Askeb Bayi Baru Lahir Fisiologi Varney Singkat

download Askeb Bayi Baru Lahir Fisiologi Varney Singkat

of 24

  • date post

    21-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    1.460
  • download

    4

Embed Size (px)

description

free

Transcript of Askeb Bayi Baru Lahir Fisiologi Varney Singkat

ASKEB BAYI BARU LAHIR FISIOLOGI (7 langkahvarney)

BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangDewasa ini penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% kematian terjadi dalam periode neonatal. Oleh karena itu, upaya pemberian kesehatan bayi dimulai dari pemenuhan BBL akan menyebabkan kelainan-kelainan yang dapat berakibat fatal bagi bayi. Misalnya hipotermi pada BBL yang menyebabkan hipotisemia dan hipoglikemia. Dan banyak tak kurang pentingnya adalah pencegahan terhadap infeksi yang dapat terjadi melalui tali pusat pada waktu memotong tali pusat.

Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi, periode neonatal adalah periode yang paling rentan akan banyak hal, seperti infeksi dan pengaturan tubuhnya, terutama pada bayi yang beratnya rendah saat melahirkan. Sehingga perlu pemberian ASI atau PASI yang mencukupi untuk membantu bayi dalam keadaan sehat dan menurunkan angka kematian bayi. Manajemen yang baik pada waktu masih dalam kandungan, selama persalinan segera sesudah melahirkan dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya akan menghasilkan bayi yang sehat. (Syaifudin, 2006 : 133)1.2. Tujuan

1.2.1. Tujuan Umum

Setelah penulis mempelajari tentang perkembangan dan pertumbuhan bayi penulis melaksanakan Asuhan Kebidanan pada bayi baru lahir dengan menerapkan manajemen kebidanan Varney selama praktek di lapangan.

1.2.2. Tujuan Khusus

1. Melakukan pengkajian

2. Menginterpretasi data

3. Mengidentifikasi masalah / diagnosa

4. Mengantisipasi masalah potensial

5. Mengidentifikasi kebutuhan segera

6. Intervensi dan rasionalisasi

7. Implementasi

8. Evaluasi

1.3. Metode Penulisan

Studi kepustakaan, praktek langsung, bimbingan dan konsultasi.

1.4. Sistematika Penulisan Dalam penyusunan makalah ini dibuat garis besar sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1.2. Tujuan

1.2.3. Tujuan umum

1.2.4. Tujuan khusus

1.3. Metode Penulisan

1.4. Sistematika Penulisan

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian

2.2. Ciri-ciri Bayi Normal

2.3. Perubahan-perubahan Yang Terjadi Pada BBL

2.4. Pemberian Nutrisi Pada Bayi

2.5. Penatalaksanaan Pada Bayi Baru Lahir

2.6. Konsep Asuhan Kebidanan

BAB III TINJAUAN KASUS

3.1. Pengumpulan Data

3.2. Identifikasi Masalah

3.3. Masalah Potensial

3.4. Identifikasi Kebutuhan Segera

3.5. Intervensi

3.6. Implementasi

3.7. Evaluasi

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan

4.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB IILANDASAN TEORI2.1. Konsep Bayi Baru Lahir

2.1.1. Pengertian Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37-42 minggu dan berat lahirnya 2500 gram sampai 4000 gram.

(Sinopsis obstetri, EGC Jakarta)

2.1.2. Ciri-ciri Bayi Normal 1. BB 2.500 4.000 gram

2. PB 48 52 cm

3. Lingkar dada 30 38 cm

4. Lingkar kepala 33 35 cm

5. Bunyi jantung dalam menit pertama kira-kira 180 x / menit, kemudian menurun sampai 120 160 x / menit

6. Pernafasan pada menit pertama kira-kira 80 x / menit, kemudian menurun setelah tenang 40 x / menit

7. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan sub cutan cukup terbentuk dan diliputi verviks caseosa

8. Rambut kepala biasanya telah sempurna

9. Kuku agak panjang atau melewati jari-jari

10. Genetalia labia mayor sudah menutupi labia minora (pada anak perempuan) testis sudah turun (pada anak laki-laki)

11. Refleks hisap dan menelan baik

12. Reflek suara sudah baik, bayi bila dikagetkan akan memperlihatkan gerakan memeluk

13. Reflek menggenggam sudah baik

14. Eliminasi baik, urine dan meconium akan keluar 24 jam pertama meconium berwarna hitam kecoklatan

2.1.3. Mekanisme Hilangnya Panas pada BBL, melalui :1. Radiasi

Yaitu panas yang hilang dari objek yang hangat (bayi) ke obyek yang dingin.

2. Konduksi

Yaitu kehilangan panas langsung dari obyek yang panas ke obyek yang dingin.

3. Konveksi

Yaitu hilangnya panas dari bayi ke udara sekelilingnya.

4. Evaporasi

Yaitu hilangnya panas akbiat evaporasi air dari kulit tubuh bayi misal amnion pada BBL.

2.1.4. Klasifikasi Suhu Bayi Suhu normal : 36,5 0C 37,5 0C

Hipotermi ringan : 36 < 36,5 0C

Hipotermi berat : < 32 0C2.1.5. Perubahan-Perubahan Yang Terjadi Pada Bayi Baru Lahir 1. Perubahan metabolisme karbohidrat

2. Perubahan suhu tubuh

Ketika bayi baru lahir berada pada suhu yang lebih rendah dari suhu di dalam rahim ibu. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu 25 0C, maka bayi akan kehilangan panas melalui konveksi, radiasi dan evaporasi sebanyak 200 kkal/kg BB/menit, sedangkan produksi panas yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/10 nya. Sehingga menyebabkan suhu tubuh turun, akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan oksigenpun meningkat.

3. Perubahan pernafasan

Selama dalam uterus janin mendapat O2 dari pernafasan gas melalui plasenta. Setelah lahir, pertukaran gas harus melalui paru-paru bayi.

Rangsangan untuk gerakan pernafasan pertama ialah :

Tekanan metabolisme dan toraks sewaktu melalui jalan lahir

Penurunan O2 dan kenaikan CO2 merangsang kemoreseptor yang terletak disinus karotis

Rangsangan dingin di daerah muka dapat merangsang permukaan pernafasan

4. Perubahan sirkulasi

Dengan perkembangan paru mengakibatkan tekanan O2 naik dan tekanan CO2 menurun, sehingga menurunkan resistensi pembuluh darah paru sehingga aliran darah meningkat. Hal ini menyebabkan darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duetus arteriosus menutup. Dengan menciutnya arteri dan vena umbilicalis kemudian tali pusat dipotong aliran darah dari plasenta melalui vena cava inferior dan foramen oval atrium kiri terhenti. Sirkulasi janin sekarang berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup di luar badan ibu.

5. Perubahan alat pencernaan, hati, ginjal, alat lainnya berfungsi.Setelah anak lahir harus segera mendapat perawatan dan pengawasan agar tidak terjadi kelainan-kelainan.

Adapun perawatan dan pengawasan bayi, meliputi :

1. Menghisap lendir

2. Memotong tali pusat

3. Menetesi / memberi salep mata

4. Memberi injeksi vit-K

5. Mengukur panjang badan dan menimbang berat badan bayi

6. Mengukur lila (lingkari lengan atas) LD (lingkar dada) LK (lingkar kepala)

7. Memandikan setelah 6 jam PP.

Hal-hal yang diawasi pada bayi baru lahir dapat dilakukan dengan metode APGAR. Aspek-aspek yang termasuk APGAR dan harus dinilai dan dicatat ialah :

TANDASKOR

012

1. Appereance / Warna kulitSeluruh tubuh biru atau putihBadan merah, kaki dan tangan biruSeluruh tubuh kemerah-merahan

2. Pulse / Bunyi jantungTidak ada100

3. Griniace / ReflekTidak adaPerubahan mimikBersin, batuk, menangis kuat

4. Activity / aktivitasTidak adaEkstrmital sedikit fleksiGerakan aktif, ekstremital fleksi

5. Respiratory EffartTidak adaLambat, tidak teratur atau lambatMenangis keras atau kuat

(Obstetry Fisiologi, UNPAD, 1983)

Dalam merawat bayi kebutuhan yang harus dipenuhi antara lain :

1. Kebutuhan rasa hangat

2. Makanan pokok yaitu ASI

3. Cairan

4. Istirahat dan tidur

5. Udara yang bersih

6. Latihan gerakan badan

7. Kasih sayang ibu

8. Perlindungan

9. Kebersihan dan sterilisasi

Kebutuhan diatas bersifat terus menerus selama pertumbuhan dan perkembangan bayi.

2.1.6. Pemberian Nutrisi Pada Bayi1. Kebutuhan energi (kalori)

110 120 kkal / kgBB selama beberapa bulan pertama kehidupan

100 kkal / kg BB pada waktu ia mencapai usia 1 tahun

2. Kebutuhan cairan

Hari I : 60 cc / kg BB / hari

Hari II : 90 cc / kg BB / hari

Hari III : 120 cc / kg BB / hari

Hari IV : 150 cc / kg BB / hari

3. Frekuensi pemberian cairan tergantung pada berat badan bayi :

Berat badan < 1.250 gr : 24 x / hari tiap 1 jam

Berat badan 1.250 gr < 2.000 gr : 12 x / hari tiap 2 jam

Berat badan > 2.000 gr : 8 x / hari tiap 3 jam

2.1.7 . Penatalaksanaan Pada Bayi Baru Lahir1. lakukan penilaian (selintas)

Apakah bayi menangis kuat dan/bernafas tanpa kesulitan

Apakah bayi bergerak aktif

2. Keringkan dan posisikan tubuh bayi di atas perut ibu, keringkan bayi mulai dari muka, kepala, dan bagian tubuh lainyanya (tanpa membersihkan verniks) kecuali bagian tangan. Ganti handuk basah dengan handuk yang kering. Pastikan bayi dalam kondisi mantap di atas perut ibu.3. Jepit tali pusat dengan menggunakan klem,(dua menit setelah bayi lahir) pada sekitar 3 cm dari pusar (umbilikus) bayi. Dari sisi luar klem penjepit,dorong isi tali pusat ke arah distal (ibu) dan lakukan penjepitan kedua pada 2 cm distal dari klem pertama.4. Pemotongan dan pengikatan tali pusat. Dengan satu tangan,angkat tali pusat yang telah dijepit kemudian lakukan pengguntingan tali pusat (lindungi perut bayi) diantara 2 klem tersebut. Ikat tali pusat dengan benang DTT pada satu sisi kemudian lingkarkan kembali benang ke sisi berlawanan dan lakukan ikatan kedua menggunakan simpul kunci. Lepaskan klem dan masukan dalam wadah yang telah di sediakan.5. Tempatkan bayi untuk melakukan kontak kulit ibu ke kulit bayi. Letakkan bayi dengan posisi tengkurap di dada ibu,luruskan bahu bayi sehingga bayi menempel dengan baik di dinding dada-perut ibu. Usahakan kepala bayi berada diantara payudara ibu dengan posisi lebih rendah dari puting payudara ibu.6. Selimuti ibudan bayi dengan kain hangat dan pasang topi di kepala bayi.

7. Beri cukup