BAB I APRI ACC

download BAB I APRI ACC

of 29

  • date post

    12-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    14
  • download

    7

Embed Size (px)

description

BAB I LAPORAN KP SEMEN GRESIK

Transcript of BAB I APRI ACC

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Sejarah Berdirinya PabrikUpaya pembangunan pabrik semen di Gresik sudah dirintis sejak puluhan tahun yang lalu. Pemerintah Belanda pada tahun 1934 menugaskan seorang ahli geologi Belanda bernama Ir. Van Es untuk mengadakan penelitian di Gresik. Pada tahun 1935, Ir. Van Es yang bekerja di Jawatan Geologi Bandung menulis laporan berjudul Hoofdgelohisch Technische Onderzoekingenyang menyebutkan bahwa di Gresik terdapat bukit yang memiliki batu kapur berkualitas. Laporan itu juga merekomendasikan Gresik cocok untuk didirikan pabrik semen. Pemerintah Kolonial Belanda mencoba menindak lanjuti laporan tersebut. Namun, keinginan pemerintah Belanda terhenti karena pecahnya Perang Dunia II.Pada masa Revolusi, Wakil Presiden Drs. Moh Hatta memerintahkan untuk mengkaji kembali pendirian pabrik semen di Gresik. Kajian tersebut diperkuat oleh dua ahli tambang asal Jerman Dr. F. Leufer dan Dr. A. Kreaf yang melakukan pengeboran untuk mendapatkan data geologis yang lebih akurat. Pada Januari 1951, hasil pengeboran tersebut di rangkum dalam laporan yang berjudul Result of Investigation by core drilling of the Pliocene limestone near Gresik. Laporan tersebut menyajikan data bahwa terdapat deposit batu kapur dan tanah liat di Gresik dapat memenuhi persediaan pabrik semen dengan kapasitas produksi 250.000 ton/tahun untuk jangka waktu 60 tahun.Pemerintah RI kemudian menunjuk Bank Industri Negara (BIN) untuk menyiapkan sumber pendanaan bagi pembangunan pabrik. Tanggal 25 Maret 1953 dibentuk badan hukum NV (Netherlands Voks) pabrik semen Gresik. Akta pendirian dicatat di kantor Raden Meester Soewandi No. 41 di Jakarta. Persiapan pembangunan awal diserahkan kepada tim White Engineering Amerika Serikat dan dilanjutkan oleh Mac Donald Engineering. Desain pabrik diserahkan pada G. A. Anderson, sedangkan untuk gambar detail perencanaan pabrik digarap oleh H. K. Ferguson Company dan kontraktornya adalah Morisson Knudsen International Co. Inc. dari Amerika Serikat. Pembangunan dimulai pada tahun 1955 dan setelah berjalan kurang lebih dua tahun pabrik Semen Gresik memasuki masa trial. Tepat tanggal 7 Agustus 1957, Presiden Soekarno meresmikan Pabrik Semen Gresik dengan kapasitas 250.000 ton/tahun di atas tanah seluas 412 hektar. Ir Soekarno sangat bangga karena putra-putra Indonesia mampu membangun Pabrik Semen. Sejak saat itu, tanggal 7 Agustus diperingati sebagai Hari Lahir Semen Gresik yang diperingati tiap tahun. Terbukti bahwa pabrik tersebut dapat beroperasi dengan baik, maka pada tahun 1960 diadakan perluasan pertama dengan menambah sebuah tanur pembakaran (proses basah) beserta unit lainnya yang berkapasitas 125.000 ton/ tahun, sehingga kapasitas terpasang pabrik menjadi 375.000 ton/tahun. Pelaksanaan pekerjaan perluasan yang pertama ini berhasil diselesaikan tahun 1961. Pada tanggal 24 Oktober 1969, PT Semen Gresik berubah menjadi PT Persero dengan nama PT Semen Gresik (Persero) dan pada saat itu PT Semen Gresik (Persero) Tbk merupakan perusahaan negara yang pertama menjadi persero. Perluasan kedua dilaksanakan pada bulan Desember 1970 yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 500.000 ton/tahun dengan menambah tanur pembakaran beserta perangkat lainnya. Perluasan ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 Juli 1972.Perluasan ketiga dimulai pada awal tahun 1976. Berbeda dengan unit pabrik lama yang menggunakan proses basah, perluasan ketiga ini membangun unit pabrik baru yang menggunakan proses kering. Perluasan ini dengan menambahkan 2 buah tanur pembakaran beserta pelengkapnya. Tanur pembakaran unit yang baru ini mempunyai kapasitas produksi 500.000 ton/tahun sehingga total kapasitas pabrik Semen Gresik menjadi 1.500.000 ton/tahun. Pelaksanaan perluasan ketiga ini terselesaikan pada akhir tahun 1978. Tanggal 2 Agustus 1979 PT Semen Gresik (Persero) Tbk diresmikan kembali oleh Menteri perindustrian A.R Soehoed setelah mengalami perluasan yang ke tiga dengan membangun pabrik semen proses kering. Kapasitas yang ada menjadi 1,5 juta ton/tahun. Konversi dari bahan bakar minyak menjadi batu bara juga berhasil dilakukan pada tahun 1988 dan tak hanya itu, pada tahun 1992, untuk optimasi unit II, jenis suspension preheater diganti dari tipe Gepol menjadi tipe Cyclone sehingga kapasitas total unit I dan II menjadi 1.800.000 ton/tahun.Pada tahun 1990, PT Semen Gresik (Persero) Tbk mengembangkan pabrik di Tuban. Pabrik Semen Tuban I dengan kapasitas 2,3 juta ton/tahun diresmikan pada tanggal 24 September 1994 sehingga total kapasitas produksi menjadi 4,1 juta ton/tahun. Setelah dilakukan pengembangan di Tuban Semen Gresik berkonsolidasi dengan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa pada 15 September 1995. Tanggal 17 April 1996 peresmian pabrik Tuban II dengan kapasitas 2,3 juta ton/tahun sehingga kapasitas terpasang Semen Gresik menjadi 6,4 juta ton/tahun. Dua tahun kemudian, yaitu tanggal 20 Maret 1998 peresmian pabrik Tuban III dengan kapasitas 2,3 juta ton/tahun dilakukan oleh Presiden Soeharto dan kapasitas menjadi 8,7 juta ton/tahun.PT Semen Gresik (Persero)Tbk menjadi BUMN yang pertama Go Public dan pada 8 Juli 1991 tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Pada tahun 1995 telah berhasil dilakukan penawaran umum terbatas saham (Right Issue) yang pertama dan hasilnya digunakan untuk membiayai pengalihan 100% saham milik pemerintah pada Semen Padang dan Semen Tonasa, berkat kerjasama yang baik antar pegawai maka pada tanggal 29 Mei 1996, PT Semen Gresik memperoleh sertifikat ISO 9002 untuk unit I, II di Gresik dan unit I, II, III di Tuban. Pada 30 Januari 2011 komposisi kepemilikan saham yaitu Pemerintah RI 51.01%, JPMCB-Europacific Growth Fund 3.15%, SSB 4545 S/A Lazard Emerging Markets Equity Portfolio 2.25%, PT Jamsostek (Persero) 1.75%,JPMCB-New World Fund, INC 1.51%,PT Jamsostek (Persero) - Non JHT 1.42 %,JPMCB- Markets Growth Fund inc Emerging 1.30%,The bank of New York Mellon DR 1.01%,The northern trust S/A AVFC 0.82%,BBH BOSTON S/A VANGRD EMG MKTS STK INFD 0.81%, Pemegang Saham Lainnya sebesar 34.97%.Tonggak keberhasilan dari Semen Gresik adalah pada saat tercapainya konsolidasi dengan Semen Padang dan Semen Tonasa pada tanggal 15 September 1995 serta pada tanggal 18 Desember 2012 dilakukan penandatanganan transaksi final akuisisi 70% saham Thang Long Cement. Thang Long Cement merupakan perusahaan semen terkemuka Vietnam yang memiliki kapasitas produksi 2,3 juta ton/tahun. Pada tanggal 13 Oktober 2012 dilakukan peresmian pabrik tuban IV dengan kapasitas 3 juta ton/tahun. Pada tahun 2016 kapasitas produksi semen untuk pabrik Tuban I sebesar 3.560.000 ton/tahun, Tuban II 2.950.000 ton/tahun, Tuban III 3.000.000 ton/tahun, Tuban IV 3.000.000 ton/tahun dan Gresik 800.000 ton/tahun. Pada tahun 2013 PT Semen Gresik (Persero) Tbk resmi mengumumkan perubahan namanya menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Peresmian PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dilakukan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan. Keputusan perubahan nama tersebut adalah salah satu hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan di Jakarta 20 Desember 2012. Dimulai pada 1995, perseroan berperan sebagai operating holding. Langkah perubahan terus dilakukan dengan menerapkan functional holding yang meliputi bidang pemasaran, pengadaan, permodalan, teknologi informasi, dan sumber daya manusia serta sinergi di antara empat perusahaan (Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa dan Thang Long Cement Vietnam). Pada 2012, langkah transformasi strategic holding diimplementasikan, sekaligus diadakan perubahan nama menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang diresmikan pada tanggal 7 Januari 2013.1.2 Gambaran Umum Pabrik1.2.1 Bahan Baku, Bahan Pembantu, Bahan Koreksi1.2.1.1 Bahan Baku1. Batu kapur / limestone (CaCO3).Batu kapur diperoleh dari Desa Sumber Arum, Pongpongan dan tanah milik Perhutani yang berjarak sekitar 45 km dari plant site ke arah Tenggara. Berdasarkan kandungan CaCO3 nya batu kapur dapat dibagi menjadi 4 kelompok, antara lain : Batu Kapur Kadar Tinggi (High Grade Limestone)Kadar CaCO396-98%, bersifat rapuh. Batu Kapur Kadar Menengah (Medium Grade Limestone) Kadar CaCO391-95%, bersifat kurang keras Batu Kapur Kadar Rendah (Low Grade Limestone)Kadar CaCO3 89-90%, bersifat keras. Peddle: Kadar CaCO3 < 89 %PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menggunakan batu kapur dengan kualitas High Grade Limestone dan Medium Grade Limestone yang diperoleh dengan cara penambangan, yaitu: Pembersihan (Clearing), merupakan pembersihan permukaan tanah dari kotoran yang dapat mengganggu proses penambangan seperti semak-semak dan rumput-rumputan. Tujuan pembersihan agar kotoran-kotoran tidak terikut dalam proses. Pengupasan (stripping), merupakan proses menghilangkan lapisan tanah yang dapat mengurangi kandungan kapur setebal 1-2 meter dari permukaan tanah. Pengeboran (Drilling), Merupakan proses pembuatan lubang pada batu kapur sebagai tempat menanam bahan peledak. Jarak dan kedalaman lubang bor adalah sebagai berikut :Diameter lubang = 3 inchiKedalaman = 6-9 meterJarak antar lubang= 1,5-3 meter Peledakan (blasting) yang dilakukan untuk melepaskan batuan dari batuan induknya. Peledak yang digunakan adalah ANFO (Amonium Nitrat Oil Fuel). Amonium Nitrat Fuel Oil yang mempunyai sifat seperti urea dengan sisi getaran tidak besar dan tidak mempengaruhi kualitas material. Pengerukan dan Pemuatan (Hauling and Loading), Batu kapur yang telah diledakan kemudian dikeruk dan diangkut kedalam dump truck.Tabel 1. Komposisi Batu Kapur pada Pembuatan Semen Portland di PT Semen Indonesia (Persero)Tbk.Komposisi BahanKomposisi (Persen Berat)

CaOSiO2Al2O3Fe2O3MgONa2OSO3ImpuritasH2O52,561,140,930,350,210,14 0,2335,948,5

Total 100,00

(Unit Pengendalian Proses, 2016)Pengambilan batu kapur dilakukan sebanyak 3 kali sehari dengan kapasitas pengambilan sebanyak 12.000 ton per hari.2. Tanah liat / ClayTanah liat yang digunakan berasal dari Desa Tobo, Sugihan, Temandang, Sambungrejo, dan P