Askeb BBL (Bayi Baru Lahir) Fisiologis

download Askeb BBL (Bayi Baru Lahir) Fisiologis

of 30

  • date post

    08-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    733
  • download

    10

Embed Size (px)

description

Wajib Leave Comment yah :)kesulitan download? contact me di :twitter: @irmafitrianaFB: Irma Sari Fitrianakunjungi blog :midwifenote.blogspot.comisinya yahud :DD

Transcript of Askeb BBL (Bayi Baru Lahir) Fisiologis

  • ASUHAN KEBIDANANPADA BAYI BARU LAHIR HARI KE 1

    DI RUMAH SAKIT IKATAN BIDAN INDONESIA DUPAKSURABAYA

    KEMENTERIAN KESEHATAN RIPOLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

    JURUSAN KEBIDANANPROGRAM STUDI KEBIDANAN SUTOMO SURABAYA

    TAHUN 2010 2011

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Pada masa ini Indonesia masih mengalami kendala dalampembangunan SDM (Sumber Daya Manusia), khususnya di bidang kesehatan.Hal itu nampak jelas terlihat pad tingginya angka kematian bayi dan neonatal.Setiap tahun diperkirakan 4 juta bayi dilahirkan dan 100 ribu bayi diantaranyameninggal pada masa neonatal atau sebelum menginjak usia 1 bulan. Dapatpula dikatakan terjadi kematian neonatal setiap 5 menit (Williams : 2001 : 83).

    Bidan memainkan peranan vital, selama periode transisi bagi bayi barulahir. Bidan membantu bayi menjalani masa peralihan dari kehidupanintrauterin ke kehidupan ekstrauterin dengan aman. Bidan juga memberikandukungan serta dorongan kepada ibu untuk ikut serta dalam perawatan bayimasa transisi dengan cara mengupayakan kondisi lingkungan yangmendukung perubahan dan memantau keadaan bayi selama fase dini, karenapada fase inilah sering terjadi kematian bayi.

    Laporan ini menguraikan tentang asuhan yang diperlukan oleh bayibaru lahir. Walaupun sebagian besar persalinan terfokus pada ibu, tetapikarena proses tersebut merupakan pengeluaran hasil kehamilan (bayi), makapenatalaksanaan persalinan baru dikatakan berhasil apabila yang dilahirakanjuga berda dalam kondisi yang optimal. Memberikan asuahan segera, aman,dan bersih untuk bayi baru lahir merupakan bagian esensial asuhan bayi arulajir (JNDK-KR. 2007: 95)

    1.2 Tujuan1.2.1 Tujuan umum

    Mahasiswa mampu mengerti, memahami, melakukan danmelaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir.

    1.2.2 Tujuan khusus1. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian pada BBL2. Mahasiswa mampu merumuskan diagnosa kebidanan pada

    BBL

    3. Mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan kebidananpada BBL

  • 4. Mahasiswa mampu melaksanakan rencan asuhan

    kebidanan pada BBL5. Mahasiswa mampu mengevaluasi asuhan kebidanan pada

    BBL

    1.3 Pelaksanaan

    Tempat kegiatan praktek : RSIA IBI Dupak SurabayaWaktu : tanggal 20 November 3 Desember

    20101.4 Sistematika Penulisan

    Halaman JudulLembar PengesahanKata Pengantar

    Daftar Isi

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    1.2 Tujuan1.2.1 Tujuan Umum1.2.2 Tujuan Khusus

    1.3 Pelaksanaan

    1.4 Sistematika Penulisan

    BAB II LANDASAN TEORI

    2.1 Konsep Dasar

    2.2 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir

    BAB III TINJAUAN KASUS

    BAB IV PENUTUP

    DAFTAR PUSTAKA

  • BAB II

    LANDASAN TEORI

    2.1 Konsep Dasar

    2.1.1 Prisip Dasar

    Bayi adalah individu yang baru lahir di dunia. Dalam keadaanterbatas, maka individu membutuhkan perawata dai orang lain.Sedangkan bayi baru lahir normal adalah janin yang lahir melaluiproses persalinan normal dan te;ah mampu hidup diluarkandungan(Saifudin AB.2006: 132)

    Bayi baru lahir adalah bayi dari lahir sampai usia 4 minggu.Lahirrnya biasanya dengan usia gestasi 38 42 minggu(Donna l.Wong, 2003).

    2kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500gram sampai 4000 gram(Dep kes RI, 2005).

    Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 4000gram, cukup bulan, lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainancongenital (cacat bawaan) yang berat(M. Sholeh Kosim, 2007).

    Pelayanan kesehatan neonatal harus dimulai sebelumbayidilahirkan melalui pelayanan kesehatan yang diberiakan pada ibuhamil. Berbagai bentuk upaya pencegahan dan penanggulangandiniterhadap faktor faktor yang memperlemah kondisi ibu hamil perludiprioritaskan, seperti gizi rendah, anemi, dekatnya jarak antarakehamilan dan buruknya hygiene. Disamping itu perlu juga dilkukanpembinaan kesehatan pre natal yang memadai dan penanggulanganfaktor faktor yang meyebabkan kematian pre natal meliputi:

    1. perdarahan2. hipertensi

    3. infeksi

  • 4. kelahiran pretem

    5. asfiksi6. hipotermi(Saifudin AB,2006:132)

    2.1.2 Keadaan Klinik Bayi Normal Segera setelah Lahir

    2.1.2.1 Sistem kardiovaskuler

    Setelah lahir foramen ovale menutup, dktus arteriosusdan duktus venosus menjadi ligamen. Arteri dan venaumbilikalis serta arteri hepatica menutup menjadi ligamen.Pernapasan pertama pada BBL, paru-paru berkembang danmenurunkan vaskuler pulmone, darah paru mengalir sehinggatekanan pada arteri pulmoner turun dan tekanan pada atriumkanan turun. Aliran darah pulmoner kembali meningkat kejantung dan masuk ke jantung bagian kiri sehingga tekananatrium kiri meningkat.

    2.1.2.2 Denyut jantung

    1. Saat lahir frekuensi denyut jantung bayi rata-rata 140x/menit

    2. Usia 1 minggu, frekuensi denyut jantung rata-rata128x/menit saat tidur dan 163x/menit saat bangun

    3. a. Tekanan darah sistolik BBL 78mmhg dan diastolikrata-rata 42mmhg

    b. Tekanan sistolik bayi sering menurun sekitar15mmhgkarena selama 1jam ertama setelah lahir

    c. Menangis dan bergerak biasa menyebabkanpeningkatan sistolik

    2.1.2.3 Volume darah dan sistem hematopalesis

    1. Volume darah bervariasi dari 80-110ml/kgBB selamabeberapa hari pertama dan meningkat dua kali lipat padaakhir tahun pertama

  • 2. Hemoglobin BBL 14,5-22,5 gr/dl

    3. Hematokrit 4,4-7,2%

    4. Sel darah merah 57,5 juta/mmhg

    5. Hemaglobin dan sel darah merah menurun sampai kadarrata-rata 11-17gr/dl 4,2-5,2gr/dl

    6. Presentasi hemoglobin janin menurun sampai 55% padaminggu ke 5 dan 5 % pada minggu ke 20 karena umur selyang mengandung hemoglobin janin lebih pendek

    7. Leukosit janin dengan nilai hiung sel darah putih sekitar18.000/mm3 merupakan nilai normal saat BBL

    8. Leukosit bayi meningkat menjadi 23.000-24.000/mm3 padahari 1 setelah lahir

    9. Biasanya sel darah putih diperkirakan sekitar 11.500/mm3

    selama periode neonatal

    2.1.2.4 Paru

    1. Pernapasan meningkat pada BBL terjadi normal padawaktu 30 detik setelah kelahiran

    2. Tekanan dada abyi saat melalui jalan lahir pervaginammengakibatkan cairan paru-paru kehilangan 1/3 dari cairantersebut(pada bayi normal 80-100ml)sehingga cairan yanghilang diganti dengan udara, paru-paru berkembangsehingga rongga dada kembali ke bentuk semula

    3. Saat pernapsan mulai berfungsi, na[as bayi menjadidangkal tidak teratur. Bervariasi darin30-60x/menit disertaiapneu singkat. Durasi dan frekuensi apneu menurun seiringpertambahan usia

    2.1.2.5 Sistem cerna

    1. Bayi baru lahir umunya sudah bisa BAB dalam waktu 24jam setelah perslinan

  • 2. Feses dihari pertama disebut mekonium yng berwarnagelap atau kehitaman

    3. Kapasitas lambung BBl sangat bervariasi tergantung padaukuran bayi, sekitar 30-90ml. Pengosongan dimulai padabeberapa menit pada saat pemberian makanan dan selesaiantara 2-4Jm setelan pembetrian makanan

    4. Sambungan esofagus bawah dan lambung harus sempurnasehingga mudah terjadi regutrasi

    5. Keasaman lambung bayi saat lahir umunya samadenganorang dewasa. Tetapi akan menurun dalam 1minggu dantetap rendah selama 2-3bulan

    2.1.2.6 Sistem hepatica

    Liver bayi mempunyai hal penting dalam hal

    Penyimpanan zat besi

    Metabolisme karbohidrat

    Konjugasi bilirubin Koagulasi

    Liver BBL belum matur untuk membentuk glukosasehingga BBL mudah terkena hipotermi. Neoonatus telahmemiliki kapasitas yang fungsional untuk mengubahbilirubin, namun sebagian besar BBL ada yang mengalamihiperbilirubenemia fisiologis

    2.1.2.7 Sistem imun

    1. Pada 3bulan pertama bayi dilindungi oleh kekebalanpasif ibu

    2. Barier alami seperti asm lambung atau produksi pepsindan tripsin belumberkembag sampai usia 3-4bulan

    3. Bayi memenyusui dapat kekebalan pasif darikolostrum dan ASI

  • 2.1.2.8 Sistem reproduksi

    1. perempuan

    a. BBL cukup bulan laba minor mentup labia minormenutup vestibulum

    b. bayi prematur, klitoris menonjol, labia mayor kecildan terbuka

    2. laki-laki

    a. testis turun kedalam skrotum pada 90%BBL, danpresentase ini menurun pada bayi prematur

    b. Terabarugae yang melapisi kantunh skrotum

    2.1.2.9 Sistem skelet

    1. Kepala bayi cukup bualan berukuran panjang tubuh,lengan sedikit lebih panjag daripada tungkai

    2. Wajah relatif kecil terhadap ukuran tengkorak

    3. Pada BBl, lutut saling berjauhan saat kaki diluruskandan tumity disatukan, sehingga tungkai bawah etrlihatagak melengkung

    2.1.2.10 Sistem neuromuskuker

    Aktivitas motorik spontan dapat muncul dalam bentuktremor sementara di mulut dan dagu terutama waktumenangis, pada ekstremitas terutama lengan dan tangan

    2.1.3 Penanganan Bayi Baru Lahir

    Penanganan BBL dilakuakan sejak kepala mulai keluar darijalan lahir yaitu dengn melkukan pembersihan lendir serta cairan yangada dimulut, hidung serta mata.

    Bayi sehat aka menangis dalam 30 detik, tidak perlu dilakukanapa-apa lagi oleh karena bayi mulai bernapas spontan dan warnakulitnya kemerahan. Bila mulut bayi masih belumbersih dari cairan

  • dan lendir, lakukan pengisapan lendir mulua-mula dari mulut,kemudian dari hidung agar na[as bayi dapat bebas dan bayi dapatbernapas sebaik-baiknya.

    Tali pusat dipotong dengan gunting steril dan diikat denganpengikat steril dan diberi triple dye serta dibungkus dengan kasa steril.Bayi baru lahi harus segera dibungkus untuk menghangatkantubuhnya. Pada waktu lahir, bayi belum mampu mengatur suhutubuhnyadan membutuhkan pengeluaran dari luar untuk membuatnyatetap hangat(PrwirohardjoS,2005:247)

    2.1.4 Penilaian Bayi Baru Lahir

    Keadaan umum bayi dinilai 1 menit dan 5 menit setelah lahirmenggunakan nilai apgar. Dari hasil peneletian dapat diketahui apakahbayi normal (AS 7-10), asfiksi sedang-ringan (AS 4-6), atau bayimenderita