· Web viewLANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Pengertian Sistem Menurut Brett...

Click here to load reader

  • date post

    09-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of · Web viewLANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Pengertian Sistem Menurut Brett...

10

11

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.1Sistem Informasi Akuntansi

Pengertian Sistem

Menurut Brett Considine pada bukunya (Accounting Information Systems understanding business processes, 2012) mendefinisikan sistem sebagai something that take inputs, applies a set of rules or processes to the inputs and generates outputs. Sesuatu yang menerima input, menerapkan serangkaian aturan atau proses terhadap input tersebut lalu menghasilkan outputnya.

Menurut James A.Hall dalam bukunya (Hall, Accounting Information Systems 6e, 2008) mennyatakan a system is a group of two or more interrelated components or subsystems that serve a common purpose Sistem adalah sekumpulan dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling terkait atau subsistem yang bekerja untuk sebuah tujuan.

Berdasarkan Satzinger dalam bukunya (Satzinger, Jackson, & Burd, 2005, p. 6), berpendapat bahwa sistem adalah a collection of interrelated components that function together to achieve some outcome Sebuah kumpulan komponen-komponen terkait satu sama lain yang berfungsi secara bersama untuk mencapai sebuah hasil.

Dari ketiga pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekumpulan dari dua atau lebih komponen-komponen atau subsistem saling terkait yang menerima input lalu menerapkan serangkaian proses terhadap input tersebut untuk menghasilkan output dalam rangka mencapai sebuah tujuan / hasil.

Pengertian Input, Proses, Output, dan Umpan balik

Berdasarkan (Considine, Parkes, Olesen, Blount, & Speer, 2012, pp. 10-11), input adalah data atau sumber lain yang menjadi titik awal dari sebuah sistem. Proses adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan terhadap input dalam sistem. Output adalah sesuatu yang dihasilkan dari sebuah sistem atau hasil dari apa yang dikerjakan sistem. Sedangkan umpan balik merupakan metode yang menggunakan peringatan untuk memastikan sistem berjalan normal (sesuai dengan yang dikehendaki) dan tidak ada masalah / kondisi pengecualian yang terjadi.

Pengertian Sistem Informasi

OBrien dalam bukunya (O'Brien, 2005) menyatakan Sistem Informasi dapat berupa kombinasi teratur apapun dari orang-orang, perangkat keras, piranti lunak, jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.

Menurut Gelinas (Dull, Gelinas, & Wheeler, 2012), Sistem Informasi adalah sistem yang umumnya terdiri dari serangkaian komponen-komponen berbasis komputer yang terintegrasi dan juga komponen-komponen manual yang dibentuk untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengatur data serta menyediakan output informasi untuk para penggunanya.

Menurut Satzinger, Sistem Informasi adalah sebuah kumpulan komponen-komponen saling terkait yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, serta menghasilkan output berupa informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan bisnis.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi adalah serangkaian komponen-komponen yang terintegrasi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengolah data sehingga dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan dan dapat digunakan untuk mendukung proses pengambilan keputusan dalam rangka untuk mencapai tujuan tertentu oleh organisasi atau perusahaan ataupun menyelesaikan tugas bisnis.

Tujuan Sistem Informasi

Berdasarkan buku James A. Hall (Hall, 2008, p. 14) terdapat 3 tujuan dasar yang umum dari sistem informasi:

1) Untuk mendukung fungsi pelayanan / kinerja pihak manajemen. Pihak manajemen organisasi / perusahaan mempunyai tanggung jawab untuk mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan dengan baik. Sistem informasi menyediakan utilisasi informasi sumber daya kepada pengguna eksternal.

2) Untuk mendukung pengambilan keputusan oleh manajemen. Sistem informasi memudahkan pihak manajemen dengan menyediakan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan.

3) Untuk mendukung operasional perusahaan sehari-hari. Sistem informasi menyediakan informasi yang dibutuhkan kepada staff operasional perusahaan / organisasi untuk mendukung tanggung jawab operasionalnya.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Gelinas (Dull, Gelinas, & Wheeler, 2012), sistem informasi akuntansi adalah sebuah spesifikasi subsistem dari sistem informasi yang bertujuan untuk mengumpulkan, memproses, dan melaporkan informasi yang berkaitan terhadap aspek keuangan dari aktivitas bisnis.

Menurut Brett Considine pada bukunya (2012, p. 12) mendefinisikan sistem Informasi Akuntansi sebagai The Application of Technology to the capturing, verifying, storing, sorting, and reporting of data relating to an organisations activities Teknologi aplikasi untuk menangkap, memverifikasi, menyimpan, menyortir, dan melaporkan data terkait aktivitas organisasi.

Dari kedua pendapat di atas, maka dapat dikatakan bahwa sistem informasi akuntansi adalah sebuah subsistem dari sistem informasi dan dapat berupa aplikasi yang bertujuan untuk menangkap, memverifikasi, menyimpan, dan melaporkan informasi keuangan terkait dengan aktivitas bisnis oleh organisasi.

Subsistem dalam Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Hall (Hall, Accounting Information Systems 6e, 2008), sistem informasi akuntansi terdiri dari tiga subsistem utama:

a) Transaction Processing System (TPS), sistem yang mendukung operasi bisnis perusahaan sehari-hari denga berbagai laporan, dokumen, dan pesan untuk user di dalam organisasi.

b) General Ledger / Financial Reporting System (GL/FR), sistem yang menghasilkan laporan keuangan, seperti: laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, pengembalian pajak, dan laporan yang dibutuhkan lainnya sesuai dengan standar / regulasi yang berlaku.

c) Management Reporting System (MRS), sistem yang menyediakan laporan keuangan khusus dan informasi lainnya yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen internal.

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi

Menurut (Rama & Jones, 2006), Sistem Informasi Akuntansi memberikan lima manfaat, yakni:

1. Menghasilkan laporan eksternal, sistem informasi akuntansi dapat digunakan untuk membuat laporan khusus untuk pihak-pihak yang membutuhkan (misalnya: investor, kreditur, dan sebagainya);

2. Mendukung aktivitas rutin, pihak manajemen membutuhkan sistem informasi akuntansi untuk menangani operasional rutin pada siklus operasional perusahaan;

3. Mendukung proses pengambilan keputusan, informasi hasil sistem informasi akuntansi dibutuhkan sebagai bahan pengambilan keputusan non-rutin pada semua level dalam organisasi;

4. Perencanaan dan Pengendalian, sebuah sistem informasi akuntansi dibutuhkan untuk perencanaan dan mengontrol aktivitas operasional perusahaan.

5. Implementasi pengendalian internal, sistem informasi akuntansi dapat membantu melindungi aset perusahaan dari resiko kehilangan atau penggelapan aset dan membantu mempertahankan akurasi data keuangan perusahaan.

Model Umum dari Sistem Informasi Akuntansi

Gambar 2.1 Model Umum AIS

Sumber: (Hall, Introduction to Accounting Information Systems, 2008, p. 11)

Berdasarkan buku (Introduction to Accounting Information Systems, 2008) gambar di atas merupakan model umum dari sistem informasi akuntansi karena gambar mendetugas akhirkan semua sistem informasi, terlepas dari arsitektur teknologinya.

Menurut James A. Hall, terdapat 7 elemen dari model umum sistem informasi akuntansi tersebut, elemen-elemen tersebut adalah:

1) Pengguna Akhir (End Users)

Pengguna akhir sistem informasi akuntansi terbagi dalam 2 jenis: pengguna internal dan pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal misalnya: kreditor, pemegang saham, pemasok, pelanggan, dan lain sebagainya. Sedangkan contoh untuk pengguna internal misalnya: pihak manajemen perusahaan di semua level manajerial, staff operasional, dan lain sebagainya.

2) Sumber Data (Data Sources)

Sumber data disini adalah transaksi keuangan yang masuk ke dalam sistem informasi melalui sumber transaksi keuangan internal maupun sumber transaksi keuangan eksternal. Contoh transaksi keuangan eksternal meliputi penjualan barang dan jasa, pembelian persediaan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas (termasuk pembayaran gaji). Transaksi keuangan internal dapat berupa perpindahan / pertukaran sumber daya di dalam organisasi, misalnya: pengolahan bahan baku menjadi work-in-process (WIP), biaya overhead pabrik, pengolahan WIP menjadi barang jadi, serta depresiasi aset tetap.

3) Pengumpulan data (Data Collection)

Pengumpulan data merupakan tahap awal dari operasional pada sistem informasi. Tujuannya adalah untuk memastikan data aktivitas yang masuk ke dalam sistem adalah valid, lengkap, dan bebas dari kesalahan materi. Terdapat 2 prinsip dalam perancangan pengumpulan data yakni relevansi dan efisiensi.

Prinsip relevansi dalam perancangan sistem diupayakan dengan wawancara dengan pengguna terkait sehingga sistem yang dirancang nantinya akan mempunyai penyaringan data untuk memastikan data yang masuk ke dalam sistem adalah data terkait yang dibutuhkan. Prinsip efisiensi dalam perancangan diterapkan dengan menghindari redudansi data dalam sistem sehingga pemrosesan dan penyimpanan data yang terbatas dalam sistem menjadi lebih efisien.

4) Pengolahan Data (Data Processing)

Tugas yang ada dalam engolahan data mempunyai rentang tahap mulai dari yang sederhana hingga pengolahan yang kompleks. Contohnya adalah pemrograman linear yang digunakan dalam aplikasi penjadwalan produksi, statistika untuk perkiraan penjualan, dan prosedur penjumlahan yang digunakan dalam aplikasi akuntansi.

5) Pengelolaan Tempat Penyimpanan Data (Database management)

Di dalam elemen Database Management terdapat 3 tingkat hirarki, yakni:

a) Atribut Data (Data Attribute)

Sebuah At