Askeb Bayi Baru Lahir Fisiologis

download Askeb Bayi Baru Lahir Fisiologis

of 22

  • date post

    18-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    777
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Askeb Bayi Baru Lahir Fisiologis

ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR FISIOLOGIS BAYI NY J USIA 2 JAM Di RSIA IBI DUPAK SURABAYA

BINTARI TRI ANGGRAENI (04) P27824109004 SEMESTER IV REGULER

DEPARTEMEN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURABAYA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN SURABAYA JURUSAN KEBIDANAN KAMPUS SUTOMO SURABAYA 2011

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Beberapa saat dan beberapa jam pertama kehidupan ekstrauleri adalah salah satu yang paling dinamis dari seluruh siklus kehidupan. Pada saat lahir, bayi baru lahir herpingdah dari ketergantungan total ke kemandirian fisiologis. Proses perubahan ini disebut masa transisi. Periode yang dimulai ketika bayi keluar dari tubuh itu dan berlanjut selama beberapa minggu untuk sistem organ tertentu. Perubahan pesat itu terjadi di paru paru, juga pada organ lainnya. Secara keseluruhan, transisi ke kehidupan ekstrauleri harus dipandang sebagai proses kesinambungan yang terjadi selama keseluruhan hulan pertama kehidupan. Transisi ke kehidupan ekstrauteri adalah bagian rangkaian kesatuan yang dimulai dengan konsepsi dan berlangsung sepanjang kehidupan pranatal janin. Transisi ekstrauteri dapat sangat dipengaruhi oleh faktor pranatal, juga peristiwa intrapartum. Pada setiap kelahiran, bidan harus memikirkan tentang faktor antepartum atau intrapartum yang dapat menyebabkan gangguan pada jaringan pertama kehidupan ekstrautan bayi. Peristiwa selama konsepsi dan kehidupan pranatal yang mungkin menyebabkan gangguan meliputi malformasi kongenital, gangguan genetik, efek sisa teratogen dari lingkungan atau tempat kerja, penggunaan zat oleh ibu, infeksi pranatal (khususnya infeksi virus), nutrisi buruk yang kronis, prematuritas, penyakit kronis inaternal dan setiap kondisi yang menyebabkan kehilangan darah banyak. Peristiwa pada persalinan yang dapat mempengaruhi transisi ekstrauleri meliputi partus lama, ibu kelaparan selama persalinan, kondisi uterus yang hipoksia, trauma kelahiran, infeksi, keluarnya mekonium, janin mengalami kehilangan darah, penggunaan obat obatan selama persalinan, atau ketuban pecah dini. Karena berbagai peristiwa diatas sangat mempengaruhi adaptasi bayi baru lahir, hidan bertanggung jawab untuk memahami dan memfasilitasi adaptasi ekstrauleri ini. Ada kalanya bidan perlu memberi dukungan yang luar biasa bagi bayi baru lahir supaya transisi ke kehidupan ekstrauleri berhasil dilakukan. Tujuan I.2.1 Tujuan Umum Setelah melakukan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir diharapkan mahasiswa dapat melaksanakan asuhan kebidanan bsyi bsru lshir secara komprehensif. I.2.2 Tujuan Khusus Setelah praktek, diharapkan mahasiswa mampu : a. Melakukan pengkajian data subjektif dan objektif b. Menganalisis data c. Mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial d. Mengidentifikasi kebutuhan segera e. Merencanakan asuhan kebidanan f. Melaksanakan asuhan kebidanan yang telah direncanakan g. Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan.

I.2

I.3

Sistematika Penulisan KATA PENGANTAR LEMBAR PENGESAHAN BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG I.2 TUJUAN I.3 SISTEMATIKA PENULISAN BAB II LANDASAN TEORI II.1 KONSEP DASAR BAYI BARU LAHI BAB III TINJAUAN KASUS BAB IV PENUTUP BAB VDAFTAR PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI II 1 Konsep Dasar Bayi Baru Lahir II 1.1 Pengertian Bayi lahir adalah bayi yang lahir tepat pada waktunya, biasanya 39-41 minggu dengan berat badan lahir antara 3000 - 3700 gr. (Suryani,2001:26) Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 31 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2500 - 4000 gram. (Prawirohardjo,5.1999:246 - 264) Bayi cukup bulan adalah bayi dengan masa kehamilan mulai 37 42 minggu.(IKA.1985:147) Bayi lahir normal adalah bayi yang lahir cukup bulan,38 - 42 minggu dengan berat badan sekitar 2500 - 4000 gram dan panjang badan 50 - 55 cm.(Manuaba,1998:21) II 1.2 Ciri Ciri Bayi Normal a. Berat badan 2500 gr-4000 gr. b. Pb lahir 48-50. c. Lingkar dada 32-34 cm. d. Lingkar kepala 33-35 cm. e. Bunyi jantung pada menit - menit pertama kira-kira 180x/menit kemudian menurun sampai 120-140xmenit. f. Pernafasan pertama kira-kira 80x/menit kemudian menurun 40x/menit. g. Kulit kemerah - merahan dan lrain karena jangan subcutan cukup terbentuk dan diliputi vernilis caseosa. h. Rambut lanugo telah tidak terlihat,rambut kepala biasanya telah sempurna. i. Kuku telah agak panjang dan lemah. j. Testis turun (pada laki - laki) dan labia mayora menutupi labia minora (pada wanita). k. Reflek isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik. l. Reflek mon adalah baik, bayi bila dikagetkan akan memperlihatkan gerakan gerakan seperti memeluk. m. Eliminasi baik,vim dan mekoneum akan keluar dalam 24 jam pertama, mekoneum berwarna hitam kehijauan dan lengket. II 1.3 Perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir a. Perubahan Pernafasan Janin cukup bulan mengalami penurunan cairan paru pada harihari sebelum persalinan dan selama persalinan.Ini merupupakan respons dari peningkatan hormon stres dan protein plasma yang bersikulasi, yang menyebabkan tekanan onkitik meningkat disertai dengan meningkatnya aliran cairan paru ke dalam ruang intertistial di paru untuk diabsorpsi ke dalam sirkulasi limfatik. Pada saat lahir, hingga 35 persen cairan paru janin hilang. Terdapat peristiwa peristiwa biokimsa, seperti hipoksia relatif di akhir persalinan dan

etimulus fisik terdapat neonatus, seperti udara dingin, gaya gravitasi, nyeri, cahaya dan suara yang merangsang pusat pernafasan, dibantu oleh tekanan dinding toralis. Peristiwa mekanis (Penekanan Hioraks pada kelahiran per vaginam) Rekoil dada + stimulus sensori, kimia, suhu dan mekanis tekanan intro toraks negatif Cairan Paru Hilang Peningkatan PO2 Alveldi alihvasi nafas pertama

masuknya udara Permulaan berkurangnya tegangan permukaan Alveldi Penurunan tekanan intersti trial Peningkatan volume pembuluh darah paru Peningkatan sirkulasi limfe

Pembukaan pembuluh darah paru Peningkatan aliran pembuluh darah paru Oksigenasi yang adekvat

Setelah beberapa kali napas pertama, udara dari luar mulai mengisi jalan napas berat pada trakea dan bronkus. Cairan dalam paru didorong ke penfer paru akhirnya alveolus mengembang tensi udara. Respons abnormal bayi baru lahir : a. Frekuensi napas konsisten lebih dari 60x / menit b. Napas cuping hidung (flarina) c. Suara dengkis (grunting) d. Refraksi dinding dada

b. Perubahan Sirkulasi Setelah tali pusar diklem, distam bertekanan rendah yang ada pada unit janin plasenta terputus. Efek ini segera, yakni peningkatan tahanan pembuluh darah sistemik. Yang terjadi hampir bersamaan dengan tarikan napas pertama bayi baru lahir. Tali pusat diklem Memutus aliran darah plasenta (sirkuit tahanan rendah untuk darah) Penutupan duklis venosus Darah ke hati dan sistem portal Peningkatan tahanan sistemik Tekanan dalam atrium kanan menurun Perubahan

c. Perubahan termo regulasi Bayi baru lahir memiliki kecenderungan menjadi cepat stres karena perubahan suhu lingkungan. Karena suhu di dalam uterus berfluktuasi sedikit, janin tidak perlu mengatur suhu. Pada saat lahir, faktor yang berperan dalam kehilangan panas pada bayi baru lahir meliputi area permukaan tubuh bayi yang luas. Berbagai tingkat insulasi lemak subkutan, dengan derajat fleksi otot. Bayi baru lahir dapat kehilangan panas melalui empat mekanisme : Konveksi : pendinginan melalui aliran udara di sekitar bayi. Konduksi : melalui benda padat yang berkontak pada kulit bayi. Radiasi : melalui benda dingin yang ada di dekat bayi. Evaporasi : kehilangan panas melalui permukaan kulit bayi yang basah. Akibat bayi baru lahir kehilangan panas sehagai berikut :

d. Perubahan Pada Darah Bayi baru lahir dilahirkan dengan nilai hematokrit atau haemolobin yang tinggi. Konsentrasi haemoglobin normal memiliki rentang nilai 13,7 sampai 20,0 gr/dl. Bila nilai haematokrit diperoleh dengan menggunakan sampel ditumit, nilainya dapat lebih tinggi 6,5 %, perlu dikonfirmasi dengan sampel vena. Haemoglobin yang dominan pada periode janin, yaitu haemoglobin F, secara bertahap lenyap pada satu bulan pertama kehidupan. Haemoglobin janin memiliki afinitas yang tinggi terhadap oksigen selama beberapa hari pertama kehidupan, nilai Hb sedikit meningkat, sedangkan volume plasma menurun. Akibat perubahan dalam volume plasma tersebut, hematokrit yang normalnya dalam rentang 51 56 % pada saat kehaliran, meningkat menjadi 3 6 %. Haemoglobin kemudian turun perlahan, tetap terus menerus pada 7 9 minggu pertama setelah bayi baru lahir. Nilai Hb rata rata turun untuk bayi baru lahir adalah 12,0 gr/dl pada usia 2 bulan. e. Perubahan Pada Sistem Eastro inteslinal Kemampuan bayi baru lahir cukup bulan untuk menelan dan mencerna sumber makanan dari luar terbatas. Hal ini membutuhkan berbagai enzim dan hormon percernaan yang terdapat di semua bagian saluran cerna dari mulut sampai ke usus. Bayi baru lahir kurang mampu mencerna protein dan lemak dibanding orang dewasa. Absorpsi karbohidrat relatif efisien, tetapi tetap kurang efisien dibandingkan kemampuan orang dewasa. Kemampuan bayi baru lahir terutama efisien dalam mengabsorpsi monosakarida, seperti glukosa, asalkan jumlah glukosa tidak terlalu banyak. Sfingter jantung sampai sambungan erofagus bawah dan lambung tidak sempurna, yang membuat regurgitasi isi lambung dalam jumlah banyak. Kapasitas lambung bayi kurang dari 30 cc untuk bayi baru lahir cukup bulan. Usus bayi baru lahir relatif tidak matur. Sistem otot yang menyusun organ tersebut lebih tipis dan kurang efisien dibandingkan pada orang dewasa sehingga gelombang penstaltik tidak dapat diprediksikan. Lipatan dan vili dinding usus belum berkembang sempurna. Sel epitel yang melapisi usus halus bayi baru lahir tidak berganti dengan cepat sehingga meningkatkan absorpsi yang paling efektif. Awal pemberian makanan oral menstimulasi lapisan usus agar matur dengan meningkatkan pergantian sel yang cepat dan produksi enzim mikro siklus, seperti amilane, tripsin lipase pankreas. Epitel usus yang tidak matur, bayi rentan ba