

Neraca perdagangan (miliar USD)Ekspor-g (%YoY) - rhsImpor-g (%YoY)

Q1 Q2 Q3 2020

Q1

13,400

13,800

14,200

14,600

15,000

Q1

Q1 Q2

Q2

Q2

Q3

2018 2019 2020

Q3

Q3

Q4

Q4

Transaksi berjalan (%{DB) - rhsTransaksi berjalan (miliar USD)

0.0

-1.0

-2.0

-3.0

-4.0

Q1-1.91

2018 2019 2020

Q2-2.95 Q3

-3.19

Q1-2.46

Q2-2.95

Q3-2.6 Q4

-2.83

Q1-1.36

Q2-1.18

Q4-3.72

Kondisi Sosial Masyarakat Terdampak

Mar ‘18

9.829.41

9.82

9.22

9.78

Mar ‘19Sep ‘18 Sep ‘19 Mar ‘20

Tingkat Kemiskinan

Mar ‘18

0.389 0.3820.384 0.38 0.381

Mar ‘19Sep ‘18 Sep ‘19 Mar ‘20

Tingkat Ketimpangan

Feb‘18

5.135.01

5.34 5.28

4.99

Feb ‘19Ags ‘18 Ags ‘19 Feb ‘20

Tingkat Pengangguran

Page 6: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

6

Pertumbuhan DPK dan Kredit (%YoY)

Perkembangan NPL dan LDR (%)

Menjaga Stabilitas Sektor Keuangan untuk Mencegah Dampak Domino Pandemi

Pembatasan sosial menekan intermediasi perbankan, kredit tumbuh melambat, pembayaran pinjaman bank terganggu namun masih dalam batas aman. Kondisi industri perbankan nasional masih terjaga aman

KreditDPK

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan

Page 7: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

7

Sinyal Positif Pemulihan Ekonomi

Indeks Kepercayaan Bisnis 2020

Penjualan RitelInflasi Umum (mtm)

49.3

01 02 03 04 05 06 07 08 09Bulan (2020)

IPRPertumbuhan (yoy)

51.945.3

27.5 28.6 39.146.9

50.8 47.2

PMI Manufaktur Indonesia

-8.72Q1

-42.9Q2

-8.56Q3

Indeks Keyakinan Konsumen

01 02 03 04 05 06 07 08 09Bulan (2020)

121.67 113.78117.65

84.83 83.78 86.9083.36

-0.3

-0.8-4.5

-16.9 -20.6-17.1

-12.3-9.2

-7.3

86.19

77.80

217.

5

219.

9

198.

3

216.

4

190

.7

193.

6

194

.1

196.

6

196.

8

01 02 03 04 05 06 07 08 09 10Bulan (2020)

0.39

0.28

0.18

-0.05-0.10

0.04-0.05

0.10.08 0.07

Kinerja IHSG Rebound Sejak Titik Terendah Kinerja pasar modal mulai rebound sejak penurunan tajam pada 24 Maret 2020. Dari saham sektoral, sektor industri dasar dan pertanian telah meningkat diatas 40 persen sejak titik terendahnya.

Perkembangan IHSG Periode 23 Okt 2020 – 15 Okt 2020

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan

Page 8: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

8

tran

sport

SURVEI EVALUASI S.D 2 OKTOBER

Sasaran Substansi PemanfaatanInsentif

96%

75%67%

65%

57%

>85%penerima

menyatakanpelatihan

meningkatkan kompetensi

MenganggurBekerja ba

han

pang

an

listr

ik

bens

in

puls

a

Data dari Survei Evaluasi I, N = 1.164.965 Penerima Kartu Prakerja

“Pengembangan Kompetensi Kerja melalui Program Kartu Prakerja”

Sumber: Manajemen Pelakasana Program Kartu Prakerja 16 Oktober 2020PMO Kartu Prakerja, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

EKOSISTEM*

Pelatihan Aktif

Lembaga Pelatihan

Platformdigital

Mitrapembayaran

*Data per tanggal 16 Oktober 2020

1.073 128

74

SEBARAN PENERIMA KARTU

REALISASI S.D 16 OKTOBER 2020

Pendaftaran(514 Kab/Kota)

Menyelesaikan pelatihan pertama

Penerima

Penerima insentif

>39,1jt

4,83jt

>5,59jt

4,65jt

Pendekatan Baru untuk Meningkatkan Kompetensi SDM

90%

10%

Page 9: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

9

31 Des ‘20 - 3 Jan 21Penemuan 5 pasien kasus di Wuhan

4 JanPencatatan kasus pertama di WHO

11 MarPenetapan Covid-19

sebagai pandemi oleh WHO

2 MarPenemuan 2 pasien

kasus pertama di indonesia

13 MarPembentukan Gugus

Tugas Nasional

29 MarPembentukan Gugus Daerah

20 JulPembentukan Komite Penanganan Covid-19

dan Pemulihan Ekonomi Nasional

7 SeptPembentukan

Tim Nasional Percepatan

Pengembangan Vaksin

Sumber: KPCPEN (Data per 14 Oktober 2020)

Menyeimbangkan Kebijakan:Memulihkan Kesehatan dan Membangkitkan EkonomiKronologi Pandemi Covid-19 & Respon Kebijakan

Ongkos penanganan Covid-19 capai Rp 695,2 triliun

Realisasi Alokasi Khusus PC-PEN TA 2020 Telah Mencapai 49,5% dari Pagu Rp 695.2 T dan Menunjukkan Trend Penyerapan Positif

Stimulus ekonomi untuk mengendalikan dampak terkait lalu lintas orang, barang & uang

Stimulus sektor riil dengan pemetaan sektor terdampak

Tambahan belanja negara untuk biaya penanganan covid-19

Pelaksanaan program-program Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN)

Stimulus ekonomi I, II dan lanjutan pada kelompok terdampak

Tren Penyerapan Positif(dalam Rp Triliun)

Enam Kluster Program PC-PEN

KesehatanPerlindungan SosialSektoral K/L/PEMDADukungan UMKMPembiayaan KorporasiInsentif Usaha

Penanganan covid-19 serta pemulihan dan transformasi ekonomi

Exit strategy dan protokol kesehatan untuk pelonggaran PSBB

Februari

± Rp 10 T Rp 405 T Rp 669 T

± Rp 128 T Rp 695,2 T

April Juni AgustusMaret Mei Juli

Smt 1124.620

^23.05^63.93

^103.88

^28.64Juli147.667

Agus211.596

Sept315.480

14 Okt344.12

Page 10: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

10

*Sumber: Indonesia High-frequency Monitoring of Covid-19 Impacts,World Bank 2020 Kementerian Keuangan, 14 Oktober 2020

Program PEN Ditujukan untuk Mengurangi Dampak Ekonomi dari Pandemi Covid-19, Khususnya untuk Mempertahankan Daya Beli Masyarakat dan Dukungan Bagi UMKM.

Dukungan PEN pada Dunia Usaha tidak Hanya Mengakomodasi Kebutuhan Usaha Mikro Kecil, tapi juga Usaha Menengah Besar

Program Perlindungan Sosial

Banpres Produktif Usaha Mikro

Program Padat Karya

Prioritas Kebutuhan Usaha Mikro Kecil (UMK) PEN telah Mengakomodasi Kebutuhan UMK & UMB

Prioritas Kebutuhan Usaha Menengah Besar (UMB)

Subsidi Gaji

Subsidi Bunga, Penempatan Dana & Pembiayaan Investasi UMKM

PEMDA : DID Pemulihan Ekonomi dan Cadangan DAK Fisik

Jaring pengaman sosial telah menjangkau hampir 90% rumah tangga bottom 40% melalui program PKH, Kartu Sembako, Prakerja, Subsidi listrik, Bansos & BLT.

9.15 juta Usaha Mikro telah mendapat bantuan permodalan dengan nilai manfaat Rp 2,4 juta per penerima. Total penyaluran Rp 21.87 T.

Rp 13.8 T (74.84% dari Pagu) telah tersalurkan untuk program padat karya dan menyerap 2,03 tenaga kerja. Tingkat employment pulih secara signifikan.

1. Bantuan Modal Usaha2. Keringanan Tagihan Listik3. Relaksasi Pinjaman4. Kemudahan Administrasi Pinjaman5. Penundaan Pajak

- Pembiayaan investasi & kepada Koperasi (LPDB)- Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM)

- Penempatan dana, penjaminan dan subsidi bunga

- Keringanan listrik

- Relaksasi/penundaan bayar pinjaman(POJK 11 dan 14, 2020)

- PERMENKO6/2020 kemudahan administrasi pengajuan KUR

- PPh final untuk UMKM ditanggung pemerintah

- PPh 21 ditanggung pemerintah- Pengembalian pendahuluan PPN- Pembebasan PPh 22 Impor- Pengurangan angsuran PPh 25

- Penempatan dana dan penjaminan

1. Keringanan Tagihan Listik2. Relaksasi Pinjaman3. Penundaan Pajak4. Bantuan Modal Usaha5. Kemudahan Administrasi Pinjaman

11.99 juta pekerja dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan telah mendapatkan bantuan subsidi gaji sebesar Rp 600.000 selama 4 bulan. Total dana tersalur Rp 14.88 T.

- Penempatan dana bank umum capai Rp 64.5 T. Total tersalur 2.4 juta debitur senilai Rp 176.68 T- Target pembiayaan investasi sebesar Rp 1 T untuk 84 mitra koperasi (115.684 UMKM)- Subsidi bunga mencapai Rp 3.7 T untuk 7.9 juta UMKM.

- Rp 4 T DID Pemulihan Ekonomi telah tersalurkan sebagai insentif untuk penanganan covid-19- Realisasi cadangan DAK fisik capai Rp 6.83 T untuk belanja di daerah.

Sumber: KPCPEN

Page 11: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

11

6,9jtPengangguran

1. Mendorong penciptaan lapangan kerja2. Memudahkan pembukaan usaha baru3. Mendukung pemberantasan korupsi

UU Cipta Kerja mengatasi permasalahan perizinan yang rumit dengan banyaknya regulasi pusat & daerah (hiper-regulasi) yang mengatur sektor, menyebabkan disharmoni, tumpang tindih, tidak operasional, dan sektoral.

UU Cipta Kerja diperlukan untuk transformasi ekonomi, meningkatkan kontribusi daya saing tenaga kerja dan produktivitas dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi, sehingga dapat segera keluar dari Middle Income Trap (MIT).

Pertumbuhan secara linier tidak cukup untuk keluar dari MIT, terutama setelah dampak pandemi Covid-19 ini, dibutuhkan pertumbungan secara eksponensial.

Lebih dari 13 juta orang butuh kerja. Kebutuhan kerja terus bertambah setiap tahun. UU Cipta Kerja ditujukan untuk penciptaan lapangan kerja.

Mewujudkan Komitmen untuk Menyederhanakan Segala Bentuk Regulasi

Transformasi Ekonomi untuk Keluar dari Middle Income Trap

3,5jtPekerja di-PHK atau dirumahkan

3jtAngkatan kerja baru butuh kerja

UU CIPTA KERJA

2015

3,377 4,546

5,2

6,0

6,2

5,9

5,6

5,4

6,305

Pand

emi

8,804

12,233

2036Keluar dari MIT

16,877

23,199

2020

PDB Per Capita (USD) GDP Growth (% yoy) Sumber: Bappenas

2030 20402025 2035 2045

Page 12: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

12

Gotong Royong Mengendalikan Stabilitas Harga & Daya Beli melalui Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP)

Insentif Pajak untuk Memulihkan Dampak Covid-19Program Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Covid-19 adalah salah satu program dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk membantu masyarakat dan dunia usaha dalam rangka penanggulangan dampak Covid-19.

Realisasi Insentif Pajak Berdasarkan PMK 110/2020 hingga 12 Oktober 2020:PPh Pasal 21 DTP: Rp2,03 triliun (5,12%)

Pembebasan PPh Pasal 22 Impor: Rp6,63 triliun (44,80%)

Pengurangan angsuran PPh Pasal 25: Rp9,96 trilin (69,17%)

Pengembalian Pendahuluan PPN: Rp2,62 triliun (45,17%)

Penurunan Tarif PPh Badan: Rp6,82 triliun (34,10%)

PPh Final UMKM DTP: Rp0,42 triliun (17,50%)

Evaluasi kinerja TPID tahun 2019 71,03% meningkat dibandingkan tahun 2018 (57,38%)

TPIDTPID mengumpulkan penilaianPartisipasi % skala kanan

Selain fokus stabilitas harga, kebijakan pengendalian inflasi

melalui TPIP dan TPID mendukung pemulihan ekonomi nasional dan

daerah melalui perbaikan daya beli masyarakat.

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan

Page 13: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

13

Modernisasi Tata Kelola Keuangan Daerah dengan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD)

SUPERDEDUCTION VOKASI

TAX ALLOWANCE

TAX HOLIDAY

Berdasarkan hasil pilot project, Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rencana penanaman modal sebesar Rp 1.261 Triliun di 24 ProvinsiDimanfaatkan oleh 82 WP dari investor tersebar di 15 negaraPenanaman modal diperkirakan menyerap 61.551 tenaga kerja

Menghasilkan 87 Persetujuan Kerjasama antara Pelaku Usaha dengan Lembaga Akademis.

Pada bulan Januari – September 2020 telah dimanfaatkan oleh 29 WP

Realisasi Insentif Fiskal (s.d. 4 Oktober 2020)

IMPLEMENTASI ETP DAERAH TAHUN 2020

Berkembang14

Berkembang34

Berkembang217

Inisiasi0

Inisiasi1

Inisiasi18

Digital1

Digital3

Digital3

Sebaran provinsi (34 Provinsi)

Sebaran Kota (93 Kota)

Sebaran Kabupaten (415 Kabupaten)

Maju19

Maju55

Maju177

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan

Page 14: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

14

Menumbuhkan Usaha Kerakyatan dengan Penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat)

Memperluas Akses Layanan Keuangan untuk Masyarakat

KUR SUPER MIKRO S.D 12 OKTOBER 2020Total akumulasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 s.d

31 Agustus 2020 sebesar Rp583,89 T kepada 21,79 juta debitur.

Realisasi KUR Januari 2020 s.d. 12 Oktober 2020 sebesar Rp

133,36 T (70,19% dari target tahun 2020 sebesar Rp190 T) dan

diberikan kepada 3,96 juta debitur.

Keuangan inklusif di Indonesia mengalami peningkatan signifikan sejak 2016. Survei OJK di 2019 menunjukkan Indeks Keuangan Inklusif sebesar 76.19%, sehingga target keuangan inklusif 2019 sebesar 75,0% telah tercapai.

Pembukaan rekening syariah : 14.091Jumlah pesantren : 1.411Nominal : 350 miliar

Bank Syariah Fintech Syariah344 pesantren1.024 debiturRp 578 miliar

3 pesantren4 debitur

Rp 15 miliar

Total penyaluranRp 2,65 Triliun

Disalurkan kepada304.989 debitur

Debitur (org juta)

2011 20162014 2018

2013 20172015 2019

Target SNKI 2019

2 per. Mov. Avg (Debitur (org juta))

Rp

Target dan Realisasi KUR per Tahun(Rp Triliun)

Debitur KUR per Tahun (Org juta)

Sumber : Data s.d Agustus 2020 adalah data Komite Kebijakan, *data September dan Oktober 2020 adalah data SIKPsnki.go.id

Tren Peningkatan Indeks Keuangan Inklusif IndonesiaRealisasi Implementasi EkosistemPondok Pesantren s.d Oktober 2020

Capaian Indikator Pembiayaan Syariah19,6

36,1

48,9

11,1 9,1

59,74

67,8

76,1

31,334,2 35,1

55,7

70,3

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan

Page 15: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

15

Inflasi Bahan Makanan

Terjadi Peningkatan Komposisi Nilai Ekspor Rumput Laut Bernilai Tambah Setiap Tahunnya

Nilai Ekspor Rumput Laut Tahun 2017-2019

Lokasi Eksisting per Oktober’20Total luasan 1.230 ha

Dalam Progres PengembanganTotal luasan 350 ha

Sumber : BPS (diolah)

Sumber : Kemendag (diolah)

Menjamin Pasokan untuk Stabilisasi Harga Pangan

Mendongkrak Ekspor Industri Rumput Laut

Membangun Kemitraan Budidaya Hortikultura Berorientasi Ekspor

Inflasi bahan makanan September 2020 (YoY) sebesar 0,61%, lebih rendah dibanding periode yang sama dalam 6 tahun sebelumnyaKetersediaan pangan sampai dengan Desember 2020 cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai dengan akhir tahun.Stok Cadangan Beras Pemerintah 1.080.374 ton per 12 Oktober 2020.

Periode 2014 2016 20192015 20182017 2020

4,61 3,66 3,512,42 1,54-0,90 -0,13

4,59

2015

22%24%

23%

29%

34%40%

2017 20192016 2018 2020

6,20 5,428,26 3,751,04 0,61

Jan-Sep

yoy

Kab. Tanggamus (800 ha)Kab. Jembrana (50 ha)Kab. Blitar (80 ha)Kab. Bener Meriah (300 ha)

Pengembangan kawasan hortikultura berbasis klaster kerjasama kemitraan antara petani dan perusahaan mitra sebagai offtaker.

Penanaman pisang Cavendish di daerah:Tanggamus, Jembrana Bali, Blitar Jawa Timur, Bener Meriah Aceh

RL Kering (raw)

RL Bernilai Tambah

Total

160,26

45,77

206,04

159,10

48,12

207,21

218,93

110,37

329,30

124,01

38,72

162,72

208,40

85,59

293,99

79,24

52,33

131,57

77,78

22,22

76,78

23,22

66,48

33,52

76,21

23,79

70,89

29,11

60,22

39,78

Kab. Bondowoso (100 ha)Kab. Banyuwangi (100 ha)Kab. Garut (100 ha)Kab. Jombang (50 ha)

Komoditas2015 2017 20192016 2018 2020

Nilai(Juta US$)

Nilai(Juta US$)

Nilai(Juta US$)

Nilai(Juta US$)

Nilai(Juta US$)

Nilai(Juta US$)

Komposisi(%)

Komposisi(%)

Komposisi(%)

Komposisi(%)

Komposisi(%)

Komposisi(%)

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis

Page 16: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

16

Dukungan Penyediaan Pupuk Bersubsidi untuk Kemudahan Produksi Petani

Produktivitas Pasokan Pangan melalui Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Realisasi Hingga 16 Oktober 2020:Usulan Penetapan LSD di 8 Propinsi (151 Kabupaten/Kota)Klarifikasi LSD di Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumut, Kalsel dan SulselPenyusunan Rule Based Penetapan LSD oleh Tim Pelaksana beberapa tipologi.

Capaian IK Okt 20Usulan Penetapan Timdu 151 Kab/Kota50% -> LSD : 3.723.814 ha

Program Kartu Tani merupakan identitas petani yang dikeluarkan oleh perbankan pada petani untuk digunakan dalam transaksi penebusan pupuk bersubsidi melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) di pengecer resmi.

Realisasi hingga 30 September 2020:Kartu Tani tercetak 12.076.536Kartu Tani terdistribusi 6.614.037Kartu Tani sudah digunakan 894.126Jumlah Kios 27.146Kios Terpasang EDC 19.711

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis

Page 17: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

17

Meningkatkan Kinerja BUMN Masa Pandemi untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Mengurangi Ketergantungan Impor dan Penghematan Devisa dengan Energi Ramah Lingkungan (B30)

Pemerintah menyalurkan anggaran kepada BUMN sebesar Rp269,76 triliun, berupa Pembayaran Utang, Penyertaan Modal Negara, Investasi Pemerintah, Penempatan Uang Negara, Subsidi Diskon Listrik, dan Subsidi Bunga Kredit UMKM.

115.21 Pencairan Utang Pemerintah39.62 Penyertaan Modal Negara19.65 Investasi Pemerintah47.50 Penempatan Uang Negara12.32 Diskon Listrik35.46 Subsidi Bunga Kredit UMKM

Per minggu ke-2 Oktober 2020, realisasi anggaran Pemerintah kepada BUMN sudah mencapai 64,44% atau sebesar Rp173,84 triliun.

Potensi Penghematan Devisa Januari-September 2020 adalah USD 1.891,9 juta.

Program Mandatori B30 untuk penghematan devisa sebesar USD 4,8 M dari Migas tahun 2020 dan menjaga ketersediaan BBM jenis Biosolar dalam negeri berbasis sumber daya lokal (minyak sawit)

Realisasi volume FAME untuk B30 hingga Semester I 2020 adalah 4,23 juta kL (44,06%)dan Realisasi s.d. 12 Oktober 2020 sebesar 6,5 juta kL (68,10%) dari total alokasi sebesar 9,6 juta kL.

Mandatori B30 telah dimulai 1 Januari 2020 di 28 titik serah PT Pertamina, dan 37 titik serah non Pertamina, dengan melibatkan 18 Badan Usaha BBM dan 18 Badan Usaha BBN pemasok FAME.

Total Dana (Rp Triliun)

Realisasi Dana (Persen)

86.93 Pencairan Utang Pemerintah41.70 Penyertaan Modal Negara0.00 Investasi Pemerintah100 Penempatan Uang Negara56.49 Diskon Listrik7.64 Subsidi Bunga Kredit UMKM

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset & Teknologi

Page 18: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

18

Lokasi Penerima Fame dan melakukan pencampuran biosolar B30 Tahun 2020

MedanDumaiSiakT. Kabung

Bandung GrupTasikmalayaJakartaCikampek

SambuUbanRU PlajuGerem

BalonganCilacap GrupRewuluBoyolali

Semarang GrupTubanSurabayaTg Wangi

ManggisKupangKotabaru GrupBalikpapan

MakassarBitungKasimSTS Pontianak

Pengembangan Industri Petrokimia PT Tuban Petrochemical Industries

Proyek Pengembangan Olefin Complex dan Downstream PT TPPI memasuki tahap review P&ID dan Detail Design, ditargetkan selesai pada bulan September 2020. Pembangunan 5 buah tangki yang ditargetkan selesai pada bulan Desember 2021.

Impor Produk Petrokimia setiap tahun mencapai USD 2,5 miliar.

Proyek Revamping PT TPPI sedang dalam tahap bidding untuk proses Design Build Competition (DBC) untuk memilih kontraktor yang akan mengerjakan tahap Engineering, Procurement and Contruction (EPC).

Dua proyek yang sedang dibangun adalah proyek revamping TPPI dan proyek pengembangan Olefin Complex dan Downstream TPPI

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset & Teknologi

Page 19: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

19

Capaian Hingga 15 Oktober 2020:

Strategi Nasional untuk Pengembangan Ekonomi Digital dan Koordinasi Pengembangan Desa Digital & Klaster UMKM

Penyusunan strategi nasional diharapkan dapat menjadi dasar bagi penentuan arah pengembangan ekonomi digital Indonesia. Strategi Nasional ini mencakup berbagai aspek, seperti :- Membina talenta digital; - Pengembangan riset & Inovasi; - Kebijakan yang mendukung; - Infrastruktur fisik dan digital.

Koordinasi melalui Roadshow Stockpiling Program terkait ekonomi digital pada 8 Kementerian/Lembaga.

Monitoring dan Evaluasi ke daerah untuk melakukan mapping kesiapan pemerintah daerah, dan identifikasi peluang dan tantangan Transformasi Ekonomi Digital.

Tersusunnya Draft Framework Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital.

FGD dalam rangka penyiapan Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital yang telah dilaksanakan sebanyak 4 kali.

Kementerian Perdagangan;Kementerian Tenaga Kerja; Kementerian Koperasi dan UMKM;Badan Pusat Statistik;

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN;Kementerian Perindustrian;Kementerian Pariwisata dan Ekonomi KreatifKementerian Pertanian

ROADSHOW K/L

Roadshow K/L

Juli s.d Okt

FGD 2Riset & Inovasi Digital4 Sep

FGD 4 Membangun infrastruktur fisik & digital

11 Sep

Seminar Nasional

hasil FGD1 Okt

FGD 1Membina

Talenta Digital2 Sep

FGD 3Kembangkan

kebijakan, peraturan dan standar yang mendukung

8-9 Sep

Kunjungan ke daerahSep - Okt

Pembuatan outline strategi

nasional pengembangan ekonomi digital

Okt - Nov

Page 20: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

20

Perbaikan Opini Layak Investasi, Daya Saing dan Kemudahan Berusaha

Peningkatan Daya Saing Indonesia dalam Pemeringkatan Global

Kepercayaan Dunia Internasional Terjaga

Untuk memberikan kepastian kepada para pelaku usaha bahwa hanya ada 6 bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal di Indonesia:

Segala bentuk perjudian/kasino Budidaya & produksi Narkotika Gol 1Industri pembuatan senjata kimia Pembuatan Bahan Perusak Lapisan Ozone (BPO)Penangkapan Spesies Ikan yang Tercantum dalam Appendix I Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna And Flora (CITES)Pemanfaatan Koral/Karang dari Alam

Ease of Doing Business dari World Bank

Posisi Indonesia dalam laporan Doing Business 2020 berada di peringkat 73 dari 190 negara. Indonesia berhasil melakukan reformasi dalam 5 dari 10 indikator yaitu memulai bisnis, mendapatkan listrik, membayar pajak, menegakkan kontrak dan berdagang lintas batas.

Moody’s rating agency: Baa2 dengan outlook stabilStandard & Poor’s (S&P): rating BBBRating & Investment Information, Inc.: BBB+ dan memberikan outlook stabil.Fitch: BBB dengan outlook stabilJapan Rating Agency: BBB+ dengan outlook stabil

Negara layak investasi dengan kategori risiko rendah disematkan pada Indonesia oleh beberapa lembaga rating internasional.

2015

114

2016

109

2017

91

2018

722019

732020

73

2020 Peringkat

73/190(Skor 69,9)

Meningkatkan Ekspor Komoditas dan Memperluas Pasar EksporEkspor Produk Kehutanan

DHE - SDA

Meningkatkan kemudahan ekspor

produk kehutanan untuk UKM

Menambah jenis dan luas penampang

kayu yang diijinkan untuk diekspor

selama masa pandemi Covid-19

Mengurangi jenis barang yang terkena

ketentuan DHE-SDA

Relaksasi penundaan Penyampaian

Hasil Pemeriksaan (PHP) DHE-SDA

dari BI ke DJBC s.d. 31 Des 2020

Sarang Burung Walet

IA - CEPA

Membuka pasar ekspor Sarang Burung

Walet (SBW) di luar negara China

Melarang ekspor SBW kotor

Asistensi kemudahan ekspor SBW

kepada industri

Implementasi penurunan tarif bea

masuk produk Indonesia ke Australia

dalam kerangka Indonesia Australia –

Comprehensive Economic Partnership

(CEPA)

Menjaga Akses Pasar Dalam Negeri Selama Pandemi

Pelonggaran PSBB dan penerapan Protokol Kesehatan berdampak pada membaiknya kegiatan ekonomiTerjaganya daya beli masyarakat berpenghasilan menengah kebawah melalui program BLT, bantuan subsidi gaji, dan Kartu Pra Kerja.

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri

Page 21: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

21

Meningkatkan Daya Saing dan Pertumbuhan NasionalPENYEDERHANAAN TATA NIAGA

PENGENDALIAN IMPOR

INTEGRASI SISTEM PERIZINAN

Kepastian prosedur impor untuk komoditas limbah Non B-3 sebagai bahan baku industri dan Barang Modal Tidak Baru (BMTB).

Pengendalian impor melalui pengenaan bea masuk tambahan.

Integrasi pelayanan penerbitan Izin Usaha & Izin Operasial sektor Perdagangan melalui Sistem OSS Integrasi pelayanan Perizinan Impor (PI) dan Pertimbangan K/L melalui Sistem Inatrade untuk komoditas Besi & Komplementer, Test Pasar, & Purna Jual Pembangunan dashboard impor pangan strategis Stranas PK

Sinyal membaiknya industri Indonesia dapat terlihat pada Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mengalami pemulihan bulan April s.d. Agustus sebesar 50,8, meski mengalami penurunan di bulan September 47,2.

Di tengah pandemi covid-19, industri pengolahan merupakan motor penggerak perekonomian nasional dengan memberikan kontribusi cukup besar dalam PDB (19,8%).

Saat ini, sejumlah industri masih dapat mengalami pertumbuhan positif, seperti mamin, meski secara umum, industri lainnya mengalami pertumbuhan minus cukup dalam.

Tiga strategi penguatan industri pengolahan: a) Penguatan Arus Kas; b) Relaksasi Regulasi; c) Penguatan Akses Pasar.

Penguatan Peran Industri Pengolahan di Tengah Pandemi

Purchasing Managers Index (PMI) - 2020

Jan49,3

Feb51,9 Mar

45,3Apr27,5

Mei28,6

Jun39,1

Jul46,9

Ags50,8

Sep47,2

Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 170 Tahun 2020 tanggal 9 April tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Pengangkutan dan Pergudangan, dengan 8 okupasi dengan 20 Unit Kompetensi sebagai tambahan dari 5 standar okupasi yang telah ada.

Mengembangkan Kemampuan SDM Sektor Logistik

11Freight Handler

11Logistics

Data Entry Officer

12Pick-up & Delivery

Driver

10Senior

Purchasing Officer10

Junior Warehouse Operator

12Materials

Equipment Operator

9Purchasing

Manager

11Motor Cycle

Courier

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri

Page 22: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

22

Platform yang memfasilitasi kolaborasi sistem informasi antar Instansi Pemerintah dan Swasta untuk simplifikasi dan sinkronisasi arus informasi dan dokumentasi dalam kegiatan ekspor/impor di pelabuhan dan kegiatan perdagangan/distribusi barang dalam negeri.

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan IndustriDitjen Bea Dan Cukai, Kemenkeu

Capaian s.d September 2020 :Penerapan pengajuan, pemeriksaan dan profil tunggalIntegrasi layanan perizinan Ship to Ship (STS), Floating Storage Unit (FSU), Perizinan usaha dan Perizinan pemasukan barang Penebusan Delivery Order & Pengeluaran Petikemas onlinePemesanan truk onlinePembayaran onlinePerluasan penerapan auto-gate di Pelabuhan

INPRES No. 5 Tahun 2020 Tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional & Ruang Lingkupnya

Membangun Kolaborasi untuk Kemudahan Ekspor dan Impor

PLATFORM

MENKEU | MENDAG | MENHUB

- Transportasi- Shipping- Pelabuhan- Warehousing

- Depo- End to end

PROSESBISNIS

MENKEU | MENDAG | MENHUBKKP | MENTAN | 19 K/L | PEMDA- Pemeriksaan terpadu- Layanan pelabuhan (manifes barang, manifes pengangkut)- Perizinan (logistik/SRM, lartas)

TATARUANG

MENHUB | MENKEU | MENBUMN- One gate- One billing- One system

PAYMENT

BI | MENKEU | MENHUB- Platform pembayaran- Perbankan

Page 23: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

23

Proyek Strategis Nasional (PSN) 201 Proyek + 10 Program yang mencakup 23 sektor

6 PSN Selesai Tahun 2020 :LRT Sumatera SelatanBandar Udara NYIAJalan Tol Pandaan - MalangSPAM LampungKawasan Industri Wilmar SerangJalan Tol Pekanbaru - Dumai

Status Kemajuan PSN September 2020

PSN Perpres 79/2019 PSN Perpres 80/2019

Diestimasi 201 Proyek +

10 Program PSN dapat

menyerap 3.239.500 Tenaker

semasa konstruksi

Sampai dengan September 2020, terdapat 3 proyek yang beroperasi sebagian dan 1 proyek selesai di Jawa Tengah (Perpres 79/2019) dan 1 proyek yang beroperasi sebagian di Jawa Timur (Perpres 80/2019).Long list daftar isu setiap proyek/program telah disusun dan 51 proyek quick wins untuk Perpres 79/2020 dan 32 proyek quick wins untuk Perpres 80/2019 yang telah ditetapkan di dalam Rencana Kerja Pemerintah tahun 2021.Program Pengembangan Kapasitas untuk Tim PPMU Jawa Tengah dan Jawa Timur tentang standarisasi pemantauan, debottlenecking proyek hingga KPBU telah dilaksanakan oleh KPPIP.

Selesai (Rp 48,2 T)Beroperasi Sebagian (Rp 1.300 T)Konstruksi (Rp 1.949 T)Transaksi (Rp 223 T)Penyiapan (Rp 1.201 T)

1 Nilai belum memperhitungkan Program Percepatan Pengembangan Wilayah (Perpres 79 dan 80 tahun 2019) dan Bandara di Bali bagian utara.2 Estimasi tenaker direct + indirect semasa konstruksi 2020-2024.

PerencanaanPersiapanTransaksi

KonstruksiBeroperasi SebagianSelesai

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang

270Proyek 194 Proyek

+ 3 Program

Page 24: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

24

Sejak tahun 2016 hingga September 2020, terdapat 98 PSN yang telah selesai dengan nilai investasi Rp 515,3 triliun dan estimasi penyerapan tenaga kerja sebesar 366.527 orang

7 Bandara1 Jalan Tol

6 Bendungan1 Pelabuhan

1 Jalur Pipa Gas4 PLBN

2 Kereta Api4 Bendungan

1 Irigasi10 Jalan Tol

5 KEK1 Bandara

4 Kawasan Industri4 Smelter

1 Sentra Kelautan Perikanan

2 Jalan Tol1 Jalan Akses

1 Bandara1 Fasilitas Gas

3 PLBN1 Bendungan

1 Saluran Irigasi

4 Bandara4 Bendungan

9 Jalan6 Kawasan

2 Kereta1 Pelabuhan

2 Smelter2 Teknologi

1 Bandara1 Kereta

2 Jalan Tol1 SPAM

1 Kawasan Industri

20 Proyek (Rp 33,3 T) 32 Proyek (Rp 207,4 T)10 Proyek (Rp 61,4 T) 30 Proyek (Rp 165,3 T) 6 Proyek (Rp 48,2 T)

2016 20182017 2019 s.d Sep 2020

Peta Pertumbuhan KEK Indonesia

Pengusulan KEK

Kerjasama Lembaga

1.429 M70 M

32.900 org0 org

92.400 M3.968,5 M

85000 org1.456 org

34.310 M682 M

55.7000

125.000 M149.000 M

30.440 M723 M

30.000 org200 org

6.818 M150 M

3.743 org0 org

41.040 M1.612 M32.000

419

36.250 M15.000 M

16.800 org3.010 org

Target Investasi 2025Rp 725.416,57 M

Komitmen InvestorRp. 69.87 M

KEK NongsaNilai Investasi Rp. 16 TTarget TK 16.500Luas Lahan: 166.45 Ha

Promosi investasi dan pengembangan KEK

di BBKT

Implementasi dan pengembangan industri

Karet di KEK Sei Mangkei

Join research dan pengembangan pedoman

KEK Hijau

Promosi investasi dengan Korea, Jepang,

dan US

KEK Batam Aero TechnicNilai Investasi Rp. 6.2 TTarget TK = 9976 orangLuas Lahan 30 Ha

Nilai EksporRp 1.57 Triliun

KEK Beroperasi

KEK Tahap Pembangunan

Target Investasi 2025 (Miliar Rupiah)

Komitmen Investasi 2020 (Miliar Rupiah)

Target Tenaga Kerja 2025 (Orang)

Realisasi Tenaga Kerja 2020 (Orang)

32.900 M1.461,19 M

30.000 org100 org

72.000 M18.631 M

20.000 org6.670 org

92.400 M3.817,34 M97.500 org

920 org

9.000 M468,49 M2.260 org

185 org

32.500 M9.178,46 M15.024 org

80 org

28.630 M2.871 M

58.700 org568 org

Likupang

Tj. Lesung

MBTK

Tj. Api-Api

Morotai

Singhasari

Arun Lhokseumawe

Galang Batang

Bitung

Kendal

Palu

Tj. Kelayang

Sorong

Mandalika

90.300 M11.222,6 M58.313 org16.318 org

Sei Mangkei

Serapan Tenaga Kerja15.266

Investor & Potensial Investor KEK83

Sumber: Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang

Page 25: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

25

Indonesia-Korea Comprehensive Partnership Agreement (IK-CEPA)

Indonesia-EU Comprehensive Partnership Agreement (IEU-CEPA)

Regional Comprehensive Economic Partnership

Sumbang 1.3% PDB 6.8 miliar*

Ekspor barang dan jasa meningkat tahun 2030 menjadi USD 9.8 miliar*

Neraca perdagangan meningkat USD 2 miliar*

*Berdasarkan proyeksi Indonesia-EU Vision Group.

Meningkatkan akses pasar

produk ekspor Indonesia

Mendorong regional production network dan regional value

chains

Meningkatkan daya saing

Indonesia di kawasan

Meningkatkan aliran FDI

Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA)

Korea will liberalize

From its total 12.232 tariff lines

Steel and chemical products Tropical fruits, tshirt, tuna, plywood

From its total 10.813 tariff lines

Indonesia will liberalize

Melalui Indonesia Australia CEPA berlaku tarif

0%bagi seluruh produk ekspor

Indonesia ke Australia

95.5% 93%

Kerjasama ekonomi internasional dilakukan melalui:

Perundingan Indonesia-Korea Comprehensive Partnership

Agreement (IK-CEPA)

Perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic

Partnership Agreement (IA-CEPA)

Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive

Partnership Agreement (IEU-CEPA)

Penyelesaian dan Penandatanganan Perundingan Regional

Comprehensive Economic Partnership (RCEP)

Selain itu dilaksanakan pula penyelesaian Sengketa

Perdagangan DS 592, DS 593, dan DS 484, serta Review

Generalized System Of Preferences (GSP) oleh Amerika

Serikat (AS).

Sumber: Deputi Kerjasam Ekonomi InternasionDeputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang

Page 26: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

26

Asumsi Dasar Ekonomi Makro yang Digunakan dalam RAPBN 2021

*Suku bunga SBN 10 tahun menggantikan suku bunga SPN 3 bulan di 2021

Sumber: Nota Keuangan RAPBN 2021

Pertumbuhan Ekonomi (%, yoy)

Inflasi (%, yoy)

Tingkat Suku Bunga SPN 3 Bulan (%)

Tingkat Suku Bunga SPN 10 Tahun (%)*

Nilai Tukar (Rp/USD)

Harga Minyak (USD/barel)

Lifting Minyak (ribu barel/hari)

Lifting Gas (ribu barel/hari)

(1,1) - 0,2

2,0 - 4,0

3,0 - 4,0

-

14.400-14.800

35 - 40

705

992

4,5 - 5,5

3,0

-

7,29

14.600

45

705

1.007

2020Outlook

2021RAPBN

Page 27: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

27

Page 28: “Bangkit dari Pandemi” - ekon

Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianRepublik Indonesia

perekonomianRI @perekonomianRIwww.ekon.go.id